NovelToon NovelToon
SENJA DI MEKAH

SENJA DI MEKAH

Status: tamat
Genre:Ketos / Single Mom / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:161k
Nilai: 4.8
Nama Author: Emma Shu

"Aku pelacur. Jangan jadikan aku makmummu!" Delisha mundur, menjauh dari Danish.

"Setiap orang punya masa lalu. Siapa yang sangka kalau masa laluku juga buruk?" Danish meyakinkan. "Bahkan tidak ada yang bisa menjamin manusia alim sekali pun masuk surga. Karena tingkat tertinggi level manusia adalah akhlak dan taubatnya."

Danish pergi, meninggalkan Delisha yang tak mau menerima lamarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diijinkan

Nora menatap Danish dengan tatapan berembun. "Apa kai sudah tidak mau mendengar ibu?"

"Aku akan selalu mendengar ibu, sampai mati aku akan dengarkan apa pun nasihat dan perintah ibu, selagi itu dalam hal kebaikan," jawab Danish lembut. Dia genggam tangan ibunya erat.

"Apakah permintaan ibu untuk menjauhi wanita kotor itu bukan merupakan kebaikan?"

"Tolong jangan sebut Delisha dengan wanita kotor. Masa lalunya memang buruk, tapi bukan berarti masa depannya juga buruk. Delisha ingin hijrah. Tolong dukung dia. Aku melihat dia bertaubat, Bu. Aku bersamanya umrah di Mekah dan kami memiliki tujuan yang sama."

"Bukan berarti orang yang umrah lu bebas dari kehinaan. Bahkan ada orang bergelar ustad, haji, pemuka agama tidak tapi masih berbuat dosa kan? Umrah tidak menjamin kesucian seseorang."

"Benar. Tapi aku melihat Delisha memiliki keinginan untuk bertaubat. Berikan dia kesempatan."

Nora memalingkan wajah. 

"Biarkan Danish menentukan jalan hidupnya. Toh Apa pun resikonya, dialah yang akan menanggung sendiri," ucap Surya.

"Bu, terima kasih sudah mau memperhatikan aku dalam hal jodoh. Tapi aku minta, ijinkan aku memulai," ucap Danish.

"Baik. Ibu akan lihat sejauh mana Delisha akan menunjukkan niatnya untuk bertaubat," jawab Nora akhirnya.

"Alhamdulillah. Terima kasih, Bu." Danish tersenyum. Wajahnya yang tampan semakin terlihat menawan dengan hiasan senyum.

***

Pagi ini, keluarga besar Danish berpamitan akan pulang, meninggalkan rumah Danish. Mereka sudah berkumpul di halaman rumah dengan mobil masing- masing yang sudah bertengger. 

Danish dan Delisha berdiri bersisian mengantar sampai ke halaman.

Semuanya bersalaman dengan Danish sembari mengucapkan sederet pesan baik. 

Beberapa orang menyalami Delisha meski dengan tampang tak bersahabat. Beberapa orang lainnya tidak mau menyalami Delisha, hanya menyalami Danish saja dan melengos melewati Delisha yang berdiri di samping Danish.

"Jangan disalamin!" bisik tantenya Danish sambil menarik tangan anaknya yang menjulur ke arah Delisha hendak menyalami untum berpamitan.

"Kenapa, Ma?" tanya anak berusia enam tahun dengan rambut diikat dua itu.

"Ssst!" Tantenya Danish menyeret tangan anaknya menjauh dan masuk mobil.

"Terima kasih semuanya sudah datang dan memberikan dukungan untukku. Semoga kebaikannya akan mendapat balasan yang baik pula," ucap Danish mengedarkan pandangan pada orang- orang yang berkumpul berpamitan kepadanya.

Diantara tatapan pasangan mata itu, tidak ada sepasang mata pun yang menatap Delisha dengan baik.

Delisha adalah orang asing di mata mereka, yang tak mungkin mereka bisa menerima dengan baik setelah kabar tentang status Delisha yang kelam. Informasi tentang dunia gelap Delisha tentu saja membuat mereka yang belum mengenal Delisha langsung menilai negatif tanpa tawar menawar lagi.

"Danish, kau harus awasi istrimu baik- baik. Jangan sampai liar dan mengganggu suami orang," celetuk salah seorang kemudian masuk ke mobil.

"Selina mana?" tanya Omnya Danish yang tak melihat bocah kecil itu sejak tadi.

"Masih tidur," jawab Danish.

"Oh. Rencana mau pamitan. Tapi ya sudah, sampaikan saja ke Selina nanti kalau dia bangun bahwa kami pulang. Kemarin dia senang sekali main sama anakku, dia pasti akan kehilangan."

"Ya, nanti akan di sampaikan."

"Aku sudah selipkan uang lima ratus ribu ke dekat bantalnya tidur, nanti kalau bangun kasih tau dia ya itu uang jajan untuknya."

"Makasih, Om." Danish tersenyum. 

Sejak kemarin Selina mendapat banyak uang pemverian dari sana saudara. Juga dari nenek dan kakeknya.

"Jaga dirimu baik- baik," pesan Omnya Danish menatap Danish bersahabat, melirik singkat pada Danish. "Aku menyayangkan pilihanmu." Ia kemudian masuk ke mobil. 

Danish hanya diam. Delisha pun diam. Dia sebenarnya tidak mau keluar untuk ikutan melakukan ritual pengantaran keluarga besar Danish pulang jika bukan karena permintaan Danish.

Bahkan Delisha juga sudah sempat menolak saat diajak oleh Danish keluar kamar. Namun Danish tadi berpesan, "Abaikan apa pun perkataan buruk keluargaku. Mereka tidak akan mungkin berani berbuat hal di luar batas kewajaran selagi ada aku. Kamu yang penting diam saja."

Itulah pesan Danish yang akhirnya disetujui Delisha.

Akhirnya semua orang berangsur masuk ke mobil masing- masing.

Lalu mobil- mobil itu berlalu pergi meninggalkan halaman luas.

 Surya dan Nora yang tinggal. Mereka belum pergi.

"Ibu akan menginap beberapa hari lagi di sini. Masih kangen sama Selina. Kamu tidak keberatan kan?" tanya  Nora.

"Tidak, Bu," jawab Danish.

Duh, mertua malah tinggal di sini. Meski hanya beberapa waktu, tetap saja mereka pasti akan usil dan membuat kegaduhan karena tidak sepemahaman. Apa lagi Delisha terlihat sebagai wanita tak baik di mata mereka, pasti ada saja selisih paham. Pikir Delisha.

Bersambung ...

Tunjukkan pesona mu dalam memberikan dukungan he hee

1
Tatiw
gantung end nya thor gk ada extra part nya kah😭
Asma Riah
loh bukannya masjid Quba itu ada di Madinah ya thor
sejuk
danish doamu terkabul😭
Santunah Darlis
subhanallah...
🌹Mariana 🌹
Luar biasa
Neng Rillah
ngisinkeun ihk ustadzah bgni
Neng Rillah
benar, setiap kita niat hijrah pasti ad aj ujiannya
dewi_nie
Lumayan
lailasyarma
Luar biasa
Tonisah Nisa
ceritanya bagus tor
Surati
bagus
nanah Hasanah
Lumayan
Cha Fatimah Az-Zahra
Kecewa
Cha Fatimah Az-Zahra
Buruk
Fani Tsao
lama gak bac karya kak ema shu
Fani Tsao
keren
Rokhyati Mamih
ngga ada extra part nya yah ?
Trisna Ambarsari
menginspirasi
Idasesoega
aku mau kok .. meskipun dmk, Delisha n Danish tak mau pastinya,, 🥰🥰🥰🥰
bibi
lanjutin dong kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!