Announcement!!
ini adalah Season ketiga Cinta Johan yang tak di anggap & Pria Amnesia.
Setelah berpisah dengan Sherly Cornelius, Johan terpaksa bertahan tanpa cinta dalam rumah tangganya dengan Teresia Wiratama karena sebuah amanah dari Kakek Gilbert yang telah meninggal dunia.
Yasmine, sang mantan tunangan Johan kembali ingin merebut hati Johan dengan cara memisahkan Johan dengan Teresia dan Sherly.
Akankah penyesalan dalam diam yang di alami Johan membuat Johan bisa kembali pada Sherly yang kini sudah menikah paksa dengan Arnold Santiago Sutedja
Ikuti kisah perjuangan Johan mendapatkan Cinta Sherly kembali....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fanie Liem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Kecurigaan Johan pada Zaky
"Sejak dari kemarin ada yang aneh dengan Zaky, aku harus hubungi asisten lain untuk membantu menyelidiki semua ini. Oh, aku ingat asisten baru kepercayaan Kakek dulu. Aku harus hubungi dia sekarang juga." Gumam Johan
📱Drrrttt...drrrtttt......
📞"Herlan, tolong selidiki Zaky..." Ucap Johan
📞"Baik, tuan muda. Saya akan selidiki Zaky. Tapi kenapa tuan muda mau saya selidiki Zaky? bukankah dia adalah asisten kepercayaan tuan muda?"tanya Herlan
📞"Ada perubahan sikap pada diri dia dan seakan Zaky itu berpihak pada orang lain, jadi intinya kamu tetap awasi dan laporkan gerak-gerik dia." Titah Johan
📞"Baik, tuan muda saya akan lakukan sesuai permintaan tuan muda." Ucap Herlan
📞"Bagus, kamu tahu pesan Kakek Gilbert ke aku untuk tetap waspada dengan orang terdekat karena yang terdekat justru akan menikam kita dari belakang."Ucap Johan
📞"Saya mengerti tuan muda, Amanah Kakek gilbert kepada saya juga untuk menjaga tuan muda, maka dari itu saya akan berbuat apa saja untuk membantu tuan muda hidup dengan tentram." Ucap Herlan
Tut
*******
Setelah kedua sejoli yang berstatus mantan itu saling menghubungi rekannya, mereka pun saling membalikan punggung mereka masing-masing
"Sudah hubungi Maya dan Reno?" tanya Johan
"Sudah kok, mereka akan datang ke sini."Ucap Sherly
"Oke, sementara itu sambil menunggu mereka datang. Bagaimana kalau kita pergi memancing di danau sana?"Ajak Johan
"Hmmm, memangnya kamu bawa alat pancing?"tanya Sherly
"Tentu dong aku bawa alat pancingnya. Aku kan sudah persiapan untuk mengajak kamu kencan hari ini."Ucap Johan
"Hmmmm, maaf ya aku nggak bisa jadi pacar kamu." Celetuk Sherly
Deg.
"Kalau gitu kamu jadi istri aku lagi ajah setelah Arnold membuang kamu karena dia tidak mencintai kamu."Ucap Johan
"Tidak, gue bukan barang yang harus di gilir. gue yakin suatu hari nanti Arnold dan gue akan saling mencintai dan akan membangun rumah tangga."Sergah Sherly
"Kamu bagi aku kan piala emas yang harus di raih" Celetuk Johan
"Lu makin lama tingkahnya kok makin aneh, masa gue di sebut piala," ucap Sherly dengan terkekeh.
"Aneh tapi suka kan?" tanya Johan dengan mengaitkan kail pancingan, lalu menenggelamkannya ke danau berwarna hijau.
"Ish! ngaco deh," ucap Sherly dengan pipi yang merah merona.
"Aku bukan Johan yang dulu yang akan patah hati setelah di tolak seperti ini. Aku harus tunjukan kalau aku tulus mencintai Sherly karena aku yakin hatinya sekarang untuk aku." Gumam Johan
Mereka pun saling pandang satu sama lain dengan tatapan yang sulit di artikan sambil menunggu santapan ikan pada kail pancingannya, Johan pun perlahan menatap mata sayu itu sangat dalam dia mulai mendekat ke arah Sherly, lalu bibir mereka saling menempel satu sama lain.
Awalnya tidak ada balasan dari Sherly, ia mematung cukup lama. Namun lama kelamaan Sherly pun ikut terbuai akan aroma mint maskulin dari sudut bibir merah Johan yang pekat, mereka pun tenggelam dalam suasana nyaman dan bibit mereka pun mulai saling bertautan satu sama lain, hingga mereka bertukar saliva dan kehilangan oksigen.
"Stop! aku sesek napas! kamu mau bunuh aku!" Bentak Sherly dengan melepaskan tautan di antara mereka dan mengelap sentuhan bibir dari Johan.
"Sorry, aku terlalu bersemangat, kok di hapus sih bekas kepemilikan?" tanya Johan
"Lu ini nggak ingat kalau kita itu sudah bukan pasangan suami-istri lagi? kita seperti penghianat pasangan kita masing-masing." Ucap Sherly
"Biarkan saja kita bahagia, Sherly! kamu jangan pikirkan mereka. Teresia itu egois dia itu hanya mementingkan dirinya sendiri. Bahkan ketika aku sedang berobat jalan di Singapore dia sama sekali tidak menemaniku dia memilih arisan dengan kaum sosialitanya di bandingkan menemani suaminya sendiri." Ucap Johan
"No! ini tidak benar! gue mau pulang ajah." Ucap Sherly
Bersambung ...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
ok, kak di tunggu ya besok kemungkinan sudah up
kita lihat saja nnti ya
author sendiri jg tidak tahu ini apakah Sherly selamat atau tidak