Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#
Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.
Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.
Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??
Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!
Happy reading!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Tentang Rasa
Disana nampak Alex juga mulai merasakan ngantuk, tapi dia berusaha agar matanya tetap fokus, walaupun dia bersama sang sopir tapi dia tidak mau ikut memejamkan matanya seperti Tania.
Setelah melakukan perjalanan lumayan jauh akhirnya mobil Alex sudah sampai di depan rumah Tania, disana jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Ini kali kedua Alex mengantarkan Tania pulang sampai di depan rumahnya.
Diluar sana nampak Mama Bela sudah terlihat menyambut mereka di depan rumahnya, Alex pun segera keluar dari mobilnya dia pun segera berjalan mendekati Mama Bela.
"Malam Tante!" ucap Alex sambil mencium tangan Mama Bela.
"Malam, di mana Tania?"
"Tania ada di mobil Tante, tadi dia tertidur mungkin karena kelelahan dari kemarin saya suruh lembur!" Jawab Alex sedikit berbohong.
"Anak itu, biar Tante saja yang bangunin!"
"Tapi Tan?" Sebenarnya Alex masih ingin membiarkan Tania tidur di dalam mobilnya, dia tidak tega kalau sampai Tania terganggu tidurnya, tapi nyatanya Mama Bela sudah berjalan menuju ke mobilnya.
"Sayang, bangun! kamu sudah sampai!" Ucap Mama Bela pada putrinya.
Disana nampak Tania hanya menggeliatkan badannya, sepertinya dia sudah sangat lelap dan nyaman tidur dimobil Alex. Sampai dia tidak mendengarkan perkataan Mamanya.
"Sayang! Bangun!" Ucap Mama Bela sambil mencubit lembut hidung mancung milik putrinya.
Nampaknya usaha Mama Bela tidak sia-sia kini Tani nampak gelagapan karena hidungnya sesak sekali untuk bernafas, dengan cepat dia segera membuka matanya.
"Mama!"
"Iya ini Mama, ayo bangun! Kasian nak Alex sudah nunggu kamu lama, nanti bisa-bisa dia kemalaman pulangnya!"
"Alex?" Tania sepertinya sedikit amnesia dia baru sadar ternyata dia naik mobil Alex bukan naik kendaraan umum. "Jadi aku sedari tadi tertidur?" Ucapnya disana.
Tania pun segera bangun dan dengan segera keluar dari mobil itu, disana dia melihat Alex yang sedang duduk di kursi di teras depan rumahnya.
"Alex! Kenapa kamu tidak membangunkan aku!" Ucap Tania setelah sampai di depan teras rumahnya.
"Kamu sudah bangun! Maaf habisnya aku tidak tega membangunkan kamu, sepertinya kamu sangat lelah sekali."
Mendengar jawaban Alex, Tania langsung terdiam dia mengutuk dirinya sendiri bagaimana bisa, dia sudah di antar pulang dan malah numpang tidur juga di mobil Alex.
"Lex maafin aku ya, aku tadi sangat ngantuk sekali dan terimakasih kamu sudah mau mengantarku pulang."
"Sudahlah kenapa harus minta maaf, kamu ga salah kok. Oya ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu, duduklah!"
Tania dengan cepet duduk di kursi panjang yang berada disamping Alex, sedang Mama Bela yang baru saja keluar dari dalam rumah dengan membawakan nampan yang berisi 3 gelas air teh hangat untuk tamu yang sudah mengantarkan Tania pulang sampai rumahnya.
"Silahkan di minum nak!''
"Terimakasih banyak Tante, saya malah jadi merepotkan Tante?"
"Cuma segelas air teh hangat bagi Tante tidak merepotkan, ya sudah Tante tinggal kedalam ya."
"Silahkan Tante, saya juga sebentar lagi pulang dan tidak bisa lama-lama. Ada sesuatu yang perlu saya sampaikan dulu pada Tania."
"Ya sudah kalau begitu, Tante masuk dulu!"
Disana Mama Bela langsung masuk kedalam rumah, sedang Tania disana masih penasaran tentang sesuatu apa yang ingin Alex bicarakan padanya.
"Lex kamu mau membicarakan masalah apa? Kalau tentang pekerjaan besok saja ya!"
"Bukan! ini bukan tentang pekerjaan, tapi ini tentang masalah hati!"
Disana Tania bertambah penasaran masalah hati yang mana yang akan Alex bicarakan, Alex sendiri sebenarnya juga ragu dan takut kalau membicarakan tentang masalah hati yang sekian lama sulit sekali ia ungkapkan.
"Maksud kamu?"
"Ya Tania, ini masalah hatiku. Ada sesuatu yang perlu kamu ketahui, aku sudah tidak bisa menahan perasaan ini sendirian bahkan kamu tahu, sudah sejak dulu masalah hati ini belum terselesaikan!" Disana Tania semakin bingung dengan ucapan Alex yang seperti berbelit-belit.
"Sekarang jelaskan padaku apa masalah hati kamu, jangan buat aku semakin penasaran!" Disana Alex tersenyum tipis melihat Tania yang sepertinya sangat penasaran dengan apa yang akan dia bicarakan.
"Begini Tania, aku hanya ingin bilang kalau aku....???? Aku cinta sama kamu!!"
"Apa!'' Disana Tania benar-benar sangat terperanjat dengan apa yang baru saja Alex bicarakan.
"Kamu bercanda! Kamu baik-baik saja bukan?"
"Aku tidak bercanda, aku serius dan aku baik-baik saja!"
"Sejak kapan?"
"Maksud kamu!"
"Sejak kapan kamu mencintaiku? Jangan bilang setelah aku melakukan hal yang menjijikan padamu!" Disana Tania langsung menundukkan wajahnya tiap kali dia mengingat kejadian yang memalukan itu.
"Sejak dulu, ya sejak dulu aku sudah diam-diam mencintaimu. Tapi sepertinya kamu terlalu cuek padaku, sampai akhirnya aku tahu kalau kamu mencinta Evan pembisnis kaya raya itu!"
"Kamu tahu hal itu?"
"Tentu saja aku tidak hanya mendengar gosip saja tapi aku tahu dengan mata kepalaku sendiri kalau kamu sangat mencintai Evan!"
"Tapi itu dulu, Tania yang sekarang bukan Tania yang dulu, Tania dulu sangat arogan, pemarah, penuh dengan kebencian sangat terobsesi dengan cintanya pada Evan, bahkan Tania yang dulu tidak pernah bersyukur dengan semuanya yang dia punya." Sambil menghela nafas Tania berucap. "Tania yang sekarang bukan Tania yang dulu Lex."
"Lalu apa jawabanmu!" Disana Tania langsung menoleh kearah Alex yang berada tepat disampingnya, sebenarnya ada rasa kasihan melihat Alex, tapi hati tidak bisa di bohongi bahwa sebenarnya hatinya masih ada Anton, bahkan dia ingin meminta maaf padanya. Sekarang dia baru sadar bahwa berjuang sendirian itu sangatlah berat. Itu yang dirasakan Anton waktu itu.
"Beri aku waktu!" Jawab Tania, sebenarnya dia ingin sekali langsung menolaknya tapi mengingat kebaikan hati Alex yang sudah mau menerimanya bekerja, bahkan sampai rela mengantarnya pulang itu semua yang membuat Tania mengulur waktu.
"Baiklah aku aku beri kamu waktu, mungkin menurutmu ini semua terlalu cepat. Kalau begitu aku langsung pamit pulang ya." disana Alex langsung bangun dari tempat duduknya rasanya dia ingin segera pergi dari rumah itu. Dihatinya sebenarnya ada rasa kecewa dengan jawaban Tania, dia bertambah yakin kalau di hati Tania sebenarnya sudah ada orang lain.
"Lex tunggu!" Disana Alex sedikit senang mendengar Tania memanggilnya, "Apa mungkin Tania berubah fikiran?" Alex dengan cepat segera menoleh ke arah Tania.
"Ya!"
"Minum dulu tehnya! Kasian Mama Bela sudah membuatkannya lagi pula kamu belum berpamitan juga!" Disana Alex sampai menepuk jidatnya sendiri karena rasa kecewanya pada Tania dia lupa semuanya.
"Oya, aku sampai lupa!" Akhirnya Alex kembali lagi kedalam teras rumah milik Tania dia segera mengambil secangkir teh diatas meja dan dengan cepat dia meminum teh buatan Mama Bela yang tadi sudah dibuatkan untuknya.
"Tania apa kamu bisa memanggilkan Mamamu!''
"Baiklah tunggu sebentar!" Belum sempat Tania melangkah, ternyata Mama Bela sudah ada disampingnya.
"Sudah mau pulang?"
"Iya Tante, takut kemalaman sampai rumah, saya mau minta ijin untuk segera pulang."
"Ya sudah kalau begitu, hati-hati ya nak Alex. Terimakasih banyak sudah mau mengantar Tania sampai rumah."
"Sama-sama Tante, kalau begitu saya permisi!" Dengan takzim Alex mencium tangan Mama Bela dia pun kembali berpamitan pada Tania.
Setelah Alex benar-benar sudah pergi, Mama Bela akhirnya memberanikan diri bertanya pada Tania, diam-diam sebenarnya Mama Bela tadi mendengarkan percakapan antara Tania dan juga Alex di balik pintu rumahnya.
"Sayang, Alex baik Lo! Apa kamu tidak terima saja cintanya?"
"Mama! Mama nguping ya!"
"Tidak, Mama hanya kebetulan lewat tadi!" Ucap Mama Bela sambil tertawa.
"Iiiih....Apaan si Ma, udah deh!!" Dengan sedikit kesal Tania segera meninggalkan Mama Bela yang masih berada di luar.
Bersambung ..