NovelToon NovelToon
IJAB'MU TALAK'KU

IJAB'MU TALAK'KU

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / Cerai / Romansa / Tamat
Popularitas:749.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lady Ev

Hamil setelah perceraian..?? Ditalak sehari sebelum suami menikah lagi..!

Mendapatkan kabar kehamilan untuk pertama kalinya setelah penantian 5 tahun, sangatlah menyenangkan.


Tapi, tahukah kamu bagaimana rasanya jika kabar itu datang setelah proses perceraian?


Rasanya seperti mimpi, sedih, bahagia bercampur menjadi satu. Seperti itulah yang dirasakan oleh Aluna.


Yuk ikuti kisahnya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Ev, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Pertengkaran Arlan Nindia

_QUEEN JEWELRY GROUP_

24 jam telah berlalu, siang itu Aluna diminta ke ruangan ibu Piola, beliau adalah direktur utama QUEEN JEWELRY GROUP.

"Tok,, Tok,, Tok,,"

"Masuk!" Sahut wanita berkacamata yang berumur sekitar 40 tahun itu mendongak menatap pintu.

"Ceklek!"

Aluna membuka pintu ruangan dirut Piola. "Permisi bu, ibu memanggil saya?" Tanya Aluna berdiri di ambang pintu.

"Oh, Silahkan masuk Aluna!" Balasnya dan Aluna pun langsung duduk di kursi berhadapan dengan ibu Piola.

"Apa kamu sudah tahu kalau desain kamu terpilih untuk pameran di Paris nanti?" Tanyanya langsung pada inti.

"Sudah Bu, Helen memberitahu ku!"

"Hem,," Ibu Piola memperbaiki posisi kacamatanya, "Bulan depan kamu akan berangkat, jadi sekarang kamu bisa mengurus visa, pasport dan lain - lainnya!" Lanjut ibu Piola menatap Aluna.

Aluna menatap ibu Piola dengan wajah sedikit menegang. Hari itu Aluna berencana memberitahu kepada atasannya perihal kehamilannya yang sudah memasuki 17 minggu dan akan semakin sulit disembunyikan nanti.

"Apa ada masalah?" Tanya ibu Piola menautkan kedua tangannya di atas meja, kedua alisnya sedikit mengkerut menatap Aluna yang terlihat seperti menegang.

Aluna semakin berdebar saat ibu Piola bertanya, tubuhnya bergetar, entah harus memulai dari mana harus mengatakannya. Namun, ia juga tidak bisa terus menyembunyikan, terlebih para staff kantor nantinya akan semakin curiga, meski saat ini mereka belum menyadari karena Aluna selalu memakai pakaian longgar.

"G-luk!" Aluna menelan salivanya menatap ibu Piola, kedua tangannya mencengkram kuat dress-nya.

Ibu Piola semakin mengerutkan dahi, "Aluna,, apa ada yang ingin kamu sampaikan?" Tanya Ibu Piola dengan nada ringan menatap Aluna.

'

'

'

Akhirnya setelah beberapa saat, Aluna mengatupkan gigi memberanikan diri untuk menceritakan semua kepada Ibu Piola.

Aluna membuka tasnya, lalu perlahan menyodorkan secarik kertas kecil hasil foto USG-nya di atas meja untuk ibu Piola.

Ibu Piola pun langsung mengambilnya, sontak membuatnya terkejut melihat mama yang tertulis di kertas foto itu. Ibu Piola membulatkan mata sambil menutup mulutnya, sementara Aluna menatap sendu ibu Piola.

"A,, Aluna kamu ha,,mil?" Tanya ibu Piola terbata - bata saking terkejutnya.

Aluna pun mengangguk, "Sudah 17 minggu, dan kata dokter kembar!" Lirihnya dengan mata berkaca - kaca, ada rasa takut menyelimuti.

Ibu Piola menatap iba kepada Aluna, karena ia tahu kalau hubungannya dengan Arlan sudah berakhir. "Bagaimana bisa ini terjadi, bukankah kalian sudah berpisah?" Tanya ibu Piola sambil menggenggam kedua tangan Aluna yang di letakkan diatas meja.

"Kehamilan ini baru saya ketahui setelah 2 bulan perceraian kami!" Balas Aluna dengan lirih dan bergetar, menatap Ibu Piola.

"Apa pak Arlan mengetahuinya?" Kembali ibu Piola bertanya dan Aluna pun hanya menggeleng kecil.

Seketika hati Ibu Piola ter-cubit, ia menatap lekat wajah wanita yang terlihat malang di depannya. Usianya sama seperti anak perempuannya yang juga sedang hamil, hanya saja anaknya masih berstatus istri sah. Sedangkan Aluna, dia sudah di ceraikan dan harus menjalani hidup tanpa suami dalam keadaan hamil terdengar miris.

"Lalu kenapa baru menceritakannya sekarang?" Tanya ibu Piola memandangi wajah Aluna yang selalu terlihat tenang namun kini terlihat malang.

"M-aaf, aku hanya takut jika nanti akan mempengaruhi pekerjaanku!" Balas Aluna bergetar.

"Ibu mengerti perasaanmu. Putriku yang seusiamu juga sedang hamil jadi aku sangat tahu seperti apa perasaanmu saat ini!" Balas ibu Piola mengelus kecil tangan hangat yang ada dalam genggamannya.

"Terima kasih!" Lirih Aluna menatap lekat wajah ibu Piola, dan tanpa sadar air matanya kembali menetes membuat ibu Piola menatap dengan mata berlinang.

Beruntung ibu Piola merupakan pemimpin yang berpikiran terbuka dan keibuan sehingga tidak ada perlakuan diskriminasi darinya. Jika Aluna berada di tempat lain mungkin saja nasibnya tidak sebaik sekarang, bisa jadi pimpinannya akan bersikap semena - mena.

Namun, meski ibu Piola begitu baik, bukan berarti tidak ada rintangan untuk Aluna. Dia tetap harus berhadapan dengan para staff kantor yang memiliki berbagai macam karakter, dan bisa saja di antara mereka akan ada yang bersikap tidak adil kepadanya kelak.

'

'

'

2 Hari Arlan berbaring di kamar bernuansa putih yang terletak di lantai 2. Rasanya seperti terpenjara karena harus berbaring tanpa melakukan pekerjaan sedikit pun, sementara dirinya orang yang disiplin dalam pekerjaannya dan selalu sibuk di setiap harinya.

Tidak ada tumpukan dokumen, tidak ada kunjungan proyek, tidak ada rapat dan janji temu dengan klien. Arlan dalam posisi setengah baring menatap keluar jendela kaca memandangi gedung - gedung bertingkat yang terlihat cerah dibawa sinar sang mentari.

Terasa aneh dan kesepian, berada dalam posisi tidak berdaya tanpa di dampingi orang yang dia cintai. Meski ada Nindia yang menemani, namun tetap saja hatinya kesepian. Dulu setiap dirinya kurang sehat selalu ada Aluna yang merawatnya. sedangkan hari itu, ia hanya bisa berbaring menikmati kekosongan dalam hati dengan tangan kanan yang terpasang infus.

'

'

'

"Ceklek!"

Saat mendengar pintu di buka Arlan menoleh melihat Nindia yang berlenggak masuk sambil menenteng sebuah bingkisan di tangannya.

Nindia meletakkan bingkisan itu di atas meja, lalu mulai membuka isinya, sementara Arlan sendiri kembali memandangi gedung - gedung di luar.

"Mas makan dulu yah!" Sahut Nindia menunjukkan bubur di tangannya mengulas senyum, tapi Arlan hanya menggeleng.

"Mas,, ingat kata dokter kamu tidak boleh telat makan!" Lanjut Nindia dan Arlan hanya diam tampan meliriknya.

"Aku suap yah, aaaaa!" Aluna mendekatkan sesendok bubur ke Arlan!"

"Aku tidak lapar!" Balas Arlan serak sontak membuat Nindia tersenyum kecut, perlahan menurunkan tangannya yang masih mengudara.

Nindia menyimpan bubur itu di atas meja, lalu mengambil buah apel segar yang baru saja ia beli bersama dengan bubur.

"Kalau gitu aku kupa sin buah yah!" Ucapnya kembali mengulas senyum memulai mengambil pisau kecil bersiap mengupas buah apel di tangannya.

"Sudah ku bilang aku tidak lapar!" Ucap Arlan serak berbalik menatap Nindia.

Sontak Nindia merasa kesal dengan sikap Arlan yang selalu saja menolaknya setiap mereka sedang berdua. Nindia menggenggam kuat apel dan dan pisau di tangannya.

"Kenapa? Apa karena bukan Aluna sehingga mas bersikap seperti anak kecil?" Tanya Nindia yang juga berbalik menatap Arlan.

Arlan memicingkan mata mendengar perkataan Nidia yang semakin berani kepadanya. Nindia kemudian meletakkan buah apel dan pisaunya, lalu beranjak dari duduknya.

"Kenapa diam mas? Benar kan yang ku katakan?" Lanjutnya Nindia seraya menyilangkan kedua tangannya membuat Arlan menatap tajam.

"Nindia!" Ucap Arlan dingin. "Ini tidak ada hubungannya dengan Aluna!" Lanjutnya penuh penekanan tapi justru membuat Nindia semakin memanas.

"Lalu kenapa mas Arlan selalu menolak semua hal yang kulakukan? Mas hanya baik kepadaku jika menyangkut masalah anak dalam kandunganku, mas tidak pernah peduli dengan perasaanku!" Balas Nindia setengah teriak, kedua matanya memerah.

"Nindia jaga sikapmu!" Balas Arlan serak dan dingin.

"Jaga sikap??? bukan aku yang harus jaga sikap" Menunjuk dirinya, "Tapi mas Arlan yang harusnya jaga sikap!!" Lalu menunjuk Arlan yang terlihat masam.

"Apa kamu lupa kita menikah bukan karena saling mencintai??! HAH!!" Balas Arlan diakhir dengan bentakan.

Nindia mengepalkan kedua tangannya hingga kukunya memutih, kedua matanya berlinang merasakan didihan di kepalanya. Nindia melirik ponselnya di atas meja lalu dengan cepat dia meraih ponselnya.

"Ting!"

Notifikasi ponsel Arlan berbunyi, sontak Arlan mengerutkan dahi melirik ponselnya yang berada di sampingnya saat notifikasi chat WhatsApp dari Nindia masuk.

Arlan meraih ponselnya sontak membulatkan mata melihat foto Aluna dan dokter Leo yang di kirimkan oleh Nindia. Dalam foto itu terlihat keduanya saling melambungkan senyuman. Tangan Arlan bergetar melihat foto itu.

"Apa wanita seperti itu yang kamu inginkan?? Buka matamu dan lihat baik - baik! Baru 3 bulan kalian bercerai sekarang dia sudah terlihat akrab dengan laki - laki lain, dan aku yakin ini bukan pertama kalinya mereka bersama!!" Ucap Nindia dingin, kedua matanya berkaca - kaca menatap tajam Arlan yang terpaku dengan layar ponselnya.

"Ke...lu...ar sekarang!" Perintah Arlan penuh penekanan, namun Nindia masih memasang badan bahkan menggertakkan rahangnya menatap Arlan yang sama sekali tidak meliriknya.

"KELUAR!" Bentak Arlan sontak membuat Nindia memejamkan mata lalu menghentakkan kaki berbalik meninggalkan Arlan.

"BRAKKK!"

Nindia membanting pintu dengan keras meluapkan emosi yang menyelimuti hampir meledakkan kepalanya.

'

'

'

Arlan masih menatap tajam ponsel di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya yang terpasang infus mencengkram kuat pada kasur hingga membuat selang infusnya mengalirkan sedikit darah karena pergelangan tangannya tertekuk.

Arlan pun kembali mengingat saat Kris memberikan foto Aluna yang sedang bersama dengan laki - laki, perlahan Arlan mengingat wajah di foto itu terlihat sama dengan foto yang dikirim oleh Nindia. Dan Arlan baru menyadari jika laki - laki itu tidak lain dokter kandungan Nindia. Hatinya seperti tersayat, ada rasa sakit bercampur amarah menekan dadanya hingga membuatnya hampir sesak.

Bersambung,,,

1
Rina Arie
good book
Lady Ev
Assalamualaikum, pra reader yang sempat baca karya ini.. Author mengajak kalian mampir di karya baru berjudul "Romansa Pasangan Halalku!" 🤗🥰
Thewie
eleehhh pertama2 sok nolak ..lama2 ketagihan
Heriyani Lawi
katanya mengawasi Aluna dr jauh tp kok ga tau kaloaluna lg hamil, aneh
fatwaaulia
Hai Kak aku mampir, smgtt terus dan jika berkenan mampir juga yuk ke karya novelku yang berjudul ''Perasa''/Hey/
Ma Em
semoga Arlan cepat ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat wal, afiat
Ma Em
bagus kebohongan Nindia sudah terbongkar dan kejahatan dan kelicikan Rama juga sudah ketahuan oleh Arlan semoga Arlan dan Aluna bisa kembali bersama demi baby twinnya.
Ma Em
semoga Aluna dan baby twin dilindungi dan diselamatkan dari segala marabahaya.
Ma Em
lawan Aluna orang orang yang menghina kamu jangan mau ditindas apalagi sama si Nindia dan semoga si Nindia akan dapat karmanya kelicikan dan kejahatannya segera diketahui Arlan
Ma Em
semoga Aluna dan anak yang ada dalam kandungannya tidak apa apa diselamatkan dari perbuatan jahat ibu tirinya dan Nindia
Ma Em
Luar biasa
Ma Em
jangan jangan Nindia hamil bukan Anaknya Arland.
Lady Ev: trima ksih kk sdh mmpir, mhon dukungannya jga dkarya "KUKIRAIN BENCI TERNYATA CINTA"
total 1 replies
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
terimakasih kak othor utk cerita bagus nya ... 😍😍🌹🌹
aslik surprise bingit ending nya spt itu .. 😁😁
tp bener ... kenyataannya emang ada yg ambil keputusan spt Aluna itu ... gak balik sama pasangan sebelumnya, tapi juga gak menikah dgn orang lain ...
kesannya emang kek egois yaaa ... cuma pertimbangan dari diri sendiri ...
mngkn terlalu sakit dgn sebelumnya dan trll takut utk memulai yg baru .. jadi lebih memilih utk sendiri ... sementara anak2 juga toh gak kekurangan kasih sayang ...
tapi apa anak2 pernah ditanya ? 🤔
yaaaah ... pada akhirnya, di setiap keputusan pasti ada konsekuensi nya .. tp itu sudah menjadi pilihan ...

tetep semangat bikin cerita yg keren2 ya kaaaakkk ... 👍👍👍💙💙💙💙⚘️⚘️⚘️⚘️
Lady Ev: Terima kasih kk sdh mengikuti smpai akhir, klau brknn bisa mmpir dkarya Percikan Asmara 🙏
total 1 replies
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
walaaaaahh ... seriusan tamat nih kak othor ? 🤭🤭
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
udah 3 thn Al ...mau nunggu brp taun lagiiiii ????
toh kamu juga masih cinta Arlan ...
mama Wijaya juga udah berubah ..
ayolah jangan egois ... kasian juga anak2 ... biar mereka bener2 punya keluarga yg utuh .. dlm artian yg sebenarnya ....
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
biarin aja Nindia spt itu, Al ...
ntar kalo dia normal lagi, hidup kamu bakalan diganggu terus ...
* Neng Gemoy jahad gak siiiii .... 🤔🤭
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
trnyata ... sejahat-jahatnya Rama ... dia tetap sayang sama mama Meryam ... gak jadi anak durhaka yaa ...
mudah2an Rama beneran tobat ...
ikutan sedih dgn pertemuan Rama dan mama Meryam ... 😢
Lady Ev: Sdh tobat kk
total 1 replies
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
koq hoek .. hoek ... ???
kirain Nala muntah ... 🤭🤭😅😅
Lady Ev: hihih😂
total 1 replies
Lheia Manizzz
gag rela endingx
Lady Ev: Trima ksih kk sdh mmpir. jika brknan mmpir jga di karya "Percikan Asmara"🙏
total 1 replies
guntur 1609
yuni sm dr leo nih
Lady Ev: trima ksih kk sdh mmpir, klau brknan mmpir dkarya Percikan Asmara.. sdh up 3 episod🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!