NovelToon NovelToon
Bukan Ikatan Cinta

Bukan Ikatan Cinta

Status: tamat
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:97.2k
Nilai: 5
Nama Author: teteh lee

Pernikahan berlatar belakang perjodohan terpaksa harus Ares dan Queen jalani meskibtidak ada cinta di antara keduanya, bahkan mereka juga sama-sama sudah memiliki kekasih masing-masing, mereka sepakat untuk menerima perjodohan yang di atur oleh orang tua mereka demi tujuan mereka masing-masing, lantas bagimana Ares dan Queen menutupi rumah rangga mereka yang penuh kepalsuan itu, dan bagaimana kisah cinta mereka dengan pasangan mereka masing-masing, jika ternyata sebuah bencana justru menumbuhkan benih-benih cinta di antara keduanya, yuk ikuti kisahnya di sini ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah paham

"Maafkan aku," ujar Ares dengan wajah di buat se-menyesal mungkin.

Mendengar permintaan maaf dari Ares, justru Queen malah menautkan alisnya seperti kebingungan. "Kenapa minta maaf, dia pantas mendapatkan itu dari mu, biarlah, sekali-kali memang harus ada yang menghajarnya agar tidak terlalu ke pede-an." kata Queen dengan santainya.

"Bukan tentang itu," lirih Ares.

"Bukan tentang itu? Lantas, maaf untuk apa?" tanya Queen bertambah bingung.

"Maaf untuk tadi pagi di kantor." ujar Ares agak ragu-ragu.

"Di kantor mu? Ah,,, harusnya aku yang minta maaf, aku tidak mengabari mu jika akan datang ke kantor mu," cengir Queen terlihat tanpa beban.

Ares menghela nafas panjang dan dalam, seharusnya dia merasa lega mendengar jika Queen seperti tidak terusik dengan apa yang di lakukannya bersama Elsa tadi pagi di ruangannya, namun alih-alih merasa lega, justru seperti ada gumpalan besar di dadanya yang membuatnya seperti merasa tidak nyaman mendengar Queen seperti baik-baik saja dengan semua itu, mengapa Ares berharap jika Queen akan marah atau merasa cemburu melihat dirinya bermesraan dengan Elsa, tapi--- bukankah keinginan Ares itu terlalu berlebihan?

"Kamu jangan salah paham, aku sama Elsa tadi hanya---" Ares kebingungan mencari alasan, jelas-jelas mereka bermesraan di ruangan itu, tidak mungkin juga Ares mengatakan jika dirinya hanya sedang khilaf.

"Elsa? Kenapa jadi bawa-bawa Elsa?" Queen mengernyit.

"Tunggu---tunggu--- kamu tidak melihat Elsa di ruangan ku tadi?" Ares menyipitkan matanya mencari kebenaran dari sorot mata istrinya dan lebih menajamkan pendengarannya agar dirinya tidak salah menangkap apa yang akan di sampaikan Queen padanya.

Queen menggelengkan kepalanya dengan penuh keyakinan, "Aku bahkan belum sempat ke ruangan mu, aku harus segera ke kampus karena ada tugas yang harus di tumpuk hari ini, makanya makananya aku titipkan di petugas resepsionis." terang Queen.

"Ah,,, shiiiiiit!" Ares mengumpat dirinya sendiri yang tiba-tiba merasa sangat bodoh karena mengira kepergian Queen karena dia melihat adegan tidak senonoh dirinya engan Elsa, lebih bodohnya lagi dirinya meninggalkan semua pekerjaan termasuk Elsa hanya untuk menyusul Queen ke kampus dan meluruskan masalah yang sebenarnya tidak pernah ada.

"Kenapa? Ada masalah? Hayooo,,, ngapain ya kalian di kantor tadi?" goda Queen.

"Ah,,, sudahlah, aku pikir kamu salah paham karena---- ah,,, lupakan lah!" Ares menolak untuk membahas masalah itu lagi lebih jauh, setidaknya kedatangannya ke kampus Queen juga masih berguna karena dirinya bisa memberi pelajaran pada Reza, si mantan kekasih istrinya yang tidak tahu diri itu.

Queen hanya mengangkat kedua bahunya tanpa beban.

Ares kembali ke kantor setelah dia berhasil menjernihkan kesalah pahaman tentang Queen, sementara Queen yang membawa kendaraan sendiri itu langsung pulang, dia menolak saat Ares berniat untuk mengantarnya pulang.

Tidak seperti wajah Ares yang kembali ceri dan berseri-seri setelah kembali ke kantor, lain halnya dengan wajah Elsa yang kusut dengan bibir cemberut tanpa senyuman sedikit pun saat dirinya melihat Ares kembali ke kantor.

Tidak ada sapaan dan senyuman hangat apalagi sambutan manis yang biasanya Elsa berikan saat dirinya melihat Ares datang. Hatinya masih sangat kesal karena Ares yang pergi begitu saja menyusul istri pura-puranya, bahkan Queen berhasil menggagalkan rencana bermesraan mereka di apartemennya, hanya karena ketakutan Ares jika istrinya salah paham atas mereka, mungkin Ares lupa jika pun Queen melihat kejadian tadi pagi di ruang kerjanya, bukankah itu hal yang wajar, mengingat di antara mereka berdua sudah mempunyai kesepakatan, dan hubungan Ares dengan Elsa pun bukan suatu rahasia besar bagi Queen yang memang dari sebelumnya sudah tau dan tidak keberatan dengan hubungan suaminya dengan Elsa.

"Ckkk,,, masih ingat untuk kembali ke kantor rupanya? Kenapa tidak menemani istri sialan mu yang sedang merajuk itu?" ketus Elsa masih dengan edisi kesal terhadap kekasih sekaligus bosnya itu, karena selain batal memadu kasih di apartemennya, pekerjaan yang seharusnya di tangani Ares siang ini semua menjadi tugas Elsa, terlebih pekerjaan hari ini terbilang sangat banyak, sehingga membuat Elsa hampir saja kewalahan dengan pekerjaan tambahannya itu.

"Dia tidak merajuk, dia juga tidak marah," ujar Ares dengan santainya.

"Tentu saja, memang harusnya sepeti itu, bukankah dari awal dia sudah tahu hubungan kita, seharusnya apapun yang kita lakukan bahkan kita melakukan hal yang lebih jauh dari tadi di hadapannya pun seharusnya dia tidak berhak marah! Atau jangan-jangan ini semua karena kamu yang terlalu khawatir dan tidak mau kalau sampai dia marah?" sembur Elsa mengeluarkan kemarahannya pada Ares.

"Oh ayolah sayang, bukankah kita juga sudah membahasnya sejak awal jika kita kan merahasiakan hubungan kita, jika semua itu sampai ke orangtua ku akan sangat fatal nantinya, bukan hanya untuk ku, tapi juga untuk mu." kelit Ares terus menyangkal jika apa yang di katakan Elsa mengenai dirinya yang terlalu khawatir yang berlebihan pada Queen itu tidak benar adanya.

"Sampai kapan? Sampai kapan kamu akan terus merahasiakan hubungan kita huh? Aku lelah di sembunyikan, aku lelah seolah menjadi perebut suami orang, padahal jelas-jelas istri sialan mu itulah yang sudah merebut mu dari ku!" air mata Elsa mulai berjatuhan.

Jika sebelumnya Ares selalu punya jawaban, sampai kapan hubungan mereka di sembunyikan, yaitu menunggu saat yang tepat untuk dirinya menceraikan Queen, kali ini bibirnya seolah terkunci, dia seperti tidak punya jawaban atas apa yang Elsa pertanyakan padanya.

Sampai kapan? Untuk jawaban pertanyaan itu, bahkan Ares sendiri tidak tahu sampai kapan hubungan mereka itu tetap di rahasiakan, karena jujur saja, keinginan untuk bercerai dengan Queen tiba-tiba menghilang begitu saja dari daftar hal yang paling di inginkannya dalam hidup, dan itu entah sejak kapan.

"Sampai kapan? Apa kamu sudah mempunyai rencana kapan kamu akan menceraikan istri mu dan menikah dengan ku?" tanya Elsa lagi, karena merasa pertanyaan sebelumnya Ares tidak menjawabnya sama sekali.

"A-aku minta kamu untuk bersabar." ucap Ares dengan susah payah, meski jawabannya bukan jawaban yang di harapkan Elsa.

Bukan kepastian waktu yang Elsa dapatkan namun hanya menyuruhnya untuk bersabar.

"Apa aku kurang bersabar? Selama ini aku selalu bersabar menjadi kekasih rahasia mu, di sembunyikan dari keluarga dan semua orang, bahkan aku bersabar saat kamu harus menikah dengan wanita lain, di mana letak ketidak sabaran ku? Apa aku masih kurang bersabar di mata mu?" kata Elsa dalam isak tangisnya yang semakin terdengar memilukan, membuat Ares merasa serba salah.

Ada rasa bersalah juga dalam diri Ares yang telah membuat Elsa menangis pilu seperti itu, benar kata Elsa, jika wanita itu sudah sangat bersabar dalam mendampinginya selama ini, hanya saja kehadiran Queen dalam kehidupannya membuat dirinya menjadi bingung, Ares yang selama ini hanya mengenal dan berhubungan dengan satu wanita yaitu Elsa itu harus merasa bingung dengan perasannya saat tiba-tiba harus di hadapkan dengan sosok wanita baru dalam kehidupannya.

1
Yuhesti
udhlah brengseknya Ares capek
Virgo Girl
Luar biasa
cucu rosmalia
aku pikir ares ga suka celap celup nyatanyaa.. jadi males bacanyaa..
cucu rosmalia
laki2 pecundang.. seharusnya bagaimana oun keadaan istri krn sudah janji dihadapan alloh.. tetap sudah menjadi tanggung jawabnya..
katanya reza brandalan dan memanfaatkan quin.. lalu apa bedanya dg ares laki2.brenhsekmdan tdk bertanggungjawab.. selingkuh pula.. bukannyaembaea istei ke jalan yg benar malah menjerumuskan..
Riny Ponganan
Kecewa
Riny Ponganan
Buruk
Shifa Burhan
novel munafik

kau melaknat pelakor dan membinasakannya kayak bukan manusia

tapi kau begitu spesial kan pebinor thomas
*Thomas bisa merasakan tubuh queen
*queen sangat lembut dan pengertian dengan Thomas
*Thomas berkali merendahkan bahkan melecehkan harga diri suami queen dan queen diam saja

author ini kelakuan menjijikan lelaki yang begitu kau spesial kan di novel ini(Thomas)
*penjahat
*lelaki murahan yang nyesek sana sini
*lelaki menjijikan yang membayangkan tubuh istri orang
*lelaki menjijikan yang menjamah tubuh istri orang dengan ancaman
lelaki kayak begini yang kau spesial kan thor, miris polah pikirmu thor

pola pikir wanita dan istri jablay mereka akan kebaaperan dengan pria lain yang suka padanya, bahkan jika lelaki itu menghalalkan tubuh nya bahkan sampai menjamah tubuh, istri kayak gini tetap akan lembut pada pria itu, dan kalau wanita2 kayak gini berkarya buat novel jadi novel2 kayak gini yang sangat memuja2 pebinor, begitu lembutnya merekan memperlakukan pebinor bahkan mereka biarkan pebinor menjamah tubuh pemeran utama wanita (sudut pandang authornya)

ingat novel kalian adalah cerminan karakter kalian
Azizah az
bye...bye ... Queen semoga bahagia selalu menyertai kita dimana pun berada
Lita: aamiin 🤲❤️❤️❤️🤲
total 1 replies
octa❤️
siapp meluncur ke karya teteh yg lain..terima kasih utk ceritanya yg kyk naik roller coaster..😘
Lita: terimakasih,,,,,,❤️❤️❤️
total 1 replies
octa❤️
habis ini bahagia selalu y queen dan babang ares..
octa❤️: kayak teteh bahagianya...😁😘
total 2 replies
Azizah az
kelar juga masalah Queen
octa❤️
fiuuuh akhirnya..setelah berpuluh purnama...😁
Lita: akhirnyaaaa yaaaa 🤭😆😆
total 1 replies
Azizah az
akhirnya pakpol turun tangan 🤭
Lita: polisinya agak gercep sekarang mah bukan polisi india soalnya /Facepalm/
total 1 replies
Azizah az
baru sadar dirimu mas klo mbe Reng sek
Azizah az: entah khilap atau menikmati
total 2 replies
Ahsin
dasar bangke pemeran utamanya bodoh sok baik
Ahsin
pemeran utama kelewat bodoh hadeeh
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga kakak sehat dan bahagia selalu ❤️
total 1 replies
Ahsin
terlalu bodoh dan sok baik
Abdul Rahma
kelanjutannya y bgm si... episode yg 86 y...lagi seru y gk ad kelanjutan y
Lita: di tunggu besok ya kak,,, 🥰
total 1 replies
neni onet
pasti emaknya sendiri yang jadi tameng buat queen. . .
Azizah az
kira2 pkpol berapa hari baru nyampe ke tempat penembakan teh 🤭✌️
Azizah az: aku siap sedia 😂
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!