NovelToon NovelToon
Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Berbaikan / Tamat
Popularitas:548.8k
Nilai: 5
Nama Author: Uki Hara

Follow instagram @Ukiii__21 untuk info karya ini

ANGKASA SERIES
Seri 1: MENIKAHI TEMAN KELAS (END)
Seri 2: MUHASABAH CINTA (END)
Seri 3: (BUKAN) PERNIKAHAN SEMPURNA

***

Kegagalan pernikahan di masa lalu menghentikan niat Angkasa menikah lagi. Kehidupannya yang dulu kosong dan tanpa arah seolah terulang kembali, bahkan lebih buruk.

Angkasa tenggelam dalam kesedihan, hingga Sakti yang merupakan sahabat sejak SMA rela melepas kesenangan demi kesembuhan dirinya.

Kehidupan berjalan sesuai takdir. Bersama Sakti, Angkasa mulai membangun mimpinya yang pernah hilang. Namun, saat semua fokus Angkasa terarah pada pekerjaan dan pencapaian, mantan istrinya kembali.

"Kasa, kamu ingat aku?" Wanita bermata bulat dengan cadar hitam di wajahnya itu bertanya pelan.

Bibir Angkasa tertutup rapat, tetapi hati berbisik, "Bagaimana aku bisa lupa saat tajamnya namamu mampu memutus semua syaraf di kepala sampai aku nggak ingat lagi kehidupan yang sebenarnya, Myria?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uki Hara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Gamis hitam polos dengan lengan model kancing kemeja membalut tubuh Myria. Bagian samping kanan dan kiri ada tali untuk diikatkan ke pinggang. Roknya menjuntai sampai mata kaki dengan lebar ukuran sekitar dua meter sehingga memudahkan pergerakan.

Myria menarik jilbab panjang berwarna senada dengan pakaian, lalu menambahkan cadar bandana untuk menutup wajahnya dan hanya menyisakan dua mata yang terbuka.

Denting notifikasi mengubah perhatian Myria dari standing mirror ke ponsel. Dia segera membaca pesan dan membalasnya. Ternyata, Daniel telah menunggu di depan apartemen, Myria harus bergegas karena tak ingin membuat orang kepercayaan ayahnya itu menunggu terlalu lama.

Tiba di lobi setelah menuruni lantai menggunakan lift, Myria segera menghampiri mobil yang pintunya sudah dibukakan Daniel. Setelah mengucap terima kasih, Myria duduk tenang di kursi penumpang.

Mobil hitam yang sesekali berkilau kala lampu jalanan menyorot itu melaju dan membaur di jalan raya. Sang pengemudi diam saja tanpa bicara apa pun, sementara penumpangnya juga diam dan sibuk memandangi pemandangan kota di malam hari.

Azan isya baru terlewat beberapa menit lalu, Myria merasa tenang bepergian setelah menyelesaikan kewajiban.

“Ada apa, ya, Om? Kenapa Ayah tiba-tiba minta aku ke rumah?” Puluhan menit bibir terkatup, akhirnya Myria membuka percakapan.

Telinga mendengar, tetapi  Daniel tidak ingin menoleh ke belakang sedikit pun. Akan tetapi, bukan berarti dia tetap membisu dan mengabaikan Myria saat dapat pertanyaan demikian. Pria yang hampir setiap hari berjas hitam itu menyahut, “Tuan Tirta mungkin merindukan Anda, Nona. Om hanya disuruh menjemput tanpa diberi tahu apa alasan beliau.”

Myria menghela napas. Obrolannya tak lagi menarik bersama Daniel. Asisten pribadi ayahnya itu sulit bercanda dan lebih banyak serius selama bertemu.

Setengah jam ditempuh dengan kecepatan sedang, akhirnya perjalanan menelusuri jalan raya itu selesai. Myria mulai memasuki pelataran rumah sang ayah, di mana ada banyak lampu taman menyala di bagian kanan dan kiri jalan sebelum benar-benar sampai teras.

Kaki Myria menjejak bumi setelah lima menit menghabiskan waktu hanya untuk menuntaskan jarak gerbang sampai  teras. Kadang, Myria kesal sendiri melihat rumah ayahnya yang memiliki halaman terlalu panjang dan luas sehingga menghabiskan tenaga saat ingin ditempuh dengan berjalan kaki.

Pintu bercat putih dengan handle keemasan dibukakan pekerja rumah tangga yang sudah siap menerima kedatangan Myria. Dua wanita paruh baya itu menjawab salam, lalu memberi senyum ramah.

“Tuan sudah menunggu di meja makan, Nona,” kata salah satu pekerja sembari meletakkan sandal rumah di dekat kaki Myria.

Myria mundur sedikit untuk menjaga kesopanan. “Makasih, Bi.”

Kaki berbalut flat shoes itu berganti sandal rumahan terlebih dahulu sebelum masuk dan menghampiri tuan rumah. Dibantu pekerja rumah tangga yang ada, dia menitipkan sepatunya agar dirapikan.

Langkah Myria bertolak ke meja makan yang berada di ruang tengah menuju dapur. Dia segera memberi salam saat tahu Tuan Tirta dan Andreas sudah duduk menunggu.

“Ayah.” Myira mengulurkan tangan dan mencium punggung tangan Tuan Tirta, lalu pindah melakukan  tos pada Andreas.

“Duduk, Nak.”

Satu kursi ditarik Andreas. Pria itu meminta Myira duduk di sampingnya dengan gerakan kepala. Myria tidak keberatan sehingga langsung mendaratkan diri begitu saja tanpa beban.

“Kenapa Ayah memanggilku kemari? Padahal ini bukan weekend, Yah.”

Gelas air yang baru diteguk isinya diletakkan kembali ke meja oleh Tuan Tirta. Pria itu menumpu dagu dengan dua tangan, lalu memandangi kedua anaknya bergantian.

Tatapan Tuan Tirta berhenti pada Myria. Beliau bicara dengan nada tenang, “Apa harus ada alasan khusus orang tua bertemu anak?”

“Ah! Bu–bukan gitu maksud aku, Yah. Cuma … kan, biasanya Ayah sibuk aku juga sibuk dan baru kumpul kalau hari libur, Yah.” Myria menipiskan bibir. Dia merasa baru melakukan kesalahan yang menyakitkan hati sang ayah. “Jadi ….”

“Sureprize!”

Suara dari arah dapur menghentikan pembicaraan semua orang. Myria langsung memutar setengah badannya ke belakang. Mulutnya menganga lebar saat melihat orang yang berteriak datang menghampiri dengan membawa hidangan spesial.

“Taraaa … Mommy masak mie laksa spesial dan chilli crab untuk makan malam bersama kali ini.” Nyonya Caroline membawa mangkuk besar ke tengah meja, lalu menaruhnya dengan perlahan. Di belakang beliau, menyusul dua pekerja membawa hidangan berbahan utama kepiting lumpur dengan saus khas warna merah.

Myria tak bisa berkata-kata melihat apa yang baru saja terjadi. Hampir beberapa bulan ay~~~~ah dan adiknya tinggal di Indonesia tanpa kehadiran Nyonya Caroline, tetapi malam ini wanita itu sudah sibuk membuat makanan tanpa memberi kabar sebelumnya. “A–Ayah, Mommy ….”

“Oh, Sweety. Mommy belum memelukmu.” Nyonya Caroline mendekati Myria, lalu memberi pelukan hangat.

“Kapan Mommy datang?” tanya Myria yang kini masih berada di pelukan.

“Tiga hari lalu. Mommy sengaja meminta daddy-mu untuk menelepon agar kita berkumpul. Jarang-jarang, kan, kita seperti ini?”

Myria mengangguk. Dia terharu bisa berkumpul bersama keluarga baru yang dibawa Tuan Tirta ke kehidupannya. Sejak dahulu, pertemuan lengkap memang jarang terjadi karena semua orang sibuk.

Myria kuliah di Turki, Tuan Tirta sibuk wara-wiri ke berbagai negara, Nyonya Caroline juga sibuk mengurus perusahaan lainnya, sementara Andreas sibuk kuliah di Belanda dan jarang sekali pulang.

“Ayo, makan, Sweety. Mommy ingin banyak bicara denganmu dan Andreas.”

Masing-masing orang kembali ke tempat duduk. Nyonya Caroline paling sigap melayani suami dan putranya tanpa meredupkan senyum dari bibir sedikit pun.

Myria beruntung memiliki ibu sambung seperti Nyonya Caroline lantaran beliau tidak pernah menyinggung masa lalu. Wanita yang dahulu berprofesi model itu menerima Tuan Tirta apa adanya, sekalipun ingatan suaminya pulih. Bahkan, sebelum Tuan Tirta kembali ke tanah air untuk mencari Nyonya Kinara, Nyonya Caroline sudah berpesan akan menerima kehadiran istri pertama suaminya itu dengan lapang dada.

“Myria, Daddy dan Mommy punya kabar menyenangkan untukmu.”

Myria yang baru menyuapkan kuah mie berhenti menyeruput. Dia tegakkan kepala untuk menatap ibunya. “Apa itu, Mom?”

“Kami berdua akan tinggal lebih lama di sini menemanimu. Jadi, sebaiknya kosongkan saja apartemenmu mulai sekarang.”

Tuan Tirta mengangguk setuju. Beliau tidak menambahi omongan Nyonya Caroline karena sibuk makan. Namun, dapat Myria lihat dari tatapan Tuan Tirta itu sedang menunggu jawaban.

“Eum, oke, Mom. Besok aku kemas beberapa barang penting agar bisa tinggal di sini.”

“Biar Andreas membantumu.”

Pria di samping Myria yang sibuk melahap mi buatan ibunya itu mengacungkan jempol. Mulut Andreas penuh makanan sehingga kesulitan bicara.

Semua orang tertawa melihat Andreas, lalu melanjutkan menikmati hidangan.

Makan malam itu berlangsung penuh kegembiraan. Perut dan hati semua orang begitu kenyang dengan makanan atau rasa kasih sayang. Myria beruntung hidupnya tak sesusah dahulu sejak bertemu Tuan Tirta.

Meski sang ayah masih menjauhkannya dari Angkasa, Myria tak ingin menutup mata atas kebaikan Tuan Tirta yang lain.

Ketika makan hampir selesai, Daniel tiba-tiba datang dang berbisik pada Tuan Tirta. Tidak lama, tetapi kata-kata yang dibisikkan Daniel mendadak mengubah ekspresi Tuan Tirta.

“Suruh mereka menunggu. Aku masih ingin menikmati makan malam bersama anak istriku.”

“Baik, Tuan.”

1
Uti Cimoy
Hai kakak author, aq suka tulisan mu. ini lagi baca maraton
ig: ukiii__21: udah tamat di f1zz0 kak
total 3 replies
Sri Puryani
kok gt sih sakti ....mbok yo mendekati faiza kasihan kan
Sri Puryani
ya deketin faiza dong sakti.....msk tanya sama ibrahim
Sri Puryani
myria egois....mementingkan diri sdr
Sri Puryani
kok rasanya gk percaya ya myria bs mikir gt, kirain ilmu agamanya tggi itu pinter ternyata.......
kenapa bs menekan suaminya spt itu? kyk gk menghormati & menghargai suaminya
Sri Puryani
thor faisa srh nolak nikah sama angkasa blg aja mo nikah sama sakti biar myrianya gk ngeyel
Sri Puryani
oalah myria ....jd orang kok gk sabar....br jg sethn blm punya anak dah bingung, aq aja 5 th br punya anak gk papa 🤭
Sri Puryani
oh faisa kirain friska ....ya udah faisa sama sakti aja
Sri Puryani
udah sama sakti aja friskanya
Sri Puryani
semangat angkasa myria
Sri Puryani
jangan" myria lg tekdung😀
Sri Puryani
sdh jd suami panggilannya dirubah dong my....
Sri Puryani
ternyata dendam
Sri Puryani
kyknya ada yg dendam sama angkasa
Sri Puryani
Luar biasa
Sri Puryani
ikut seneng baca 😀
Sri Puryani
kok gk rela ya thor angkasa sama orang lain
Sri Puryani
oalah thor kok gt nasib angkasa....kasihan thor, hukum bpk nya myria aja thor
Sri Puryani
ortu yg egois....myria lakukan sesuatu spy ayahmu kehilangan dirimu
Sri Puryani
kyknya yg dtg ortu angkasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!