Seorang gadis yang pernah terpuruk karena masa lalunya, kini datang kembali untuk membalaskan dendamnya.
Ia tidak akan menyerah sampai tujuannya itu belum tercapai.
Dengan tekatnya, ia akan berusaha merebut dan menghancurkan hubungan dari sosok yang pernah dengan begitu jahat menggoreskan luka dalam hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Dasella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
Setelah semuanya selesai dan kata maaf sudah saling terlontarkan, kini baik Nara dan Reiner masuk kemobil untuk pergi. Tapi saat Reiner sudah membukakan pintu mobilnya untuk Nara, dan ia sudah akan bersiap masuk kedalan, tiba-tiba Kania meneriakinya dengan keras. "Nara...!!!"
Seketika Nara pun mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil dan menoleh kearah Kania. Dengan cepat sahabatnya itu langsung menarik tangan Nara.
"Kania, ada apa?" Tanya Kania.
"Kau mau kemana?" Tanya balik Kania.
"Nara akan pulang bersamaku." Jawab Reiner mendahului jawaban Nara.
Dengan cepat Kania menarik tangan Nara untuk sedikit menjauh dari Reiner. Gadis itu kemudian mendekatkan bibirnya pada telinga Nara dan berbisik dengan sangat pelan. "Apa kau akan tinggal bersama tuan Reiner malam ini?"
Nara mengangguk dan Kania kembali berbisik. Tapi saat ia akan kembali berbisik tiba-tiba Reiner dan David menghampiri keduanya yang pada akhirnya Kania pun urung untuk berbisik.
"Sayang, ayo kita pulang." Ajak David pada Kania.
"Iya, Nara. Ayo kita juga pulang karena waktu hampir gelap." Kata Reiner.
"Tidak!" Kata Kania.
Sontak semua orang terdiam menatap pada Kania yang tiba-tiba dengan lantang mengatakan tidak. Dengan menghela nafas yang cukup panjang kemudian Kania mulai berbicara.
Ya, gadis itu mengatakan jika malam ini Nara tidak boleh untuk dibawa pulang kemana pun oleh Reiner lantaran keduanya belum resmi menikah.
Entah apa yang dipikiran Kania, tapi yang jelas gadis itu tidak rela jika sahabatnya itu akan disentuh lebih jauh oleh Reiner sedangkan keduanya belum ada keterikatan apapunn.
"Kania, kau ini bicara apa? Apa kau ingin cari mati dengan bicara seperti itu dengan tuan Reiner." Bisik David. Ia takut jika Reiner akan marah pada Kania lantaran istrinya itu sangat berani melarang Nara untuk pulang bersama Reiner.
"Aku tidak perduli apapun itu, yang jelas Nara tidak boleh tidur bersama dengan TUan Reiner!" Tegas Kania.
"Tapi, Kania. Jika tidak pulang bersama tuan Reiner aku harus kemana?" Tanya Nara yang sontak membuat Kania mendadak gemas.
"Apa kau tidak punya tempat tinggal? Dan apa kau tidak takut jika tuan Reiner akan menipumu lagi?" Tanya Kania yang langsung membuat Nara terdiam.
Nara melangkah mendekat kearah Reiner dan menatap pria itu dengan sedikit sendu. "Aku rasa apa yang dikatakan Kania benar, sebaiknya kita jangan tinggal bersama selama belum menikah." Ujarnya.
Reiner menatap tajam kearah David yang membuatnya langsung menunduk takut. Sudah diduga oleh David jika ia pasti akan terkena imbas dari apa yang dilakukan Kania.
"Jangan menatap David seperti itu." Nara menarik wajah Reiner untuk tidak menatap David dengan tajam.
"Baiklah, jika aku tidak boleh tidur bersamamu tidak masalah. Tapi jika tidak tinggak satu rumah bersamamu terus terang aku menolak dengan keras." Kata Reiner.
Nara kembali menoleh kearah Kania memberi tatapan memohon pada sahabatnya itu. Dan seolah mengerti akhirnya Kania pun mengangguk.
"Baiklah." Ucap Kania. Tidak di pungkiri Reiner langsung tersenyum puas mendengar ucapan Kania. Tapi belum sempat senyumnya itu membuahkan hasil, Kania kembali melanjutkan ucapannya yang seketika membuat senyuman licik Reiner itu memudar.
"Kau boleh tinggal satu rumah dengan tuan Reiner tapi itu dirumahku." Kata kania.
"Apa!" Ucap Reiner dengan suara lantangnya.
"Ya, tinggal dirumahku sampai menjelang pernikahan kalian. Dan malam ini kau tidur bersamaku lalu tuan Reiner tidur bersama David."
Sontak ucapan Kania langsung membuat David dan Reiner menjadi salah tingkah. Disisi lain David ingin marah lantaran ini adalah malam pertama baginya bersama Kania. Ya, meski malam-malam sebelumnya pun sudah sering ia gunakan bersama wanitanya itu. Dan disisi lain lagi Reiner yang sejujurnya sangat merindukan Nara tapi harus terhalang dengan aturan yang dibuat oleh Kania.
Tidak ada pilihan lain, marah tidak ada gunanya, memaksa pun akan menjadi masalah nantinya. Alhasil kedua pria itu dengan sangat berat hati hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh Kania.
Dan saat itu juga mereka berempat pun bergegegas pulang kerumah Kania dengan menaiki satu mobil milik Reiner.
"Ayo, Nara duduk didepan bersamaku." Kata Reiner sembari memegang tangan Nara.
"Eitts... Tidak bisa. Nara duduk bersamaku dibelakang dan tuan, silahkan kendarai mobilmu bersama David." Kata Kania.
Belum selesai Reiner bicara, Kania sudah masuk bersama Nara kedalam mobil mengacuhkan seorang Reiner Alexander dengan mudahnya.
"Awas saja kau, ya. Sabar Rein tidak akan lama lagi Naramu akan menjadi milikmu seutuhnya. Ya, seutuhnya." Gerutu Reiner dalam hati.
Tidak menunggu lama, Reiner pun kemudian masuk kedalam mobil bersama David. Namun saat akan masuk kedalam mobil, lagi-lagi dua pria itu kembali cekcok.
"Kau menyetir." Reiner melempar kunci mobilnya pada David.
"Tapi, Tuan. Itu kan mobilmu, bukankah seharusnya kau yang me--"
"Menyetir atau ku habisi semua hartamu." Ancam Reiner. Tidak ada pilihan lagi, melawan hanya akan menjadi masalah bagi David.
Pada akhirnya dengan pasrah David pun menuruti perintah Reiner, Ia akhirnya terpaksa menyetir dan Reiner sendiri juga duduk disampingnya dengan perasaan kesal.
Lanjut Thor say..💪💪🖐️