Selena Putri Himawan seorang gadis yatim piatu berusia 18tahun,yang harus selalu bekerja keras untuk hidupan melanjutkan sekolahnya. Untuk semua alasan itu, gadis yang sehari-hari di panggil Selly itu, terpaksa harus bekerja paruh waktu di sebuah restoran.
Suatu hari, Selly tidak sengaja bertemu dengan Alviandi Wijaya, seorang Ceo muda berusia 25 tahun, yang terkenal dengan kecerdasan, ketampanan dan kesuksesannya dalam memimpin perusahaan milik mendiang sang ayah.Yaitu, Wijaya Group hingga menjadi perusahaan nomer 1 di wilayahnya,dengan cara yang kurang menyenangkan.
Semuanya memang di miliki oleh seorang Alviandi Wijaya,tapi ada satu hal sangat penting yang tidak bisa dimiliki seorang yang nyaris sempurna sepertinya. Yaitu, penglihatan.
Satu hari, terjadi kesalahpahaman antara Selly dan Alvin yang memaksa mereka harus menikah.Apakah yang terjadi sebenarnya???, dan apakah pernikahan yang terpaksa itu,akan bisa bertahan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keisya Putr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terbuat dari apa???
Waktu terus berjalan tak terasa sudah dua Minggu berlalu. Selly yang baru saja masuk ke dalam rumahnya dengan rasa lelah yang mendera.Sekarang ia sudah di nyatakan lulus dari sekolahnya dan baru saja pulang setelah merayakan kelulusannya dengan sahabat tercinta.
" huft,capek banget gue!!" Selly merebahkan tubuh di atas tempat tidurnya .
" Mandi dulu ah, biar seger!. Dumpah panas banget lengket pula!!!" Selly beranjak dari tempat tidurnya segera masuk ke kamar mandi.
Lima belas menit kemudian,
Selesai dengan ritual mandinya ,ia segera berganti baju, menyisir rambutnya dan tak lupa juga mengoleskan krim malam di wajah cantiknya.
" Hah, selesai!!. Sekarang waktunya bobok cantik." Namun, baru saja ia akan merebahkan diri, tiba-tiba,
Tok! tok! tok!
Seseorang mengetuk pintunya dari luar, Selly berlari kecil menuju asal suara dan segera membuka pintunya.
" Kak Niko, ada apa??" Ucap Selly ,setelah melihat sosok yang mengetuk pintu adalah Niko.
" Eh,gue mau ngomong bentar sama lo bisa gak???" tanya Niko.
" Bisa, bisa kak!, oke sekarang duduk dulu!"Ucap Selly mempersilahkan.
Tanpa pikir panjang Niko langsung duduk di kursi yang ada di ruang tamu.
" Kak??" Niko merasa aneh tidak biasanya dia memanggilnya dengan sebutan kakak.
" Iya, kenapa,lo gak mau gue panggil kakak???"
" Ah, bukan gitu, gue cuma ngerasa asing aja. Gak biasanya lo manggil gue gitu."
" Oh??."
"Iya."
" Jadi, ada apa?. Apa yang mau kakak bicarakan sama Selly??!" Tanya Selly penasaran.
" Gue mau ngucapin selamat atas kelulusan lo." Ucap Niko sedikit canggung.
"Oh ya, terimakasih kak!"
" Sama-sama"
Kok suasananya jadi canggung gini ya??.Kak Niko juga kenapa kelihatanya bingung banget gitu????
" Kenapa kak, ada masalah? ?? kok kelihatan bingung banget gitu??, " Selidik Selly
" A- aku mau ngomong sesuatu sama kamu.!" Ucap Niko yang terlihat sangat gugup.
Hey!, apa tadi?? " kamu". Sejak kapan panggilannya berubah jadi aku, kamu???
" Iya, apa yang mau kakak bicarakan???" Tanya Selly yang duduk berseberangan dengan Niko. tiba-tiba Niko beranjak dari tempatnya dan berlutut di hadapan Selly.
"A-ada apa ini???, apa yang kakak lakukan???" Selly sangat terkejut mendapat perlakuan seperti itu dari Niko.
"Selly,aku sangat menyukaimu, apa kamu mau menjadi pacarku??"
what the hell?? Pa-pacar katanya?? gimana nih, gue harus jawab apa?? .Gue gak mungkin nerima cinta lo kak.Karena selama ini gue cuma anggep lo kayak kakak gue sendiri !
" Selly," Ucapan Niko menyadarkan Selly.
" Eh, iya gimana kak???" Niko mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Selly
" Selly,apa kamu bersedia menjadi pacarku??" Niko mengulang pertanyaannya.
Selly masih diam, dia masih memikirkan apa jawaban yang ia berikan pada Niko. Tiba-tiba, Selly teringat cerita Alice bahwa sahabatnya itu pernah menyatakan perasaannya pada Niko walaupun hanya sebuah kecelakaan.
" Maaf kak, gue gak bisa balas perasaan lo ke gue."
" Kenapa???" Terlihat sekali ada kekecewaan di wajah Niko setelah mendengar jawaban dari Selly.
" Selama ini gue cuma anggep lo kayak kakak gue sendiri. "
" TapiSell, aku beneran suka sama kamu.Lagian kamu juga belum punya pacar, kenapa kita gak coba jalani aja dulu?? Kalo nantinya kamu tetap gak bisa nerima aku di hati kamu, aku akan mundur dengan senang hati.,"
" Gak kak,maaf gue gak bisa nerima lo.!"
" Kenapa?, apa kamu punya pacar??!" Tanya Niko yang sudah berdiri dari posisi awal.
" Gak kak, bukan gitu.."
" Terus kenapa kamu nolak aku kalo kamu sendiri gak punya pacar??!"
" Beneran gue belum punya pacar ! gue, ..."
" Gue apa.???" Tanya Niko memotong ucapan Selly.
" Gue kan tadi udah bilang, kalo gue cuma anggep kakak sebagai kakak ku!"
" Tapi Selly,apa kita gak bisa coba dulu??"
" Sekali lagi maaf kak! .Gue gak bisa maksa hati gue buat suka sama lo.Kakak tau kan kalau cinta itu ga bisa di paksain??" Ucap Selly balik bertanya.
" Iya, aku tau. Tapi sell,
" Kak,udah ya. Kakak udah tau gimana perasaan Selly ke kakak. Selly harap kaka bisa mengerti, maaf kak sekali lagi dan terimakasih selama ini kakak udah baik sama Selly." Ucap Selly lembut.
Niko menghembuskan nafasnya perlahan.
" Baiklah, aku mengerti!!.Maaf sudah mengganggu mu. Sekarang istirahat lah ini sudah malam. Aku pulang dulu.!!" Niko bersikap setenang mungkin meski dalam hatinya terasa sangat sakit dan kecewa.
" Iya kak, terimakasih udah mau ngertiin perasaan gue" Ucap Selly memeluk Niko.Niko sangat terkejut, karena selama ia berteman dengan Selly baru kali ini dia memeluk Niko.
Dan hal itu membuat hatinya semakin sakit manakala, Selly memeluk bukan karena menerima cintanya ,melainkan karena menolaknya dan hanya menganggapnya sebagai kakak.
" Sama-sama.Ya udah ,aku pulang dulu ya.bye.!!" Ucap Niko setelah Selly melepaskan pelukannya ,dan sedetik kemudian ia pergi meninggalkan rumah Selly dengan senyum getir di wajahnya.
*****
Dua hari berlalu sejak kejadian itu, Selly dan Niko masih bersikap seperti biasa, dan masih saling tegur sapa . Setelah ia dinyatakan lulus dari sekolahnya Selly hanya menganggur di rumah saat pagi hari.dan siangnya ia akan kembali ke restoran untuk bekerja.
Seperti pagi ini, dia hanya bermalas-malasan di depan TV menonton film kartun kesukaannya.
" Huh!,gabut, boring, bosen, lemes.Enaknya ngapain ya...??" ucap Selly bermonolog.
" Ah, telfon si Alice sama Reta aja lah.Siapa tau bisa ngurangin kebosanan gue??. " Selly segera mengambil hpnya bersiap untuk mengetikkan pesan pada kedua sahabatnya, namun belum sempat ia mengetikkan kata untuk keduanya, tiba-tiba sebuah panggilan masuk dan tertulis di sana nama tante Rina.
dengan cepat ia segera mengangkatnya.
"Halo tante!."
" Halo juga nak, Selly tante ingin membicarakan sesuatu sama kamu.Apa kamu ada waktu??"
" Tentu saja tante."
" Kalau begitu tante tunggu di restoran xx ya."
" Ya tante.,Selly akan segera kesana"
" Iya sayang. Ya sudah tante tutup telfonnya"
" Iya Tante,da!!!"
Setelah mendapat telepon dari Rina, Selly bergegas menuju ke restoran yang di maksud oleh calon mertuanya.30 menit kemudian, ia sampai di tempat tujuannya dan segera mencari keberadaan calon mertuanya.
Sedetik kemudian ia melihat seorang wanita melambaikan tangan padanya, dan benar saja itu adalah calon mertuanya.
" Maaf tante, nunggu lama ya.?" Ucap Selly ,setelah duduk di meja yang sama dengan Rina.
" Tidak,tante juga baru saja sampai kok!"
"Iya. Oh iya, ngomong-ngomong apa yang mau tante bicarakan sama Selly? kelihatannya penting banget."
" Ini!," Ucap Rina, sambil meletakkan sebuah recorder kecil di atas meja.
" I-ini apa tante.?? Tanya Selly gugup.ia merasa tidak asing dengan benda itu tapi,ia berharap apa yang dipikirkannya itu salah.
Ini kan recorder itu??!! .Apa itu punya si Alvin? .Tapi,tante dapet darimana? ,gak mungkin kan kalo Alvin yang ngasih sendiri tuh barang!!. Ah, ayolah Selly!,gak usah mikir aneh-aneh dan moga aja itu bukan recorder punyanya si setan.
" Kenapa kamu masih bertanya pada tante??.Tante yakin ,tanpa tante bertanya pun kamu sudah tahu apa yang tante maksud??."
Nah loh, kenapa gue jadi merinding gini yak? jangan- jangan, ....
"Apa kamu masih belum mengerti juga sekarang??" Tanya Rina dingin setelah menyalakan recorder tersebut.
Mata Selly seketika terbelalak
Sumpah demi apapun!!!. I- ini beneran suara gue sama Alvin!! .Aduh, gimana nih??. Gimana cara gue jelasin ke tante Rina??
" Apa kamu punya penjelasan tentang ini??" Tanya Rina lagi,dan kali ini suasananya lebih mencekam.
" Tante i- itu"
Hey! ayolah sell,kenapa lo jadi kayak maling ketangkep basah gini.l???
Selly semakin gugup, bingung dan takut.Semua rasa itu bercampur aduk membuat jantungnya berdetak kencang hingga rasanya sulit untuk bernafas apalagi mengatakan sesuatu.
" Ma-maaf tante , "
" Hanya itu???, jujur tante kecewa, kenapa kamu dan Alvin bisa melakukan ini???. Asal kamu tahu,tante sudah menaruh harapan besar pada mu.Tante berharap dengan adanya kamu di hidup Alvin, kamu bisa merubah sedikit sikapnya dan bisa benar-benar mencintai putra tante dengan tulus.Dan kamu bisa menjadi obat atas segala rasa sakit yang ia hindari selama ini." Rina tak kuasa menahan air matanya yang mengalir begitu saja.
" Ini bukan salah kamu nak,semua ini adalah salah tante. Tante terlalu memaksakan kehendak tante pada mu.Sekarang kalau kamu merasa keberatan dengan semua ini,kamu bisa membatalkan semua rencana untuk pernikahan kalian.Karena tante tidak ingin memaksa mu lagi.Kamu berhak bahagia sayang,kamu berhak mendapatkan apa yang kamu inginkan??.Kamu berhak memilih siapa yang kamu cintai??.Maafkan tante yang tidak tahu diri ini." Rina berusaha tegar, walau hatinya terasa sangat sakit.ia sadar bahwa ia bersalah pada Selly, tidak seharusnya ia memasakan keinginannya pada gadis itu.
" Tante, jangan gini dong!. Semua bukan salah tante kok! " Selly mencoba menenangkan Rina yang tangisnya semakin menjadi.Dan entah kenapa hatinya terasa sangat sakit melihat wanita di depannya begitu rapuh.Tanpa ia sadari air matanya ikut mengalir.
" Tidak nak!. Ini semua adalah tante.Tante harap dengan tante membatalkan pernikahan kalian, kamu bisa bahagia setelah ini..." Rina menyeka air matanya dan tersenyum berusaha setegar mungkin.
" Tante," lirih Selly.Entah kenapa melihat senyum di wajah wanita paruh baya itu hatinya seakan teriris pisau tak kasat mata.
Kenapa dada gue sakit banget liat Tante Rina senyum kayak gitu??. Rasanya sesak banget!!!
" Tidak apa-apa nak,ya sudah ,tante pulang dulu!.Tentang pembatalan pernikahan kalian akan tante urus, kamu tenang saja! " Ucap Rina tersenyum manis sedetik kemudian pergi meninggalkan Selly.Namun baru beberapa langkah ia menjauh dari tempatnya tiba-tiba saja ia terjatuh tidak sadarkan diri.
" Tante!!" Selly berteriak dan berlari ke arah Rina yang tergeletak di lantai.
" Tante!! , tante bangun.! .Tante kenapa???? ,tante Selly minta maaf tane.,Selly mohon bangun tante, jangan nakutin Selly kayak gini!!" Selly mengguncang tubuh Rina dengan air matanya yang mengalir tiada henti.dia sungguh merasa bersalah dan takut jika terjadi sesuatu pada wanita di hadapannya ini.
*******
rumah sakit
Selly berjalan mondar mandir di depan IGD,ia sangat khawatir apa yang sebenarnya terjadi pada Rina.Selly sudah menghubungi Hans dan memintanya untuk segera menyusulnya ke rumah sakit.
" Kakak ipar!, apa yang terjadi sebenarnya?? bagaimana keadaan tante sekarang.??" Tanya Hans cemas.Saat baru saja sampai di sana bersama dengan Alvin yang juga tampak sangat khawatir namun berusaha menutupinya.
" Tadi tante tiba-tiba pingsan ,waktu makan siang sama gue.Gue gak tau kenapa.??" ucap Selly berbohong.Dia tidak mungkin mengatakan pada Hans apa yang terjadi sebenarnya.
" Lalu gimana keadaan tante sekarang??? dia baik-baik aja kan???"
" Gue gak tau Hans, dari tadi dokter sama sekali belum keluar." Jujur Selly.
Hans semakin gusar setelah mendengar jawaban Selly.
" Shittt.!!!" umpat Hans, berusaha keras menekan kekhawatirannya tapi, sayangnya itu sangat sulit.
Selly sungguh emosi melihat wajah Alvin yang terlihat biasa saja ,dan sama sekali tidak terlihat khawatir dengan kondisi maminya sendiri.
Terbuat dari apa hati ni orang sebenarnya???. Nyokap sendiri sakit,malah biasa aja! .Sebenernya dia anaknya tante Rina bukan sihh.?? .Kalo dia anaknya tante Rina gue gak percaya. Apa jangan-jangan waktu lahir dia ketuker sama anak kulkas???. Gak, gak, gue rasa dia anak batu de. Kasihan banget tante Rina punya anak kayak gini!!
Selly terus bergumam dalam hati, tanpa ia sadari sebuah tangan menariknya menjauh dari tempat itu.
" Vin.l, lepas! sakit tau gak !!" Selly menghempaskan tangan Alvin yang memegangnya sangat erat.
" Gue mau bicara sama lo!" Kata Alvin dingin
" Hemm,katakan!" Selly menjawab ucapan Alvin. dengan ekspresi yang tak kalah dingin.
" Gue mau pernikahan gue sama lo di batalin, dan lo bisa pergi dari hidup gue selamanya." Ucap Alvin tanpa ekspresi.
" Udah ngomongnya??" Tanya Selly remeh.
" Dan satu lagi, lo gak usah mikirin apapun tentang keluarga gue, dan anggep aja kita gak saling kenal!" Lanjut Alvin masih saja tanpa ekspresi.
Pakkk!!
_
_
_
_
Kira-kira apa yang terjadi sebenarnya ya????