Akibat kesalahpahaman membuat Bianca dan Daniel di nikahkan secara paksa dan berujung pada pernikahan kontrak selama 3 bulan.
Bianca Aveline wanita sederhana, pekerja keras harus menelan pil pahit kehidupan karena terpaksa menikahi pria yang menjadi musuh nya selama ini, akibat kesalahan Daniel memaksa Bianca harus mendatangi pria itu di apartemen nya namun justru berujung pada kesalahpahaman orang orang sekitar yang memergoki mereka berada di dalam satu apartemen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisaJm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Bianca menatap dengan lekat wanita yang berada di foto itu, tak salah lagi dia memang wanita yang Bianca kenal dan Bianca benci di dunia ini, Mendadak dada wanita itu berdetak dengan kencang memikirkan apa hubungan suami dengan wanita yang ada di foto itu.
“Apa dia... Tidak tidak, jangan gegabah Bianca kau harus benar benar memastikan nya, tapi bagaimana jika itu memang benar, apa yang akan terjadi pada hubungan kami nanti?”
Wanita itu kembali menduga duga, takut saja jika hubungan yang baru saja ia bangun dengan Daniel akan hancur seketika hanya karena permasalahan ini, Bianca gemetaran tanpa ia sadari foto yang ia pegang jatuh ke lantai.
Wanita itu termenung, entah apa yang sedang ia pikirkan hingga tak menyadari keberadaan Daniel di hadapan nya saat ini, Daniel masuk dengan mengerutkan kening menatap istri nya yang duduk di tepi ranjang, namun tatapan nya tertuju pada sebuah kotak yang berada di pangkuan Bianca.
“Bianca!”
Sentak Daniel membuat Bianca tersentak kaget dan langsung menatap pria itu, Daniel segera menghampiri Bianca dan memunguti semua foto yang terjatuh di lantai, dengan kasar pria itu meraih kotak yang berada di pangkuan Bianca dan meletakkan nya kembali di dalam lemari.
“Kenapa kau membuka nya? Itu privasi ku Bianca! Apa aku pernah mencampuri privasi mu?”
Entah apa yang membuat pria itu benar benar marah pada Bianca saat ini, padahal baru saja mereka memulai hubungan baru dan berjanji akan saling terbuka, namun lihat lah Daniel sekarang membentak Bianca hanya karena wanita itu membuka kotak milik nya.
Bianca bukan nya takut dengan bentakan Daniel, wanita itu justru menatap Daniel dengan lekat, jika di lihat lihat Daniel memang mirip dengan wanita itu terutama mata nya membuat Bianca semakin tidak tenang.
“Siapa wanita yang berfoto dengan papa dan dirimu yang masih kecil?”
Tanya Bianca tiba tiba, Daniel hanya diam memalingkan wajah nya, ia tak curiga sedikitpun kenapa wanita itu bertanya, ia hanya mengira jika Bianca hanya penasaran saja dengan sosok wanita yang ada di dalam foto itu.
“Aku tahu kita baru memulai hubungan, tapi semua butuh waktu Bianca, tidak semua tentang ku bisa ku ceritakan pada mu saat ini.”
Ucap Daniel yang masih mengira jika Bianca hanya penasaran, ia tak tahu saja jika Bianca bertanya demi kelangsungan hubungan mereka yang terancam akan hancur.
“Aku bertanya siapa wanita itu?”
Tanya Bianca lagi, kali ini suara nya bergetar membuat Daniel menoleh pada nya, ada sesuatu yang aneh dan benar saja mata wanita itu berembun membuat Daniel merasa bersalah karena sudah membentak nya.
“Sayang, maaf kan aku, aku hanya tidak ingin melihat wajah wanita itu lagi.”
Ucap Daniel merangkum kedua pipi Bianca dan menyeka air mata wanita itu yang mulai turun, Bianca pun menepis tangan Daniel, entah mengapa perasaan nya semakin tidak enak saja, ia sedikit menjauh seperti ingin pergi dari hadapan Daniel membuat pria itu bingung.
“Kenapa sayang? Ada apa?”
Tanya Daniel seraya mendekat pada Bianca namun wanita itu justru semakin menghindar, Daniel semakin bingung lantaran Bianca yang menjauh dan tidak menjawab pertanyaan nya.
“Jawab saja, siapa wanita yang ada di foto itu?”
Daniel menghela nafas, ia mengira jika Bianca hanya kesal lantaran Daniel tak kunjung menjawab pertanyaan nya, Daniel kemudian meminta Bianca untuk duduk di ranjang agar wanita itu tenang.
Bianca menurut lalu duduk di tepi ranjang, namun ia sedikit menghindar kala Daniel mendekati nya, pria itu hanya tersenyum melihat tingkah istri nya itu.
“Wanita yang ada di foto itu adalah cinta pertama ku, wanita yang membuat ku lahir ke dunia ini tapi juga memberi ku siksaan karena meninggalkan ku dan memilih hidup dengan selingkuhannya.”
Jelas Daniel, Bianca hanya diam seraya mendengarkan jantung nya berdetak kencang mendengar jawaban Daniel yang sudah ia duga akan sama dengan apa yang ia pikir kan.
Tak lama wanita itu kembali menangis bahkan lebih kencang dari sebelum nya membuat Daniel bingung dan juga khawatir, Bianca bahkan menarik rambut nya kasar seperti orang sedang kerasukan.
“Tidak tidak!!! Kenapaa tuhan! Kenapa ini harus terjadi padaku!”
Pekik Bianca membuat Daniel saat ini benar benar bingung, tak mengerti dengan apa yang Bianca katakan, ingin bertanya tapi wanita itu terus saja menjerit mengatakan tidak.
“Sayang, ada apa? Kenapa kau menangis? Ayo katakan padaku jika memang kau punya masalah.”
Daniel mencoba menenangkan Bianca dengan memeluk tubuh wanita itu, Bianca akhir nya tenang meskipun air mata nya masih mengalir dengan deras, tak pernah terbayangkan jika diri nya akan berada di posisi sulit seperti ini.
Bianca menatap wajah pria tampan yang ia cintai saat ini, entah lah bagaimana ia akan menjelaskan semua ini? Dan papa mertua nya? Bagaimana ia akan mengatakan kebenaran ini? Bagaimana reaksi mereka nanti? Jika diri nya saja marah dan tidak terima, bagaimana dengan mereka?
“Daniel..” ucap Bianca menatap wajah Daniel, lagi lagi ia menangis tak bisa mengatakan apa yang ada di dalam hati nya, ia takut kehilangan pria itu tapi ia juga benci dengan wanita itu dan ia benar benar tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan wanita itu atau keluarga nya.
“Apa? Katakan ada apa? Jangan membuat ku bingung Bianca.”
Bianca menggeleng kan kepala, ia tidak bisa mengatakan nya pada Daniel, bagaimana jika pria itu meninggalkan nya dalam keadaan nya yang tengah mengandung?
“Aku ingin tidur, aku sangat lelah.”
Bianca kemudian beringsut ke tengah ranjang, biarkan malam ini berlalu dengan tenang dulu, biarkan Daniel tidak mengetahui nya agar malam ini tidak akan menjadi canggung atau masalah di antara mereka.
Sedangkan Daniel hanya menatap Bianca yang tengah berbaring miring membelakangi nya, ia benar benar tak mengerti apa yang terjadi pada wanita itu, padahal baru saja ia menangis dan mengamuk tapi sekarang ia terlihat sangat tenang.
Tak ingin mengusik Bianca, Daniel kemudian memilih untuk membersihkan diri meskipun waktu masih menunjukkan pukul tujuh malam, Dinner yang ia siapkan juga seperti nya akan gagal malam ini, Namun saat akan memasuki kamar mandi, Bianca kembali bersuara membuat pria itu menoleh.
“Kejutan apa yang ingin kau berikan?”
Tanya Bianca tiba tiba mengingat jika Daniel ingin memberinya kejutan, Daniel kemudian menghampiri Bianca menatap wajah cantik wanita itu seraya menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Bianca.
“Aku ingin mengajak mu makan malam, tapi sepertinya kau sedang tidak baik baik saja, tidak masalah kita bisa lakukan di lain waktu.”
Ucap Daniel mengecup puncak kepala Bianca, meski pun semua sudah ia siapkan tapi ia juga tak mau memaksa wanita itu, Daniel memilih untuk menunda makan malam mereka sampai wanita itu kembali tenang.
“Aku ingin kejutan yang kau siapkan.”
Ucap Bianca, Daniel menatap istri nya itu lalu menggelengkan kepala, mana mungkin ia akan membawa istri nya itu keluar dengan keadaan seperti ini.
“Tidak masalah sayang, lain kali saja.”
Ucap Daniel lembut namun lagi lagi Bianca memaksa untuk tetap makan malam sesuai dengan yang Daniel rencanakan untuk nya, Daniel mau tak mau menurut saja dan meminta Bianca untuk bersiap siap.
“Baik lah, ayo kita siap siap, tidak perlu terlalu berdandan karena kita hanya akan makan malam di halaman rumah.”
.
.
.
Haloo Author back nih, sengaja nyiapin naskah buat hari ini karena lagi ada syukuran, jangan lupa dukungan nya guys, terima kasih 🥰