NovelToon NovelToon
Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: HeniNurr

Kisah Asmara Arini, seorang gadis muda sederhana dengan kekasihnya Aditya yang harus kandas ditengah jalan. Status sosial menjadi tembok penghalang hubungan mereka.

Dengan terpaksa Aditya melakukan pernikahan dengan wanita pilihan orang tuanya.Tanpa Aditya sadari, Arini melahirkan seorang anak dari hubungan mereka selama ini.

Dengan menelan kekecewaan dan sakit hati, Arini membesarkan anaknya seorang diri dengan penuh perjuangan dan air mata. Hingga akhirnya datang seorang pria bernama Radit yang begitu bersimpatik dan mengagumi kehidupan Arini. Bersamaan dengan itu pula Aditya datang kembali dalam kehidupannya.

Akankah Arini kembali menerima cinta Aditya?

Atau....

Akankah Arini menerima cinta tulus Radit yang begitu mencintai dan menerima semua masa lalunya?

Penasaran.....? pantengin terus cerita di setiap partnya...❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HeniNurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam di Pesta 2

Memasuki kembali Ballroom Hotel, acara pesta baru saja dimulai. Sepasang insan yang sudah tak muda lagi begitu tampak bahagia. Senyuman yang begitu merekah terus tersungging dari bibir keduanya. Tepuk tangan begitu bergemuruh saat mereka saling menyuapi kue.

"Sayang sebentar lagi ulang tahun pernikahan kita, aku juga ingin merayakannya seperti ini bahkan lebih megah." Valery bergelayut manja di tangan Aditya.

"Aku sama sekali tidak ada waktu untuk hal-hal seperti ini." Aditya menjawab dengan ketus. Melepaskan tangan Valery dari tangannya.

"Jaga sikap mu Dit, sekarang kita ada dipesta Om ku. Banyak kerabatku yang datang ke acara ini. Jangan membuat aku malu." Bisik Valery ditelinga Aditya, kemudian kembali menggandeng tangan Aditya.

Aditya yang semula tidak ingin datang keacara ini terpaksa harus menuruti kemauaan Valery karena ancaman dari Papah Wiria yang akan menyusul ke Surabaya kalau Aditya tidak menuruti kemauannya. Tentu saja hal itu tidak akan Aditya biarkan, terlebih lagi keberadaan Arini yang sekarang bekerja diperusahaannya, kemungkinan besar Papah Wiria akan mengetahuinya.

Tak lama David datang menghampiri Aditya, membisikan sesuatu. Aditya dan David pun menjauh dari Valery.

"Nona Arini ada dipesta ini dengan seseorang Pak."

"Arini ada disini, dimana dia sekarang saya tidak melihatnya."

Aditya mengedarkan pandangannya, berhenti pada satu arah didepannya. Arini yang sedang berdiri berpegangan tangan dengan seorang laki-laki dan berbincang dengan dua orang yang Aditya tidak tahu siapa.

Arini.....

Sesaat Aditya terpukau dengan kecantikan Arini yang tidak pernah surut dari dulu. David yang mengikuti arah penglihatan Aditya, mengurungkan niatnya untuk menceritakan kejadian tadi ditaman. Api cemburu yang terlihat jelas dimata Aditya, membuat David sedikit khawatir akan tindakan Aditya yang gegabah. Benar saja Aditya hendak menghampiri Arini...

"Jangan Pak, kita sekarang ada dipesta kerabatnya Nona Valery. Kalau sampai Bapak bertindak ceroboh, maka usaha Bapak selama ini akan sia-sia."

Aditya mendengus kesal, mengepalkan tangannya erat menahan kecemburuan yang begitu membakar hatinya.

Arini dan Radit menghampiri Dito dan Anggun.

"Mbak...." Arini menyapa Anggun.

"Ya ampun Rin, Mbak nyari-nyari kamu. Akhirnya kamu ditemuin juga. Kamu tadi kemana."

"Maaf Mbak, tadi aku di taman belakang."

"Oh...kirain kamu kemana." Jawab Dito.

"Aku mau pamit pulang duluan ya Mbak, Mas Dito."

"Loh kenapa, kamu sakit?"

"Nggak ko Mbak.

"Ya udah mendingan sekarang kalian makan sesuatu dulu, kamu dan Radit pasti belum makan apa-apa kan."

Arini tidak bisa egois memikirkan dirinya sendiri, apalagi selama ini Radit begitu baik kepadanya.

"Mas Radit belum makan?"

"Belum." Radit menggelengkan kepalanya.

"Mas mau makan apa biar aku yang bawain."

"Nggak usah Rin, kamu kan mau pulang."

"Pulangnya nanti saja kalau Mas Radit sudah makan sesuatu. Nanti Mas masuk angin gara-gara aku."

Radit tersenyum senang mendapat sedikit perhatian dari Arini.

"Tapi kamu juga makan ya."

Arini menganggukan kepalanya, padahal selera makannya memang sudah hilang dari semenjak melihat kedatangan Aditya kepesta.

"Biar aku yang bawain makanan buat kamu." Radit berlalu menuju stan makanan berada. Dan Arini berpamitan untuk ke toilet sebentar.

Saat sampai dipintu toilet perempuan, seseorang menarik tangannya menuju samping gedung.

"Aditya...." Arini mencoba melepaskan peganggan tangan Aditya.

"Lepasin Dit...."

Aditya mengunci tubuh Arini dengan kedua tangannya ditembok. Membuat jarak mereka begitu sangat dekat, hingga hembusan nafas Aditya terasa hangat dipipi Arini.

"Siapa laki-laki itu Rin?" Aditya menatap tajam mata Arini seakan mengintimidasinya.

"Itu bukan urusan kamu." Arini memalingkan wajah dari tatapan mata Aditya

"Itu akan menjadi urusanku sekarang, karena aku sudah kembali."

"Iti bukan berarti kamu bisa mencampuri kehidupanku lagi."

"Aku berhak atas semua yang ada padamu karena kamu ibu dari anakku."

Arini terkejut mendengarnya, bertanya-tanya darimana Aditya tahu kalau dia sudah melahirkan anaknya.

"Kenapa kamu diam, kamu pasti terkejut kalau aku sudah tahu kalau kamu melahirkan anak kita."

"Dia anakku bukan anakmu." Arini menatap tajam balik mata Aditya, kemarahan yang selama ini dia pendam terkorek kembali.

"Dia lahir karena hubungan kita Rin, aku ingin bertemu dengannya."

"Tidak..."

"Aku berjanji akan menebus semua kesalahanku pada kalian."

"Lupakan semuanya Dit, anggap kita berdua tidak pernah ada dalam kehidupanmu." Arini tak kuasa menahan kepedihan hatinya setelah mengatakan itu.

Aditya menyatukan keningnya dengan Arini, hingga hanya terpisah beberapa senti saja. Kedua tangan Aditya menakup kedua pipi Arini, mengusap airmata Arini dengan ibu jarinya.

"Aku sangat mencintai mu Rin, aku sangat menginginkan kalian."

Arini menutup kedua matanya, meresapi sentuhan lembut tangan Aditya dipipinya, sedikit terlena dengan sentuhan yang selama ini sangat dia rindukan. Arini menangis sesugukan.

"Tidak Dit....Tidaakkkk...."

Arini menepis kedua tangan Aditya dan berlari masuk kedalam toilet.

"Riinnn...."

Aditya meninju dinding tembok dengan kepalan tangannya. Ingin menghilangkan penyesalan yang terus mendera hatinya.

"Mana suamiku?" Tanya Valery kepada David.

"Tadi ke toilet Nona."

David memberi jawaban palsu karena dia tahu kalau Aditya sedang menyusul Arini. Tak lama berselang Aditya melangkah menuju mereka.

"Sayang kenapa kamu lama sekali, Om Dirga ingin bertemu denganmu. Ayo kita temui dia." Valery menarik tangan Aditya dan merangkulnya.

Aditya melihat Arini sudah kembali bersama laki-laki tadi. Arini memalingkan wajahnya dengan cepat saat pandangan mereka bertemu.

"Rin cobain deh ini enak banget." Radit mengarahkan sendok ke mulut Arini. Dengan ragu Arini menerima suapan itu.

"Iya Mas enak banget."

Aditya yang hanya berjarak beberapa meter dari Arini dapat melihatnya dengan jelas. Arini menerima suapan dari laki-laki itu.

"Om..ini Aditya suami ku."

"Halo Aditya... Maaf Om tidak bisa hadir saat pernikahan kalian di Jerman. Om sudah banyak mendengat tentang kamu. Pengusaha muda yang sangat berbakat, Wirrbell bisa berkembang pesat di Jerman berkat kepemimpinanmu."

"Terima kasih Om."

"Valery beruntung mendapatkan suami tampan dan sukses seperti kamu." Pak Dirga tak henti-hentinya memuji Aditya. Valery semakin bergelayut manja, merasa bangga mendapat pujian dari Om nya itu.

"Oya Om...kita juga akan merayakan Anniversary pertama kita di Jakarta, ya kan sayang."

Tak berbeda jauh dengan Aditya, Arini pun dapat mendengar jelas apa yang sedang mereka bicarakan. Arini sudah tidak tahan mendengarnya, air matanya benar-benar akan menetes.

"Mas Radit...bisa kita pulang sekarang?"

"Boleh, tapi makanan kamu masih banyak."

"Aku sudah kenyang Mas."

"Ya sudah kalau begitu."

Mereka menghampiri Dito dan Anggun untuk pulang lebih dulu. Semua pandangan itu tidak luput dari penglihatan Aditya.

"Sayang...kamu kenapa?" Valery mengejutkan Aditya.

"Maaf Om saya permisi dulu." Aditya pergi meninggalkan Valery.

"Maaf Om sepertinya Aditya sedang kurang sehat." Valery menutupi sikap Aditya yang begitu acuh kepadanya.

"Tidak apa-apa, memang kadang sebagai pengusaha yang sibuk kondisi badan kita mudah sekali drop."

Setelah itu Valery mencari-cari Aditya yang tak kunjung kembali menghampirinya. Dia hanya menemukan David yang sendiri disana.

"Nona...Pak Aditya pulang lebih dulu. Saya ditugaskan untuk mengantarkan Nona pulang."

"Apa....keterlaluan."

Valery benar-benar murka dengan sikap Aditya kepadanya.

1
Ririn Santi
udah lama jg, jd gak usah drama gitu dit. kembalilah ke pelukan istri mu sana gih
Ririn Santi
makanya neng gak usah pacaran yah. ntar semua semua udah dikasi ,kamu malah ditinggal lari sama cowokmu, trus dia nya nikahnya sama orang lain. kamu dapat susahnya, dia dapat enaknya. ..☹️☹️☹️☹️
Ranie
iseng2 ngetik nama kak Heni eeh tainya ketemu dong ceritanya di NT 🤭🤭 sambil nunggu indah dan Alvin honeymoon aku baca ini deh 😅
💞my heart💞
😭😭😭😭😭😭nyesek Thor
💞my heart💞
😭😭😭😭😭😭
💞my heart💞
bodoh kamu Aditya
💞my heart💞
semoga Arini jodoh ngan Radit thor
💞my heart💞
ada bawang merah nya Thor 😭😭😭😭
Poernama 💜💜💝💝
Teteh aku selalu rindu sm karya mu yg pertama ini sangattt bagus
Arin
Halah pnysln BPK udh telat...Sono hdup aj dngn pnysln yg udh ngg ada guna biar tau rsa
Arin
nah dsni ada obtny,knpa kbnykan novel klo udh Kya gtu ktnya ngga ada obat selain gtuan...
marta💎: katax sih klo dosisnya terlalu tinggi solusinya hrs berhubungan bdn kak, krn klo d kasih obat bs bahaya ke syarafx, dan itupun tdk menjamin reda pengaruh obat perangsangnya.
total 1 replies
Arin
sy suka bngt sm visualny Thor...☺️
Arin
dasar si tua Bangka,sy sumphin anda ngga bkl punya cucu lain selain Nuno biar mampus tuh si tua
Arin
kpn si pak tua ini kena karma,dan menantu ksyngny juga
Arin
hemm Arini sama Adit itu SM aja....mentlny krupuk,sebel sy SM arini
Arin
udhlh Arini kmu ngga ush ngrsin tentang Adit,kmu fokus aja sama orng yg bner"tlus dan tegas ngga kaya Adit yg mentlny Kya krupuk
Arin
lagian kmu Arini,terllu gmpng maafin Adit,ydh makan tuh cinta
Arin
aduh Aditya...kmu jngn gtu dong,urusin dlu noh bpkmu sm istrimu
Arin
Gea kta"mu mwkli htiku...
Arin
semoga pak tua bangkrut trs dia lumpuh biar tau rsa,coba aja mntu ksyngn mau ngga ngrwt dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!