NovelToon NovelToon
A Man In Disguise

A Man In Disguise

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:618.8k
Nilai: 5
Nama Author: Althamira Frishka

Ganteng tapi galak. Euh, punya manager gitu bikin nggak betah di kantor nggak sih?

Kerja di luar negeri memang enak. Punya banyak teman dari negara lain plus memiliki kesempatan untuk dapat calon laki yang H.O.T banget

Tapi apa daya jadi budak corporat startup, sebagai copywriter, Dania Daneswara cuma bisa duduk di balik komputer sambil di marahin sama manager super duper galak yang bikin hari tambah runyam di negeri asing.

"Ganteng mah bebas ya," pikirnya setiap kali si manager berkoar-koar di balik mejanya.

Keagan O'Malley, pria berdarah campuran Indonesia-Jerman. Sebagai manager, ia kerap dianggap galak dan tidak berperasaan.

Tapi ketika bertemu Dania, pelan-pelan pribadinya berubah. Lebih usil dan tengil.

IG : @althamirafrishka

Saran dan kritik sangat diterima. Terimakasih sudah membaca 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althamira Frishka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjenguk Mantan Kekasih

Keagan mengunjungi rumah Mai. Bocah kecil bernama Giang menyambut dengan hangat begitu Keagan masuk ke dalam rumah. Bergelantungan pada kaki kokoh Keagan. Mencari perhatian. Pada sosok lelaki yang sudah tidak pernah hadir pada diri adik Giang.

Keagan mengangkat adik Giang tinggi. Melebihi tinggi dirinya sendiri. Adik Giang tertawa. Gembira karena bisa melihat pemandangan dari kaca mata orang dewasa. Berteriak-teriak. Melengking sekali.

Sesekali Keagan menurunkannya. Kemudian mengangkatnya lebih tinggi lagi. Lalu turun kembali. Meletakkan adik Giang di bahunya yang lebar. Mendudukkannya agar adik Giang bisa berpegangan pada kepala Keagan. Melihat ke depan. Melihat ibunya datang dengan langkah tertatih.

“Kapan sampai?” tanya Mai pada Keagan. Dia berpegang pada lemari sepatu setinggi dirinya di dekat pintu.

“Barusan. Adik Giang yang membukakan pintu.” Tutur Keagan kemudian menurunkan Adik Giang.p Membiarkannya berlari kesana-kemari. Mencari perhatian Keagan.

“Bagaimana kakimu?”

“Mendingan. Besok sudah bisa ke kantor. Jangan halangi aku.” Ucapnya cepat sebelum Keagan memotongnya dan menyuruh Mai tinggal di rumah sehari lagi.

“Kalau merasa lebih baik tidak masalah.” Jawab Keagan. Dia duduk di salah satu sisi sofa. Kakinya disilangkan. Sementara punggungnya bersandar. Nyaman sekali. Seperti sudah biasa kemari.

“Bagaimana Dania?”

“Kenapa tiba-tiba?” ucap Keagan menyelidik. Matanya disipitkan. Menatap intens Mai yang duduk tidak jauh darinya. Tatapan matanya mengintimidasi.

“Aku tahu dia bukan karyawan biasa. Kau menaruh perhatian padanya.”

“Hah, jangan membual. Kau tahu bagaimana setiap kali kita punya karyawan wanita. Aku hanya tidak ingin dia membuat masalah.”

“Hei, aku juga wanita.”

“Kau bukan wanita biasa.” Ucap Keagan tersenyum kecut. Dia bangkit dari tempat duduknya. Merasa sudah terlalu lama menjenguk. Lagi pula

, malam semakin larut. Sudah waktunya adik Giang untuk tidur.

“Kau mau kubantu menidurkan adik Giang?” tanya Keagan.

“Kalau kau tak keberatan.” Balas Mai dengan santai.

Keagan kemudian memanggil adik Giang. Menggendongnya dan mencium pipi lembut dan mungilnya. Menghirup wangi bayi dari bocah lima tahun itu. Adik Giang terkikik geli. Menjauhkan wajah Keagan yang mulai ditumbuhi rambut-rambut halus di sekitar mulut dan hidungnya.

“Sudah saatnya berhenti bermain. Minggu ini akan paman ajak tamasya jauh dari sini.”

Adik Giang terpekik girang. Keagan menjanjikannya berjalan-jalan di akhir pekan. Tidak ada lagi alasannya untuk bermain malam ini. Dia akan tidur cepat dan akan menantikan akhir pekan dengan semangat. Mai tersenyum geli. Melihat anaknya kini begitu lekat dengan Keagan. Seperti dua sejoli yang tidak dapat di pisahkan.

🍁🍁

Roki, Lee Nan, dan Dania menempati tempat duduk di sudut cafe outdoor. Tidak ada payung besar menaungi mereka. Sehingga, kemerlip bintang bisa di nikmati begitu kepala menengadah ke langit. Sekaligus menghirup udara malam yang dingin.

Masing-masing mereka memesan Com Rang. Makanan khas Vietnam yang serupa dengan nasi goreng. Perbedaannya hanya penggunaan Bia Hanoi, sejenis sayuran yang biasa di temukan pada makanan tradisional khas Vietnam.

Tidak lama kemudian, pesanan mereka datang. Waitress memberikan satu per satu Com Rang ke atas meja. Di susul dengan dua es jeruk. Sementara Dania lebih memilih minuman yang dibawanya menggunakan botol air minum berwarna abu-abu. Dengan tutup dua pintu. Satu lubang kecil untuk minum dan satunya lubang lebih besar untuk mengisi ulang.

“Oh iya, tadi Pak Keagan menyampaikan bahwa akhir pekan ini ada outdoor gathering untuk divisi kita.” Ucap Lee Nan sambil mengunyah makanannya.

“Yah, gagal deh acara nonton film horor yang aku download saat di kantor tadi pagi.”

“Jadi itu alasanmu berangkat lebih pagi? Aku kira sudah mau tobat jadi karyawan teladan.” Ledek Lee Nan.

Dania hanya menggubris dengan cengiran dan melanjutkan menyuap nasi gorengnya.

“Aku belum sempat bertanya tentang pacar tiga harimu.” Tanya Dania di sertai satu kali tepuk tangan dari Lee Nan.

“Jangan bertanya padanya. Kita sudah berkali-kali menjadi tempat curhatnya. Muntah lama-lama.” Akhirnya Roki bersuara. Tepat saat makanannya sudah habis. Menyisakan satu sendok terakhir yang langsung di lahapnya tanpa belas kasih.

“Tahu nggak. Pacar tiga hariku itu ternyata jago banget di atas…”

Roki sudah mulai menyampingkan tubuhnya menghadap Dania. Malas mendengar curhatan Lee Nan yang ke seratus kali.

“Sudah saya bilang jangan pulang malam-malam.” Ucap Keagan kepada mereka bertiga. Lee Nan langsung berhenti berbicara. Dania mendongak. Suapannya berhenti di tenggorokannya. Tahu siapa pemilih suara tersebut.

“Pak Keagan.” Sapa Roki sambil berdiri. Diikuti Dania, dan Lee Nan.

“Dania, pesankan saya makanan seperti kalian.”

“Yes sir.” Jawab Dania dan ia langsung pergi memesan satu porsi Com Rang lagi sambil mengunyah cepat makanan yang masih ada di mulutnya.

“Kok belum makan, Pak? Nggak makan di rumah Bu Mai?” tanya Lee Nan. Sekembalinya Dania, ia bersyukur Lee Nan begitu kepo sama seperti dirinya.

Oh yes! good job Bruce Lee!

Bedanya, Lee Nan lebih tidak bisa menyaring pertanyaannya dari pada Dania. Dia tidak bisa membedakan mana pertanyaan pribadi dan mana yang pertanyaan konsumsi publik.

“Saya hanya menjenguk saja. Akhir pekan ini beliau akan ikut kita gathering. Kalian berdua sudah pada tahu kan?” tanyanya pada Roki dan Dania bersamaan.

“Yes, Sir. Lee Nan baru saja memberi tahu kita.” Jawab Roki dan menyesap es jeruknya hingga habis.

“Nanti akan ada pembagian tugas. Apa saja yang perlu di bawa akan saya share di grup.”

“Yes, Sir!” ucap mereka bertiga bersamaan.

Akhirnya mereka berempat berbincang cukup lama. Keagan lebih banyak bertanya pada Roki dan Dania, perihal persiapan materi untuk Karate Training Center. Sejauh mana mereka mengumpulkan materi dan apa saja yang kurang.

Tepat pukul 21.00 malam, mereka bubar. Roki dan Lee Nan kembali ke kantor untuk mengambil kendaraan mereka. Sementara Dania hanya tinggal beberapa langkah saja untuk sampai di apartemennya.

“Mau ikut saya?” tanya Keagan kepada Dania. Dia bisa melihat ekspresi wajah Dania tidak bersemangat beberapa akhir ini.

Jika ada waktu yang tepat, Keagan akan berencana bertanya empat mata pada staff-nya yang sedikit merepotkan itu. Dia tidak mau hal di luar pekerjaan dapat mengganggu konsentrasi Dania dalam pekerjaan. Padahal, Dania baru saja meningkatkan performa kerjanya dan dapat menangani beberapa perusahaan besar.

“Tidak usah, Pak. Saya jalan kaki saja. Mau mampir minimarket sebentar.”

“Baiklah kalau begitu. Sekalian saya titip. Tolong belikan makanan ikan merek apa saja.” Keagan memberikan selembar 50.000 Dong atau setara dengan 30.000 Rupiah. Lalu pergi begitu saja. Menaiki mobil SUV-nya dan melaju cukup kencang. Meninggalkan Dania yang refleks menerima uang dari Keagan.

What the hell?!

🍁🍁

1
Lasmining Firdasya
🤣🤣🤣🤣🤣
しょへい
moco bab siji urung mudeng, iki ketone tipe tipe novel ag kudu diwoco berkali lagek mudengke 🤭
Miqolatte
Part yang paling ku suka adalah ini. Closed manis dari author. Keren ih!
A.F: thx besti 🫰
total 1 replies
mamaqe
dua kali membaca dan msh keren
Devi Safitri
dania yg mnahan air mata,tp air mata ku yg g bisa ku tahan😭😭😭😭
Quinza Azalea
bagus
Hikmah saja
good
Air
Luar biasa
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
yakin..
Dania bukan selera kamu keagan 😁
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
keren
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
Defenisi patah satu tumbuh satu lagi wkwkwk..

mangats Dania..keagan layak diperjuangkan 😀
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
keren ceritanya
aku suka..aku suka 😀
Dimpi
mampir setelah lama ga baca si ntoon
RithaMartinE
sudah ku duga Le Nan samai Mai 😍😍 berasa kurang kak .udh end aja 😅
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
😭😭😭
RithaMartinE
😁😁😁
Al Fatih
bagus bngt ceritanya,, keren, sampe maraton bacanya saking penasaran terus...,, terus kelanjutannya gimana,, keren abis,, baru tau ad cerita sebagus ini,, makasih Kaka utk karyanya
A.F: sama² ya semoga bisa menghibur 💃
total 1 replies
Al Fatih
sudah abis tho.....,, berasa kuraaaaang kaka
A.F: hehehe gimana dongs
total 1 replies
Al Fatih
cerita ini super super keren....,, semoga ke depannya akan banyak yg mampir k sini utk membacanya,, www
A.F: Amiin trima kasih doa dan semangatnyaa 🫶
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!