NovelToon NovelToon
My Hot Lawyer

My Hot Lawyer

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Playboy / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Kasus perceraian yang sering dia tangani membuatnya trauma saat mendengar kata pernikahan.

Menjalin hubungan dengan banyak wanita namun tidak pernah berpikir untuk menikahi mereka. Itu adalah salah satu sifat bajingan yang di miliki oleh Antonio Dexter. Pengacara muda yang tidak pernah mengenal kata cinta, lalu bagaimana reaksinya saat ada seorang wanita muda datang dan meminta bantuannya, untuk lepas dari jeratan suaminya?

Apa dia akan berkerja secara profesional atau akan ada kisah baru dalam hidup mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MHL Bab 28

Luciana menyeka keringat yang mengalir di dahinya, dia sudah hampir menyelesaikan tugasnya membereskan apartemen Dexter. Wanita berkulit putih itu sesekali menghirup banyak udara lalu menghembuskannya pelan, sepertinya hari ini pekerjaan yang dia kerjakan cukup melelahkan, padahal setiap hari Luciana melakukan hal ini setelah tinggal bersama Sang Pengacara.

Luciana menyandarkan tubuhnya di meja, kedua matanya tertutup, dia berusaha untuk mengumpulkan tenaganya yang sudah habis terbuang. Keringat masih membasahi dahi, pelipis serta lehernya dan itu tidak lepas dari pandangan Dexter.

Pria yang masih tidak bisa bekerja di kantor firma-nya itu terus saja menatap lekat pada Luciana, sesekali dia menyesap kopi hitam yang dibuatkan oleh wanita itu. Tapi kedua matanya terus saja tertuju pada Luciana, lebih tepatnya tertuju pada leher jenjang yang basah karena keringat.

Entah kenapa Dexter lebih tertarik melihat area itu sekarang, dikedua matanya terlihat sangat sexy dan menggoda. Leher putih jenjang yang basah karena keringat itu ternyata mampu membuat jakunnya naik turun.

Sialan! begini saja dia sudah turn on, dasar Serigala murahan.

Dexter menghembuskan napasnya kasar, pria itu berusaha menahan sesuatu yang mulai memberontak dan meminta untuk di puaskan. Sudah beberapa waktu ini Dexter tidak dapat melakukan apa pun akibat luka di bahunya, jangankan mencari oase untuk menyegarkan Serigala Gurunnya, mengangkat tangan dan memakai pakaian serta dalaman saja Dexter belum bisa.

Malang sekali!

"Ck sial! disaat seperti ini aku tidak dapat menahannya!" desisnya pelan.

Pria itu berbalik, dia terlihat berjalan menuju sofa yang ada di area balkon. Dexter sepertinya ingin mendinginkan otak kotornya sejenak, jangan sampai dia menerkam kelinci lucu yang tengah beristirahat saat ini.

Dengan perlahan Dexter mendudukkan diri, sesekali dia mendesis saat merasakan sesak dibawah sana kian terasa, tapi pria itu hanya bisa memejamkan kedua matanya. Berkali kali menghirup udara, dan menghembuskannya secara perlahan.

Cukup menenangkan untuk otaknya, tapi sayang tidak untuk sang Serigala nya.

Disisi lain Luciana merasa sudah cukup beristirahat, dia kembali memulai pekerjaan yang belum terselesaikan sepenuhnya. Tapi lagi lagi ada hal yang mengganggunya, kali ini bunyi bell pintu apartemen terdengar. Gerakan tangan Luciana terhenti, wanita itu mengernyit dan masih mematung di tempat.

Siapa pagi pagi begini sudah bertamu?

Dengan ragu Luciana mendekat ke arah pintu, ekor matanya sesekali melirik untuk mencari Dexter- karena dia tahu pasti tamu yang datang ini untuk Sang Pengacara, memangnya untuk siapa lagi.

Tapi sepertinya tebakan Luciana kali ini meleset, terlebih setelah dia melihat siapa tamu yang datang di pagi ini lewat layar monitor.

"Ayah, Ibu Marline?" gumamnya.

Luciana reflek mundur, dia menjauhkan tangannya dari kenop pintu, jantungnya berdetak lebih cepat dari pada sebelumnya. Kepalanya seketika pening saat tahu siapa tamu dibalik pintu ini.

"Untuk apa Ayah datang kemari? dan dari mana Ayah tahu kalau aku-,"

Ucapan Luciana kembali tertelan saat bell itu kembali berbunyi, bahkan sekarang lebih keras dan lebih sering dari pada tadi.

"Anna!"

kali ini Luciana mendengar suara panggilan Dexter dari dalam, dia yakin kalau pria itu menyuruhnya untuk membukakan pintu. Bell ini sangat mengganggu dan memekakkan gendang telinga.

Dengan ragu Luciana kembali mendekat, satu tangannya terulur meraih kenop pintu dan memasukan sandi apartemen ini.

Klik!

Pintu terbuka, perlahan Luciana membukanya, hingga akhirnya-

"KAU BENAR BENAR ANAK SIALAN! GARA GARA KAU ROSSI MENJADI KORBAN, KENAPA KAU TIDAK MAU KEMBALI PADA SUAMI MU DAN MALAH MEMILIH TINGGAL BERSAMA PRIA ASING HUH! KAU TAHU, KARENA KAU EGOIS MARCHO MENGAMBIL PUTRIKU!"

Luciana terdorong kebelakang saat Marline tiba tiba meraung, bahkan mencengkeram tubuh anak tirinya saat Luciana membukakan pintu apartemen.

Wanita paruh baya itu terlihat amat marah, dia melampiaskan semuanya pada Luciana, bahkan Fharcot membiarkan istri keduanya itu menganiaya putri kandungnya sendiri tepat di depan mata.

"HARUSNYA KAU PERGI SAJA DENGAN IBUMU! KAU HANYA ANAK SIAL, KEMBALIKAN PUTRIKU!" raungnya lagi.

Luciana yang masih shock hanya bisa menahan amukan Marline, hingga akhirnya dia merasakan sesuatu keluar dari hidungnya dan tarikan seseorang dari belakang.

"APA YANG KALIAN LAKUKAN DI APARTEMEN KU?! DAN BERANINYA MENYAKITINYA!" bentaknya keras.

Dexter segera meraih tubuh Luciana, mendekap wanita itu erat tidak membiarkan wanita gila yang tidak jauh darinya kembali mengamuk dan menyakiti Luciana.

"DIA SUDAH MEMBUAT PUTRIKU MENJADI KORBAN KEEGOISANNYA, DAN AKU AKAN-,"

"AKAN APA HUH?! KAU AKAN MELAKUKAN APA PADANYA. INGAT SEBELUM KALIAN MENYENTUHNYA LAGI, AKAN AKU PASTIKAN HARI INI JUGA KALIAN BERDUA MEMBUSUK DI PENJARA. PERGI SEBELUM AKU MEMBUKTIKANNYA SECARA LANGSUNG PADA KALIAN, TERUTAMA KAU NYONYA!"

Suara Dexter tidak kalah tinggi, matanya memerah, rahangnya mengetat, tatapannya begitu tajam dan menusuk penuh perhitungan. Bahkan saat ini bahunya kembali sakit, tapi dia tidak peduli- Dexter tetap mendekap erat Luciana yang masih menyeka cairan merah di hidungnya akibat pukulan ibu tirinya.

"Aku tidak akan melepaskan mu Luciana, camkan itu!" desis Marline sebelum dia berlalu pergi dari hadapan Dexter dan Luciana.

Sementara Fharcot, pria tua itu hanya membisu dan menatap lekat pada Luciana yang tidak mengeluarkan suara apa pun.

"Kembalilah pada Marcho, demi Rossi!" hanya itu yang dia ucapkan sebelum berlalu.

Terdengar egois bukan!

Ya sangat egois dan itu semakin membuat Dexter muak, dan ingin bertindak lebih cepat.

'Kau akan mendapatkan balasannya, Fharcot! lihat saja nanti.' desisnya dalam hati.

GAS KEUN BANG DEX

DIA EMANG LEMAH LEMBUT BEGOK BAPERAN, JADI YA PASRAH AJA LAH MUMPUNG ADA YANG BELAIN HEHE

1
Zul Denayu
lhooo2,emang siapa itu yg bergelantungan tidak sopan 🤔🤣🤣🤣
Konok Neng
gk sabaran amat thorr end nya.. berasa nanggung bacanya
Konok Neng
bangs** banget jadi ayah,, biarkan saja luci blokir saja
Konok Neng
sycopat gila,,
Konok Neng
hah kau di jual oleh ayahmu sendiri,, aku curiga jika luci bukan anak kandung..
Dari
makanya jujur jan diem2 bae 🤭🤣🤣
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
thor kalau bisa jangan terus pasang foto visualnya di tiap bab jadi kesannya menurutku menggaggu saat baca... karna maaf bukan aku munafik tapi cukup 1 kali saja pasang visualnya biar lebih bagus ke ceritanya.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
semoga Luciana bisa cepat terbebas dari Marcho.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya ampuuunnn ternyata semengerikan itu Marcho memperlakukanmu, tapi ayahmu bahkan lebih condong padanya ketimbang kamu anaknya...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
baguslah se ngga'nya keberanianmu muncul ngelawan Marcho dan semoga kamu dapat cepat terbebas dari pernikahan toxic Liciana.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
laahh percuma kamu kabur tapi masih takut berhadapan dengan Marcho, Luciana... di kirain bakal ngelawan.. malah mlempem.🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
halaaahhh.. sekarang bilang nolaak ga bakal tergoda sama Luciana tapi tar juga kamu yg bakal malu dan menelan ludahmu sendiri Dexter
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
baca awal bab malah di suguhin adegan h0t sam author.🫣🫣
fahri lampung
ceritanya bagus👍👍👍👍
Yuli wiji Rahayu
Luar biasa
@Al**
/Good/
Nety
menyusut cnh /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Joyful//Joyful/
Nety
seru
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
dwi'x
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!