NovelToon NovelToon
Gamer And Flower

Gamer And Flower

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: Ira Herawati

Jasmine, penembak jitu Tim Aether, terkunci dalam sangkar emas Axel, kapten posesif yang mengendalikan hidupnya demi obsesi kemenangan. Di tengah tekanan, hadir Liam, barista hangat di seberang jalan yang menawarkan kebebasan tanpa syarat. Pulang sebagai juara dunia, Jasmine kini harus memilih benteng kaku Axel atau kehangatan sejati Liam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ira Herawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Waktu berjalan tanpa permisi, dan masa libur dua minggu yang sempat terasa seperti oase di tengah padang pasir itu akhirnya resmi usai. Bagi Tim Aether, status baru mereka sebagai penguasa takhta tertinggi internasional tidak datang secara cuma-cuma. Kemenangan besar di London membawa konsekuensi logis, rentetan kontrak komersial yang luar biasa padat. Pagi-pagi sekali, sebuah email massal dari pihak manajemen eksekutif Aether mendarat di ponsel seluruh anggota tim. Isinya ialah sebuah berkas PDF setebal dua puluh halaman yang berjudul : "Jadwal Promosi Global Tur Juara Dunia - Fase 1". Mulai dari sesi pemotretan jersi edisi terbatas dengan aksen emas, syuting iklan komersial berskala besar untuk produk energy drink multinasional bernama "Zolt", hingga rangkaian media visit ke lima stasiun televisi swasta terkemuka. Semua jadwal itu dipadatkan dalam waktu satu minggu penuh tanpa jeda hari libur. Namun, kejutan terbesar dari pihak manajemen baru disadari oleh Jasmine ketika sebuah truk logistik berukuran raksasa berhenti tepat di depan pagar rumah asrinya pada pukul enam pagi.

Tin! Tin!

Jasmine yang masih mengenakan piyama tidur itu buru-buru membuka pintu depan. Matanya membelalak melihat belasan kru produksi televisi berkaos hitam turun dari truk, membawa tripod raksasa, lampu reflektor berdiameter dua meter, dan gulungan kabel tebal yang menyerupai ular sanca.

"Permisi, Mbak Jasmine Aether?" seorang pria paruh baya dengan klip papan di tangannya dan sebuah HT yang berdenging di saku celananya berjalan mendekat dengan terburu-buru. "Saya sutradara untuk iklan komersial Zolt. Pihak manajemen Aether kemarin sudah menandatangani persetujuan lokasi. Katanya, halaman rumah Mbak Jasmine yang langsung menghadap ke danau memiliki nilai estetika paling sempurna untuk konsep iklan 'Energi Alam yang Menyegarkan'. Jadi, kami akan melakukan syuting di sini sampai sore nanti."

Jasmine hanya bisa berkedip pasrah. Rumah asri yang ia tempati, yang biasanya menjadi tempat paling sunyi untuk menenangkan diri, kini dalam sekejap berubah menjadi set syuting yang super sibuk.

---

Pukul sembilan pagi, seluruh anggota Tim Aether akhirnya berkumpul di halaman belakang rumah Jasmine. Bryan datang dengan wajah paling ceria, tampak sama sekali sudah melupakan insiden mi instan pedas yang membuatnya berguling-guling di rumah sakit minggu lalu. Ia sibuk mengagumi jersi baru mereka yang memiliki bordiran benang emas berkilau di bagian dada.

"Gila, keren banget jersi kita sekarang! Ini kalau gue pakai live streaming, penonton pasti langsung pada sungkem," seru Bryan sambil berpose pose menembak ke arah kamera kru yang sedang melakukan cek pencahayaan.

"Duduk yang tenang, Bryan. Muka lo itu masih butuh sedikit bedak tebal biar lingkaran hitam bekas begadang lo gak bocor di kamera resolusi 4K," omel Kenzie yang mendampingi penata rias, memastikan penampilan visual tim tetap berada di standar premium sesuai kontrak sponsor.

Di sudut lain halaman, Axel berdiri tegap dengan melipat kedua tangannya di depan dada. Sejak insiden di Darel Hospital, sang kapten tampak jauh lebih banyak diam. Otoritasnya sebagai pemimpin tim di dalam game tetap tidak berkurang sedikit pun, namun ada sebuah jarak profesional yang kini sengaja ia bangun di sekeliling Jasmine. Ia tidak lagi mengeluarkan larangan atau intervensi pribadi, melainkan hanya mengawasi jalannya persiapan syuting dengan tatapan mata yang dingin dan fokus.

"Konsep iklan hari ini sangat sederhana," sang sutradara menjelaskan menggunakan megafon kecil, mengumpulkan kelima anggota tim. "Mbak Jasmine akan berdiri di tengah memegang botol Zolt, sementara kalian berempat melakukan pose formasi perlindungan di belakangnya. Namun, pihak sponsor utama, CEO Zolt yang kebetulan hadir langsung hari ini, merasa adegan ini masih kurang memiliki unsur viral atau keunikan lokal."

Tepat saat sutradara selesai berbicara, sebuah suara yang sangat familier tiba-tiba terdengar memecah ketegangan dari arah pagar samping yang membatasi rumah Jasmine dengan jalan setapak tepi danau.

Kwek! Kwek! Kwek!

Donald, si bebek putih gemuk peliharaan Liam, entah bagaimana caranya berhasil menyelinap keluar dari gerbang kafenya yang terbuka. Bebek konyol itu berjalan berlenggok-lenggok dengan sangat percaya diri memasuki area set syuting, masih mengenakan dasi kupu-kupu merah kecilnya yang kini agak miring. Donald tampaknya sangat tertarik dengan tumpukan kabel-kabel warna-warni dan lampu reflektor yang memantulkan cahaya matahari pagi. Melihat kehadiran Donald, mata sang sutradara langsung berbinar-binar cerah seolah baru saja mendapatkan ide cemerlang. "Nah! Itu dia! Luar biasa sekali! Hewan apa itu? Bebek putih dengan dasi kupu-kupu? Itu sangat estetik dan memiliki daya tarik yang sangat tinggi! Kita bisa menggunakannya sebagai properti tambahan di samping Mbak Jasmine, kita beri judul konsepnya 'Bebek Pembawa Keberuntungan sang Juara Dunia'!"

Jasmine yang mendengar ide tersebut langsung panik. "Eh, tunggu dulu, Pak Sutradara. Itu bukan bebek saya. Itu bebek milik..."

Belum sempat Jasmine menyelesaikan kalimatnya, seorang pria paruh baya bertubuh berisi dengan setelan jas abu-abu mewah dan rambut klimis berminyak melangkah maju dari tenda VIP khusus sponsor. Pria itu adalah Bapak Haru, CEO utama dari produk energy drink Zolt.

"Ide yang sangat brilian!" seru Bapak Haru dengan suara lantang, menepuk perut buncitnya dengan bangga. "Saya sangat menyukai konsep yang disampaikan Pak Sutradara tadi. Sini, biar saya sendiri yang menggendong bebek itu untuk diletakkan di samping piala emas Tim Aether. Ini akan menjadi foto halaman utama majalah bisnis bulan depan!"

---

Konflik komedi berskala besar pun dimulai dari detik itu. Pak Haru yang bertubuh berisi itu mencoba membungkuk, menjulurkan kedua tangannya yang dihiasi cincin permata besar untuk menangkap Donald yang sedang asyik mematuk ujung kabel lampu. Namun, Donald bukanlah bebek sembarangan. Sebagai hewan terapi yang biasa menghadapi berbagai karakter manusia, Donald memiliki insting pertahanan diri yang sangat tinggi, terutama terhadap pria asing berbau minyak wangi menyengat yang mencoba mengusik kebebasannya. Begitu tangan Pak Haru menyentuh bulu ekornya, Donald langsung berbalik dengan cepat. Sepasang mata bulat kecilnya menyipit tajam.

KWEKK!!!

Donald mengeluarkan lengkingan kuakan yang sangat keras dan nyaring, lalu dengan gerakan sayap pendeknya yang dikepakkan dengan kecepatan penuh, ia melompat dan mematuk tepat di ujung sepatu kulit milik sang CEO.

"Aduh! Astaga! Bebek ini mematuk sepatu saya!" teriak Pak Haru kaget, melangkah mundur dengan canggung hingga hampir kehilangan keseimbangan tubuh buncitnya.

Bukannya takut melihat manusia yang berteriak, Donald justru menganggap reaksi tersebut sebagai tantangan perang terbuka. Bebek putih itu mulai mengejar Pak Haru dengan kecepatan yang luar biasa di atas rumput halaman belakang. Donald berlari berlenggok-lenggok dengan paruh yang membuka tutup siap mematuk apa saja, sementara dasi kupu-kupu merahnya berkibar-kibar dengan sangat dramatis di lehernya.

"Tolong! Tangkap bebek gila itu! Keamanan! Mana tim security?!" teriak Pak Haru panik setengah mati. Pria paruh baya itu kini berlari memutar-mutar di antara tripod lampu raksasa, membuat para kru syuting berhamburan menyelamatkan peralatan kamera mereka yang mahal.

"Donald! Berhenti! Jangan dipatuk, itu sponsor utama kita!" teriak Bryan yang bukannya membantu malah tertawa terpingkal-pingkal sampai memegangi perutnya di atas rumput. "Gila, Donald dapet first blood lawan CEO!"

"Kenzie, Ilias, cepat bantu tangkap bebek itu sebelum kontrak iklan kita dibatalkan sepihak!" perintah Axel dengan wajah yang mulai memerah menahan malu sekaligus kesal melihat kekacauan total yang merusak jadwal profesional timnya.

Kenzie dan Ilias mencoba mengepung Donald menggunakan sebuah jala kain reflektor cadangan. Namun, Donald yang mempunyai kelincahan tingkat tinggi itu berhasil melesat melewati sela-sela kaki Kenzie, membuat sang analisis tim itu justru saling bertubrukan dengan Ilias hingga keduanya jatuh tersungkur di atas rumput halaman dengan posisi yang sangat konyol. Jasmine sendiri hanya bisa berdiri mematung di tempat itu, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan karena tidak sanggup lagi melihat kegilaan komedi yang sedang berlangsung di halaman rumahnya sendiri. Puncak dari segala kekacauan itu terjadi ketika Pak Haru yang sudah kehabisan napas dan panik karena Donald berada tepat dua jengkel di belakangnya, salah melangkah saat kakinya tersandung batu dekat dengan tepian danau.

SPLASH!!!

Tubuh sang CEO Zolt itu sukses terjun bebas, tercebur ke dalam permukaan air danau yang dingin dengan cipratan air raksasa yang membasahi separuh jersi baru Tim Aether. Donald berhenti tepat di ujung danau, berdiri dengan sangat anggun, lalu menjulurkan lehernya ke depan sambil mengeluarkan kuakan pendek yang penuh dengan nada kemenangan mutlak.

Kwek.

---

Di tengah-tengah kepanikan massal para kru yang sibuk melemparkan pelampung dan membantu Pak Haru yang basah kuyup keluar dari dalam air danau, Jasmine secara tidak sengaja mengalihkan pandangan matanya ke arah seberang jalan aspal kompleks. Di balik dinding kaca besar Floraison Cafe yang kokoh, terlihat sosok jangkung Liam yang sedang berdiri dengan sangat santai di balik meja bar kafenya. Pria itu telah kembali ke wujud baristanya yang biasa, mengenakan kemeja kain flannel kotak-kotak cokelat yang lengannya digulung rapi, dan sebuah celemek cokelat tua terikat di pinggangnya. Di tangan kanannya, Liam memegang secangkir kopi porselen putih yang mengepulkan uap hangat. Ia berdiri di dekat jendela kaca, menonton seluruh drama komedi "CEO vs Bebek" yang berlangsung di halaman Jasmine dengan seulas senyuman miring khasnya yang terlihat sangat jenaka, tenang, dan dipenuhi oleh kepuasan batin yang mendalam. Liam sengaja mengangkat cangkir kopinya sedikit ke arah seberang jalan, seolah-olah sedang memberikan gestur bersulang toast virtual kepada Jasmine atas pertunjukan komedi pagi yang sangat menghibur tersebut.

Axel yang sedang mengeringkan sisa cipratan air danau di jersinya menggunakan handuk, secara tidak sengaja mengikuti arah pandangan mata Jasmine. Begitu melihat sosok Liam yang sedang asyik menonton kekacauan set iklan mereka dengan ekspresi super santai tanpa beban dari balik kaca kafenya, batin sang kapten juara dunia itu seketika terasa semakin panas mendidih. Axel mengepalkan tangannya kuat-kuat di dalam saku handuk, rahangnya menegang keras menahan rasa frustrasi yang luar biasa. Ia menyadari sepenuhnya bahwa meskipun di halaman rumah ini ia memegang otoritas penuh sebagai kapten Tim Aether yang mengawasi jalannya kontrak iklan profesional, namun di dalam kehidupan nyata di seberang jalan sana, ia telah kalah telak oleh kesederhanaan sejati dan kebebasan tak berujung yang ditawarkan oleh sang barista yang memiliki bebek rusuh tersebut. Badai promosi juara dunia baru saja dimulai hari ini, namun Jasmine tahu, selama lampu di kafe kaca seberang jalan itu masih menyala temaram, ia selalu memiliki tempat yang paling hangat untuk pulang setelah seluruh kegilaan dunia ini selesai.

1
Dhatu Lukita
semangat up teruss yaaa, niihhh ku kasih ⭐5, biar tambah semangat 😍
Dhatu Lukita
halo kak berkarya terus yaa semangaatt💪💪💪,
mampir juga d karyaku ya 🤭😍 "dukunganmu semangatku"
Fadillah Ahmad: Kalau ingin membacs Karya ini, baca sampai Bab 20 Kak! atau sampai Bab akhir! kalau hanya sampai Bab 5 terus berhenti, sama saja kakak, merusak retensi novel ini! Baca sampai Bab 20 Kak! jangan berhenti di tengah jalan!
total 1 replies
Dhatu Lukita
keinget mobil lejen🤭😄
Fadillah Ahmad
Mohon maaf sebelumnya, ya! Sinopsisnya kurang Menarik! Mohon di Ubah dulu.

Maaf, jangan tersinggung ya! 🙏🙏🙏 Karena... Novel Kakak Maauk ke Beranda-ku! Di Promosikan Oleh Pihak NovelToon. Jadi, mohon untuk di ubah dulu Kak! 'Kalau Bisa' Karena, aku melihat, Sinopsisnya Kurang mengigit! alias Kurang memunculkan Rasa Penasaran Pembaca! 🙏🙏🙏

Maaf ya Kak! Jangan Tersinggung. 🙏🙏🙏😁

Terima Kasih 🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!