Cinta itu harus menghadapi banyak halangan.
Ibu Imah menganggap Zack terlalu tua bagi anak gadisnya. Pekerjaan Zack menuntutnya untuk selalu berada jauh dari Imah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RADISYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Andaikan Waktu Bisa Kuputar Kembali
Sabtu pagi sesuai kesepakatan Zack dan Imah, Zack datang ke rumah Imah untuk menjemputnya.
Mereka telah sepakat untuk menghabiskan hari pertama di tahun baru ini dengan ber jalan-jalan.
" Assalamu'alaikum.. " ucap salam Zack ketika tiba dikediaman Imah.
Imah yang sudah ada janji dengan Zack, menunggu kedatangan Zack di teras rumah.
" Waalaikumsalam warahmatullah.. " jawab Imah dengan perasaan bahagia.
Senyum terukir dibibir Imah saat melihat kedatangan Zack.
" Sudah lama ya Imah menunggu abang?
Sepertinya sudah tak sabar untuk pergi jalan-jalan berdua. "
Zack yang melihat Imah menyambutnya di teras langsung menggodanya.
Imah tersipu dengan apa yang Zack katakan.
" Imah sudah menunggu bang Zack dari subuh. "
Jawab Imah yang membalas godaan Zack.
" Waw... Jangan-jangan tadi malam tidak bisa tidur, karena sudah tidak sabar menunggu pagi untuk pergi jalan-jalan berdua. "
Mendengar jawaban Imah, Zack kembali menggodanya.
" Tidur dong bang... kalau tidak tidur nanti Imah bisa ketiduran dijalan.
Kalau ketiduran, bisa-bisa jalan-jalan batal. " Imah menimpali godaan Zack.
" Bang Zack, duduk dulu sebentar, Imah mau ambil tas dikamar. "
Imah meminta Zack untuk duduk di teras dan menunggunya mengambil tas selempang yang akan dibawanya.
" Ayah dan ibu mana, Imah? Abang mau sekalian pamit untuk mengajak Imah jalan-jalan. "
Sebelum Imah masuk kedalam rumah, Zack menanyakan keberadaan orang tua Imah.
" Ayah dan ibu sedang ada keperluan keluar. Tadi Imah sudah pamit pada mereka kalau kita jadi pergi pagi ini.
Bukankah tadi malam kita sudah pamit dan sudah diizinkan oleh ayah dan ibu? "
Imah menjelaskan jika ayah dan ibunya sedang tidak ada dirumah.
" Baiklah kalau begitu. "
Kata Zack singkat.
Imah masuk kedalam rumah dan mengambil tas yang sudah ia siapkan.
Setelahnya, Imah dan Zack meninggalkan kediaman Imah untuk pergi jalan-jalan.
*
*
Imah dan Zack pergi ke tempat-tempat hiburan yang ada di Jakarta.
Mereka benar-benar menikmati momen kebersamaannya mereka berdua.
Saat makan siang, mereka mengunjungi tempat makan yang romantis.
" Ini sudah siang, sudah waktunya kita untuk makan siang.
Bagaimana jika kita cari tempat makan dulu? "
Zack mengingatkan pada Imah jika mereka sudah waktunya makan siang.
" Bang, kita cari tempat makan yang ada ditepi pantai aja, abang mau ga? "
Imah mengajak Zack untuk makan siang ditepi pantai.
" Baiklah jika itu yang Imah mau, abang akan penuhi. " Zack menyetujui ajakan Imah dengan mencolek puncak hidung Imah.
" Abang akan ikuti kemana pun Imah mau pergi. " sambung Zack sambil tersenyum.
Imah tersenyum senang, pipinya merona saat Zack mencolek puncak hidungnya.
Zack pun mengarahkan kendaraan yang dibawanya menuju sebuah pantai seperti yang Imah inginkan.
Zack memarkirkan kendaraannya ditepi sebuah pantai, merekapun berjalan untuk mencari tempat makan.
Suasana ditepi pantai tidak begitu ramai, hanya sebagian orang yang mungkin sedang menikmati suasana tahun baru.
Imah dan Zack memutuskan untuk duduk di sebuah saung yang langsung menghadap ke tepi pantai.
Seorang pelayanan menghampiri mereka, lalu Imah dan Zack memesan makanan dan minuman mereka masing-masing.
Sambil menunggu pesanan, mereka mengobrol.
" Untung suasananya tidak terlalu panas ya, bang? " kata Imah pada Zack.
" Iya, biasanya awal tahun seperti ini hujan masih sering turun.
Kali ini cuacanya mendukung kita untuk menikmati tahun baru berdua, tidak panas dan tidak turun hujan. "
Zack menimpali kata-kata Imah sambil memandang wajah Imah yang selalu terlihat cantik di matanya.
Tidak begitu lama, pesanan mereka pun datang.
Ditepi sebuah pantai, Zack dan Imah menikmati makan siang mereka.
Terasa begitu menyenangkan dan membahagiakan makan siang mereka kali ini.
" Habis makan siang, kita akan kemana lagi Imah? " tanya Zack pada Imah disela-sela makan siangnya.
" Kita istirahat disini dulu aja ya, bang? Nanti sore kita nonton. "
Imah mengatakan jika ia ingin beristirahat ditepi pantai, lalu sore hari ia mengajak Zack untuk nonton.
" Baiklah, apapun yang kau inginkan. " jawab Zack lembut.
Zack hanya mengikuti apapun yang Imah inginkan.
Baginya melihat senyum di wajah Imah merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi Zack.
Zack kelihatan sangat berbeda kali ini.
Bagi orang yang mengenal Zack, mereka akan merasa heran dengan perubahan Zack.
Zack lebih banyak berbicara dan bercerita saat bersama Imah.
Imah dan Zack menghabis siang itu dengan mengobrol ditepi pantai.
Mereka menceritakan tentang masa-masa kecil mereka yang lucu, sehingga tawa selalu menyertai obrolan siang itu.
Mereka menceritakan banyak hal, dari masa kecil, keluarga, juga saat mereka mengadakan liburan bersama keluarga.
Bagi Imah dan Zack tidak hal yang tidak menyenangkan untuk mereka ceritakan.
Semua terasa begitu luar biasa bagi mereka.
Menikmati waktu berdua kali ini berbeda dengan yang mereka lalui saat di pesta amal maupun saat api unggun.
Kali ini, mereka benar-benar merasa berdua, merasa bebas mengatakan apa yang ingin mereka katakan, bebas menceritakan apapun hingga mereka lupa akan waktu yang terus berjalan.
" Hari telah menjelang sore, mari kita melanjutkan perjalanan kita.
Bukankah kita akan pergi menonton setelah ini? "
Zack mengajak Imah untuk meninggalkan tepi pantai.
Mereka akan melanjutkan acara sore itu untuk menonton film.
Zack dan Imah meninggalkan tepi pantai untuk pergi ke bioskop dan menonton film.
*
Zack dan Imah mengunjungi bioskop yang ada di Jakarta.
" Kita mau nonton film apa, Imah? "
Tanya Zack yang sedang melihat film-film yang sedang di putar di bioskop itu.
Imah masih melihat-lihat film-film dan berfikir film apa yang ingin mereka tonton.
" Bagaimana jika kita nonton film bertema komedi romantis? " tanya Imah sambil menunjuk sebuah film komedi yang tengah diputar di bioskop.
" Baiklah, kita nonton film itu aja. " kata Zack menyetujui.
Akhirnya, Zack dan Imah menonton film komedi romantis yang tadi dipilih oleh Imah.
Selesai nonton bioskop, hari menjelang malam.
Imah dan Zack memutuskan untuk makan malam bersama sebelum mereka memutuskan untuk pulang.
Selesai makan malam, Zack bersiap untuk mengantarkan Imah pulang.
Sebenarnya keduanya merasa enggan untuk berpisah.
Mereka masih ingin menghabiskan waktu bersama.
Tapi mereka tidak bisa menahan waktu untuk tidak berputar, mereka tidak bisa menghentikan waktu agar tidak cepat berlalu sehingga mereka perlu untuk segera berpisah.
Dengan rasa berat, Zack mengantarkan Imah untuk kembali pulang ke rumahnya.
" Jika bisa waktu ini aku hentikan, mungkin aku akan melakukannya agar aku tidak berpisah denganmu, Imah. "
Zack berkata pada Imah saat mereka sudah sampai didepan kediaman Imah.
" Iya bang, Imah pun sama.
Setelah ini, entah kapan kita akan bertemu lagi, karena bang Zack pasti akan kembali ke New Zealand untuk menyelesaikan pekerjaan abang disana. "
Imah pun sama seperti Zack, merasa berat untuk berpisah.
Tak ada yang bisa mereka lakukan, akhirnya Imah masuk kedalam rumah dan Zack melanjutkan perjalanannya untuk pulang.
ke ceritaku👃👃
Semoga Imah bisa kembali pulih setelah mengalami pendarahan. 🙏
Yg sabar ya Imah, semua merupakan cobaan dlm kehidupan mu. 🙏🙏
Semoga Imah dan bayinya baik" saja setelah kejadian itu. 🙏