Sejak ia masih kecil, ia ingin sekali menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi dokter, lalu menikah. Tapi sekarang kebalikannya, ia dijodohkan saat masih menduduki bangku SMK kelas 11.
gimana penasaran kan sama ceritanya? biar ga penasaran mending dibaca><
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sitifauzia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikejar om ceo posesif, Bab28
Dugaan hamil
"mas" panggil zia saat makan malam bersama
"ya sayang?" ucap fandi
"kerumah mama yukk, pumpung besok libur mas" ajak zia
"baiklah, sehabis makan kita kesana ya sayang" jawab fandi
"yeyyy" makasih mas" ucap zia
"sama sama" jawab fandi
selesai makan, mereka langsung bergegas pergi kerumah sang mama menaiki mobil milik fandi
"mas, ucap zia disela sela perjalanan
"ya sayang?" tanya fandi
"ngantuk tau" ucap zia
"yasuda bobo aja gih. Nanti kalau sudah sampai mas bangunin kok" ucap fandi
"huaamm, iya mas" ucap zia
zia pun akhirnya tertidur pulas
'ck, dasar bocil' batin fandi seraya tersenyum.
Setelah perjalanan kurang lebih lima belas menit, akhirnya mereka pun telah sampai dikediaman keluarga binomo.
tin tin tin
klakson mobil fandi berbunyi saat melihat gerbang tertutup, kemudian satpam berlari dan membukanya
"silahkan tuan" ucap satpam
"terima kasih" ucap fandi
"sama sama tuan" balas satpam yang langsung menutup gerbang kembali saat mobil fandi sudah masuk kedalam halaman yang luas
"sayang" panggil fandi
"hmm" jawab zia
"bangun yuk, udah sampai" ucap fandi
"iya mas" ucap zia kemudian membuka matanya lalu turun dari mobil dan diikuti fandi dibelakang nya.
"assalamualaikum" ucap keduanya saat memasuki rumah
"walaikumsalam sayang" ucap sanita yang menghampiri mereka berdua
"kok tumben sunyi ma?"tanya zia
"eh, iya ayang. Papa lagi mandi kalau abang lagi keluar cari angin katanya, palingan bentar lagi pulang kok" jawab sanita
"ohh gitu" ucap zia
"yukk duduk" ajak sanita. Kemudian mereka duduk disofa ruang tamu yang sangat empuk
'kok badan zia tambah gemuk ya. Apa dia hamil?' batin sanita yang melihat ada kebedaan dari anaknya itu
taklama kemudian iqbal pulang
tok tok tok
"assalamualaikum" ucap iqbal
"walaikumsalam" jawab ketiganya
"eh ada adekk. nginap di sini kan dek?" tanya iqbal saat berjalan kearah sofa lalu duduk
"iya bang. Hmm itu apa?" tanya zia saat mengetahui iqbal membawa sesuatu
"oh ini, tadi abang beli martabak manis sama beli bakso bakar. Adek mau?" tanya iqbal
"mauuuu" ucap zia kesenangan, kemudian mengambil satu potongan martabak manis lalu memakannya dengan lahap
"wahhh, enakk" ucap zia lalu mengambil dua potongan lagi, kemudian memakannya
"maafin zia ya ma, bang. Soalnya zia kalau makan apapun gak cukup satu" ucap fandi tak enak hati
"ck, gapapa lahh fan" jawab iqbal
"zia mau bakso bakarnya boleh?" tanya zia
"bolehh dong ini, habisin yaa dek" ucap iqbal
"makasih abangg" ucap zia
"sama sama" jawab iqbal
fandi pun hanya menggeleng gelengkan kepalanya pusing melihat tingkah zia yang aneh
setelah selesai memakan semuanya, zia berjalan kearah meja makan, lalu memakan beberapa lauk yang ada disitu.
"sayang belum kenyang?" tanya fandi saat berjalan kearah zia
"belum mas" jawab zia
fandi pun hanya bisa tersenyum paksa melihat keanehan sang istri.
"Maa, kok tumben tumbennya zia makan sebanyak itu" bisik iqbal yang masih duduk diruang tamu
"gatau bal, mama juga heran" jawab sanita
"ehh ada anak papa" ucap aditya saat menuruni tangga menuju kearah meja makan
"iyaa pa heheh" ucap zia
"kamu belum makan nak?" tanya aditya
"udah paa, tadi sebelum kesini zia udah makan. Tapi gatau kenap sekarang malah lapar lagi" jawab zia
"yasuda makan yang kenyang yaa" ucap aditya
"iyaa pa" jawab zia
"yasuda papa mau keruang tamu dulu ya" ucap sang papa saat berdiri dari duduknya
"iyaa pa" jawab zia.
zia memakan dengan lahap hingga habis tak lupa ia meminum susu coklat
"huh kenyang" ucap zia
'gimana ga kenyang. Orang kamu tadi makannya banyak banget' batin fandi yang masih menatap zia
"kenapa melihatku seperti itu hah?" omel zia
"tidak" jawab fandi
kemudian zia pergi kearah ruang tamu dan meninggalkan fandi yang masih duduk dikursih meja makan
"huh lagi lagi dan lagi aku ditinggal" gumam fandi saat menyusul zia menuju keruang tamu lalu duduk disebelah zia.