NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shakila

Tasya Fitra Shakilah Haris, gadis cantik bertubuh mungil itu menjadi korban keegoisan ayahnya yang ingin menjodohkannya dengan anak dari sahabatnya, walaupun menolak berkali-kali Tasya akan tetap dijodohkan dengan pria yang memiliki umur jauh lebih tua darinya bahkan ia tidak mengenalinya dan tidak pernah memikirkan akan berjodoh dengan pria yang di anggapnya tua itu, namun karena suatu kejadian akhirnya Tasya menerima perjodohan itu dengan penuh keterpaksaan.

Akankah pernikahan mereka akan menimbulkan cinta?

Yukk baca kisah Tasya selanjutnya ❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria dingin dan juga menyebalkan

"Dasar bodoh, mana mungkin itu terjadi. Aku menikahi wanita yang masih membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, mana mungkin dia akan memberikan kasih sayang pada Zayn, justru seharusnya wanita itu yang mendapatkan kasih sayang dari Zayn sebagai seorang adik." Bentak Rey kesal, membuat Vano terperanjat dari duduknya dan menatap Rey takut, karena ia baru melihat kemarahan Rey untuk pertama kalinya

"M-memangnya kakak menikah dengan siapa? apa dia memiliki umur yang lebih muda darimu?" tanya Vano menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia berusaha bertanya dengan hati-hati takut jika Rey semakin marah jika ia salah bertanya.

"Tentu saja, dia seperti anak kecil. Huh, kenapa papa menjodohkanku dengan gadis itu?" Rey menghembuskan napas kasar, ia masih tidak menyangkah jika akan menikah dengan wanita yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan walaupun usia wanita itu sudah menginjak 21 tahun.

"Pasti om Vino memiliki alasan yang baik makanya dia menjodohkan kakak dengan wanita itu."

"Entahlah." ucap Rey menyandarkan kepalanya di sandaran kursi sambil memijat pelipisnya yang dirasa sakit

"Mm, baiklah kak. Aku tinggal ke dalam dulu." pamit Vano lalu ia beranjak berdiri dan hendak melangkahkan kakinya namun Rey mencegahnya.

"Sejak kapan kau pacaran dengan wanita itu?"

"Siapa? Nadine?" tanya Vano menoleh ke arah Rey.

"Siapa lagi? memangnya kekasihmu ada berapa? jangan coba-coba mempermainkan wanita lagi!" tukas Rey menatap Vano kesal.

"T-tidak kak, aku sudah menyesali perbuatanku. Aku akan menjaga Nadine dengan baik." ucapnya menunduk.

"Baiklah, jangan melakukan kesalahan lagi. Jika kau tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya." Vano mengganggukan kepalanya lalu ia kembali melanjutkan langkahnya.

***

Saat Vano masuk ke ruang tamu, ia mendapati Nadine yang sedang berbincang-bincang dengan om Vino.

"Eh, Om. kenapa pulang jam segini?" tanya Vano menghampiri Nadine dan duduk di sampingnya.

"Ini sudah jam pulang, apa kau tidak lihat ini sudah sore?" tanya Om Vino menatap keponakannya itu. Sejenak Vano melirik ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya itu.

"Eh, iya." Vano tersenyum lebar.

"Kenapa kau meninggalkan kekasihmu sendirian di sini?" tanya Om Vino menautkan kedua alisnya.

"T-tadi aku sedang mengobrol dengan kak Rey."

"Apa yang kalian bicarakan sampai begitu privasi?"

"Eh, i-itu Om--."

"Papa, sejak kapan papa di sini?" tanya Rey yang baru saja melangkah masuk ke ruang tamu.

"Dari tadi. Kau sudah mengantar calon istrimu untuk mencari gaun?" Vino menoleh ke arah anak sulungnya itu

"Sudah Pa."

"Oh, baiklah. Nadine, Om tinggal ke kamar dulu ya." ucapnya beranjak berdiri. Nadine menjawab dengan anggukan.

"Dan kau Van, ajaklah kekasihmu untuk menikmati kota ini. Ini pertama kalinya dia ke sini."

"I-iya Om."

"Bermalamlah di sini. Tidak perlu memesan kamar hotel." ketusnya

"Baik Om." ucap Vano masih menatap pamannya itu, lalu Om Vino berlalu pergi dari sana. Begitu juga dengan Rey.

***

Malamnya, Kinaya sedang merapikan pakaian yang tadi sempat dibelinya di butik.

"Ma, apa mama melihat ponsel Tasya?" tanya Tasya yang baru saja masuk ke dalam kamar mamanya itu.

"Tidak Syaa. Kau taruh di mana ponselmu?" tanya Kinaya menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arah anaknya itu

"Aku juga nggak tahu. Apa tertinggal di butik? tapi saat di butik aku tidak mengeluarkan ponselku dari dalam tasku." ucap Tasya sembari berpikir, mengingat-ingat kapan terakhir ia mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.

"Astagaa Ma, aku lupa ponselku di mobil pria itu." gumam Tasya.

"Pria yang mana?" tanya Kinaya bingung.

"Di mobil kak Rey Ma." ucapnya lalu melangkahkan kakinya dan duduk di tepi ranjang.

"Oh, biarlah." Kinaya kembali melanjutkan aktifitasnya yang terhenti tadi.

"Kenapa dibiarkan? Aku sangat membutuhkan ponselku Ma." ketusnya dengan wajah memelas.

"Tidak mungkin kau menyuruh Rey yang membawakannya ke sini. Ini sudah hampir larut malam." Kinaya melangkahkan kakinya menghampiri Tasya lalu ikut mendudukan tubuhnya di samping Tasya.

"Kenapa harus dia, kan bisa saja supirnya om Vino yang membawakannya atau Mama suruh Pak Komar saja yang mengambilnya."

"Ini sudah malam Sya, kasihan kalau kita harus menyuruh pak Komar untuk mengambilkannya, dia sangat kelelahan karena bekerja seharian tadi."

"Tapi ponselku bagaimana Ma?"

"Nanti besok Mama akan menelponkan Rey untuk membawakan ponselmu ke sini." ujar Kinaya.

"Tapi Maa. aku membutuhkannya sekarang. Bagaimana jika kak Ryo tiba-tiba menelponku dan akan semakin marah nanti jika aku tidak menjawab telponnya?"

"Huh, kenapa kau masih memikirkan pria itu? dia sudah menyakitimu, kenapa kau tidak bisa merasakan hal itu?. Kau sudah dibutahkan oleh cinta." ketus Kinaya menatap Tasya kesal, ia sudah tidak menyukai Ryo lagi semenjak Ryo menolak untuk menikahi Tasya apalagi dia membuat Tasya menangis semalam, membuat Kinaya semakin membenci kekasih anaknya itu.

"Aku mencintainya Ma." ucap Tasya, matanya mulai berkaca-kaca.

"Syaa, sadarlah. Ryo bukanlah pria yang baik jika dia pria baik dia akan menikahimu."

"Ryo akan menikahiku, tapi bukan sekarang Ma."

"Sudahlah, Mama tidak ingin membahas dia lagi. Kau tahu sendiri bagaimana perlakuan ibunya kepadamu, dia malah mengira kau anak orang miskin yang hanya menggorogoti kekayaan anaknya kan? jika ibu bertemu ibunya Ryo, akan kulemparkan uang Mama ke wajahnya." Kinaya benar-benar sudah sangat emosi, ia tidak menyangkah jika ibu dari kekasih anaknya itu memperlakukan Tasya seperti itu. Sebenarnya dia sudah emosi ketika pertama kali Tasya menceritakan hal itu, namun ia masih berpikir positif namun setelah Tasya menceritakan perlakuan ibunya Ryo saat acara Wisuda, membuat Kinaya tidak berpikir positif lagi, ia malah membanci wanita itu.

"Kenapa Mama berbicara begitu?" tanya Tasya mengernyitkan dahinya bingung, ia baru melihat reaksi ibunya yang seperti ini.

"Sudahlah, jangan membahasnya lagi. Kau tidurlah, besok hari pernikahanmu sayang." ucap Kinaya dengan suara melunak

"Ma, apa nggak bisa di tunda?" tanya Tasya memeluk mamanya erat.

"Tidak bisa sayang." jawabnya sambil mengusap-usap punggung anaknya itu

"Ma, tapi aku tidak menyukai pria itu, dia sangat dingin dan juga sangat menyebalkan." ketusnya lalu melepaskan pelukannya, seketika Kinaya mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Tasya barusan

"Kenapa menyebalkan?"

"Mama dengar sendiri. Dia mengataiku jelek saat tadi di butik. Huh, aku sangat malu sekali, mana ada coba seorang pria yang mengatai calon istrinya jelek di depan banyak orang." gerutu Tasya kesal. Kinaya terkekeh lalu ia memengang kedua bahu Tasya dan berkata

"Berarti kau marah karena itu, dan meninggalkan Mama di mobil dan berlalu masuk ke dalam rumah tanpa pamit karena itu juga?" tanya Kinaya sambil tersenyum. Tasya menganggukan kepalanya.

"Hahah, kau lucu sekali." ucap Kinaya mencubit hidung mancung anaknya sambil menggelengkan kepalanya

"Aaww, kenapa Mama mencubit hidungku?" ketus Tasya sambil mengusap-usap hidungnya yang memerah.

"Ayo, mama akan mengantarmu ke kamar." Kinaya beranjak berdiri, lalu Tasya ikut beranjak berdiri, kemudian mereka berlalu pergi menuju kamar Tasya.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung.. 😘

1
Haila Bsisb
./Good/
Haila Bsisb
maaf aku masik baca terus jadi belum kasih like
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya,

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Haila Bsisb
maaf Bari kasih like
Eni Fatar
ceritanya bagus cuma kelamaan thor
Andi Bahraeni
Luar biasa
Yustina Ina
ini cwe krjaan nya nyusahin mlu munafik
Anak Lanang
sasya yg meninggal kaka y tasya kemungkinan pacar y rey ....
Anak Lanang
mantan y rey..
Ayie Banjar
jangan² nisa cew yg dicari sama adx nya rey..
Rosmina Sumang
tdk sholat subuh tasya
reddy
dihh kase tnggal anj
Pariyah Iyah
peran si Tasya tidak mencerminkan istri Sholehah,,merengkel,,egois,, tutur katanya pun terhadap suami kurang sopan..
Detti Siregar
Luar biasa
Detti Siregar
Kren tor
Nur Afifah Syafira
sopir rey adam author..bukan pak khomar. pak khomar dibandung supir papa haris.
Nha Hegi
sorry thor boring bacanya. aq keluarya.
sukses selalu buat othor nya
Nha Hegi
dititik ini sepertinya sudah mulai bosan.
Suhaida Ghani
bestnya ceritanya
Diandra Dhi
Biasa
Eka Zainal
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!