Akibat perbuatan ibu tirinya, Aya harus rela meninggalkan semua harta yang dimiliki ayahnya dan angkat kaki keluar dari rumah tanpa membawa apapun.
Tak pernah mendapatkan kasih sayang dan selalu di sisihkan membuat Aya melampiaskan semua masalahnya dengan alkohol yang bisa membuatnya melupakan sejenak semua masalah yang menimpanya.
Akibat alkohol ia pun membuat kesalahan satu malam dengan seorang pria yang tak di kenal, yang membuat Aya terjerat dengan seorang pria yang tidur bersamanya.
Tak hanya itu, Aya yang salah satu mahasiswi di universitas swasta, harus pasrah saat mendapat skor akibat perbuatannya sendiri.
Bagaimana nasib Aya setelah semua mimpi dan harapannya hancur?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
Hari ini Aya berniat untuk pergi ke makam ibunya, karena hari ini tepat 15 tahun kepergiannya.
Aya berulangkali berusaha menghubungi Elang namun tak satu panggilan pun di angkat padahal hanya untuk meminta izin pergi. Namun Aya tak berani pergi jika tak mendapatkan izin dari suaminya, walaupun dia menginginkannya.
Aya sangat gelisah karena panggilan telepon nya tak diangkat, setelah beberapa saat gelisah ponsel Aya pun berdering dan ternyata Elang menghubungi balik.
"Halo, ada apa sayang, menghubungiku, maaf mas masih sibuk ada mitting penting yang tidak bisa di ganggu."
"Maaf mas kalau aku mengganggu, aku hanya mau minta izin pergi ke makam mama, tempatnya tak jauh dari sini." jawab Aya.
"Apa gak bisa besok, kalau Sekarang mas gak bisa menemani, soalnya mas masih sibuk, besok saja ya, mas gak tega mengizinkan kamu pergi sendiri, mas takut kamu kenapa-kenapa." Tolak Elang, yang tak mengizinkan Aya pergi.
"Baiklah, jika mas gak mengizinkan." dengan sedih Aya pun menutup panggilan telepon suaminya.
Dengan rasa kecewa Aya , kembali ke kamar dan memilih melampiaskan kekecewaan nya di dalam kamar, membatalkan semua yang sudah di rencanakan untuk melepaskan rindu.
"Ma, maafin Aya gak bisa datang ke makam mama, Aya sudah mengingkari janji ma. maafin Aya. Bisa 'kan mama maafin." Aya mencurahkan isi hatinya yang merasa kecewa, karena ini adalah kali pertamanya Aya tak mengunjungi makam mamanya.
Tangis Aya tak terbendung lagi, tanpa memperdulikan kondisinya yang tengah hamil. Tangisnya yang yang sedari tadi akhirnya membuatnya lelah dan memilih tidur dan membiarkan kamar terkunci.
Pelayan pun beberapa kali mengetuk pintu memanggil Aya namun tak ada jawaban dari Aya , membuat pelayan rumah gelisah dan memilih melaporkannya kepada Elang.
Elang yang masih sibuk dan belum bisa pulang mencoba menghubungi istrinya namun tak ada jawaban, berkali- kali dicoba namun tetap tidak ada jawaban.
Elang mulai gelisah takut ada apa-apa dengan istrinya akhirnya memilih untuk membatalkan beberapa mitting penting demi istrinya.
****
Tak lama Elang pun sampai di rumah dan segera menghampiri kamar dimana Aya sedang mengunci diri dikamar.
tok..
tok...
tok...
"Aya buka pintunya sayang, mas sudah pulang, ayo buka pintunya sayang." panggil Elang namun tak ada jawaban dari Aya membuat Elang makin cemas.
"Bi...ambilkan kunci cadangan yang ada di meja kerja." Perintah Elang pada salah satu pelayan.
Dengan segera pelayan mengambilkan kunci cadangan dan memberikan kepada Elang. . Setelah pintu terbuka betapa terkejutnya Elang melihat istrinya tengah tertidur namun lantai di penuhi banyak tisu yang berhamburan.
Elang menghampiri Aya yang tengah tertidur dan pelayan membersihkan tisu yang berhamburan di lantai.
"Sayang, bangun. Mas sudah pulang" panggil Elang mencoba membangunkan aya. Bukannya bangun Aya malah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tak menghiraukan Elang yang ada disampingnya.
"Sayang maafin mas, mas melakukan ini untuk kebaikanmu, mas gak mau kamu kenapa-kenapa." Jelas Elang. Namun Aya tetap saja nggak luluh dengan bujukan suaminya dan tetap saja kak mau melihat wajahnya.
"Baiklah kalau masih mau marah, gak papa aku terima, tapi aku akan marah jika anak ku kenapa-kenapa, kalau begitu mas pergi saja, aku gak suka melihat istri yang tercinta marah," ancam Elang dan ia pun bangkit berdiri dan hendak meninggalkan Aya.
"Jangan pergi." Aya menahan tangan Elang agar tidak meninggalkannya, Elang pun tersenyum dan kembali duduk.
Aya membuka selimutnya dan duduk dengan mata yang merah karena terlalu lama menangis.
elang yang melihat istrinya, merasa kecewa karena sikapnya membuat Elang merasa bersalah dan langsung memeluk Aya.
"Maafkan aku sayang jika sikapku membuat istri ku kecewa, aku benar-benar gak ada niat menyakiti hati mu, Aku cuma gak mau istriku kenapa- kenapa." ucap Elang seraya menghapus sisa-sisa air mata istrinya.
Ucapan Elang malah membuat air mata Aya kembali jatuh ke pipi, yang ternyata suaminya sayang dan peduli padanya.
"Mas, aku cuma sedikit kecewa, mungkin aku yang belum sadar diri bahwa aku Sekarang sudah punya suami yang bertanggung jawab atas diriku, karena sebelumnya tak pernah ada orang yang melarang aku pergi ke makam mama. Sudah 15 tahun mama meninggal dan aku rindu padanya. Walaupun hanya melihat nisan mama kerinduanku bisa sedikit terobati. Mama begitu cepat meninggalkanku disaat aku masih membutuhkan kasih sayang seorang mama. Dan papa juga begitu cepat meninggalkanku dan belum sempat menjadi waliku untuk menikahkan aku, aku benar-benar rindu." tangis Aya tak terbendung dalam pelukan Elang saat mencurahkan perasaannya.
Elang hanya bisa mendengar dan mencoba untuk menangkan Aya.
"Dengarkan aku sayang, besok kita ke makam mama dan papa, sekarang hentikan tangisnya. Maaf kalau mas gak bisa memahami perasaan rindu yang istri mas rasakan,"ucap Elang
"Sekarang jangan sedih lagi, kasihan anak kita nanti juga ikutan sedih kalau mamanya sedih." imbuhnya.
"Sayang, maafin papa ya yang sudah membuat mamamu menangis, papa janji gak akan mengulangi lagi." Elang pun mengusap perut aya dan berbicara dengan calon anaknya yang masih dalam kandungan.
"Tapi mas janji kan, kita akan pergi ke pemakaman mama dan papa?"
"Iya sayang mas janji. Sekarang jangan sedih lagi, mas gak suka lihatnya, mas lebih suka melihat istri mas selalu tersenyum." bujuk Elang dan Aya pun berusaha tersenyum di depan Elang.
Akhirnya Elang bisa bernafas lega melihat Aya tidak marah lagi padanya, walaupun harus mengorbankan pekerjaannya hingga terbengkalai, namun setelah melihat senyumnya, Aya bisa kembali bekerja dengan tenang.
"Aya sayang, tapi mungkin kita gak bisa berangkat bersama, karena mas harus menghadiri rapat pagi yang seharusnya hari ini, kerena hari ini mas undur mas pertemuan nya besok pagi, gak papa kan."
"Baiklah, gak papa mas, maafin aku kalau aku bersikap seperti anak kecil, dan membuat mas kuatir. Aku janji gak akan mengulanginya lagi selama mas gak bikin aku marah."
"Baik istri ku tersayang, lebih baik sekarang makan dulu, kasian anak kita nanti gak dapat nutrisi kalau mamanya mogok makan, biar mas suapin ya." ajaknya dan Aya pun mengangguk setuju. dan mereka pun pindah kemeja makan untuk makan.
To Be Continued ☺️☺️☺️