NovelToon NovelToon
PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS

Status: tamat
Genre:Teen / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Persahabatan / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Respati

Seorang gadis terbunuh karena menolong sahabatnya, Namun Tuhan menghidupkan kembali pada gadis Polos yang terbunuh ..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PGP 28. Nina Kembali.

Setelah Dokter selesai memeriksa Nina, Rosa menata baju dan barang - barang Nina kedalam tas untuk di bawa pulang, Rifan yang memang sejak kemarin tidak pulang dan tidur di rumah sakit menemani Rosa menjaga Nina sengaja tidak pergi ke kantor. Dia takut kehilangan kembali gadis cantik yang kini terlihat sedang sibuk membersihkan baju- baju Nina.

"Bee...apakah nanti Nina langsung kau bawa ke rumahmu...?" tanya Rifan yang sedang duduk di sebelah pembaringan Nina .

"Kak...sudah ku bilang jangan memanggilku seperti itu...kau bisa kan memanggikku dengan namaku saja...?" sungut Rosa kesal.

"Nggak...aku suka memanggilmu seperti itu..." ucap Rifan sambil menatap pada Rosa yang sedang sibuk memasukkan baju Nina kedalam tas .

"Ck.. Mendengarnya saja Rosa geli kak.." ucap Rosa kesal.

"Ha ha...tapi aku suka...Oh apa aku ganti dengan panggilan My sweety aja ya...?" goda Rifan .

Mendengar perkataan Rifan, ingin Rasanya Rosa membunuh pria tampan yang ada di sebelah pembaringan Nina itu. Rosa heran... Kenapa orang bilang pria menyebalkan itu pria dingin.

"Kak...jangan membuatku ingin segera membunuhmu ya..." ucap Rosa datar sambil menatap Rifan dengan kesal sebelum dia kembali menyelesaikan pekerjaannya. Mendengar perkataan Rosa dan tatapan kesal Rosa, Rifan tertawa senang. Dia tak pernah sesenang seperti sekarang. Sejak dulu dialah yang selaku kesal dengan perhatian yang memuja dari wanita- wanita yang dia temui. Dan baru sekaranglah dia melihat seorang gadis yang begitu dingin dan kesal saat bertemu dengannya.

"Karena itu kau harus terbiasa aku memanggilmu Bee.." ucap Rifan setelah berhenti tertawa.

"Terserah..." jawab Rosa yang terlihat oastah dan kesal.

Setelah selesai dengan pekerjaannya, Rosa segera menaruh barang- barang itu di atas meja.

"Kau belum menjawab pertanyaanku Bee..." kata Rifan lagi. Rosa menatap Rifan sekilas.

"Kalau tante Ratih memperbolehkan, aku akan membawa Nina langsung ke Villa ku..." jawab Rosa.

"Kau tinggal di Villa...?" tanya Rifan kaget.

"Kenapa...ada yang salah...?" kata Rosa datar. Kini Rosa mendekati Nina dengan tangan membawa sisir rambut.

"Jadi selama ini kau tinggal di Villa Bee.?" tanya Rifan lagi.

"Kenapa kau sekaget itu...?" tanya Rosa sambil menatap Rifan sekilas. Dia merapikan Rambut Nina yang sekarang sedang bermain dengan ponsel Rosa .

"Ya ampun Bee...apakah kau tidak tahu, kalau aku mencarimu saat kau tidak kembali bekerja di perusahaan.." ucap Rifan sambil menatap Rosa.

"Mencariku..? Untuk apa...aku tidak memiliki hutang pada perusahaan, aku juga tidak mencuri properti perusahaan, kenapa aku di cari...?" Tanya Rosa sambil menatap Rifan dengan heran.

"Kau memang tidak memiliki hutang, juga tidak mencuri properti perusahaan, apa kau tidak sadar kalau kau telah mencuri hatiku, perasaanku...!" ucap Rifan sambil menatap Rosa.

Mendengar ucapan Rifan terlihat wajah Rosa menyerah.

"Dasar pria menyebalkan, kenapa kata- kata menjijikkan selalu keluar dari mulutmu kak...!" seru Rosa sambil pergi kearah kamar mandi.

"Bee..aku berkata yang sebenarnya... aku memang mencarimu karena aku tidak ingin kehilangan dirimu...!" seru Rifan . Rosa yang kini sedang berada di dalam kamar mandi tertegun sejenak. Tiba- tiba dia merasakan perasaan aneh itu kembali.

"Siit...kenapa aku merasakan perasaan ini lagi...ada apa denganku.." gumam Rosa.

Dia segera mandi dan mengganti pakaiannya yang sejak kemarin belum ganti. Mamat tadi pagi telah membawakan pakaian ganti dan makanan dari Villa .

Setelah selesai dengan ritual mandinya, Rosa segera keluar dari kamar mandi.

Dia melihat Rifan masih duduk di kursi yang di tempat tadi.

"Kau tidak mandi...?" tanya Rosa .

"Kau mau memandikanku...?" goda Rifan sambil tersenyum menatap Rosa yang terlihat segar dan cantik setelah mandi. Terlihat kilatan kesal di mata Rosa saat mendengar ucapan Rifan. Namun gadis itu hanya menatap Rifan sekilas . Melihat tingkah Rosa , Rifan tertawa.

"Kau tahu...aku semakin tergila- gila padamu sayang..." ucap Rifan yang tiba- tiba sudah berada di belakang Rosa yang sedang menyisir rambutnya dan berkata lembut di telinga Rosa. Hingga Rosa merasakan nafas lembut Rifan. Dan Rosa merasakan darahnya membeku serta merasakan debaran di jantungnya . Rifan tersenyum dan berlalu masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Rosa yang membeku di tempatnya .

Rosa tersadar dari keterbekuannya ketika mendengar Nina berkata.

"Kak...nanti Nina langsung pulang ke Villa ya...?" ucapan Nina membuat Rosa tersadar.

"Kita lihat nanti sayang...tapi yang pasti Nina akan keVilla kak Rosa.." jawab Rosa.

"Tapi Nina pinginnya nanti langsung ke Villa saja..." ucap Nina.

"Iya sayang..." jawab Rosa.

Tok tok tok...

Rosa segera berjalan ke pintu ruang inap Nina, Perlahan dia membuka pintu.

Terlihat Johan dan Mamat berada di depan pintu.

"Ada apa Jo...?" tanya Rosa . Dia membawa mereka menjauh dari kamar Nina.

"Ros...apakah kau besok bisa menghadiri meeting dengan tuan Reksa dari Korea...kita tidak bisa menunda meeting ini Ros...?" kata Johan pelan.

"Besok...? Sepertinya bisa Jo..insyaallah besok Nina sudah ada di Villa .." ucap Rosa.

"Syukurlah...sebab beliau ingin bertemu dengan pemilik perusahaan..." kata Johan lagi .

"Iya aku bisa...besok kau WA aku , jam berapa metingnya..." kata Rosa.

"Baik..."jawab Johan .

"Nach sekarang cepatlah pergi, aku tak ingin ketahuan si Rifan , untung dia ada di dalam kamar mandi. Kenapa kau tak mengatakan lewat telfon saja..?" kata Rosa.

"Maaf...gue takut elo nggak bisa datang. Lagian baru saja aku meeting dengan perusahaan milik tuan Rendi yang ingin membeli alat pelindung perangkat komputer mereka ..." kata Johan .

"Alat pelindung..? Menangnya kenapa dengan komputer mereka..." tanya Rosa.

"Komputer perusahaan mereka, di bobol heker.." jawab Johan.

"Ya sudah, kalian bisa pergi sekarang, pasti sebentar lagi Rifan sudah selesai mandi..." kata Rosa.

"Ya sudah kami pergi dulu... Asalamualaikum ..." ucap Johan berpamitan.

"Kami pergi dulu Bos..Asalamualaikum "

Ucap Mamat.

"Waalaikum salam ..." balas Rosa.

Johan dan Mamat segera pergi meninggalkan Rosa. Dan tanpa Rosa sadari Rifan sejak tadi sudah selesai mandi. Saat dia keluar dari kamar mandi dia tidak melihat Rosa. Ketika dia melihat pintu kamar terbuka dia ingin menutupnya, namun saat itu dia melihat Rosa sedang berbicara dengan dua orang pria muda dan tampan di lorong rumah sakit yang tak jauh dari kamar Nina. Dan setelah dia perhatikan , salah satu dari mereka adalah teman Rosa yang bekerja bersama Rosa di kantornya. Namun sekarang pria itu berpakaian Rapi .

"Siapa mereka...dan siapa sebenarnya gadisku ini...aku merasa mengenal pria yang sedang berbicara dengan Rosa.." ucap Rifan sambil terus mengingat Johan yang sedang berbicara dengan Rosa. Saat mereka pergi meninggalkan Rosa. Rifan cepat- cepat masuk kedalam kamar mandi. Tak lama terdengar pintu di tutup. Perlahan Rifan keluar dari kamar mandi.

"Sudah selesai mandi...?" tanya Rosa.

"Bukankah kau lihat aku sudah terlihat tampan Bee..." goda Rifan.

"Ck narsis banget..." ejek Rosa. mendengar ucapan Rosa, Rifan tertawa keras .

"Apakah Om dan Tante akan datang kak...?" tanya Rosa setelah melihat Rifan selesai tertawa.

"Sebentar lagi mereka akan datang..." jawab Rifan.

"Apakah mereka mengijinkan aku membawa Nina...?" tanya Rosa sambil menatap Rifan yang sedang menyisir rambutnya memakai sisir Rosa.

"Jangan khawatir...mana mungkin mereka tega menolak permintaan calon menantu mereka..." ucap Rifan sambil menatap Rosa dan tersenyum penuh arti.

"Kenapa sich kau selalu mengatakan seperti itu..." ucap Rosa kembali kesal .

"Aku akan mengatakan seperti itu terus sampai kau mau menerimaku menjadi kekasihmu..." ucap Rifan lagi.

"Kalau begitu aku akan menjauh darimu.." jawab Rosa sambil melangkah mendekati Nina .

"Dan aku akan selalu menempel padamu..." jawab Rifan dengan tenang.

Rosa hanya bisa mendengus kesal mendengar ucapan Rifan .

"Tak akan ku biarkan kau menjauh dariku sayang..." ucap Rifan dalam hati.

#$$$#

Sedang di belahan Negara lain, Seorang pria tampan sedang termemung saat pria bawahannya masuk kedalam ruangannya.

"Apa yang dapat kalian temukan...?" tanya pria itu .

"Maaf Bos..kami tidak dapat mencari data Nona Kanaya sama sekali. Kami hanya bisa melihat data sebelum terjadi kecelakaan yang mengakibatkan dia tewas dalam kecelakaan itu. Mobilnya di temukan meledak di dalam jurang, .." jawab pria yang ada di depannya.

"Lalu siapa gadis yang menelfonku kemarin, dan nomor itu hanya dia dan keluargaku serta sahabatku yang mengetahuinya.." ucap pria itu yang ternyata Exsal sahabat Kanaya .

Dan hanya Kanaya lah yang tahu soal pembunuhan dia hampir enam tahun lalu itu. Dan dia baru tahu kalau Rosa selamat juga dari penyerangan itu dua tahun laku . Dia koma hampir satu tahun , dan baru dua tahun lalu dia baru tahu kalau sang sahabat masih hidup .Satu tahun yang lalu dia ingin membuat kejutan pada Kanaya, namun sebelum dia melaksanakan kejutan itu, dia mendengar sang sahabat mengalami kecelakaan dan meninggal dunia .Saat itu dia mengalami kekecewaan , dan penyesalan yang teramat besar. Namun kini...dia mendapatkan caci maki dari gadis yang mengaku sebagai Kanaya sang sahabat yang sudah dia anggap adiknya sendiri.

"Kanaya...apakah kau masih hidup sahabatku...lalu kau dimana...?" tanya Exsal dengan wajah sedih.

"Apakah kalian telah menyelidiki tentang kecelakaan si Rosa...?" tanya Exsal lagi .

"Dia mengalami kecelakaan karena ingin menolong sahabatnya yang telah di sandera oleh seseorang dan itu berkaitan dengan kelompok tuan Robet..." kata pria itu lagi .

"Ooo begitu...Robet...tunggu saja nanti, kalau kau ada sangkut pautnya dengan kematian Rosa, maka tunggu saja pembahasan dariku..." ucap Exsal dingin.

Melihat kemarahan di wajah Exsal, sang pengalaman bergidik ngeri.

Kembali ke Rosa.

Saat Risa sedang membalas pesan dari Asep kalau Asep sudah berangkat menuju rumah sakit, terdengar ketukan di daun pintu. Dengan segera dia berjalan menuju pintu. Saat pintu terbuka terlihat Mama Rifan telah berdiri di depan pintu ruang inap Nina bersama sang Mama Safitri. Dan di belakang mereka terlihat tuan Alex dan Papa Rendra sedang berdiri dengan gagah.

"Lo Mama, Tante...kok samaan kemari..?" tanya Rosa heran.

"Mama dengar kau akan membawa Nina kembali ke Villamu ya...?" kata sang Mama sambil memeluk dan mencium Rosa setelah gadis itu mencium tangannya.

"Aah itu...iya Ma nanti kita bicarakan Ma, ayo masuk Ma...pagi tante..." sapa Rosa yang sudah melepas pelukan sang Mama dan berganti mencium tangan Ratih.

"Pagi juga Nak..." ucap Ratih sambil mencium pipi Rosa kanan kiri.

"Silahkan masuk Tan..." ucap Rosa.

"Trimakasih sayang..." ucap nyonya Ratih. Rosa segera mendekati sang Papa yang telah berdiri di depannya.

"Pagi Pa..." ucap Rosa sambil mencium tangan Sang Papa. dan sang Papa membalas dengan memeluk dan mencium keningnya dengan kasih sayang. Dia bersyukur karena Tuhan telah memberi kesempatan pada dia untuk melihat dan masih bisa memeluk sang putri walaupun. di tubuh gadis lain.

"Kau sudah makan...?" tanya sang Papa.

"sudah Pa...tadi dapat kiriman dari Villa.." jawab Rosa sambil melepas pelukan sang Papa.

"Silahkan masuk Pa..." kata Rosa.

"Trimakasih sayang...." jawab tuan Rendra. sedang tuan Alex sangat heran melihat keakrapan tuan Rendra pada putri angkatnya.

"Pagi Om..." sapa Rosa pada tuan Alex dengan lembut .

"Pagi Nak..." jawab tuan Alex .

"Silahkan masuk Om..".ucap Rosa.

"Trimakasih nak..." jawab tuan Alex sambil melangkah masuk. dan ternyata Rifan juga menyambut kedatangan mereka diapun mencium tangan keempat orang yang baru datang itu.

Terlihat Nina juga turun dari pembaringan dan ikut menyalami dan mencium tangan mereka satu persatu.

"Waah cucu nenek sudah terlihat cantik sekali, apakah kau sudah merasa sehat sayang...?" sapa nyonya Ratih pada Nina

"Sudah Nek....Nek...bolehkan Nina ikut kak Rosa kembali ke Villa kak Rosa nek..?" kata Nina sambil menatap sang Nenek dengan wajah memohon .

melihat wajah Nina yang terlihat ceriah , nyonya Ratih tidak tega membuat gadis itu sedih kembali.

"Boleh sayang...tapi kau harus janji akan selalu datang kerumah nenek jika libur sekolah..." kata nyonya Ratih sambil mencium kening Nina.

"Maksud Nenek Nina boleh tinggal kembali di rumah kak Rosa...?" ucap Nuna dengan wajah ceriah.

"Iya sayang...kau bileh kembali kerumah kak Rosamu..." kata Nyonya Ratih kembali.

"Horee....Trimakasih Nek...." seru Nina gembira. Melihat kebahagian Nina walaupun rasanya tak Rela melepas Nina, namun demi kebahagiaan sang Cucu nyonya Ratih merelakan itu. Apalagi Rosa gadis yang sedang di inginkan Putra semata wayangnya.

"Apakah kau bahagia tinggal bersama kak Rosamu...?" tanya Nyonya Ratih pada Nina.

"Tentu saja Nek...kak Rosa adalah kakak yang terbaik buat Nina nek..." ucap Nina dengan bangga.

Sedangkan Rosa sendiri sekarang sedang membenahi barang- barang yang akan mereka bawa pulang . Tak betapa lama terlihat rombongan keluarga Alex pemilik Rumah sakit DH pergi meninggalkan Rumah sakit itu. terlihat Mobil Rifan yang berisi Rifan Rosa dan Nina berjalan paling depan . di ikuti Mobil tuan Alex dan mobil tuan Rendra . mereka sengaja ikut mengantar Nina ke Villa Rosa. sebenarnya Rosa ingin naik Mobilnya sendiri . tapi karena paksaan dari Rifan akhirnya dia naik mobil bersama Rifan .

"Bee kita pergi kemana..?" kata Rifan pada Rosa yang duduk di sebelahnya bersama Nina.

"Villa pantai R Kak..." jawab Rosa datar.

"Apaa ..jadi Villamu ada di pantai R...?" tanya Rifan kaget .

"Iya...memangnya kenapa...?" tanya Rosa heran .

"Dasar Bodoh...mengapa mereka bisa terlupakan mencari gadis bandel ini di daerah itu..." ucap Rifan dalam hati.

" Kenapa kau diam kak...?" tanya Rosa lagi . Mendengar pertanyaan Rosa Rifan tergagap.

"Aah..tidak...tidak apa- apa . aku hanya heran, Setahuku desa itu adalah desa para Nelayan , apakah kalian tinggal di tempat kumuh itu...?" tanya Rifan lagi.

"Kumuh...? tepatnya kumuh...?!" ucap Rosa sambil menahan tawa. Memang kalau orang tidak datang sendiri mereka akan mengira kalau desa tempat Villa Rosa tinggal adalah tempat kumuh yang tak ingin di tinggali. namun saat mereka masuk kedalam desa itu. mereka akan melihat keindahan Desa yang ada di pinggir pantai. Rosa telah menciptakan desa itu desa yang indah rapi dan Bersih untuk itu Rosa tak segan membantu Rakyat miskin untuk membuat tempat tinggal mereka layak di huni . dan jika ada yang tidak memiliki Rumah tak segan Rosa membuatkan rumah buat mereka.

Dan Soal pekerjaan , Dengan kepandaian Rosa atau Kanaya, Dia membantu Rakyat cara mengolah hasil lautan juga pertanian, Namun Rosa atau Kanaya tidak pernah mengekspos tempat itu. karena dia tidak menginginkan keindahan Desa di sekitar Villa milik Rosa akan di cemari oleh para pelancong yang datang kesana.

"Iya...aku mendengar tempat itu paling kumuh di kota ini..." kata Rifan lagi.

"Kalau begitu bagaimana kalau kakak Pulang saja kembali ke apartemen kakak.." ucap Rosa sambil menahan tawa.

"Enak saja...biarpun kumuh aku akan tetap kesana..." ucap Rifan.

"Kak apa maksud Om Rifan tempat kumuh...?" ucap Nina.

"Tempat yang tak layak Di huni sayang.." jawab Rosa menjelaskan.

"Apaa...tempat Kak Rosa tak layak di huni...?" tanya Nina lagi.

"Benar Nina...tempat yang kumuh tidak dapat di huni ileh orang baik- baik sayang..." ucap Rifan sambil menatap sekilas pada Rosa dan Nina .

" Om Rifan...siapa yang bilang kalau tempat itu tidak baik...lihat saja nanti. pasti Om Rifan tidak ingin kembali kerumah Om sendiri..." ucap Nina dengan bangga.

"Ck...tentu saja Om tidak mau pulang karena ada Nina dan kak Rosa. " ucap Rifan sambil menatap kedepan. Tak lama mereka telah sampai di persimpangan jalan yang menuju Rumah Rosa.

"Kita ambil jalan yang mana Bee...?" tanya Rifan .

"Jalan Kanan Kak..." jawab Rosa datar. telihat dari jauh tempat ini sangat kumuh.

"Tunggu...bukankah ini tempatku saat aku di hadang anak buah paman Burhan.." ucap Rifan kaget.

"Di hadang...?" tanya Rosa heran.

"Iya ...dan kau yang menyelamatkan aku dari usaha pembunuhan Paman Burhan padaku Bee..." jawab Rifan lagi.

"Maksudmu aku pernah menolong kakak ..?" tanya Rosa.

"Benar...kau menolongku saat aku sedang di keroyok beberapa orang . kau dan salah satu temanmu membantu kami, maksudku Aku dan Dikra...!" ucap Rifan lagi.

"Benarkah...kok aku lupa ya..." jawab Rosa .

"Dasar kau gadis pelupa.." ucap Rifan sambil mengacak Rambut Rosa.

"Kak...kau membuat rambutku berantakan tau...!" seru Rosa kesal.

"Tapi kau tetap cantik..." goda Rifan senang. Rosa hanya Bisa cemberut kesal. Saat mulai memasuki Desa tempat tinggal Rosa, Rifan berdecak kagum.

"Lo...kok desa yang di katakan kumuh itu seperti ini... apa benar ini desa kumuh pantai R ,Bee...?" tanya Rifan tak percaya.

"Kau bisa melihatnya sendiri Kak..." jawab Rosa tenang. Di sepanjang jalan Rifan berdecak kagum melihat rumah- rumah yang terlihat sederhana namun tertata dengan rapi, serta di setiap rumah terlihat taman atau bunga yang tumbuh dengan terawat. Desa yang terlihat Bersih, indah dan rapi sangat membuat Mata sejuk. dan akhirnya mobil berhenti di sebuah Villa yang besar dan mega. Rosa menyuruh Rifan berhenti di depan Villa yang cukup mega itu . Saat mobil mau masuk Seorang satpam mendekati mobil itu. ketika melihat wajah Rosa ada di dalam mobil , satpam mengangguk hormat.

"Nona Rosa..." sapa sang satpam .Dia segera membuka pintu gerbang dengan segera. setelah sampai di dalam halaman Villa, Rosa dan Nina segera turun dari dalam mobil. dan bertepatan saat itu Mang Dulah dan bik Narti keluar dari Villa. ketika mereka melihat kedatangan Rosa bersama empat Mobil mewah dan salah satu milik Rosa sendiri . Mereka berdua segera menghampiri .

"Non Rosa...!" seru Bik Narti kaget. Dia segera mendekati Rosa bersama mang Dulah.

"Bibik...bawa Nina kedalam bik..dan Mang Dulah tolong bawa barang Nina kedalam. Oh ya bik...buatkan makan Siang buat kami..." ucap Rosa memerintah .

"Baik Non..." jawab Bik Rosa. namun sebelum dia pergi Bik Narti berbisik.

"Non nyonya besar ikut juga...?" kata bik Narti berbisik.sebab dulu dia telah di beritahu wajah kedua orang sang majikan.

"IYA bik..." Jawab Rosa pelan.

Bik Narti segera membawa Nina pergi kedalam rumah.

"Ros...ini Villa milikmu...?" tanya Rifan kaget sambil memandang keindahan Villa milik Rosa. Nina yang di bawa Bik Narti mendengar omongan Rifan.

"Tentu saja Om.. ...ini Villa milik kak Rosa sendiri..." ucap gadis itu sambil berjalan kedalam Villa bersama Buk Narti.

"Bee..kalau kau sekaya ini..lalu kenapa kau mau jadi seorang OB..?" kata Rifan sambil mendekati Rosa.

"Apakah aku tidak butuh uang kak... lagian aku akan kerja apa, jika ijasah yang aku punya hanya lulusan SMA...." jawab Rosa lagi. sedang kedua orang tua Rosa dan Rifan telah turun dari mobil mereka.

"Ros...ini Villa milikmu...?" tanya Nyonya Safitri pada sang Putri.

"He he he ...iya Ma...Maaf Rosa nggak pernah memberitahu Mama dan Papa.." jawab Rosa sambil tersenyum lembut.

"Kau tidak akan mengecewakan papa kan sayang...?" tanya sang Papa dengan kembut. Risa mengerti maksud Papa .

"Jangan khawatir Pa...Rosa anak Papa yang paling baik kok..." ucap Rosa sambil bergelayut di lengan kekar sang Papa, melihat sifat Maja Rosa pada sang Papa membuat Nyonya Safitri tersenyum haru dan mengusap kepala putrinya.

"Kau masih juga manja sayang...." ucap nyonya safitri haru. Rosa hanya tersenyum.

"Ayo masuk Pa, Ma, Tante Ratih. Om Alex..." ucap Rosa mempersilahkan mereka masuk.

Saat mereka semua masuk kedalam Villa yang di dekorasi bangunan bergaya eropa itu, Rifan menarik tangan Rosa.

"Kau harus menjelaskan semua ini sejelas- jelasnya..." ucap Rifan pada Rosa.

"Lo tadi Rosa kan sudah mengatakan semuanya kak..." jawab Rosa .

"Tidak...kau belum menjelaskan keseluruhan..." ucap Rifan lagi .

"Baiklah...tapi bukan sekarang Okey..." ucap Rosa sambil mengedipkan mata dan berjalan masuk kedalam Villa miliknya di ikuti Rifan.

"Maaf udah dulu ceritanya ya... gue lanjut besok.

Jangan lupa, like, vote, dan komennya selalu author tunggu . Maaf jika ada typo atau salah ketik.

Bersambung.

1
Hariyanti
thanks Thor.... ceritanya menarik dan menghibur 🥰🥰🥰🥰🥰🙏🙏🙏
Hariyanti
kualat kamu Rosa 😏😏sibuk ngabisin waktu cari orang yang ga penting buat kamu dan mengabaikan keluarga sendiri 🤔
Hariyanti
hah ...... kenapa terus muncul nama Alea 😏😏😏😏
Cici Kaswara
crta mafia tp religius bnget jadi kurang klop gitu thor
Cici Kaswara
dr sekian bnyak novel author knp yg satu ini yg kurang srek ya...gk sprt crta yg lain the best semua,,ini terkesan buru2 atau apa ya...pokoknya kurang ngena di baca alurnya....
tp klw cerita kolosal author paling the best....🙏
kriwil
knp ga minta talak🤣
kriwil
lagian dulu kan ga kenal sama keluraga si danar pas orang tuanya bilang alasan balas budi kan bisa nolak atau minta uang yang banyak si rosa🤣
kriwil
sejak kapan mafia hacker bayaranya cuma 15jt bukanya ratusan juta sekali pentas 🤣🤣 miskin amat ni cerita sampai sampai nama lakinya semua kek orang di kampung kampung pada umum nya🤣
kriwil
berubah sekarang juga percuma blm balas dendam apa akan saling jatuh cinta antata rosa dan danar ih kalau iya menjijikan🤣
kriwil
mungkin orang tua si roso mati karna orang tua danar siapa tau iri dengan kesuksesanya dan sekarang hartanya pindah ke mertua menikahkan anak nya sama rosa mungkin cuma alasan biar ga ketauan
kriwil
saking rosa san bi sum polosnya mati kelaparan padahal jemdela baru saja di buka 🤣
kriwil
yaelah nyawa orang tua mu cuma di balas nikah di atas kertas tamparan dan 1thn kalau nyerah suruh bayar 25jt🤣 ros ros oon masa kebangetan🙄
kriwil
setalah jiwanya ganti nanti hajar danar sampai gila tour
mrsdohkyungsoo
Kau ganti kamu ajah
$ᑕĥ¡ẓน𝕣υ: Baca karyaku juga kak
judulnya "Kebangkitan Sima Yi"/Hey/
total 1 replies
mrsdohkyungsoo
ganas😎
mrsdohkyungsoo
dekedai
safira
sebenarnya suka sangat novelnya seru tapi..terlampau mudah pulak d sentuh d peluk dan d cium jd rasa gk padan la guna unsur agama..ada solat 5 waktu..blom nikah..nie pendapat saya la..sorry thor..semangat novelnya..
LENY
MAU LANJUT BACA LG KARYA AUTHOR RESPATI KEREN BAGUS CERITANYA❤
LENY
KEREN CERITANYA BAGUS SERU HAPPY ENDING ❤👍👍
LENY
WAH KEREN CERITANYA HAPPY ENDING SEMUA ❤👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!