Bagaimana jika kamu bertemu kembali dengan Cinta Monyetmu?
Starla dan Bintang yang terjebak oleh perasaan cinta saat masa sekolah, kini bertemu kembali setelah 5 tahun lamanya. Sayangnya, Starla masih menjaga amanah dari Kakaknya Galang untuk menghindari keluarga Bintang karena suatu dendam keluarga yang sulit dimaafkan.
Akankah Starla juga Bintang memperjuangkan cinta monyet mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delis Misroroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjodohan
"Astaghfirullah aku lupa harus jemput kak Galang dan Kak Santi," Starla menepuk jidatnya lalu bergegas mengambil kunci mobil dan melaju menuju bandara.
"Untung aja hari ini jadwal operasi cuma satu dan itu masih nanti malem. Kalau telat pasti kak Galang gak akan habisnya ngomel. Bismillah." Starla bicara sendiri sambil tetap fokus menyetir.
Tiba di bandara.
Untungnya, Starla tiba tepat waktu karena pesawat yang dinaiki oleh kakaknya baru saja landing. Dan dengan sabar Starla menunggu sang kakak di Hall kedatangan. Tak butuh waktu lama untuknya menunggu karena Galang dan Kakak iparnya Santi melambaikan tangan mereka lalu bergegas menghampirinya.
visual Kak Galang dan Kak Santi.
Dengan cepat juga Starla menghampiri mereka lalu bergantian berpelukan melepaskan rasa rindu.
"Makin cantik aja deh, gak ketemu beberapa hari aja pipi ini makin cubby ugh…" ucap Santi sembari mencubit sisi pipi Starla.
"Kak Santi, aku udah besar dan aku sekarang seorang dokter, jangan begitu ah," keluh Starla yang merasa malu Santi masih menganggapnya anak kecil. Tapi Starla sayang suka bermanja dengan kedua kakaknya itu.
Santi Marantika Dewi adalah istri Galang yang baru dinikahi selama satu tahun. Keduanya belum diberikan keturunan dan Galang juga tidak merasa buru-buru untuk mendapatkan keturunan. Galang, dan Santi tak sengaja saling bertemu di luar negeri saat Galang sedang mencari pekerjaan. Dan Santi banyak membantu Galang juga Starla saat di luar negeri. Santi yang sudah jatuh hati pada Galang sejak pandangan pertama, memutuskan untuk melamar Galang terlebih dahulu hingga ahirnya mereka pun menikah.
Awalnya Galang hanya ingin fokus terhadap pendidikan Starla, namun Starla selalu meyakinkan Galang untuk segera membina rumah tangga mengingat usianya yang sudah matang. Tapi karena Santi juga baik terhadap Starla, Galang pun menyetujui dan menikahi Santi ala kadarnya. Keadaan dan ekonomi Galang tak pernah dijadikan alasan untuk Santi tak mencintainya. Santi sangat tulus mencintai Galang juga menyayangi Starla.
"Ayo kita pulang dan istirahat di rumah. Tapi rumah Starla kecil, jadi jangan protes ya hehe,"
Galang dan Santi saling melempar senyum bangga pada sang adik yang sudah sepenuhnya jadi wanita mandiri dan berkarir. Mereka berdua berpikir kalau Starla akan menjadi gadis lemah dan cengeng, nyatanya Starla mampu membanggakan kedua kakaknya itu.
"Kakak gak akan numpang lama-lama kalau rumah kamu kecil, kalau gitu kita harus buru-buru beli rumah sayang biar bebas bergerak," ejek Galang membuat Starla menggembungkan pipinya.
"Wah ini namanya PENGHINAAN BERAT. Tunggu sampe gaji Starla naik Starla bakal cari rumah yang besar huh," Starla terlihat kesal namun masih tetap fokus menyetir.
"Ngomong-ngomong mobil ini juga sedikit sempit ya sayang? Ahh Bu dokter tak pandai cari mobil deh, atau cari cicilan yang murah?" lagi-lagi Galang bernada mengejek pada adiknya.
"Kak Galang mau aku turunin disini dan jalan kaki?" ancam Starla.
"Banyak taxy ngapain jalan kaki?" jawab Galang santai.
"Emang Kak Galang udah punya uang rupiah?" Starla merasa dirinya akan menang.
"Hahaha sayang, coba lihat adik kecil kita ini, kalau marah sangat menggemaskan," lagi-lagi Galang mengejek Starla.
"Kak Galang yang terhormat, kalau anda masih ingin selamat di perjalanan tidurlah saja dan bangun saat sudah tiba dirumah, OKEY?." Starla tak ingin berdebat lagi dengan Kakaknya di jalan karena akan sangat mengganggu konsentrasi menyetirnya.
"Mas sudahlah jangan ngejek terus, nanti Mas disuruh tidur di luar sama tuan rumah Mas mau?" Santi tak mau kalah, tentu saja Santi makin memprovokasi Starla.
"Wah kalian memang pasangan yang sangat sempurna. Sepertinya aku harus cari temeng juga biar ada yang belain." jawab Starla masih dengan nada kesal.
"Bener banget, kakak sudah punya calon yang tepat untuk itu," setelah mengatakan kata yang ambigu bagi Starla, Galang langsung memejamkan matanya pertanda tak mau melanjutkan obrolannya.
"Apa? Calon yang tepat?" Starla tak habis fikir kalau Kakaknya benar-benar akan mencarikan jodoh untuknya.
Merasa belum waktunya, Santi pura-pura tidak tau dengan mengangkat kedua bahunya sebagai isyarat pada Starla.
"Oh ya ampun, apa aku hidup di jaman Siti Nurbaya yang harus menerima perjodohan? Please kak, Starla ini sangat cantik dan seorang dokter, Starla bisa cari cinta sejati Starla sendiri."
Tapi pembelaan diri itu tak ditanggapi oleh kedua kakaknya. Mereka malah sengaja memejamkan matanya agar Starla berhenti bicara. Starla memang selalu saja jadi bahan ejekan yang cocok untuk kedua kakaknya. Walaupun begitu, Starla tau apapun yang dilakukan kakaknya adalah yang terbaik untuk Starla sendiri. Begitulah yang dipikirkan Starla.
"Kak, ayolah maksudnya apa tadi?" Starla harus mendapatkan jawaban atas perkataan ambigu Galang.
"Ssstttt nyetir yang bener," sahut Galang dan kembali memejamkan matanya.
Tiba dirumah Starla.
"Kak Santi biar Starla aja yang bawa, kak Santi jangan angkat berat-berat," Starla meraih beberapa kantong plastik dari tangan Santi. Mereka mampir ke supermarket terlebih dahulu sebelum pulang karena banyak yang dibutuhkan Galang juga Santi.
"Adik yang pengertian, ugh gemes." Santi pun mencubit kedua pipi Starla dan berlalu membiarkan Starla melakukan yang dia inginkan.
"Kak Santi udah Starla bilang jangan cubit pipi terus ihh…" protes Starla malah mendapat tangan dengan lambang hati dari Santi.
Starla menghentakkan kakinya sedikit kesal lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
"Benar-benar rumah yang kecil. Sayang besok kita harus segera cari rumah SEPULUH KALI LIPAT lebih besar dari rumah ini ya?" Galang sengaja menekankan ucapannya supaya adiknya mendengar.
"Kalau gitu nanti Starla bakal jual rumah ini dan mengungsi di rumah kakak, huh." Starla berjalan menuju kulkas dan mengambil air mineral.
"Hahaha lihat sayang, adik kita ternyata belum dewasa. Sebaiknya kita segera menikahkan dia supaya cepat dewasa hahaha," Galang benar-benar Kakak yang jail bagi Starla. Tapi tanpa Galang, Starla tak akan mendapatkan hari-hari yang menyenangkan untuk dikenang.
Setelah beberapa tegukan, Starla melempar tubuhnya di sebuah sofa biasa yang ada di ruang keluarga.
"Kak, Starla serius, siapa yang Kakak maksud itu?" wajah Starla memang terlihat serius dan Galang pun tak menampakkan wajah bercanda.
"Dia masih saudara dari Kak Santi. Dia juga lulusan S2 universitas Al-Azhar Kairo. Kakak sudah bertemu dengannya satu kali. Dia tampan dan sudah mapan." jelas Galang dengan nada lembut.
"Kak, bolehkan Starla memilih pendamping Starla sendiri?" nada bicara Starla terdengar sedih.
"Apa kamu masih mengingat anak pembunuhan itu?" raut wajah Galang tiba-tiba berubah.
Starla langsung bangkit dan berdiri tegap.
"Kak! Namanya Bintang. Kenapa Kakak selalu bilang anak pembunuh anak pembunuh terus. Dia punya nama Kak." Starla terlihat marah.
"Dek, kamu harus terima kenyataan kalau dia memang anak dari pembunuh orang tua kita. Kamu harus ingat baik-baik hal itu. Sudah lima tahun Dek, bahkan laki-laki seperti dia pasti sudah menikah dan punya anak sekarang." tegas Galang namun tanpa nada tinggi.
Deg
Deg
Jantung Starla berdegup kencang. Yang dikatakan Galang memang benar bahwa Bintang sudah menikah dan punya anak. Tapi hatinya tidak bisa bohong kalau Bintang masih melekat kuat dalam pikirannya. Sejauh dan sekuat apapun Starla mencoba melupakan Bintang, bayangan wajah Bintang selalu muncul.
"Kenapa kamu diam? Kamu udah ketemu kan sama dia dan ucapan kakak benar? Pikirkan tawaran Kakak. Cobalah mengenal pria yang Kakak maksud ini dan berikan keputusan mu setelah bertemu dengannya."
Starla tak bisa membantah lagi. Kakaknya selalu benar dalam hal apapun.
"Baiklah, akan Starla coba mengenal pria yang Kakak maksud." raut wajah Starla sangat tidak enak dilihat.
"Namanya Morgan Adi Darmawan."
____________
"Apa Pa? Menikah dengan Monica?" Bintang sangat syok dengan perintah Papanya itu.
"Apa yang salah dengan dia? Monica cantik dan dia model yang cukup terkenal. Ditambah Pak Bram adalah relasi bisnis yang cukup menguntungkan bisnis Papa bahkan studio kamu Bintang," tegas Pak Robert.
Bintang kemudian teringat akan ancaman Pak Bram saat di studio.
Bintang tentu tidak akan menyetujui perjodohan itu karena Starla sudah kembali dan Bintang tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadikan Starla wanita satu-satunya yang dia cintai.
"Pah, Bintang gak setuju titik." Bintang pun membalikkan badan hendak pergi dari perdebatan dengan Papanya.
"Bintang, kamu jangan egois. Kamu juga harus memikirkan perasaan Salsa. Kamu tau Salsa bukan orang yang mudah beradaptasi dengan orang baru, sedangkan Monica sangat dekat dan menyayangi Salsa." Pak Robert terlihat naik pitam.
"Bintang sudah menemukan orang yang tepat untuk Salsa, Papa jangan khawatirkan tentang Salsa. Bintang akan merawat dan menjaga Salsa dengan sangat baik." sahut Bintang lalu melangkahkan kakinya keluar dari rumah.
"BINTANG… DASAR ANAK DURHAKA. BINTANG KEMBALI PAPA BELUM SELESAI BICARA, BINTANG…"
Teriakkan sang papa sama sekali tak dihiraukan oleh Bintang. Langkah kakinya terus berjalan menuju motor sport miliknya dan pergi menuju studio.
...###################...
Turut berbahagia...
Ditunggu kisahnya Dimas... 🧡🧡
Malik & salsa brjodoh nich yh kk stelah dewsa nnti.. hee
ngomong" anknya starla dn bintang nmy Dimas..
sama ma nma suami sy kak hehee
Aamiiin allahuma Aamiiin ..
iya sama" kk authorr.. bgitypun dg kk authorr yh ..
smngttt trz dg krya" nya yh