Novel ini berkisahkan tentang seorang gadis yang memiliki luka yang tak pernah bisa dia lupakan. Berawal dari pertemuan nya dengan cinta pertama nya saat masa kuliah. Kisah asmara yang mereka lalui awalnya sebuah kisah yang menjadi sorotan para mahasiswa lainnya. Kebahagiaan dan kepahitan mereka lalui bersama. Namun apakah cinta mereka akan bertahan selamanya atau cinta mereka akan kandas ?. Karna ini membahas tentang luka ya tentu saja cinta mereka akan berakhir dengan kesalahpahaman dan kebencian. Kesalahpahaman yang di timbulkan oleh Lida dan kebencian yang di rasakan danzig ini membuat mereka saling bertolak belakang, namun kenyataannya dan kepahitan itu hanya Lida sendirilah yang merasakan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winipooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengorbanan
Tngtong tingtong tingtong
Lida membuka pintunya. Saat dia membuka pintu tiba-tiba danzig langsung merebahkan kepalanya di pundak Lida.
"Ada apa kak ? masuk dulu yuk" kata Lida.
"Iya ayo kita masuk".
Mereka pun masuk dalam apartemen Lida. Saat mereka duduk di atas tempat tidur lagi-lagi danzig merebahkan kepalanya di pundak Lida.
"Sebentar saja, izinkan aku sebentar aja seperti ini" kata danzig.
"Ada apa kak ? apakah ada sesuatu yang terjadi" ?
"Sayang, apakah kau akan pergi meninggalkan aku" ?
"Kenapa kak berpikiran begitu" ?
"Hari ini kau ketemu mama kan" ?
"Dari mana kak tau hal itu" ?
"Aku ini bukan anak kecil yang bisa di bohongi. Sayang berjanji lah padaku kau akan selalu berada di sisiku. Aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu".
Aku harus jawab apa, apakah aku boleh berharap lebih. Iya sekali ini saja tidak apa-apa kan batin Lida.
Lida memegang bahu Danzig dan menegakkan badan danzig, tangannya pun memegang muka Danzig.
"Kak apakah ini sungguh nyata ?
wajah ini begitu indah dan rambutmu ini kelihatannya lebih panjang dari sebelumnya".
"Iya sayang ini nyata. Kau masih mau kan menyentuh wajah ini dan rambutmu juga kelihatan indah dengan kau uraikan begini" memegang dan cium rambut Lida.
"Apakah aku boleh terus menyentuh wajah ini dan melihat nya" ?
"Kenapa kau berpikir begitu. Bukankah aku ini milikmu".
"Benarkah ini miliku. Apakah aku egois kalau aku menginginkan semua ini" ?
"Kadang bersikap egois juga baik. Sayang" ?
"Iya kak"...
"Bolehkan aku memilikimu seutuhnya" ?
"Apakah kak menginginkannya" ? kata Lida.
"Iya aku menginginkan mu, rasanya aku sudah tidak bisa menahan lagi. Tapi jika kau belum siap kau boleh menolak. Aku tidak akan memaksa mu".
Apakah aku sekarang boleh memberikan diriku pada kak danzig, tapi aku juga sudah lama memikirkan hal ini. Dimana aku akan menyerahkan diriku pada kak danzig. Aku rasa hari mungkin hari yang tepat batin Lida.
"Iya kak kau boleh memiliki aku malam ini" .
"Apakah kau serius ? karna apabila sudah memulai nya kau tidak bisa berhenti lagi" !
"Iya aku siap kak" tanpa ragu-ragu Lida langsung berkata ia.
Danzig pun mulai mendekati Lida. Dia mulai dengan memegang tangan wanita itu dia pun langsung mencium jidat, mata dan bibir wanita itu.
"Bolehkan aku memulainya sayang" ? kata danzig.
"Iya kak" kata Lida.
Cuuuup ciuman yang diberikan danzig di bibir Lida. Lida pun membalas ciuman itu.
"Lihatlah malam ini kau begitu menawan dan seksi" kata danzig.
"Benarkah kak, aku juga merasa kak begitu menawan malam ini".
Mendengar perkataan Lida itu Danzig pun langsung dengan semangat menciumi Lida kembali dengan panas. Disela-sela ciuman panas itu tangan Danzig membukakan kancing baju Lida satu persatu. Permainan yang di lakukan Danzig sungguh luar biasa sehingga membuat Lida tidak berkutik dan hanya merintih kenikmatan. Sesekali Danzig membuat kissmark di bagian dada Lida dan lehernya. Begitu juga Lida membuat kissmark di bagian leher dan dada danzig. Tangan Danzig yang tidak bisa diam mengitari seluruh tubuh wanita itu. Hingga mereka larut dalam permainan mereka dan menyelesaikan nya sampai mereka kelelahan.
"Sayang terimakasih untuk malam ini" sambil mencium jidat lida.
Setelah itupun mereka langsung tidur. Tiba-tiba Lida kebangun ia melihat sosok laki-laki yang telah ia berikan dirinya itu. Ia mencium jidat laki-laki itu dan mengelus rambut laki-laki itu.
Setelah ini apakah kita masih bisa bersama kak. Aku takut berpisah dari kak, tapi aku tidak menyesal melakukan ini bersama dengan kak karna aku sangat mencintaimu kak. Jikapun terjadi sesuatu yang membuat aku harus meninggalkan mu jika itu demi kebaikanmu aku rela kak. Namun aku yakin aku pasti akan menyesali jika kau tidak disisi aku lagi. Jika suatu saat nanti aku pergi darimu kau akan selalu menjadi yang pertama dan terakhir dalam hidupku kak. dan aku berharap kau tidak membenci ku batin Lida.
ini seru banget guys, gue yakin emosi kalian bakal terkuras dan campur aduk jika baca novel ini. yuk mampir yuk di karya Winnipooh
sampai jumpa di karya selanjutx...
happy ending ✨
ditunggu karya baruuu nya kak👍
kalok Lida sama Fram...aku mau lihat ni si danzig merasakan seperti yang Lida rasa ??? sakittttt
semangat kak
semoga di permudahkan semua urusan kita 🙏