NovelToon NovelToon
The Mafia'S Obsession

The Mafia'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia
Popularitas:46.8k
Nilai: 5
Nama Author: Qisyfi Azhra

Obsesi, satu kata yang tidak bisa dilepaskan dari seorang Marcus Torricelli, termasuk memiliki sang keponakan, Shannon.

walau dijuluki King Of World, namun dibalik itu Marcus menyimpan 1000 Rahasia.

Saat dia berkunjung ke Mansion salah satu kerabatnya, dia bertemu dengan anak perempuan kerabatnya itu, dia menyimpan rasa kagum terhadap Perempuan itu.
Dan dia ingin memiliki perempuan itu, walau perempuan itu masih berusia 20 Tahun.

Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan yang dia inginkan, termasuk memiliki perempuan itu dengan cara apapun...

Dia juga sangat menghormati dan menyayangi Perempuan itu, karena jika dia sudah jatuh cinta, maka dunia bisa saja Kiamat. Rasanya dia akan menjadi manja dan sangat Posesif.

Bahkan Pria berusia 35 Tahun itu memiliki perusahaan yang sangat sukses dan mendunia. Sehingga Ia memiliki banyak musuh.

YOU ARE A WRITER SEASON 6 (Update Senin, Rabu, Jumat, Minggu 9.00 Malam)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qisyfi Azhra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 (Isn't that my right...)

.....Happy Reading.....🙏🏻📖

H-26

Pagi Hari Kemudian.........

MILAN, ITALIA.

Pagi ini di Kamarnya Shannon sedang bersiap karena hari ini adalah hari pertama dia memimpin perusahaan, dia memakai dress formal...

Saat ini dia sedang duduk santai disofa sebari menunggu supir selesai memanasi mobil.

**Penampilan Shannon pagi ini\, tegar namun rapuh...**

Kamar Shanni.

Sedangkan di Kamar Shanni, wanita itu baru dapat kiriman dari asisten pribadi Lucas yaitu stelan jas lengkap, karena Lucas akan meninjau proyek di salah satu pedesaan.

Shanni menyiapkan jas kerja Lucas kemudian jas itu dia gantung di almari kemudian dia pergi bersiap karena dia juga akan pergi kekantornya.

Setelah selesai mandi dan berias, Shanni memilih style-nya hari ini adalah casual formal.

**Potret Penampilan Kesayangannya Uncle L nih...😂😂canda✌🏻**

"Uncle, Uncle please bangun sekarang, aku tidak bermain-main yaa..."Ucap Shanni, sebari membenarkan rambutnya.

"Uncle Lucas! bukankah hari ini kau harus mengechek proyek-mu itu, cepatlah bangun..."Pekik Shanni, nada kesal.

Lucas terbangun, wajahnya saat bangun tidur malah sangat tampan, dia menoleh dan menatap wajah kesal Shanni, Shanni yang ditatap Lucas pun mengalihka pandangannya.

"Jam berapa sekarang?"Tanya Lucas, datar.

"6..."Jawab Shanni, singkat.

Lucas beranjak dari ranjang dia berjalan kekamar mandi dan mandi, Shanni yang mengetahui itu lebih memilih duduk ditepi ranjang saja sebari bermain ponsel.

Setelah 30 menit-an Lucas mandi, dia keluar hanya dengan melilitkan handuk dipinggangnnya,dia berjalan mendekat kearah Shanni.

Deg....

Detak jantung Shanni berdebar kencang saat mengetahui Lucas berada didepannya dan tidak memakai baju, Shanni seketika berlari keluar dari kamar...

"Hahahaahah anak itu benar-benar penakut, padahal aku hanya ingin bertanya kabar twins..."Tawa Lucas menatap pintu kamar.

ROMA, ITALIA.

MANSION TORRICELLI.

Saat ini Marcus berada di Mansionnya, dia sedang sarapan pagi sendiri, dia merasa kesepian karena tidak ada Shannon dia ingin menemani wanita kecilnya itu apalagi saat ini Shannon sedang hamil.

Rasanya dia ingin selalu berda disisi Shannon menemani masa kehamilan wanita itu, mencurahkan semua perhatian dan kasih sayang hanya untuk Shannon & Twins.

Namun semua tidak bisa ada Claudia yang juga butuh perhatiiannya, dan dia juga harus bisa jujur pada Shannon jika ada Claudia.

"Tuan..."Sapa Leo, yang membuyarkan lamunannya.

"Ya ada apa?"Tanya Marcus, datar.

"Siang ini Nona Shannon & Nona Shanni akan mengechek proyek didesa dengan perusahaan Tuan Lucas namun Semuanya tidak tahu..."Ucap Leo, sopan.

"Baiklah, awasi saja dari kejauhan jangan sampai Lucas tidak dapat membedakan antara Shannon dan adiknya..."Jawab Marcus, meminum air putih kemudian berdiri.

"Kita pergi kekantor sekarang..."Ucap Marcus, berjalan pergi.

MANSION ALENDRO.

Saat semua orang sedang makan, Shannon makan sebari bermain ponsel sedangkan Shanni fokus makan walau terkadang disela dia makan Lucas selalu minta diambilkan sesuatu.

"Uncle L ngechek proyeknya didesa mana?"Tanya Shannon, membuka pembicaraan.

"Desa X, kenapa Shannon?"Jawab Lucas, melirik Shannon.

"Tidak apa-apa, hanya bertanya saja, soalnya hari ini aku sama Shanni juga mau ngechek proyek disebuah desa bersama perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan kami..."Jawab Shannon, tersenyum tipis.

"Oh, hati-hati yaa kalian berdua, jangan sampai kelelahan..."Ingat Lucas.

"Kamu jangan pecicilan, jangan melihat pria lain, fokuslah bekerja jaga kakakmu dan jaga kandunganmu jangan sampai kelelahan..."Ucap Lucas, menatap Shanni yang duduk disebelahnya.

"Ya..."Jawab Shanni, singkat.

"Kamu juga Shannon, Pria dingin itu sudah menitipkan dirimu padaku, jadi jangan sampai terjadi sesuatu hal yang buruk pada dirimu dan anaknya nanti aku juga yang kena marah..."Ucap Lucas.

"Okay..."Jawab Shannon, datar saat tahu pria dingin yang dimaksud oleh Lucas.

Siang Hari Kemudian...........

TORRICELLI CORP.

Marcus baru saja selesai meeting, saat dia masuk kedalam ruang kerjanya dia melihat Serra sedang duduk di Sofa sebari dimeja terlihat ada paper bag makanan.

"Marcus, sudah selesai meetingnya?"Ucap Serra, berdiri dia cukup terkejut.

"Apa yang kau lakukan disini..."Ucap Marcus, ketus.

"A-aku disini hanya ingin mengucapkan terimakasih karena dua hari ini kamu selalu ada untukku dan Claudia, sebagai tanda terimakasih aku membawakanmu makan siang, ini aku masak sendiri..."Ucap Serra, memegang paper bagnya dan menyerahkan ke Marcus.

"Bawa pulang, aku tidak tertarik memakan masakanmu..."Ucap Marcus, dingin.

Pria dingin itu berjalan kearah kursi kebesarannya dan duduk disana, wajahnya dingin tanpa ekspresi dan matanya terlihat menatap tajam.

"Aaaahhh kau jahat sekali, aku sudah memasak ini dari tadi pagi dan kau semudah itu memintaku untuk membawanya pulang. Marcus percaya aku tidak memasukkan apapun kedalam makanan ini dan aku tidak berharap apapun..."Ucap Serra, meyakinkan Marcus.

"2 Hari lagi aku akan menikah dan undangannya akan sampai dirumahmu besok..."Ucap Marcus, dingin.

"A-apa? K-kau benar-benar akan menikah..."Ucap Serra, terkejut.

"Ya, kenapa? bukankah itu hakku..."Ucap Marcus, menatap tajam Serra.

"Baiklah, itu memang hakmu tapi kau harus jujur pada calon istrimu itu jika kau memiliki seorang anak denganku yaitu Claudia..."Ucap Serra, sinis.

"Aku akan jujur..."Jawab Marcus, datar.

"Baiklah, kau memang pria brengsek..."Teriak Serra, dia pergi membawa paper bag itu, dia kesal karena gagal membuat hati Marcus luluh.

Malahan dia mendapatkan informasi langsung dari pria itu jika 2 hari lagi pria itu akan menikah dan bagaimana nasibnya dia masih begitu mengharapkan Marcus.

Dia berjanji tidak akan pernah melepaskan Marcus, dia akan melakukan apapun agar wanita itu yang pergi dari sisi Marcus bukan dia, karena saat ini ada Claudia diantara dia dan Marcus.

DESA X.

Saat ini Lucas, Shannon dan Shanni sedang berdiri disebuah bangunan megah dan mewah yaitu University, yaa mereka baru tahu jika perusahaan mereka saling bekerja sama membuat university didesa itu.

Banyak pula warga desa yang hadir disana, ada Rektor, ada para dosen dan para mahasiswa, dan saat ini Lucas sedang bersiap untuk berpidato.

"Kakak, bagaimana kita tidak tahu jika Uncle Lucas lah rekan kerja kita..."Tanya Shanni, bingung.

"Tidak tahu...."Jawab Shannon, menggelengkan kepalanya.

"Selamat Siang semua, saya adalah Lucas Torricelli pemimpin perusahaan L'C Corp, dan saya adalah pemilik LS University Italiano. Terimakasih atas kehadiran kalian semua, saya mengucapkan terimakasih kepada para dosen karena sudah rela mengajar didesa yang jauh dari kota ini dan saya berterimakasih kepada para mahasiswa karena sudah membuat university ini terkenal akibat kecerdasan kalian, saya juga berterimakasih pada Nona Shannon dan Nona Shanni karena sudah hadir hari ini dan ikut berkontribusi dalam proyek kali ini, Terimakasih...."Pidato Lucas, dia berbicara dengan lantang dan suara sedikit berat.

Semua orang bertepuk tangan, Shannon dan Shanni yang mendengar nama mereka disebutkan pun hanya tersenyum tipis.

Lucas turun dari panggung dan duduk disebelah Shanni, acara budaya desa pun dimulai, Shanni maupun Shannon terlihat sangat antusiasi, bahkan mereka berdua saling bertukar pendapat tentang penampilan budaya itu...

"Dia sangat cantik kakak, dia juga sangat pintar menari..."Puji Shanni, tersenyum.

"Ya dia sangat baik dalam menari namun tidak sepintar itu..."Jawab Shannon, datar.

Malam Hari Kemudian.........

MANSION TORRICELLI.

Marcus baru saja pulang dia dikejutkan saat melihat ada kedua orang tuanya di Mansion bersama kakaknya dan anak-anak kakaknya....

"Kamu darimana saja sih nak..."Tanya Mom Danilla, berdiri.

"Aku baru saja pulang dari Kantor mom..."Jawab Marcus, dingin.

Marcus berjalan kearah sofa dan duduk disebelah Serkan anak dari sang kakak yang kini telah tumbuh remaja dan menjadi pemuda yang tampan dan menyebalkan...

"Oh, bagaimana kabar cucu-cucu mommy?"Tanya Mom Danilla, kembali duduk.

"Mereka baik, ada apa kesini ramai-ramai?"Tanya Marcus, datar.

"Uncle gak sopan banget sih, keluarganya datang kok malah kayak gitu, nih dengar ya kami kesini itu mau jagain CALON PENGANTIN Agar tidak berpaling..."Ucap Serkan, senyum penuh arti.

Marcus mejitak kepala keponakannya itu, jika berbicara selalu asal dan sembarangan, Sedangkan Laura hanya tersenyum tipis.

"Awww..."Rintih Serkan, mengelus keningnya.

"Sakit Uncle, selain tua kau juga begitu kasar, kau juga seorang pedofil..."Ucap Serkan, kesal.

"Uncle bukan tua kakak, tapi dewasa..."Ucap Venisa, menatap sang kakak.

"Ya itulah sama saja, yang jelas sudah Uncle-uncle, mungkin sekelas sugar daddy, cuman ya tidak ada sugar babynya..."Ucap Serkan, asal.

"Ada, kan ada kak Shannon, bukankah dia sugar baby..."Ucap Venisa, polos.

"Kalian berdua kalau berbicara selalu asal dan sembarang dari siapa sih sifat seperti itu?"Tanya Marcus, kesal karena dibicarakan didepan dirinya.

"Pasti dari daddy kalian bukan..."Ucap Marcus, melirik sinis kakak iparnya itu.

"Jaga bicaramu itu adik iparku sayang, aku ini seorang jendral pria baik-baik, pria tegas, bahkan aku dipilih negaraku itu menangani negeri konflik, jadi mana mungkin aku seperti itu, tapi jika kufikir-fikir apa yang anakku bilang ada benarnya juga..."Ucap Pilot, tersenyum jahil.

"Kau itu hanya jendral abal-abal, lagian kakakku juga terpaksa menerimamu karena kau datang tiba-tiba langsung melamar..."Ucap Marcus, sinis.

'Aku jadi ingat kisah dulu, Pilot datang dan berkata jika dia mencintaiku dan langsung melamarku, dan disaat itu rasanya jantungku berhenti berdetak, aku seorang Laura Torricelli wanita tegas, kasar dan tidak suka diatur tiba-tiba dilamar pria baik-baik, aaahhh kisah itu membuatku bahagia....'Batin Laura, senyum-senyum sendiri.

"Lagian kenapa kau mau dengan kakakku itu, dia kan kasar, tegas, dan juga tidak suka diatur dan selalu membuat onar, kenapa kau mau melamarnya?"Tanya Marcus, serius.

"Karena dibalik keburukannya itu dia adalah seorang bidadari..."Jawab Pilot, memandang wajah sang istri.

"Uuuuhhh daddy soswit ih..."Ucap Venisa, nada manja.

"Sudah, grandma mau bertanya dong nak, kapan kamu nikah?"Tanya Mom Danilla.

"Grandma yang benar saja, aku belum mau menikah Grandma, entah-entah jodohku belum lahir atau belum datang mungkin..."Ucap Serkan, tegas.

"Nanti biar Grandma jodohin ya sama Qeelina, cucunya teman grandma, dia baik, cantik, pintar dan juga pekerja keras, kamu pasti senang punya istri seperti dia..."Tawar Mom Danilla.

"No Grandma, aku mau mencari seorang istri yang memiliki sifat sepertiku agar kami bisa bersahabat..."Ucap Serkan, konyol.

"Baiklah Grandma tidak masalah, tapi jangan kelamaan jomblo nak..."Ucap Mom Danilla, santai.

"Dari mana Grandma tahu jomblo, apa grandmaku ini update yaa..."Tanya Venisa, kebingungan.

"Tenang sayang, Grandma ini gaul tahu grandma updatean kayak gitu mah..."Ucap Mom Danilla, dia berbicara seolah biasa saja.

"Aaaahhh Grandma gaul..."Teriak Venisa, histeris.

"Kamu kenapa Venisa? anak ini..."Ucap Marcus, kebingungan.

"Uncle jika Grandma gaul berarti dia juga tahu aku ini jomblo, bisa lah Grandma jodohin aku, tapi sama Uncle-uncle ya kira-kira usianya 35 keatas lah..."Ucap Venisa, santai.

Laura yang mendengar ucapan putri bungsunya itu seketika melotot terkejut, dia menatap tajam sang putri...

"Masa kamu mau cari Uncle-uncle sih nak..."Pekik Laura, kesal.

"Memangnya kenapa?itukan memang pria yang aku sukai mommy, salahnya dimana?"Tanya Venisa, cemberut.

"Tidak salah sih, hanya saja kenapa harus Uncle-uncle jika masih ada yang muda..."Ucap Laura, berfikir keras.

"Karena Uncle-uncle lebih menggoda dan hot..."Jawab Vanisa, santai.

"Yaa baiklah terserahmu saja..."Ucap Laura, pasrah.

Dan masih banyak drama lagi didalam keluarga ini, dan itulah yang membuat keluarga ini tetap akrab dan saling menyayangi bahkan Venisa lebih baik mengalah demi kebahagiaan sang uncle.

MANSION ALENDRO.

Kamar Shannon.

Malam ini Shannon sedang bersantai di balkon kamarnya sebari meminum susu ibu hamil, besok dia akan berangkat ke Italia karena lusa dia akan menikah...

Dia ingin menikmati masa-masa lajangnya terlebih dahulu sebelum dia akan menikah dan harus mengurus suami dan anaknya...

"Hello Nona..."Sapa Alexa, tersenyum manis.

"Alexa!? bagaimana kau bisa masuk kekamarku? bukankah pintunya kukunci tadi?"Tanya Shannon, terkejut dan bingung.

"Tidak Nona, pintu kamar anda tidak dikunci, anda sepertinya mulai pikun..."Ucap Alexa, wanita itu duduk didepan Shannon.

"Nona Selamat atas pernikahanmu, aku sangat bahagia..."Ucap Alexa, memeluk Shannon.

"Sampai disini saja aku menjaga anda dan menyayangi anda seperti adikku sendiri, sekarang sudah ada Tuan Marcus yang akan menyayangi anda, tapi jangan lupakan jika Tuan Marcus menyakiti anda masih ada aku yang setia dan selalu mengabdi untuk anda dan adik anda..."Ucap Alexa, menangis.

"Alexa..."Lirih Shannon, wanita itu membalas pelukan Alexa.

Baginya Alexa sudah seperti kakak untuknya karena Alexa selalu ada untuknya disaat dia butuh, dan dia sangat terharu mendengar ucapan Alexa, dia rasanya merasa seperti masih memiliki kakak.

"Jangan lupakan itu yaa, aku akan selalu ada untukmu..."Ucap Alexa, melepaskan pelukannya.

"Terimakasih..."Lirih Shannon, menangis.

"Jangan menangis, Tuan Alendro dan Nyonya Shannin pasti tidak suka melihat anda menangis..."Ucap Alexa, menghapus air mata Shannon.

"Aku terharu, terimakasih karena kamu selalu ada untukku disaat aku happy and sad tapi Alexa aku berharap kau hadir di acara pernikahanku nanti dan kau menyanyikan sebuah lagu untukku..."Pinta Shannon.

"Really? tapi aku seorang asisten dan suaraku tidak bagus..."Ucap Alexa, berfikir.

"Suaramu sangat bagus Alexa, aku pernah mendengar kau bernyanyi sebari bermain piano dan suaramu sangat bagus aku ingin kau menyanyikan lagu It's Only Me, karena kau selalu ada untukku..."Ucap Shannon.

"Benarkah? baiklah apapun keinginanmu akan kukabulkan Nona..."Ucap Alexa, tersenyum.

"Terimakasih..."Ucap Shannon, tersenyum sangat manis.

"Sama-sama, istirahatlah jaga kesehatanmu dan kandunganmu aku harus kembali kemansionku..."Ucap Alexa, berdiri.

"Hati-hati..."Ucap Shannon.

Shannon merasa bahagia memiliki Alexa, terkadang dia berfikir jika dia masih memiliki keluarga besar yang pastinya peduli pada dirinya, masih ada Alexa yang menyayanginya ada harta yang ditinggalkan melimpah untuk dirinya....

Apakah dia begitu beruntung dibandingkan gadis-gadis yatim piatu lainnya, walau banyak harta namun tidak mampu membuat Shannon bahagia karena di masa kehamilannya ini dia butuh seseorang yang menyayanginya namun jelas tidak mungkin karena semua sibuk dengan urusan masing-masing...

Dan yaa air mata kesedihan itu kembali menetes membasahi pipi mulus Shannnon, dengan cepat dia menghapus air mata itu dan mencoba tersenyum...

To be continue.

Jangan lupa Like, comment, hadiah, dukungan and vote ya readers🙏🏻😊

Terimakasih🙏🏻

1
Qiss Nur Qhaisara
benar menjijikkan sih
Dwi Andini
lanjutkan kk
asri3utami
visualnya si maximo lagi, jadi tambah suka 😁😁
asri3utami
cerita nya agak mirip 365 days, tapi tetep suka 😄
Sitiaisyah Putri
kayaknya seruu nih
Gemilang Adja
katanya Marcus cinta sama Shanon tapi ini kok malah sering bercinta sama Tiara,jadi bingung saya...,.
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih Kak🙏
total 1 replies
Sun
alvin lebih ganteng
Aisyah Suyuti
menarik
Claudya Imelda
ini mana lanjutnya
Ade Hariani
di translet dong tor
👠Queen inces👠
aisss nggak beber nih ceritax
kok gitu sih

pemeran lakix gampangan anget celup² sana sini is menjijikan😡😤
Nur Halipa
ribet nya alur cerita nya...
Nur Halipa
terlalu blak blakan alur cerita nya...
Nur Halipa
gak tau alur cerita nya bagaimana kaya gimana gitu...
Nur Halipa
kok gitu sih alur ceritanya Marcus gak punya hati banget si Marcus😠😠
jk👑
mampir
Rere Niae Cie'kecee
semangat tour😍😍😘🤗
Fatimah_az zahro
Maksa banget sih Uncle M, Kasihan kan Shannon di paksa...😠

Kurang suka sih Thor sama sifatnya Marcus, mulai dari hobby sex bebas terus kasar, obsessi,dan pemaksa...

Semangat kerjanya author sayang😊💞
Q. Az-Zahra: Terimakasih kak, sayang banyak-banyak dari Q untuk kakak cantik💖😊
total 1 replies
Fatimah_az zahro
Semudah itu Lucas menyetujuinya?😠

And Menurutku Ya Thor Makin hari masalah semakin banyak bermunculan dan itu sebenarnya membuat kesan misteri cuman Banyak Konfik juga gak baik Ya...

Cuman ya terserah kakak author saja, Semangat Thor kerjanya!💪🏻🤭
Fatimah_az zahro
Ya Ternyata Shanni tak direstui oleh Mom Aini, sabar ya Shan....

Kakak Author buat dong Shanni jangan sampai meninggal, buat Lucas dan Shanni bersatu dong....

Semangat kerjanya Thor💪🏻😊...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!