NovelToon NovelToon
Istri Kecil Pak CEO

Istri Kecil Pak CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Tania I M

Fabian Putera, seorang CEO matang berusia 27 tahun. Sulung dari pasangan Pratama Putera dan Sinta Pitaloka ini pertama kali dalam hidupnya merasakan yang namanya jatuh cinta. Ia jatuh cinta dengan seorang gadis SMA berparas ayu yang namanya Ayu juga.

Ayu Putri Darmadi, anak tunggal kesayangan Teguh Darmadi. Gadis piatu berumur 17 tahun, bersekolah di SMA Pelita tahun kedua. Memiliki paras ayu dan bertutur kata lemah lembut. Banyak yang menyukai sifatnya, tapi tak jarang pula yang iri akan kecantikannya.

Pertama kali bertemu di pesta ulang tahun Ayah Ayu, akankah Fabian bisa mendapatkan Ayu, sang cinta pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tania I M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Hari dimana seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya, kini berganti dengan tangis pilu. Air mata tak henti-hentinya mengalir dari kedua netra gadis berambut panjang sepinggang tersebut. Berada dalam pelukan seorang pria yang beberapa jam yang lalu telah resmi menjadi suaminya. Usapan dan kecupan tak henti diberikan sang pria kepada gadisnya. Sosok yang begitu rapuh dipelukannya sekarang. Untaian kalimat dengan maksud menenangkan seakan terpental enggan merasuk dalam relung sanubari gadis manis tersebut. Hatinya hancur.

Satu-satunya keluarga yang ia punya kini tengah terbaring merasakan kesakitan yang teramat. Keluarga yang lain? Tak ada. Ayahnya bilang kedua orang tua ibunya tidak merestui pernikahan mereka. Akan tetapi cinta keduanya yang begitu besar lah yang menyatukan kedua insan tersebut. Sang kakek, yaitu ayah dari ibunya mengatakan jika mereka berdua tetap kekeuh menikah, maka tinggalkan rumah besar. Tempat ibunya dulu tinggal bersama keluarganya. Latar belakang sang Ayah yang hanya pekerja kantoran biasa menjadi alasan tak direstuinya hubungan mereka.

Dengan bermodalkan rasa cinta, mereka nekad menikah tanpa restu, walaupun kakeknya mau menjadi wali, tetapi tetap saja beliau tidak menganggap Teguh sebagai menantunya. Mereka berdua pergi ke kota lain, berdua. Meninggalkan pekerjaan yang lama, memulai usaha kecil-kecilan yang dikelola bersama. Hingga takdir memisahkan mereka melalui maut yang menjemput sang istri. Bahkan kini Teguh juga di antara hidup dan mati.

"Kak? ayah bakalan sembuh kan? tetep sama kita kan?" Dengan netra yang penuh airmata, Ayu mendongak, menatap Fabian yang juga berkaca-kaca.

"Hmm, pasti Ayah bakal baik-baik aja. Beliau orang yang kuat kok." Yakinnya. Padahal dalam hatinya sendiri juga cemas.

Pratama dan Sinta duduk tak jauh dari mereka berdiri. Saling merangkul, menguatkan. Sinta begitu shock, sedangkan Pratama tak menyangka, besannya itu sudah separah ini. Terpaksa tindakan transplantasi ginjal dilakukan. Tetapi harus menunggu keadaan Teguh stabil terlebih dahulu, barulah operasi bisa dilakukan. Pendonor yang memang sudah siap dari kapan hari. Melati namanya. Seorang perempuan yang sepertinya berusia satu tahun lebih tua dibandingkan Ayu.

Melati adalah sosok anak yatim piatu dari panti Kasih Bunda. Ternyata selama ini ayahnya mengangkat seorang anak lain yang tinggal di sebuah rumah kecil dekat kantor ayahnya. Karena merasa balas budi lah ia mau mendonorkan ginjalnya yang untungnya cocok dengan Teguh. Walaupun Teguh sendiri sebenarnya menolak keras ide tersebut. Teguh ingin pendonor yang lain saja dan tidak mengorbankan putri angkatnya itu.

Tapi takdir berkata lain, tubuhnya tak kuat sebagaimana yang dipikirkannya. Mungkin hari inilah puncaknya. Teguh masih ada di sana, dalam ruangan putih itu. Berbaring sakit, dikelilingi para dokter.

'Selamatkan ayahku Tuhan, tolong.'

Pintu terbuka, menampilkan pria paruh baya bersnelli. Raut mukanya muram, seakan mengabarkan hal buruk.

"Maaf, kami sudah berusaha semampu kami."

Satu baris kalimat yang mengguncang hati siapapun yang mendengarnya. Termasuk Melati. Ia sudah menangis dalam diam. Hanya air matanya yang berbicara.

Ayu sudah meraung, menangis pilu, Fabian juga tak kalah terguncang. Pratama sibuk menenangkan Sinta yang juga sama kondisinya seperti Ayu.

Duka mendalam di hari bahagia mereka.

Tanah basah yang menyembul membentuk gundukan. Anak bumi berbaju hitam dan putih nampak berkumpul mengelilingi pusara sang ayah. Hanya ada isak tangis, duka bercampur lara.

Ayu meracau, meratap di samping nisan ayahnya.

"Ayah kenapa tinggalin Ayu, kalau Ayu kangen gimana, ayah bangun dong, yuk kita jalan-jalan lagi. Ayo makan nachos lagi, Ayah, ayo." Merengek, Ayah pasti mendengarkan, pikirnya.

"Nak, Ayu, ya ampunnn." Sinta memeluk menantunya itu, mengelus dan membelai pelan kepala dan pundaknya. Balas memeluk, Ayu menumpahkan sisa tangis yang ada dalam pelukan ibu mertuanya.

"Ma, ayah pasti balik kan, pas kembali sama Ayu kan, iya kan ma."

"Yu, dengar mama nak, ayah kamu ada, beliau masih ada. Disini, di hati kamu sayang." Sambil menunjuk dada kiri Ayu, tempat jantungnya berada.

"Ayu ingin Ayah ma. Huaaaaaa." semakin keras tangisnya.

Melati menatap Ayu dan pusara ayahnya bergantian. 'Yah, Melati yang ganti jaga Ayu ya, ijinkan aku membalas kebaikan ayah dengan menjaga Ayu selama sisa hidupku.'

Kembali ke kediaman keluarga Darmadi, suasana duka yang masih menyelimuti. Ayu masih berdiam diri di kamar ayahnya. Padahal petang sudah menyapa. Menatapi wajah tersenyum ayahnya dalam bingkai foto 10R tersebut. Sesenggukan, air mata masih mengalir, hatinya terasa perih.

"Ayah." hanya kata itu yang ia ucapkan. Berharap dengan memanggilnya, beliau akan kembali memeluknya.

Pintu terbuka, seseorang masuk ke dalam kamar, langkahnya pelan.

"Ayu." Panggilnya.

Ayu menoleh, tanpa berusaha menghapus air matanya. "Kak." Tangisnya kembali pecah, mengingat ayahnya menyembunyikan suatu hal yang baik. Melati. Mengapa ayahnya tidak berterus terang? Apakah beliau takut putrinya tersinggung? Padahal tidak, Ayu justru akan bahagia bila mengetahui dirinya mempunyai seorang kakak perempuan, meskipun saudara angkat.

"Ssssttt, sudah ya. Doain Ayah aja yuk. Biar ayah tenang di sana. Kalau kamu kayak gini terus, gimana ayah bisa tenang?" Sepertinya usahanya sedikit berhasil, Ayu mengangguk, menghapus ait matanya walaupun sia-sia karena kembali menetes.

"Turun yuk, kamu belum makan dari tadi siang." Ajak melati. Ayu kembali mengangguk, menuruti sang kakak. Ah, kakak ya.

"Kak."

"Ya?"

"Kak Melati?"

"Kenapa Yu?"

"Kak Melati."

Melati bingung, mereka hampir menginjak tangga teratas, tetapi terhenti.

"Jangan tinggalin aku ya, tetap disini sama Ayu. Jagain Ayu yang manja ini." Pintanya.

Melati tersenyum, "Heh, kamu udah punya suami kalau kamu lupa. Hihihi."

"Ahh." Tersipu, statusnya kembali diingatkan.

"Ayo turun."

Sambil bergandengan tangan, mereka melangkah menuju meja makan. Semua sudah lengkap, bahkan Galang juga sudah ada di antara mereka.

Fabian segera menyambut sang istri, "Sini sayang." Ajaknya lembut. Mau tak mau Ayu menurut, duduk di samping suaminya.

Walaupun tak berselera, mereka semua tetap memakan hidangan malam. Hening. Hanya denting sendok beradu piring. Hingga mereka duduk dalam ruang keluarga pun suasana masih hening.

"Ayu, kamu habis ini mau tinggal di sini atau ikut Fabian?" Pratama membuka suara.

Ayu menatap Fabian, seolah-olah meminta ijin.

"Mmm, sebenarnya aku udah ada rumah buat kita berdua Yu, tapi terserah kamu. Aku nurut." Fabian menjawab tatapan Ayu tadi.

"Aku nggak tau, pa, kak." Bimbang.

"Mmmm, gimana kalau kamu ikut Fabian aja Yu? rumah ini biar ditempati sama Melati aja gimana?" Sinta berpendapat.

Melati tersentak kaget, tidak menyangka dirinya disebut dalam obrolan mereka.

Semua mata tertuju pada Melati. Yang ditatap langsung salah tingkah. Ayu tersenyum lembut, senyum pertamanya setelah sang ayah pergi.

"Aku setuju kalau kak Melati juga setuju."

'Eh?'

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

1
Qaisaa Nazarudin
Udah jebol aja ternyata...
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Bram MENGALAH demi Galang..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa setiap novel yg ku baca,selalu HAMIL yg jadi permasalahannya,Setiap anak sekolah yg sudah menikah? Kan bisa KB kalo belom mau HAMIL,tapi HAK suami tetap HAK suami...
Qaisaa Nazarudin
Galang,juga Melati sama2 juga Jomblo lho Yas..😂😂
Qaisaa Nazarudin
KECEPLOSAN ya..Padahal SENGAJA..🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Melati seumuran ma Galang kan? Jodohin aja Galang ama Melati thor..
Qaisaa Nazarudin
Oh ternyata mereka udah saling kenal ya..
Qaisaa Nazarudin
Ayu udah ada SUAMI dan KELUARGA baru yg menjaga nya lho Melati,Apa Melati belom tau kalo Ayu sudah menikah? Tapi kenapa Feeling ku gak bagus ya..🤔
Qaisaa Nazarudin
Terus gak jadi dong donor ginjalnya..😭😭
Qaisaa Nazarudin
Anggap mmg Jodoh kamu Lang..Padahal kalo emang Jodoh mu,Kamu menang banyak,Kamu yg lebih dulu mengenalin Ayu karena kalian satu sekolah udah 2 tahun juga,Kemana kamu selama 2 tahun itu??
Qaisaa Nazarudin: #Typo BUKAN JODOH KAMU LANG
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Pratama peka orangnya..
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata Galang adeknya Fabian??
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Teguh gak nikah2 sampai 17 tahun menduda,Ternyata dia sakit..😭
Qaisaa Nazarudin
Makin kepo aku,, Sebenarnya apa yg berlaku?? Aku juga heran dengan keputusan Teguh yg tiba2 merestui Ayu di nikahin Fabian..pasti ada apa2 nya..
Qaisaa Nazarudin
Tapi sayangnya dengan berat hati aku mengatakan kamu harus merasakan patah hati untuk yg kedua kalinya Galang.kasian deh kamu..😓.
Qaisaa Nazarudin
Apa Bram yang akan di pindahkan cabang singapur untuk di pimpin Bram..
Qaisaa Nazarudin
Waahh kayaknya di bikin novel tentang Bram ini juga bagus thor..😁😁
Qaisaa Nazarudin
Aku suka novel yg kayak gini thor,gak suka novel yg terlalu berat,Karena hidup di dunia nyata aja udah berat..😂
Qaisaa Nazarudin
Waaahhh ad yg mau lamaran nih..😄😄
Qaisaa Nazarudin
Pucuk di cinta ulam pun tiba..ibarat orang ngantuk di sodorin bantal...wkwkwkwk menang banyak Fabi...🤣🤣😜😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!