Aku nyaman berada di samping nya, Cinta nya yang begitu sangat tulus dan kedewasaan nya membuat diriku sangat nyaman berada di samping nya.
Dia sangat setia pada Negara dan kekasih hatinya Aku, hanya satu ungkapan untuk ku yaitu Kamu telah memilih ku, Aku milik Negara tak hanya milikmu kamu harus siap menerima suatu saat nanti hanya nama dalam kenangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku... ( Aku Mencintai...??)
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ada yang suka terjaga ditengah malam
Sekedar untuk mengingat kenangan dan merapal doa tentang pertemuan dari segala rindu yang sudah saling berdesakan dikepala.
Bukan hal yang mudah merawat itu semua sendiri dengan bayang-bayang luka yang menghantui
Lamunan panjang yang membuat debar semakin terasa dan sesak yang mulai menghimpit dada.
Apakah kau tahu? Setelah bebagai rasa itu datang,tak sedikitpun rinduku beranjak pergi dari dirimu.
Flashback On
" Cepat...!!! " Bisik Purnomo sambil menekan pisau di samping perut Tasya hingga sedikit menusuk.
Tasya terus menahan rasa sakit saat sedikit mata pisau menusuk ke samping perut Tasya, darah sedikit keluar dari kulit nya.
" Cepat ..!! Purnomo sedikit menekan.
Tasya terus diam, hingga sedikit demi sedikit mata pisau itu tembus, Tasya pun menahan air mata untuk tidak jatuh.
Dengan rasa dag dig dug, Tasya mengatasi rasa takutnya Tasya bersikap biasa saja, lalu mata Tasya fokus ke kamera yang masih on.
" Saya akan membeberkan siapa itu Pak Basuki, dan Siapa Reza yang telah hidup satu atap bersama Saya. Disini Saya minta tolong Bapak Purnomo yang terhormat salah satu Anggota legislatif telah mengancam saya , kalau saya di paksa untuk mengadu domba Bupati kalian.. Aarghhhh....!!!
Kamera pun langsung di matikan, pisau pun melukai perut Tasya, hingga Tasya jatuh terkulai di lantai.
" Dasar... kamu...!!! "
Aarrrggghhh....
Purnomo menginjak Sisi perut Tasya yang terluka, hingga Tasya meringis kesakitan.
" Sampai kamu membuat Aku menutup mata tidak akan pernah Aku akan menjatuhkan keluarga suami ku, karena Aku tahu siapa mereka, karena jabatan kamu rela mengadu domba rakyat nya, kamu salah bila Aku disini akan mendukung kamu, karena Aku akan melindungi nama baik keluarga suami aku.
Plaaakkk.....
Buuuggghhh....
Uhuk.. uhuk..
Tasya terkulai lemas saat terkena tamparan di pipi nya dan pukulan di perut nya, hingga meringis kesakitan.
" Eeeggghhhh.... " Tasya meremas perut nya hingga penuh membasahi pelipisnya.
" Jeburkan dia di kolam yang keruh itu." Ucap Purnomo memberi perintah.
Tasya pun di seret di bawa di sebuah kolam renang yang sudah keruh dan tak terpakai, mereka menyeretnya dengan paksa.
Bruuuummmm....
Kedua anak buah Purnomo menjeburkan Tasya kedalam sebuah kolam yang keruh.
Flashback Off
Reza dan Dika berlari mengikuti salah satu Anggota yang membawa senjata, saat memasuki sebuah kolam renang yang berada di dalam private room tergeletak tubuh Tasya dengan pakaian yang penuh noda darah.
Reza seketika lemas melihat Tasya yang terbaring dengan luka pisau yang masih menancap di Sisi perut nya, bahkan Dika pun lemas tak berdaya hingga ambruk di lantai namun dengan segera salah satu Anggota menopang tubuh Dika.
Reza berjalan mendekati tubuh Tasya yang terasa dingin, air matanya tumpah saat melihat orang yang kini dia mulai ada rasa sayang.
" Tasya.. bangun sayang.... hiks.. hiks. bangun Tasya... " Reza memeluk tubuh Tasya yang terkulai lemah dan berdaya.
Dika yang melihat nya dari jauh hanya bisa memandang, rasa ingin memeluk nya namun tak mungkin.
" Hati ini sakit saat melihat kamu tak berdaya namun Aku hanya bisa menjadi penonton."
" Dia masih hidup, namun denyut nadinya lemah." Ucap salah satu Anggota yang memeriksa kondisi tubuh Tasya.
" Aku akan cabut pisau ini." Reza seketika memeluk tubuh Tasya dengan perlahan mencabut pisau yang menancap di Sisi perut Tasya. Dan Dika memejamkan matanya yang sudah tak bisa di bayang kan bagaimana rasa nya.
Aaaarrrgggg.... hiks.. hiks
Reza mencabut pisau tersebut lalu Dika datang menekan luka tusuk Tasya dengan jacket yang Dika pakai.
Uhuk.. uhuk...
Tasya membuka mata nya yang sayu, Tasya tersenyum saat tubuh nya berada dalam dekapan Reza.
" Ma.. - maaf kan Aku kak gara -gara Aku yang nggak tahu." Ucap Tasya dengan nada lemah.
" Nggak sayang, kamu nggak salah." Reza mencium kening Tasya dan Dika yang melihatnya hanya menundukkan wajah nya sembari menahan rasa sesak di dada.
*******
Tasya pun segera di bawa ke ruang operasi, akibat luka yang sangat dalam dan beberapa luka yang terdapat di tubuh nya.
" Dengan keluarga mba Tasya? " Ucap Dokter yang menangani Tasya.
" Saya Dok, suaminya." Jawab Reza.
" Kondisi nya lemah, untung janin nya masih bisa selamat, namun harus ekstra , Mba Tasya harus benar - benar menjaga janin nya agar tidak terjadi keguguran."
Dika dan Reza merasa lega dengan kondisi janin Tasya, namun Sisi lain merasa sangat khawatir dengan kondisinya yang lemah.
*****
Dika melihat Tasya yang terbaring di kamar rawatnya, hanya doa yang bisa saat ini Dika berikan, ingin rasa nya tangan Dika menyentuh namun Dika tak berhak atas tubuh Tasya secuil pun.
" Jujur hati mas sakit, menangis kamu harus mengalami hal seperti ini."
Air mata Dika tak bisa di bendung kembali, rasa sakit saat melihat orang yang di sayang harus terluka.
" Terima kasih sayang kamu sudah menjaga anak kita, doa mas kamu dan anak kita selalu dalam lindungan Allah SWT. "
*****
Kamar rawat Tasya di jaga sangat ketat, sebagai menantu Bupati Tasya di perlakukan dengan senyaman mungkin. Wartawan pencari berita pun sudah memenuhi halaman parkir rumah sakit.
" Heri, apakah sudah ada kabar tentang Purnomo? " Tanya Reza pada Ajudan Papah nya.
" Keluarga nya dalam penjagaan ketat, kemungkinan besar dia akan mendatangi keluarganya." Jawab Heri.
" Aku ingin dia di jebloskan dalam waktu yang lama, karena sudah mencelakai anak dan istri Aku."
" Semua personil sudah berpencar bahkan Purnomo sudah masuk DPO."
*****
Reza mendekati Tasya yang masih terbaring dengan selang infus yang menancap di tangan nya. Reza mengusap perut Tasya, lalu di belainya pipi mulus istri nya.
"Entah apa saat ini Aku salah atau tidak, Aku mencintai kekasih sahabat ku yang kini menjadi istri ku tanpa ada rasa cinta saat itu. Entah apa yang Aku rasakan tiba - tiba bibir ini terucap untuk meminang mu. Yang jelas saat ini Aku telah jatuh cinta padamu Tasya."
Reza mengecup kening Tasya hingga air mata Reza jatuh mengenai pipi Tasya, jemari Tasya bergerak saat merasakan tubuh nya mendapatkan sebuah sentuhan.
Tasya membuka matanya, saat melihat jarak dekat wajah Reza dan Tasya. Reza pun terkejut saat Tasya telah siuman.
" Sayang.. kamu sadar." Reza mengusap pelan wajah Tasya, yang kini jarak antara wajah mereka sangat lah dekat.
" Kakak. "
" Iya."
" Apakah saat ini Aku sudah merasakan jatuh cinta pada kakak? "
Reza tersenyum dengan mata yang berkaca - kaca lalu membelai kembali wajah istri nya.
" Kakak pun sama, apakah kakak juga jatuh cinta sama Kamu? "
" Tasya sadar saat kakak pergi, hati ini terasa hampa. "
" Kakak juga sadar saat melihat Kamu tak sadarkan diri, hati ini sakit takut akan kehilangan kamu."
Tasya mengusap wajah Reza, dan reza meraih tangan Tasya yang mengusap wajah nya. Di cium punggung tangan istri nya dengan sangat lama.
" Tempatkan nama Kakak di hatimu untuk saat ini dan seterusnya."
" Tasya sudah menempatkan nama Kakak di hati Tasya."
Reza mendekatkan wajah nya dan mencium bibir Tasya dengan kecupan lembut, kecupan lembut itu lama - lama menjadi ciuman yang menuntut.
Dika yang melihat dari kaca balik pintu, beranjak pergi dengan membawa luka yang sakit luar biasa.