NovelToon NovelToon
VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

VCPD ( Virtua Cop Police Detective )

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:133.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anezaki Igarashi Ricky

VCPD adalah sebuah organisasi kepolisian yang dipimpin oleh Rheu Mitzuru bersama keempat temannya, Aso, Ibby, Shika dan Igarashi.

Walaupun masih SMU tapi mereka sangat cekatan dalam meringkus penjahat. Ikuti kisah menarik dan mendebarkan mereka yuk..

_______♡♡

Aku adalah Rheu Mitzuru.
Aku memimpin sebuah organisasi Virtua Cop Police Detective atau biasa dikenal dengan VCPD. Kakekku membuat organisasi tersebut untuk membantu kepolisian Kanagawa dalam menegakkan keadilan dan meringkus penjahat.

Yeap.. Meskipun aku masih duduk di bangku SMU, tapi aku tak kalah hebat dalam meringkus penjahat. Karena selama ini kakek selalu mendidikku dan melatihku dengan sangat keras.

Walaupun terlihat sangat sempurna dan tak meniliki celah sama sekali..

Akan tetapi banyak sekali yang tiba-tiba terjadi dihidupku. Tentang persahabatanku.. Bahkan tentang percintaanku.

Ikuti kisah-kisahku bersama VCPD lainnya yuk..
Yang tentunya penuh misteri dan sangat mendebarkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan

Aku bergegas untuk segera menghampiri Ava lagi.

"Ava, Maaf ... Aku baru datang! Aku kira mereka cuma mau menipuku. Gara-gara aku kau semalaman disini. Maaf, Tapi aku akan segera membawamu pulang!" aku berusaha melepas ikatan tali itu. Tapi ...

"Iya ..." sahut Ava pelan. "Shin, awas!" teriaknya.

Aku menoleh ke belakang, dan ternyata sekarang si pemimpin. Dia datang lalu menendangku dengan sangat santai sekali. Meskipun tendangannya dengan gaya santai, tapi aku terpental sangat jauh. Kuat sekali dia.

"Shin!" teriak Ava histeris saat melihatku terjatuh.

Selain kuat, gerakannya juga sangat cepat. Seperti teknik Sidho. Pasti dia juga ahli ninja dan judo.

Aku berusaha bangkit dan menyerangnya.Tetapi seranganku selalu meleset. Dia selalu menghindari seranganku.

"Kenapa? Kau tak bisa menyentuhku ya?" ejeknya sambil menyeringai.

"Shin, awas dibelakangmu!" teriak Ava.

Aku segera menoleh ke arah belakang, dan aku masih bisa menghindari pukulan dari salah satu pria itu. Tapi tiba-tiba ada yang menyerangku dari arah lain, dari belakang, bahkan samping. Jadi aku sudah dikeroyok mereka ber-4.

Sementara Ibby masih melawan 2 orang lainnya.

Sial! Aku tak punya pilihan lain. Baiklah, Akan kugunakan ini. Aku merogoh M13 ku dari sakuku.

Tar ... Tar ... Tar ...

Tiga peluru melesat dan mengenai masing-masing kaki mereka yang sedang mengkeroyokku.

"Aku sudah terbiasa dengan benda seperti ini." kata si bos lalu berjalan mendekat kearahku. Sedangkan seorang dari mereka yang terkena tembakku terjatuh.

"Arrgghhh ..." ku dengar Ibby berteriak. Aku segera menoleh ke arahnya. Seorang pria mendekap Ibby dari belakang dan bersiap menusuknya.

"Ibby jangan bergerak!" aku membidik pria itu, tapi ternyata pria tersebut segera merubah posisinya dan menjadikan Ibby sebagai tamengnya. Tembakanku mengenai lengan kanan Ibby. Oh tidak! Bodohnya aku!

"Ibby! Maaf!" aku segera berlari ke arah Ibby.

"Bagus, saling bunuh saja!" kata si bos.

"Ibby, kau tidak apa-apa kan? Maaf, Aku tak sengaja." Aku jongkok di hadapannya, dia hanya memegangi lengannya yang tertembak tadi.

"Aku tidak apa-apa, Shin. Aku kan kuat!" sahutnya sambil meringis.

Dasar Ibby, disaat beginipun masih bisa bercanda! Terkadang aku gemas sendiri padanya.

Bugghhh...

Tiba-tiba ada yang memukulku dengan sebuah kayu dari belakang. Dan aku jatuh tersungkur diatas tanah. Aduh ... Sakit sekali!

"Sekarang kau bisa apa lagi?" kata si bos sambil berjalan mendekatiku. "Kira-kira siapa dulu yang akan kuhabisi ya? Hhm, Aku bingung. Tapi setelah malam ini, besok aku akan menghabisi adik Victor yang manis dan kaya raya itu. Pekerjaan yang sangat menyenangkan. Gyahahahaha ..."

"Apa? Membunuh pekerjaan yang menyenangkan?" kataku tak percaya.

"Tentu saja. Memang menurutmu tidak menyenangkan ya?"

"Menurutku yang menyenangkan itu berendam di air panas dibawah deburan salju dan bulan purnama yang indah. Pasti menyenangkan sekali."

"Itu tidak menyenangkan!" bantahnya. "Tetapi kalau berendamnya dikelilingi gadis-gadis cantik pasti akan menyenangkan. Gyahahaha...."

Baiklah, Dia sedang lengah dengan angan-angan konyolnya saat ini. Ini kesempatanku. Aku bangkit dan hendak menyerangnya. Akan tetapi ada yang menyerangku dari arah samping.

Sial! Aku baru ingat, saat ini aku sedang menghadapi 5 orang sekaligus. Fiuh, Ava dan Ibby harus segera dibawa ke rumah sakit. Baiklah, Akan kuhabisi mereka semua terlebih dahulu.

"Hei, Butuh bantuan kawan?"

Tiba-tiba terdengar suara seorang pria. Eh, Siapa dia? Aku ke belakang dan ternyata sudah ada Sidho, Yama, dan Ichi. Kenapa tiba-tiba mereka datang? Darimana dia tau aku sedang ada disini?

"Ah, Kalian datang ..." kataku sedikit lega.

"Maaf ya, Kita agak sedikit terlambat." kata Sidho dengan lagak kerennya.

"Wow. Jadi kita akan menyelesaikan malam ini sekaligus? Baiklah ..." kata si Bos antusias.

"Shin, kukira berlima akan lebih baik" kata Sidho dengan gaya kerennya.

"Tidak. Tapi bersembilan akan lebih baik." tiba-tiba Aso, Shika, Hakken, dan Lee sudah datang.

"Kalian semua ..." kataku sedikit terharu.

"Wow. Baiklah! Tak masalah menyingkirkan anak-anak kecil seperti kalian sekaligus." kata si bos. "Ayo habisi mereka sekaligus!"

Dengan kerja sama team dan kekompakan kita, akhirnya kita berhasil mengalahkan para preman-preman itu. Tak lama kemudian pihak kepolisian Kanagawa datang dan menangkap mereka.

...***...

"Rheu, Aso, Shika! Kalian cuci muka sana! Dari tadi kerjaan kalian menguap dan tidur saja di kelas!" teriak Pak Hyu.

Lalu kita bertiga keluar kelas dari kelas hendak ke toilet cuci muka. Hari ini Ibby tidak masuk sekolah karena lengannya yang terkena tembakku. Ava juga tidak masuk sekolah, karena kondisinya belum membaik. Dia terlalu lama di hutan itu, dan sangat kedinginan semalam. Pulang sekolah aku berencana menjenguk mereka.

"Hoamm ... Aku sama sekali tidak tidur tadi malam." keluhku.

"Aku cuma tidur 1 jam saja. Hoamm ..." sahut Aso.

"Aku setelah pulang langsung tidur sih. Tapi masih sedikit mengantuk." sahut Shika.

Tiba-tiba kita melihat Sidho, Yama, dan Gabu yang sedang berada di luar kelasnya.

"Eh. Jangan-jangan mereka juga disuruh keluar. Kita hampiri yuk!" kataku lalu kita bertiga menghampiri mereka.

"Kalian dihukum juga?" tanyaku pada mereka.

"Iya, bu guru Takeshu cerewet sekali!" keluh Sidho.

"Iya, Masa kita lagi enak-enak tidur malah diomelin." tambah Yama.

"Tapi dia cantik dan sexy. Masih muda lagi." sahut Ichi.

"Dasar! Guru mau kau godain juga?!" ketus Aso.

"Kita ke kantin aja yuk. Lapar nih ..." ajak Sidho.

"Setuju! Aku juga udah lapar." sahutku.

"Ah, Kalian saja deh. Aku mau balik ke kelas deh." sahut Shika.

"Oke. Kalau soal beginian Shika tidak bisa diajak kompromi deh. Dia kan si jenius dan murid teladan." canda Aso.

"Haha ... Aku duluan ya!" kata Shika lalu bergegas kembali ke kelas meninggalkan kita.

Sementara kita berlima langsung pergi ke kantin dan memesan ramen.

"Whoa ... Ini enak sekali ..." kata Yama sambil melahap makanannya.

"Sepertinya aku akan merindukan masakan bibi kantin ini setelah lulus dari sini." tambah Sidho.

"Maka kita bisa datang kesini lagi untuk memakan ramen ini." sahutku lalu mulai melahap ramen itu.

"Kau benar, Shin. Kita akan selalu berkumpul dan bertemu setiap tahun di sini. Karena kita pasti akan terpisah-pisah saat sudah lulus dari sini. Bagaimana ?" usul Sidho.

"Good idea!" sahutku bersemangat.

"Memang setelah lulus nanti kalian akan melanjutkan study kemana?" tanya Aso.

"Hhm, Aku maunya sih di Universitas Tokyo. Tapi kalau mengingat otakku, aku tak akan bisa masuk di Universitas itu. Ahahaha ..." sahut Sidho tertawa lepas.

"Apalagi aku. Gyahahaha ..." sahut Yama.

"Kalau aku sih tentu saja bisa ..." sahut Ichi serius.

"Bisa langsung ditendang ... Gyahahahahaha ..." Ichi tertawa terpingkal-pingkal.

Sontak saja kita semua ikut tertawa terbahak-bahak.

...***...

1
xelyn_
lo yang bego anjr. dibilang jebakan, masih aja maju. giliran kena malah ngamuk, yeuh 👊
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
lah gantung dong kisah cinta Ava sama Shin
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
kenapa tidak menunjukkan identitas aja Shin jangan bilang kau lupa juga,
bibi itu sangat baik tidak mau menerima uang ganti rugi malah mau memberikan makan gratis buat Shin
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
langsung gercep ya kakek memerintahkan ka Shu 🤭
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
untung ada yang ketuk pintu 🤣🤣
btw gak jadi pulang kah kalian 🤭
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
hadehh banyak drama kamu Shin tadi marah2 sekarang malu2
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
mungkin dia malu Shin jangan lah berpikiran yang macam-macam dulu
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
weh mau ngapain kau Shin awas jan sampai bablas 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
duh ava, Shin itu cemburu loh gak peka banget sih
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
waduh Shin ada saingan nih kayanya,
eh kebaikan Shin berlebihan gak sih sama cowok 🙈
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
terlalu sibuk mengejar cinta ava, jadi jarang berlatih 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
sangat bertanggungjawab sekali kamu Shin
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸: 🤣🤣 nanti siang 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 2 replies
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
harusnya tanya dulu Shin masakan siapa ini 🤭
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
gagal lagi deh penangkapan key, sidho kamu keren semoga kamu baik2 sja
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
udah ditemukan sih tapi mata Sidho ternodai itu 🤭 dan nudah2an ini bukan jebakan lagi ya
Anezaki Igarashi Ricky ⍣⃝కꫝ 🎸: wkwkw.biarin aja.. dia kan agak2 anuuuu
total 1 replies
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
semoga rencana kali ini berhasil, dan key segera tertangkap
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
ternyata mereka sudah tau akan kedatangan Shin
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
kalau telat dan hukumannya berat mending bolos aja sekalian,.
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
Haku, Yuko kalian disini juga baru tau aku 🤭
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
aso kecelakaan karena ingin menyelamatkan yuko. ai nya cemburu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!