Rachel~
Tidak ada yang percaya padaku saat itu, aku begitu terpuruk bahkan rasanya hampir kering air mata ini karena terlalu banyak menangis...
Menceritakan tentang seorang gadis yang begitu menyedihkan, Ia hidup dalam kesendirian bahkan bisa dibilang dirinya tidak punya teman.
Pernah sekali ia merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang sahabat, tapi itu semua tidak berlangsung lama.
Orang tua yang tidak pernah menyayanginya tanpa alasan yang jelas, hingga suatu saat kebenarannya terungkap saat dirinya dijebak juga membuatnya hampir depresi.
Ia bukanlah seorang anak yang bisa melakukan semuanya, ia hanyalah seorang gadis yang lemah. Mempunyai IQ yang rata-rata atau bahkan bisa dibilang rendah membuatnya semakin merasa tidak berguna.
Hidup dari kecil dikalangan orang berada membuatnya tidak bisa membuat sesuatu sendiri, tapi bagaimana jadinya jika tiba-tiba semua kemewahan itu hilang dari pada hidupnya?
Simak selengkapnya disini yah, tentang gadis yang bernama Rachelle Audrey
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melciballu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 27- Visual & Bianca's birthday
**HALLO KAKAK-KAKAK PEMBACA YANG SETIA, PART KALI INI AKU AKAN KASIH VISUAL NIH..
...RACHELLE AUDREY...
...ALAN REYHAND ANDERSON...
...DIRGANTARA GREYSON...
...BIANCA GREYSON...
...RANGGA PRATAMA...
...ADITYA WILSON...
...RENDY BASTIAN...
...DAVEREN WIJAYA...
...ALVARO GREYSON...
...RIVANO WILLIAM...
...ADRIAN & DENARA...
...AMANDA...
...ABRAHAM & DINAR...
...GRACIKA GREYSON...
...YUSUF GREYSON...
...LINDA PARAMITA...
SEKIAN DULU UNTUK SEMUA VISUALNYA, KALAU MASIH ADA TOKOH YANG KURANG ATAU KESALAHAN NAMA, MOHON MAAF YAH, OTAKKU NGGAK MAMPU MENGINGAT NAMA SEBANYAK ITU.
DAN SILAHKAN DIKOMEN JIKA ADA YANG TIDAK SESUAI NANTI AKU GANTI KOK FOTONYA.
DAN MUNGKIN BANYAK JUGA YANG BERTANYA, KENAPA SIH RANGGA BEKUM MUNCUL-MUNCUL PADAHAL NAMANYA SUDAH AKU TULIS BERULANG KALI..
TENANG AJA GUYS, AKAN ADA PART DIMANA ADA RANGGA, DAN DISINI PERANNYA CUKUP PENTING LHO GUYS.
DAN SUDAH AKU TEBAK, PASTI BANYAK KAN YANG NGGAK SUKA SAMA KEDATANGAN SI GRANDMA & GRANDPA NYA ALAN DAN RACHEL.
TAPI JANGAN SALAH DULU, KEDATANGAN MEREKA MEMBAWA KEUNTUNGAN BAGI PARA PEMBACA TAPI TIDAK DENGAN RACHEL LHO, MAU TAU APA AJA KEUNTUNGAN BUAT KALIAN?
SILAHKAN MENEBAK-NEBAK, AUTHOR BELUM ADA HAK UNTUK MEMBERITAHUKANNYA.
...----------------...
Kini sudah malam harinya, Rachel berdandan dengan sangat cantik.
Ia memakai gaun berwarna maroon yang sangat kontras dengan tubuhnya yang seputih susu serta terbentuk sempurna.
Setelah selesai mengecek tidak ada yang kurang, ia melangkah melewati pintu belakang menuju ke gerbang menunggu taksi yang ia pesan tadi. Tak menunggu lama, datanglah sebuah mobil yang tak lain adalah taksi yang dipesan oleh Rachel.
Tidak ada yang tau kepergiannya, bahkan bibik juga tidak mengetahuinya.
Rachel masuk kedalam mobil hingga sekitar setengah jam kemudian tibalah mereka disebuah bangunan yang sangat mewah.
Dapat dipastikan bangunan itu adalah tempat kediaman milik Bianca.
Disana sudah terparkir banyak sekali mobil-mobil yang berjejer indah dihalaman rumah yang sangat luas itu.
dengan sangat anggun, ia berjalan dengan sepanjang perjalanannya ia menjadi pusat perhatian. Gaun yang indah dan elegan menempel pas ditubuh indahnya serta rambut yang digerai dan dibuat sedikit ikal serta high heels berwarna hitam yang setinggi delapan centimeter, dan jangan lupakan wajahnya yang bagaikan bidadari apalagi dipoles sedikit makeup membuatnya benar-benar menjadi pusat perhatian.
Saat hendak memasuki rumah, ia melihat seorang gadis yang sedang tersenyum kearahnya, ia mengerutkan keningnya.."siapa yah? tapi kok wajahnya nggak asing" gumamnya berusaha mengingat-ingat siapa gerangan gadis cantik didepannya.
"hay" sapa gadis itu dengan senyum yang sangat manis.
"Hay juga, apakah kita saling mengenal?" tanya Rachel langsung.
"kamu nggak kenal aku?" ucapnya sedikit berbisik sambil melihat sekelilingnya yang masih banyak orang menatap mereka, ralat lebih tepatnya Rachel.
Rachel menggeleng sambil terus menatap gadis itu mencari tau siapa sebenarnya dia. "aku Rena.." bisiknya lagi membuat Rachel ternganga.
Ia memegang kedua pipi gadis itu lalu mencubitnya pelan membuat gadis itu mengaduh kesakitan. "akkh sakitt" sedangkan beberapa orang menatap mereka sambil menahan tawa.
mungkin ada yang tidak mengenali Rachel juga. Tapi dapat Rachel lihat, seorang pria yang berdiri santai sambil memegang gelas yang berisi minuman sambil menatap Rachel dengan seringai nya tapi Rachel yang polos tidak mengerti akan arti dari senyum licik itu.
Ia mengalihkan pandangan dari pria itu lalu kembali berbincang-bincang dengan Rena.
"kamu beneran Rena?"bisik Rachel sambil menatap dalam bola mata Rena yang terlihat sangat indah dengan warna biru muda.
"ia" jawab Rena.
"tapi kok kamu nggak pakai kacamata?" tanya Rachel yang terdengar seperti seseorang yang sedang curiga.
"i-iya, aku pakai softlens kok" jawab Rena yang terlihat gugup membuat Rachel merasa jika ada sesuatu yang disembunyikan gadis ini.
Ia juga menatap heran pada sebelah telinga Rena yang disumbat dengan earphone. "kenapa pakai earphone Ren?" ucap Rachel heran.
"oh, ini gue lagi dengerin lagu aja" jawab Rena santai seolah ia bukanlah siswa culun yang selalu memakai kata aku-kamu.
"gue? Lo belajar ngomong Lo-gue yah? sama dong kayak gue waktu ngomong sama Bianca" Rachel berusaha melawan hati dan pikirannya yang mulai berfikir yang tidak-tidak.
Ia menatap lagi pada penampilan Rena yang begitu anggun. 'bukankah dia bilang orang tuanya pemulung? ke apa bisa dia memakai gaun mahal' Rachel benar-benar dibuat penasaran dengan gadis yang satu ini.
"ayo Chel, kita kedalam yuk..Bianca udah nunggu tuh dari tadi.."
Mereka masuk kedalam rumah mewah itu dan melihat dekorasi dalam rumah itu yang begitu cantik hingga membuat siapa saja akan merasa iri.
"beruntung banget yah hidup Bianca" ucap Rachel pada Rena tapi yang menjadi keanehan, senyum Rena tidak terlihat seperti biasanya kali ini sangat berbeda. Terlihat sangat sinis senyuman itu tapi sayangnya Rachel tidak sempat melihatnya karena pandangannya masih tertuju pada dekorasinya.
"nggak seberuntung hidup Lo, Lo punya orang tua yang lengkap" ucap Rena yang terdengar sedikit sinis membuat Rachel menoleh padanya tapi sedetik kemudian wajahnya yang tadi sinis kini berubah dengan senyuman yang sangat manis membuat Rachel tidak melihatnya lagi.
Rachel pun tak mau ambil pusing, ia kembali berjalan dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya menuju kearah Rena yang ditemani pak Yusuf serta seorang wanita yang seumuran dengan mamanya.
"happy birthday Bianca, always healthy and long life..God bless and protect you always" Rachel menjabat tangan Bianca kemudian memeluk hangat gadis itu.
"I'm glad to see you two getting along so well," ucap pak Yusuf dan wanita yang disampingnya juga ikut tersenyum.
"malam om, tante" ucap Rachel tanpa embel-embel pak.
"malam sayang" pak Yusuf mengangguk dan wanita itu menjawabnya dengan ramah kemudian memeluk hangat gadis itu.
"kamu cantik banget sih, pasti ayah sama bundanya juga cantik dan tampan" ucap Wanita itu sambil tersenyum membuat Rachel tersipu malu.
"makasih tante" ucap Rachel yang masih tersipu sedangkan pak Yusuf terlihat wajahnya sangat bahagia.
'dan kamu sangat mengenalinya Linda..' ucap pak Yusuf dalam hati.
"Tante juga cantik banget, pantesan Bianca juga sangat cantik" ucap Rachel yang membuat ketiga orang itu tertawa dengan bahagia.
'loh Rena kemana?' Rachel mulai memutar kepalanya mencari Rena tapi ia tak menemukan gadis itu.
"kamu cari apa nak?" tanya wanita bernama Linda itu.
"aku cari teman aku Tan, tadi kita kesini bareng tapi kok udah nggak ada yah" ucap Rachel.
"mungkin lagi ada urusan sebentar, disini aja dulu sama kita" ucap Pak Yusuf membuat Bianca dan Bundanya mengangguk setuju.
"iya Chel Lo disini aja dulu, soalnya gue mau kenalin Lo ke saudara-saudara gue" ucap Bianca.
"tapi gue nggak enak Bi, " bisik Rachel tapi terdengar oleh kedua orang tua itu membuat mereka tertawa.
"anggap aja rumah sendiri, sekarang anggaplah kita keluargamu" ucap bundanya Bianca dan kembali diangguki oleh kedua manusia yang disampingnya.
...TO BE CONTINUED...