NovelToon NovelToon
Pengantin Kecilku Raina

Pengantin Kecilku Raina

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:341.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Azizah

SEBELUM MEMBACA, JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR!


Raina seorang gadis miskin, ia baru saja berumur 17 tahun. Ibunya bekerja di sebuah rumah megah. Pemilik rumah megah itu adalah seorang pengusaha sukses di Indonesia.

Suatu hari Rian Wijayanto--anak majikan ibu Raina, akan melangsungkan pernikahan nan mewah, tamu-tamu saja dari kalangan berada dan teman-teman bisnisnya. Tempat pesta pernikahan sudah disiapkan, para tamu undangan mulai hadir satu persatu.

Ternyata dikabarkan bahwa calon pengantin wanita sudah melarikan diri. Mereka tidak mungkin membatalkan pernikahan tersebut, karena nama mereka yang dipertaruhkan. Akhirnya majikan ibu Raina, meminta Raina untuk menikah dengan Rian.

Bagaimana kisah mereka berdua?
Kuy, baca ceritanya segera, biar gak bikin penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

*****

"Tidak. Tidak," ngigau Raina dengan mengelengkan kepalanya ke kanan dan kiri.

"Tidak." Kali ini air mata Raina ikut mengalir di sudut matanya. Rian yang sedang berada di sofa, langsung menoleh ke arah istrinya, saat mendengar suara ngigauan.

"Tidak."

Rian bangun dari duduknya, ia berjalan menghampiri Raina yang sedang tertidur di atas brangkar.

"Sayang?" panggil Rian seraya menepuk pelan pipi Raina.

"Tidak." Kali ini Raina terdengar menangis, air matanya tak henti-henti mengalir di sudut matanya.

"Sayang?" panggil Rian sedikit lebih keras, itu berhasil membuat Raina terbangun dari tidurnya. Nafas Raina terlihat tidak beraturan, ia menatap ke sekeliling tempat ia berada. Tanpa sadar ia menghela nafas beratnya.

"Ada apa?" tanya Rian seraya duduk di sisi brangkar.

"Aina kembali bermimpi yang sama. Rasanya sangat aneh, kenapa mimpi itu terasa nyata sekali?" jawab Raina dengan menatap lesuh Rian.

"Mungkin, sayang lagi banyak pikiran," ucap Rian dengan tersenyum.

Raina menghela nafasnya. "Mungkin saja," jawab Raina yang tidak ingin memikirkannya.

"Kak, Aina mau ke toilet," sambung Raina.

"Ok." Rian langsung membantu Raina turun dari brangkar, lalu memapah Raina berjalan ke arah kamar mandi.

"Aina akan masuk sendirian, kalau ada apa-apa, nanti Aina akan panggil, Kakak," ucap Raina ketika sampai di depan pintu toilet.

"Baiklah," jawab Rian yang paham maksud Raina.

Raina berjalan masuk ke dalam toilet, sementara Rian menunggu Raina di depan pintu. Beberapa menit kemudian, Raina kembali keluar dari dalam kamar dengan wajah segar bugar. Sepertinya Raina langsung mencuci wajahnya.

Rian kembali memapah sang istri menuju brangkar. Raina kembali duduk di atas brangkar dengan bantal yang berada di punggungnya.

"Kenapa kakak gak pergi ke kantor?" tanya Raina.

"Mana mungkin kakak harus ke kantor, disaat istri kakak sedang dirawat di rumah sakit," jawab Rian dengan tersenyum, lalu duduk di sisi ranjang.

"Makasih ya, Kak," ucap Raina dengan tersenyum.

"Untuk, apa?" tanya Rian dengan mengerutkan keningnya.

"Makasih, sudah mau jagain Aina selama di rumah sakit. Makasih, karena sudah baik sama Aina selama ini," jawab Raina.

"Gak usah berterima kasih. Semua ini sudah menjadi kewajiban Kakak sebagai seorang suami, sekaligus Kakak dulu," ucap Rian dengan tersenyum, seraya menyelipkan rambut Raina ke telinga.

Raina hanya tersenyum menatap sang suami, tapi ... Raina tiba-tiba melihat dua orang dengan jenis berbeda, sedang berdiri di depan pintu ruangnya. Ia memejamkan kedua matanya, tapi dua orang itu sudah hilang dalam sekejap. Yang semakin membuat ia tak percaya. Ia menatap ke sekeliling tempat ia berada, tapi tidak menemukan dua orang yang tadi ia lihat.

"Ada apa, Sayang?" tanya Rian yang heran.

"Tadi, Aina lihat ada dua orang di depan pintu. Tapi ... ke mana mereka pergi?" jawab Raina yang terus mencari keberadaan dua orang itu.

"Perasaan, cuma kita berdua yang ada di sini dari tadi," ucap Rian yang juga ikut menatap ke sekelilingnya.

"Mungkin tadi Aina salah lihat. Kakak tadi lagi ngerjain apa?" Raina mencoba mengalihkan topik pembicaraannya.

"Biasa, ngurus pekerjaan kantor," jawab Rian dengan tersenyum. Raina hanya membalas dengan anggukan kecil.

Bukan sampai di situ aja keanehannya. Raina selalu bermimpi yang sama semenjak kejadian kecelakaan itu. Raina juga bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang dengan mata telanjang, kecuali mereka memiliki indra ke enam atau bisa dibilang 'Anak Indigo.' Semua itu membuat Raina merasa stress, dan bahkan ia sangat sulit untuk tidur.

"Apa istri saya baik-baik saja, Dok?" tanya Rian. Ya, Raina memang baru saja diperiksa oleh dokternya, karena Raina sempat menggila beberapa menit yang lalu. Tentu saja dia melihat hal yang menakutkan, dan Raina juga sudah diberikan obat penenang.

"Saya juga bingung mau menjelaskannya, paadahal sebelumnya kondisi pasien baik-baik saja. Tapi, sepertinya ada yang mengganggu pikiran pasien, itu membuatnya merasa stress dan tertekan," jelas dokter itu.

"Lalu, perkataan istri saya yang mengatakan, kalau dia melihat hal-hal aneh dan bermimpi buruk setiap tidur. Bagaimana, Dok?" tanya Rian lagi.

"Saya juga kurang paham soal itu, tapi Pak Rian bisa langsung bertanya kepada dokter piskolog. Nanti saya akan memintanya untuk datang ke sini. Mungkin dia bisa menjawab pertanyaan, Pak Rian," jawabnya.

"Baiklah. Terimah kasih, Dokter," ucap Rian seraya menundukkan sedikit kepalanya.

"Sama-sama. Kita permisi dulu."

"Iya. Silahkan dokter." Dokter dan suster itu berjalan pergi meninggalkan ruang rawat Raina. Rian berjalan menghampiri sang istri, ia duduk di kursi yang sudah disediakan. Lalu menggenggam erat tangan istrinya. Tanpa sadar ia menghela nafas beratnya.

Beberapa menit kemudian ....

Raina kembali diperiksa oleh seorang dokter pria. Ia cukup muda dan tampan, ia bernama Fabian Januarius. Umurnya sama dengan Rian, tapi dia terlihat lebih dewasa dan berwibawa. Rian juga sama, tapi Rian lebih tepatnya seperti anak berumur 20 tahun. Mungkin Rian orang yang mudah tersenyum, dan santai dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya. Itu sebabnya dia seperti anak umur 20 tahun.

"Bagaimana, Dok?" tanya Rian, setelah Dokter Fabian selesai memeriksa Raina.

"Apa istri Anda memiliki masa lalu yang buruk, saat masih kecil?" Bukan menjawab, Dokter Fabian malah balik bertanya.

"Iya. Saat umurnya lima tahun, Aina mengalami kecelakaan mobil, dan kedua orang tuanya meninggal di tempat kejadian. Semenjak itu juga, Aina tidak ingat apa-apa tentang kecelakaan itu. Aina jadi fobia terhadap darah. Sikapnya yang biasanya ceria, berubah menjadi pendiam dan dingin," jelas Rian yang terlihat sangat sedih.

"Kecelakaan ini membuatnya teringat dengan kejadian di masa kecil. Meskipun istri Anda tidak menyadari itu, tapi mimpi itu sudah menuntunnya ke masa kecil yang sudah istri Anda lupakan. Itu sebabnya istri Anda selalu bermimpi buruk. Soal halusinasi yang istri Anda katakan. Mungkin efek karena terlalu stress akhir-akhir ini. Jadi, istri Anda mulai berhalusinasi yang tidak-tidak," jelas Dokter Fabian. Rian hanya membalas dengan anggukan pelan.

"Saya sudah resepkan obatnya. Anda bisa mengambilnya di meja resepsionis," sambung Dokter Fabian seraya memberikan kertas yang sudah ditulisnya.

"Baik, Dok. Terimah kasih atas bantuannya."

"Sama-sama. Saya permisi dulu." Dokter Fabian menundukkan sedikit kepalanya, dan Rian juga melakukan hal yang sama. Dokter Fabian berjalan pergi meninggalkan ruang rawat Raina.

Rian menatap ke arah istrinya yang masih tidur, ia memutuskan untuk mengambil obat yang sudah diresepkan oleh Dokter Fabian tadi. Rian berjalan keluar dari dalam kamar rawat Raina.

*****

Serlin menjalani hari-harinya sendirian. Ia mencoba melamar kerja ke berbagai kantor. Awalnya Serlin bekerja di perusahaan Ayahnya, tapi semenjak dirinya diusir, Serlin jadi kehilangan pekerjaan.

Serlin seorang desainer yang terkenal, tentu banyak yang ingin memperkejakan Serlin. Tapi, rumor beredar dengan sangat cepat. Semua media sudah tau, kalau putri dari seorang pengusaha sukses sedang hamil dan kabur saat hari pernikahannya dengan Rian. Membuat Serlin kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Entah bagaimana caranya mereka tau, tapi itu membuat perusahaan Ayahnya mengalami kebangkrutan. Serlin sampai tidak berani keluar dari dalam apartemennya, ia takut ada orang-orang yang mengenalinya.

Serlin hanya bisa menangisi hidupnya. Menyesal? Tentu saja dia sangat menyesal. Seharusnya dulu dia tidak mengikuti apa kata pria itu. Ia juga tidak bisa menyalahkan pria itu sepenuhnya, karena dia melakukannya tanpa kata paksa. Entah apa yang ada dipikirkan saat itu. Cinta sudah membuat dia buta dan lupa apa akibatnya.

Dreet ... dreet ... dreet!

Serlin langsung menoleh ke arah ponselnya yang berada di atas nakas.

@Sayangku

Serlin langsung mengambil ponsel itu, lalu menggeser tombol hijau di layar ponselnya dan meletakkan di dekat telinganya.

"Kamu ada di mana? Kenapa kamu pergi tinggalin aku? Kamu tidak tau, kalau aku sedang menggadung anak kamu?" ucap Serlin dengan menangis tersedu-sedu.

"Aku ada di luar," jawabnya dengan nada dingin. Serlin langsung menoleh ke arah pintu, saat mendengar suara bel dari luar. Serlin dengan buru-buru bangun dari tempat tidurnya, lalu berjalan keluar dari dalam kamarnya.

Serlin membuka pintu dan terlihat seorang pria tampan sedang berdiri di depan pintu. Pria itu menggunakan topi dan pakaian serba hitam. Serlin langsung memeluk pria itu dengan erat.

"Jangan tinggalin aku lagi, Arkan. Aku tidak punya siapa-siapa lagi, kalau kamu juga pergi ninggalin aku," ucap Serlin yang langsung menangis dengan sesegukkan.

Pria itu menatap ke kiri dan kanan. Ia khawatir ada yang melihatnya dan Serlin. "Ayo masuk. Jangan sampai ada yang lihat kita," ucapnya.

Serlin melepaskan pelukannya, ia menatap wajah pria yang sempat menghilang dari kehidupannya.

"Ayo berkemas, di sini tidak akan aman," ucapnya dan Serlin membalas dengan anggukan.

Serlin memasukkan barang-barangnya ke dalam koper, tiba-tiba dia merasa mual dan pusing. Wajar saja. Semenjak kejadian itu. Serlin jadi tidak nafsu makan.

"Duduklah. Aku akan mengemasnya," ucap pria yang bernama lengkap Arkan Syaputra Yanduge, seraya bangun dari duduknya. Ia berjalan menghampiri Serlin dan mengambil alih perkejaan Serlin. Sementara Serlin duduk di atas ranjang, menatap Arkan bekerja. Tanpa sadar senyuman terukir di bibir merah muda Serlin. Ia merasa sangat bahagia, ia khawatir kalau anaknya lahir tanpa sang Ayah. Tapi, sepertinya itu tidak akan terjadi, karena Arkan sudah kembali kepadanya.

Apa Arkan mencintai Serlin? Awalnya dia hanya melakukan tugas dari Surya, tapi perlahan-lahan dia mulai mencintai Serlin. Mendengar tentang rumor itu. Arkan langsung mencari keberadaan Serlin dan ia menemukan di mana Serlin tinggal.

Arkan seorang Bos gangster, ia dibayar dengan mahal untuk memisahkan Serlin dari Rian. Tapi, ia tidak tau, kalau dia akan menyukai Serlin. Apalagi Serlin sudah memiliki anak darinya. Membuat Arkan bertekad untuk menjaga Serlin. Meskipun dia akan mendapatkan masalah dari Surya, tapi ia juga tidak bisa melihat Serlin menderita karenanya.

Alasan Surya tidak menyukai Serlin, itu dimulai dari Ayah Serlin. Yang sudah membunuh keluarga sahabatnya--Wilian. Wilian adalah Ayah kandung Raina dan Arkan. Itu sebabnya Surya begitu baik kepada Raina. Tapi, apa yang terjadi, jika Surya tau, kalau Arkan mencintai Serlin?

Bersambung ....

1
Qaisaa Nazarudin
Karma tuh sama Suami sendiri marah2..
Qaisaa Nazarudin
Sadar diri kamu yg Salah dan Bodoh,Jadi jangan menyalahkan orang lain dan berniat utk menjadi Pelakor ya..😡
Qaisaa Nazarudin
Semoga aja sang mantan gak kembali lg menagih simpati ya..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah kalo Rian bisa menerima pernikahan ini…
Aku kalo baca novel akan baca sinopsisnya dan komentar2 para Tiders dibawahnya terlebih dahulu,Kalo alurnya berat aku skip aja,cari yg lain,Aku baca novel utk hiburan,gak mau yg alurnya berat2,karena hidup ku hari2 udah berat..🙏🏻🙏🏻😁
Bunga Bunga Liar
top
Hayati Nasution
gk ada mp nya ni Thor, padahal aku nunggu2 lo😄
Abizar zayra aLkiaana
👣👣
Rina_Ntok
ninggal jejak kak...
bukan REHABILITASI...tetapi Ruang TERAPI gitu kak ...kalau rehabilitasi itu kyk dia make aj...
Suci Dava
mungkin yg di maksud teraphy bkn rehabilitasi 🙏
Siti fitrianingsih
👍
Chotijah Eka
aku suka sama novel ini andaikan saja ada bukunya pasti ku beli
Prisillia Jauzza
d
Iin Suharta
lanjut , kok lama banget upnya...
NUR(V)
ini kok lama banget up nya kak dah lama aku menunggu ayo kak up lagi jangan lama lama ayo semangat.... entar ni aku lupa jalan ceritanya...
NUR(V)
lanjuttt
NUR(V)
aku mampir kak
Nayi Siti
rada lupa thor . jd baca ulang lagi
Irma Herlina
senang sekali kembali hadir ditunggu ya thor cerita selanjutnya
Ayu Azizah
Insyaallah. Bakal saya usahakan Up tiap hari.
Pria Tin
kangen banget thorrr... lanjut teruss kalo bisa tiap hari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!