Davina Fidelya, seorang gadis tomboy berlesung pipit dan berwajah manis. Sikapnya yang ceria dan selalu optimis dalam mengisi hari-harinya, mampu meluluhkan kerasnya hati seorang Radithya. Pada suatu ketika, karena suatu peristiwa diluar dugaan, membuat Davina terpaksa harus membayar uang ganti rugi yang tidak sedikit, sementara ia pun harus tetap membiayai ibu serta pengobatan adik kesayangannya yang sakit. Jalan satu-satunya agar ia bisa membayar utang serta tetap bisa membiayai keluarganya adalah dengan menerima bekerja sebagai supir sekaligus asisten pribadinya Radithya yang terkenal super cool. Ada berbagai kisah didalam novel ini, salah satunya tentang bagaimana Claudia mantan kekasih Radithya yang terpaksa menikah dengan adik kembarnya Radithya hanya karena harta, namun masih tetap mengejar cinta Radithya hingga ia menggunakan berbagai cara agar bisa mendapatkan kembali cintanya. Namun siapa sangka, salah satu dari rencana licik yang dilancarkan Claudia justru membuat Radithya semakin menjauh darinya, bahkan membuat Radithya dan Davina semakin dekat. Ikuti kisah selengkapnya hanya di sini, dan pastinya siap-siap saja untuk sakit perut akibat aksi-aksi kocaknya duo jomblo free hatin dan si wonder woman Davina dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Siapakah yang nantinya akan menjadi pelabuhan terakhirnya Davina. Ikuti kisahnya disini yaaaa.... 😘😘😘😘🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fall in love
Davina pergi melangkah meninggalkan Radithya yang masih bengong, sebenarnya ia ingin sekali marah bahkan memaki nya lebih dari itu, namun fikirannya masih berjalan. Dalam hal ini, ia harus menambah lagi level sabarnya untuk menghadapi sikap bos nya yang arogan. Bagaimanapun juga ia masih butuh pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya serta pengobatan adik kesayangannya.
Tanpa kuasa menahannya lagi, akhirnya air matanya pun jatuh membasahi pipi. Entah kenapa hatinya begitu sakit mendengar perkataan bos nya tadi. Ia merasa seolah diperlakukan sebagai penghianat perusahaan, padahàl samà sekali ia tak pernah punya fikiràn seperti itu.
------×××-------
"Pak, anda baik-baik saja?" tanya pak Jo yang dari tadi tanpa sengaja mendengarkan percakapan bos nya dan Davina Sedikit terkejut, Radithya menoleh kearah suara yang memanggilnya.
"Hmmmm" hanya itu yang keluar dari bibirnya. Lalu iapun pergi berlalu meninggalkan Pak Jo yang masih diam dan berdiri dibelakangnya.
"Tadi nama anda dipanggil beberapa kali untuk memulai acara dinner night ini, apakah anda sudah siap?" tanya pak Jo hati-hati.
Radithya menghentikan langkahnya, tanpa menoleh ia berkata: "Tunda acaranya setengah jam lagi, saya masih ada urusan!" katanya tanpa basa-basi, lalu ia kembali melangkah dan entah kemana tujuannya.
Pak Jo hanya bisa menggelengkan kepala, ia sudah tahu betul sifat bosnya. Kemudian iapun berlalu menuju tempat acara dinner diadakan.
------×××××---------
"Dasar bos songong, lihat saja! kalau saja aku sudah bayar lunas semua utang-utangku, aku akan cepat-cepat keluar dari perusahaan gak ada akhlak ini, dan mencari pekerjaan yang isinya manusia semua. Lebih baik kerja jadi buruh pabrik biasa daripada kerja jadi asisten bos gak punya hati itu! dasar bos brengseeeeeeee....kk.....!" katanya sambil melempar sepatu biru yang ia kenakan tadi, dan.....
brugh...
Sepatu itu hampir saja terlempar mengenai wajah Radithya, dan untung saja ia dengan sigap bisa menangkapnya.
"Hei bodoh! apa-apaan sih kamu?" gak sopan banget, bagaimana kalau sepatu ini tepat mengenai kepala orang lain dan sampai terluka, bisa-bisa kamu harus ganti rugi dan harus membawanya pula ke rumah sakit jika ia sampai terluka parah, memangnya kamu sudah punya uang banyak hah?" ucapan Radithya membuat Davina kaget dan sedikit ngeri juga.
"Iyaa maaf deh pak... maaf!, atuh bapa kenapa datangnya tiba-tiba dan tanpa suara, saya kan lagi kesel... jadi hampir saja kelempar itu... heee.... sekali lagi maaf ya paakk!" sambil menempelken kedua telapak tangannya Davina memohon maaf.
"Maaf...maaf..., saya sudah bosan mendengar kata maaf dari kamu. Kalau saja maaf kamu itu bentuknya uang, mungkin saya sudah jadi orang terkaya di dunia" kata Radithya asal, entah apa itu ucapan candaan atau serius, yang jelas setiap perkataan antara candaan dan serius itu beda tipis, jika yang mengucapkannya keluar dari mulut Radithya, yang pasti itu akan terdengar sangat garing dan pastinya tidak akan ada yang mau tertawa secara sukarela kalau bukan ia hanya cari muka saja. heeeee....
"Sekarang cepat ganti bajumu dengan gaun yang tadi saya kasih, cepat dan gak usah pakai lama-lama. Saya tunggu sekarang juga!" katanya sambil membalikkan badan menuju kursi.
"Iya baiklah, tapi bapak nya mohon keluar dulu. Mau ganti baju bagaimana kalau bapak masih ada disini, heee... maaf!" katanya sambil cengar-cengir.
"Tuh, maaf lagi kan? bosen!" katanya sambil pergi keluar kamar. Seulas senyum tipis terlintas di bibirnya.
------xxxxx-------
Suasana ruangan yang berada tepat di pinggir pantai, deburan suara ombak serta cerahnya cuaca saat itu, dengan alunan suara musik klasik yang syahdu menambah kenyamanan dan keindahan tempat itu.
Nampak Davina dan Radithya duduk berhadapan dalam satu meja bundar yang dihiasi bunga-bunga cantik serta lilin aromaterapi yang wanginya sangat menenangkan.
Sesekali terlihat Radithya curi-curi pandang kearah Davina yang menurutnya ia terlihat sangat anggun malam itu, namun Davina tidak menyadarinya. Ia masih asyik mencicipi satu persatu semua menu yang tersaji di atas meja, walaupun mencicipinya sedikit-sedikit. Yaaa maklum saja, seumur hidupnya ia belum pernah merasakan makan makanan berkelas seperti itu.
"Kamu lapar ya?, ya sudah makan saja yang benar. Jangan cuma di icip-icip saja.!" kata Radithya dengan mimik wajah datarnya.
Sebenarnya sesuatu yang menarik dalam fikiran Radithya saat ini adalah orang yang ada di hadapannya sekarang, walaupun di sekelilingnya ada banyak perempuan-perempuan cantik, artis-artis cantik yang menghibur acara tersebut bahkan Claudia sendiri yang masih tetap semangat mengejar cinta Radithya, namun mereka bisa lewat begitu saja dari pandangan dan hati Radithya yang sepertinya sudah mulai menyukai Davina tanpa ia sadari.
Hadirin sekalian, di acara dinner night yang syahdu ini, izinkan kami selaku panitia mengajak rekan-rekan semua untuk unjuk diri dan berpartisipasi dalam memeriahkan acara ini. Siapapun yang berkenan untuk menghibur kita semua saat ini, saya tunggu disini.
Terdengar suara riuh tepuk tangan, mereka sangat antusias menyambut sesi acara hiburan malamnya, mereka merasa sesi inilah yang di tunggu-tunggu, karena suasana akan lebih meriah, santai dan tidak kaku.
Tak terkecuali Davina, ia pun sangat menantikan sesi acara ini. Karena ia menganggap, acara demi acara yang telah digelar sebelumnya sangatlah membosankan. Ia ingin sejenak melepaskan kepenatan fikiran dan hatinya dengan hiburan rakyat seperti ini.
"Paaaak, saya request lagu kupuja-puja dooooong!". celetuk Davina tanpa jaim-jaiman, walaupun terlihat sepasang netra lelaki yang di hadapannya hampir saja loncat. Namun kali ini ia tidak perduli... "let's enjoy this night..."
bersambung
like komennya di tunggu yaaahh😊😘