Alina Lyendra
Seorang gadis muda berusia 22 tahun baru saja merampungkan pendidikan terakhirnya di bidang manajemen dan lulus dengan predikat cum laude.
Saat ini, Alina, sapaan akrabnya sedang sibuk mencari pekerjaan.
Kendra Lingga, yang biasa di panggil Bos Ken adalah seorang CEO muda yang sukses, tangan dinginnya selalu sukses menangani setiap proyek di perusahaannya.
Usianya tergolong matang, 29 tahun namun masih betah menyendiri, kesibukan telah menyita seluruh waktunya untuk bersantai.
Kendra termasuk orang yang introvert dan hemat bicara, dia tidak suka privasinya terekspos ke media sehingga tidak banyak orang yang mengenali wajah aslinya yang tampan nan rupawan.
Suatu hari Kendra yang sedang suntuk, menyepi di pantai untuk mencari ketenangan dan tidak sengaja bertemu dengan Alina untuk yang pertama kalinya.
Dan masih ada pertemuan selanjutnya yang terjadi secara kebetulan.
Apakah ini takdir??
Stay tune terus ya untuk kelanjutan kisah mereka...
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gek Nanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepo
Tak lama kemudian, kaca mobil Kendra ada yang mengetuk, ternyata itu adalah Christine Hakim, sang artis senior!
Christine memang sudah sejak lama menaruh hati pada Kendra namun tidak pernah menemukan kesempatan yang bagus untuk berbicara dengannya.
Alina langsung panik dan berusaha menyembunyikan dirinya di balik punggung kokoh milik suaminya, Kendra.
Kendra membuka sedikit jendelanya untuk Christine,
"ada apa??" tanya Kendra dengan nada datar.
Christine tidak patah semangat meski Kendra selalu bersikap dingin padanya,
"aku ingin bicara dengan mu.. apa kau ada waktu??" sahut Christine berusaha menggoda Kendra.
"Ada!!" jawab Kendra yang kontan mendapat cubitan keras dari Alina sampai membuatnya meringis kesakitan.
"auw!" ringis Kendra menahan sakitnya cubitan Alina.
Tentu saja Christine merasa heran melihatnya dan langsung panik minta dibukakan pintu mobil oleh Kendra untuk melihat keadaan Kendra.
"apa kau baik baik saja Ken??" tanya Christine panik.
"ah.. aku tidak apa apa!! sepertinya punggungku di gigit nyamuk barusan!" jawab Kendra.
"apa kau yakin??" tanya Christine lagi.
"sangat yakin!" sahut Kendra.
"oh iya... aku baru ingat kalau harus menghadiri meeting sebentar lagi, jadi aku harus pergi sekarang!!" ujar Kendra lalu bergegas meninggalkan Christine yang masih berdiri mematung menatap kepergian Kendra
Kendra baru berhenti setelah merasa mobilnya sudah cukup jauh dan aman.
Alina masih terlihat kesal,
"kau tadi sengaja ya??" sungut Alina.
"dan ya...bagaimana kau bisa mengenal Christine hakim??" lanjut Alina bertanya.
"Christine Hakim adalah model senior di Lingga Group, tentu saja aku mengenalnya!" jawab Kendra dengan santainya.
"aku rasa dia tertarik padamu!" kata Alina lagi.
"apa kau cemburu?" goda Kendra.
"berhenti lah bercanda!!" sahut Alina.
Suasana jadi canggung.
Alina langsung buru buru turun dari mobil Kendra sebelum ada orang lain yang memergoki mereka lagi.
Begitu Kendra menjauh, Alina langsung melepaskan cincin mahal itu dari jarinya.
Sekarang aku jadi makin bingung, Kendra itu benar benar pintar berurusan dengan wanita!! dan apakah semalam aku mendapatkan jawaban? Kenapa semalam aku malah mabuk duluan sih?? sumpah bego banget!
"Setiap hari dia memerintah ku begini dan begitu!! dia pikir aku ini pembantunya apa?!" gerutu Alina.
Alina baru saja naik lift saat Dave lagi lagi muncul di hadapannya.
Alina langsung membatin dengan sebal,
kenapa si brengs*k ini selalu ada di mana mana?? apa dia memang suka berkeliaran??
Mereka akhirnya tidak saling menyapa saat di dalam lift,
Tapi begitu lift terbuka dan Alina hendak keluar, Dave tiba tiba memanggilnya.
"eh... jangan harap kau bisa mendapatkan kuota yang tersisa!" sungut Dave dengan sinis nya pada Alina.
"tapi demi si tua Ken, aku akan memberitahumu beberapa tips untuk mendapatkan kuota itu!!" Ujar Dave dengan senyum licik bergerak maju dan berhenti di hadapan Alina lalu Dave mengacak acak rambut Alina dengan gemas.
"ih.. apa apaan sih?!" protes Alina sambil menjauhkan dirinya dari Dave.
"kau terlihat lebih cantik dengan rambut menutupi mukamu!!! semacam seperti hantu begitu.. haha!!" kata Dave lalu terbahak.
"kau akan mendapatkan kesempatan kalau kau melakukan itu! percayalah padaku!!" tambah Dave di sela gelak tawanya.
Alina mendengus kesal dan bergegas meninggalkan Dave yang masih tertawa dengan begitu lepasnya.
Alina pun terpaksa harus masuk kamar kecil untuk merapikan penampilannya kembali, tapi saat dia masuk ke salah satu bilik tak sengaja Alina mendengar dua pegawai sedang bergosip tentang Christine Hakim.
"eh...tadi aku melihat Christine pergi ke bagian HRD hanya untuk mencari informasi tentang Bos Ken! sepertinya selain menjadi model untuk Lingga Group, dia juga sepertinya memanfaatkan kesempatan ini supaya bisa mendekati Bos Ken dan menjadi istrinya!" celetuk salah satu dari mereka.
"ah masak sih?? darimana kau tahu??" sahut yang lainnya.
"orang buta saja pasti tahu kalau melihat tingkah Christine pada Bos Ken!" sahutnya.
"sudah sudah... berhenti berghibah!? sebaiknya kita kembali ke ruangan sekarang!"
Mendengar bahwa Christine ternyata benar benar menyukai Kendra, Alina mendadak mempunyai ide licik.
"aha.... aku tidak bisa mendekatimu dengan mudah!! tapi sepertinya aku punya cara agar kau yang mendekati ku terlebih dahulu, Christine Hakim yang terhormat!!" gumam Alina seorang diri setelah mendapatkan ide jitu untuk memenangkan hati Christine.
"Maaf ya...Bos Kendra.. suamiku, sepertinya kali ini aku harus memanfaatkan mu dengan baik!!" tambahnya sambil senyum senyum sendiri.
Maka kemudian Alina keluar dan langsung menemui Christine di departemen hiburan, Alina mengaku pada Christine kalau dia mengenal Kendra dengan baik.
Di tempat lain, Kendra langsung bersin bersin tidak jelas.
apa aku kena flu?? atau ada yang sedang membicarakan ku??
Sepertinya rencana Alina berhasil dengan cepat, Christine Hakim langsung tertarik dan memanggil Alina dengan antusias.
"apa benar kau mengenal Bos Ken dengan baik??" tanya Christine.
"bukan hanya Bos Ken saja, pembantu yang telah merawatnya mulai dari bayi saja aku kenal!' sahut Alina dengan bangganya.
eh.. apa Bibi Asih ikut merawat Kendra saat dia masih bayi?? tapi kan kata Kendra Bibi Asih itu adalah pembantunya Nenek?? ah.. biar saja lah sudah terlanjur juga!!
"wah benar kah?? kalau begitu kau bisa membantuku!!" seru Christine senang.
"bisa saja.. asal kau juga mau membantuku!" sahut Alina.
"aku bukan orang yang tidak tahu balas budi!" kata Christine lagi.
*******
Alina baru memakai cincinnya kembali setelah tiba di rumah pada malam harinya.
Tapi kelihatannya Kendra masih belum pulang dari kantor maka Alina memanfaatkan kesempatan itu untuk tanya bertanya tentang Kendra pada Bibi Asih.
"Bi Asih.. apa yang paling Kendra sukai?" tanya Alina.
"dari kecil sampai Tuan dewasa, Bibi rasa tidak ada yang paling dia sukai!! Eh...tapi sekarang sepertinya dia mulai punya sesuatu yang paling dia sukai nya!" celetuk Bibi Asih.
"apa???" tanya Alina kepo.
"Anda!! anda lah yang paling di sukai nya saat ini Nyonya!" jawab Bibi Asih.
Alina langsung nyengir garing mendengarnya.
"ah.. Bibi mah asal aja jawabnya!!" sanggah Alina.
Karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan, maka Alina memutuskan untuk masuk ke kamar Kendra dan mencari cari sesuatu, siapa tahu saja dia bisa menemukan semacam petunjuk di sana.
Namun tak ada satupun benda yang tampak menyolok, rata rata isi kamar itu cuma buku buku saja, tapi saat Alina membuka laci nakas, dia tidak sengaja menemukan sebuah pigura foto masa kecil Kendra yang tampak sedang memegang sebuah robot mainan.
"ternyata dia imut juga waktu masih kecil!!" kata Alina.
"tapi tak ada satupun yang berguna di sini...mungkin ada sesuatu yang menarik di ruang kerjanya!" gumam Alina seorang diri.
Maka Alina pun memutuskan untuk keluar dan hendak ke ruang kerja Kendra, tapi dia langsung membeku di tempat ketika melihat Kendra yang baru datang dan berdiri di depan pintu kamarnya.
Kendra menatap Alina dengan tatapan menyelidik nya, Alina terlihat seperti maling yang tertangkap basah oleh sang penghuni rumah.
🚧🚧🚧🚧🚧🚧🚧🚧🚧🚧🚧
sarangeo. .😘😘😘😘