Sepanjang perjalanan Alton tak henti mengingat wajah cantik serta senyum manis Selena. Memang Selena bukan type gadis yang Alton inginkan. Tetapi saat mengasuh Austin, mendadak perasaan nya menjadi lain.
Aku memang membutuhkan pengganti Alice, tapi baru tiga bulan kepergian nya. Aku tidak mungkin juga memilih nya sebagai pengganti Alice. Itu sangat tidak adil untuk Selena. Menatap wajah kecil Austin dan memikirkan hal ini sepanjang perjalanan pulang. Hai Alton, kamu jangan gila! Dia adik ipar nya, jangan karena dia mirip dengan Alice lalu kamu egois ingin memiliki nya juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baikan
Alton bertanya dan menatap ke arah Tom yang sedang tertawa.
"Ah tidak Tuan, Tuan kecil lucu." jawab Tom
Tiba-tiba seseorang membuka pintu dan masuk ke dalam nya. Dua pasang mata kini saling bertatapan. Suasana menjadi canggung, Tom yang mulai menyadari nya hendak membawa langkah nya keluar dari ruang CEO.
"Heh, mau kemana?" tanya Alton seraya berdiri dari duduk nya
Tom lalu menarik mundur langkah kaki nya dan kembali ke posisi berdiri nya semula.
Suasana menjadi kaku, tapi Alton tetap mencoba biasa saja. Bangkit berdiri dan membawa langkah nya untuk pindah tempat duduk di atas kursi sofa.
Sikap yang semula hangat, kini menjadi dingin. Tanpa menatap Selena yang tengah membawa tubuh nya duduk di atas kursi kerja.
'Jadi nggak nyaman.' batin Selena
Suasana menjadi hening, Alton dengan memangku Austin yang mulai nampak mengantuk dalam pangkuan nya. Mengusap kedua mata dengan tangan kecil nya lalu merengek tanda tidak ingin dengan posisi duduk.
Alton lalu kembali bangkit berdiri dan meraih botol berisi susu dan membawa langkah nya masuk ke dalam kamar.
'Setidak nya aku sudah bisa mulai memahami ini.' batin Selena seraya menatap berkas yang hendak dia kerjakan
"Permisi, Nona." ucap Tom lalu melangkah keluar ruangan
"Bos sama anak buah nya sama-sama nggak jelas, nggak suka dekat dengan orang. Mungkin biasa dekat dengan siluman." gumam Selena
"Ah, siapa perduli!"
"Jika aku memahami cepat, mereka tak akan lagi kemari." gerutu Selena
'Tapi aku rindu Austin, kenapa dia jahat sekali membawanya masuk ke dalam.'
***
Alton meletakkan Austin yang sudah tertidur pulas di atas tempat tidur, "Wah aku bingung, kalau aku angkat nanti Austin bangun."
"Ah, baiklah Papi akan menunggu mu sebentar." gumam Alton
Menatap jam tangan nya, satu jam lagi Alton harus pergi memenuhi janji temu dengan rekan bisnis nya.
"Ah aku masih nggak paham bagian ini, sudah aku coba memahami nya kenapa selalu aku nggak bisa mencerna nya. Apa aku harus bertanya pada nya." gerutu Selena
Alton melangkah keluar dari dalam kamar dan membiarkan pintu terbuka, "Kak, yang ini bagaimana?" tanya Selena
Sebenarnya Alton keluar ingin meminta bantuan Selena untuk menjaga Austin karena dia harus segera keluar, belum dia mengatakannya Selena lebih dulu membutuhkan bantuan nya
Alton dengan sikap dingin nya mendekat di samping Selena lalu menerangkan bagian di dalam berkas yang tidak dia mengerti.
'Sebenar nya aku ingin memeriksa laporan keuangan, tapi kehadiran mu membuat ku malas melakukan nya' batin Alton
Setelah selesai menjelaskan Alton hendak membawa langkah nya kembali masuk ke dalam kamar, mengurungkan niat nya meminta bantuan pada Selena.
"Kak Alton." ucap Selena seraya meraih tangan kanan Alton
Selena tidak suka dengan situasi yang tidak nyaman seperti ini, meskipun tamparan itu sebuah pembelaan untuk harga diri nya. Selena merasa bersalah pada Alton, tidak seharusnya dia melakukan hal itu pada nya.
"Maaf." ucap Selena lirih seraya menunduk kan kepala nya
Alton terdiam sejenak. Lalu memutar tubuh nya dan menghadap ke arah Selena. " Tentang apa ?"
"Tentang waktu itu." jawab Selena seraya melepaskan genggaman tangan nya pada Alton
"Yang mana?" tanya Alton lagi
"Yang itu." ucap Selena pelan
Perlahan Alton membawa langkah nya mendekat pada Selena
Deg!
Jantung Selena kembali berdetak tak beraturan, menggenggam ujung baju bagian bawah dan menggigit bibir bawah nya.
"Sebagai ganti nya, jaga Austin. Aku ada urusan di luar." ucap Alton tegas
"Baik, kak." jawab Selena dengan tertunduk
Fiuh!
Alton lalu memutar tubuh nya kembali masuk ke dalam kamar.
"Yes! Yes! Aku menang!" ucap Alton bahagia di dalam kamar lalu mengecup putra kecil nya dan melanjutkan langkah nya kembali keluar kamar dan meninggalkan ruang CEO
"Asik, aku bisa leluasa bersama Austin!" ucap Selena girang
untuk selena istri murahan
cerita novelis menunjukkan karakter novelisnya
suami atau lelaki egois memuja pelakor dan melaknat pebinor
istri atau wanita egois memuja pebinor dan melaknat pelakor
alton lebih baik cari istri lain ndak usah cari istri yang kalau ada masalah dengan suami pergi dan tinggal berduaan dengan lelaki lain
Semakin menarik 🤗🤗🤗