Perkenalkan Nama ku BUMI, aku penulis pemula. Kebanyakan orang menulis itu membosankan tapi bagiku menulis adalah teman yang bijak, teman paling setia.
Tempat berbagi cerita setiap kisah yang di rasa oleh hati, yang bisa kita baca kemudian hari. Aku selalu memotivasi diriku sendiri dengan setiap tulisan yang ku buat. Menulis adalah terapi terbaik saat kita mulai lelah berbicara. Tulisan ku adalah nasehat terbaik untuk diriku sendiri, semoga tuhan menggerakan hati seseorang untuk mampir kenovel pertama yang ku tulis.
Ini pengalaman pertama aku menulis novel.
Cerita ini mengisahkan kisah cinta mafia cantik untuk Ceo tampan.
Novel ini juga menceritakan pembunuhan percintaan dan misteri.
Banyak misteri di masa lalu antara Mila Louise dan Patir Angkara.
Aku hanya bisa membuat cinderamata untuk semua orang dan menulis puisi untuk orang yang senantiasa mendukung aku untuk tetap menulis. Meski jauh dari kata bagus dan sempurna. Setidaknya aku berusaha membuat karya untuk ku ceritakan pada dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putih gelap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Baik Untuk Mila Louise
Akhirnya Patir dan Mila pun kekamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Setelah Mila Louise sampai di kamarnya, Mila pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang empuk sambil membayangkan saat-saat bersama Patir kekasihnya.
Saat-saat mereka menghabiskan waktu berdua di taman-taman romantis, hari ini aku sungguh lelah dan sungguh bahagia hatiku.
Dan Mila Louise pun akhirnya tertidur karena kelelahan.
*******************
Di kamar Patir.
Patir pun sama seperti Mila Louise membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang empuk, sambil memikirkan kekasihnya.
Aku mencintaimu sayang dan aku akan selalu menjagamu. Patir pun akhirnya tertidur sama seperti Mila Louise.
Keesokan paginya mereka terbangun dari tidur lelap dan seperti biasa melakukan ritual pada umumnya dan pergi keperusahaan bersama-sama setiap hari.
Semakin hari demi hari cinta di hati mereka berdua semakin tumbuh, hari-hari Patir di penuhi dengan senyuman Mila. Patir pun tampak bahagia.
Akhirnya Raka pun mengabari Patir, soal permintaan Patir untuk mencarikan Dokter sepesialis lupa inggatan.
Raka pun berkata pada Patir sebagai sahabat dan tuannya “Tuan dokter yang minta tuan carikan dulu kepadaku, aku sudah menemukan dokter terbaik. Besok Dokter itu akan ku bawa kemansion tuan,” Ucap Raka.
Patir pun berkata pada Raka “Baiklah kau atur saja pertemuan besok, aku akan memberi tahu kekasihku soal Dokter yang sudah ku janjikan padanya.”
Patir yang sedang di ruangan kerjanya, akhirnya menghentikan kerjaannya dan bergegas kekamar kekasihnya itu. Bisa saja Patir mengabari lewat telepon, karena jarak kamar dan ruangan kerja Patir di mansion tidak terlalu jauh dan kebetulan Patir pun merindukan Mila Louise. Sambil memberitahukan kabar baik itu sambil melepas rindu juga kepada kekasihnya.
Sesampainya di depan pintu kamar Mila.
Patir pun mengetuk pintu.
Tok ... Tok ... Tok ...
Mila yang sedang bersantai di dalam kamarnya mendengar suara ketukan pintu, akhirnya Mila melangkah dan membuka pintu kamarnya.
Saat pintu di buka, oh ternyata kau sayang. Patir masuk kedalam kamar Mila, sayang aku rindu baru saja tadi kita bertemu tapi aku sudah rindu lagi bila tak melihatmu.
“Ku pikir kau menemui ku ada apa sayang, ternyata karena rindu.”
”Apa kau menemui ku karena rindu saja tak ada yang lain sayang,” ucap Mila kepada kekasihnya.
Ucap Patir pada Mila “Ada kabar baik untukmu sayang sambil memeluk Mila.”
“Kabar baik apa sayang,” Ucap Mila kepada kekasihnya.
“Sayang Dokter yang waktu itu aku janjikan padamu besok Dokter itu akan kesini untuk memeriksa keadaanmu sayang,” jelas Patir panjang lebar.
“Semoga Dokter itu bisa menyembuhkanku sayang,” tutur Mila Patir kekasihnya.
Ujar Patir kepada Mila “Besok aku akan menemani mu sayang dan besok kita tidak usah pergi kekantor, aku ingin berada di samping kekasihku yang cantik ini.”
“Hmmmppt gombal,” ucap Mila sambil tersenyum kepada kekasihnya.
“Sayang karena ini sudah malam kau istirahatlah sayang, selamat tidur. Sambil pamit kepada Mila untuk pergi kekamarnya, untuk istirahat,” ucap Patir dengan jelas.
Tak lupa Mila juga berkata “Selamat tidur juga sayang.”
keesokan paginya, mereka berdua pun sarapan bersama seperti biasa.
setelah sarapan selesai pasangan kekasih itu, jalan-jalan ketaman belakang mansion untuk menghirup udara segar.
Mila pun berkata kepada kekasihnya “Sayang lihat apel itu begitu menggoda. Aku suka sekali apel, apa kau bisa memetik untuk ku sayang.”
Balas Patir “Baiklah untuk kekasihku tercinta, akan aku petikan sebanyak mungkin untuk mu sayang.”
“Jangan banyak-banyak sayang nanti aku gendut, nanti kau tidak akan mencintaiku lagi kalau aku jelek.” lirih Mila kepada kekasihnya.
“Aku akan selalu mencintaimu sayang apa pun kondisimu dan aku akan selalu menjaga mu,” tutur Patir penuh cinta.
“Terimakasih sayang.
Aku sangat mencintaimu sayang, kau adalah malaikat penolongku,” ujar Mila kepada malaikat penolongnya.
Jawabnya “Sama-sama sayang Sambil memberikan apel yang telah Patir petik untuk Mila kekasihnya.”
“Mila pun memakan apel yang di berikan Patir, sayang apelnya sangat manis seperti dirimu,“
Ucap Mila
“Gombal, kau juga bisa gombal sayang,” decak Patir kepada Mila kekasihnya.
Mila pun tertawa hehehe.
Setelah merasa bosan jalan-jalan di taman, Patir pun mengajak Mila kembali masuk kemansion.
“Sayang ayo kita kembali kemansion apa kau tak bosan,” ajak Patir kepada kekasihnya.
“Ayo sayang aku juga merasa Sudah bosan, akhirnya mereka berdua pun kembali kedalam mansion.”
Seperti biasa di akhir cerita Author akan buat puisi, kata-kata, motivasi.
Untuk para pembaca setia yang udah dukung Author.
...“Melekat Di Hati”...
...Ikatan ini begitu melekat...
...Aku terikat kuat...
...Dengan seorang sahabat...
...Meski dia bukan seorang krabat...
...Inilah cerita hidupku...
...Inilah cakrawala beribu makna...
...Bahagia yang sederhana...
...Suka dan duka diarungi bersama...
Pasti dia syok
Semoga terlaksana dengan lancar
Ngga papa, yang penting berakhir dengan bahagia huwaaaa
Wah ada yang bantuin, ngga sia sia didik kalian.. Hehe