Ini karya pertama aku semoga kalian suka!
"Apa kau yakin akan bahagia dengannya,apa cintamu untuknya sungguh besar,jika kau yakin akan bahagia dengannya aku siap melepasmu" Ayrin berkata dengan menahan sesak di dadanya.
Lelaki yang di cintai bertahun tahun lamanya mengatakan dengan mudahnya bahwa dia mencintai wanita lain.
"Ya aku sangat mencintainya dan aku yakin aku akan bahagia dengannya, aku akan segera urus perceraian kita"
Bagaimana kelanjutan kisahnya, marii kita simak!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 27
Di luar Rey berteriak kencang memanggil Dokter, Dokter yang mendengar suara teriakan Rey segera menghampiri Rey "Periksa wanitaku, Lukanya kembali mengeluarkan darah" Ucap Rey tegas. tanpa sadar mengucapkan kata wanitaku.
Tanpa menunggu banyak waktu Dokter dan Suster segera berlari menuju ruang perawatan Ayrin, Dan benar saja saat Dokter masuk, darah yang keluar dari lengan Ayrin semakin banyak, dengan cekatan Dokter segera membuka perban dan menggantikan nya dengan yang baru untuk menghentikan darah yang terus mengalir keluar.
"Apa yang terjadi Nona ? kenapa luka nya bisa kembali mengeluarkan darah ? anda harus lebih berhati-hati Nona" Tanya Dokter Toni hati-hati setelah selesai menutup luka Ayrin.
"Maaf Dokter, tadi tidak sengaja saya terjatuh saat ingin duduk, dan karena posisi saya yang belum sepe...." Belum selesai Ayrin menjelaskan kejadian tadi kepada Dokter, Suara Rey menghentikannya.
"Apa yang kau lakukan ? kenapa kau memarahinya ? aku menyuruhmu untuk mengobatinya bukan untuk memarahinya ?" Rey yang mendengar Dokter Toni berkata seperti itu beranggapan Dokter Toni sedang memarahi Ayrin, padahal Dokter Toni hanya menanyakan hal yang wajar.
Mendengar suara kencang Rey seketika semua orang yang ada di ruangan itu melihat ke arah Rey, Ayrin berfikir kenapa lelaki di depannya ini sampai semarah ini hanya karena Dokter menanyakan hal yang memang seharusnya seorang Dokter tanyakan.
"Tuan..Saya tidak memarahi Nona ini, saya hanya menanyakan apa yang terjadi agar saya bisa menganalisa kejadian itu semakin membahayakan luka nya atau tidak" Dengan sabar Dokter Toni menjelaskan arti pertanyaannya tadi.
"Aku tidak perduli, Jika kalian sudah selesai kalian boleh keluar dari ruangan ini" Ucap Rey tegas, kemudian Dokter dan suster pergi meninggalkan ruangan tersebut, Kini tinggal lah mereka berdua.
Ayrin yang masih menatap heran lelaki di depannya, ia hanya diam tidak mengeluarkan sepatah katapun sampai Rey memulai percakapan.
"Apa kau sudah baik-baik saja" Tanya Rey sembari mendekat ke arah Ayrin.
"Ya saya sudah lebih baik Tuan" Jawab Ayrin dengan jantung yang berdegub kecang melihat Rey semakin mendekat.
"Siapa nama mu ?" Tanya Rey lagi saat sudah sampai di dekat Ayrin.
"Tuan terimakasih sudah menonglong saya dan membawa saya ke Rumah Sakit, Anda tidak perlu seperti ini Tu.......!!"
"Kau belum menjawab pertanyaan ku, Jangan mengalihkan Pembicaraan ?" Rey memotong ucapan Ayrin dengan tatapan dingin.
"Deg...." Ayrin kaget dengan sikap lelaki di depannya yang begitu dingin.
"A..A..Ayrin.. saya Ayrin ?" Jawab Ayrin dengan sedikit terbata.
"Ayrin,,Nama yang cukup bagus" Batin Rey.
"Kenapa kau ada di sana dan menolongku ? " Rey bertanya dengan mata yang masih menatap Ayrin.
Ayrin yang di tatap seperti itu memnundukan kepalanya, Apa salah jika ia menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan, Apa lelaki di depannya ini marah karena ia menolongnya, itu pertanyaan-pertanyaan yang ada di fikiran Ayrin.
"Kenapa tidak menjawab pertanyaanku"
"Ahh..Saya tidak sengaja lewat di daerah itu Tuan" Ayrin menjawab cepat pertanyaan Rey.
Rey tersenyum melihat wanita yang di depannya begitu takut kepadanya, Dan tanpa ia sadari ia mengelus rambut Ayrin dan berkata "Istirahatlah, Kau masih memerlukan banyak istirahat "
Ayrin yang kaget kepala nya di belai lembut oleh lelaki itu mendongakan kepalanya hingga kini pandangan mata mereka saling bertemu, Cukup lama mereka berdua saling menatap hingga Ayrin memutuskan lebih dahulu karena ia merasa malu dan kembali menundukan kepalanya.
Rey yang tersadar telah mengelus rambut Ayrin dengan cepat menurunkan tangannya, Suasana berubah hening dan canggung, Tak tahan dengan ke canggungan ini Rey memutuskan untuk keluar dari ruangan Ayrin.
"Kau beristirahatlah, aku akan keluar" Ucap Rey setelah itu membalikan badannya dan berjalan keluar meninggalkan Ruangan Ayrin.
"Terimakasih Tuan" Langkah Rey terhenti mendengar ucapan Ayrin.
"Hmmmm" Rey hanya berdehem sebagai jawabannya tanpa membalikan badannya dan setelah itu melanjutkan langkah nya untuk keluar dari ruangan itu .
Setelah Rey keluar Ayrin membaringkan tubuhnya, ntah karena efek obat yang Dokter berikan atau memang keadaannya yang masih lemah hingga membuatnya kembali tertidur.
Rey masuk ke ruangan yang memang sudah di siapkan khusus untuk dirinya, Dengan luka di wajahnya yang belum di bersihkan dan di obati Rey terduduk di lantai memegang dadanya, Ada perasaan aneh yang ia rasakan saat berdekatan dengan Ayrin, Perasaan yang tak pernah ia rasakan selama ini bahkan dengan cinta pertamanya yang membuatnya terluka hingga sekarang.
we are one EXOSaranghaja 😍
gak bosan aku membacanya..
cerita mu Menyentuh Hati dan Menceritakan Kehidupan Dunia yg Nyata...
menarik ceritanya