Merasakan jatuh cinta diusianya yang menginjak 17 tahun, adalah sesuatu yang wajar. Namun yang tidak wajar adalah jika lelaki yang ia cintai adalah ayah sahabatnya sendiri.
Akankah persahabatan antara Alena dan Angel hancur karena Alena mencintai ayah sahabatnya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon requeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengembalikan
Sesuai janji Alena, hari ini gadis itu mendatangi rumah Angel untuk mengembalikan motor. Ia sengaja datang siang hari pada saat Doni sedang di kantor. Pelayan dirumah Doni terlihat bingung ketika Alena menyerahkan kunci motor padanya.
"tolong berikan ini pada om Doni " begitu pesan Alena sebelum meninggalkan rumah Angel.
Sorenya sepulang dari kantor, Doni kaget melihat motor Alena terparkir di garasi rumahnya.
"tadi non Alena menitipkan ini " Pelayan memberikan kunci motor kepada Doni. Mendengar nama Alena hati Doni menghangat, ternyata gadis itu sudah kembali. Namun ia tidak mengerti kenapa Alena mengembalikan motor pemberiannya. Jika bisa,ingin sekali ia langsung menghubungi gadis itu dan menanyakan alasan kenapa ia mengembalikan motor pemberiannya, namun Alena sudah memblokir nomernya dua tahun yang lalu. Doni mengacak rambutnya kasar.
Keesokannya Doni memanggil Sisil sekertaris nya masuk ke ruangannya.
"ada yang bisa dibantu pak? " tanya Sisil.
"Sil, kamu cari informasi tentang pemilik butik ini " titah Doni sambil menyerahkan secarik kertas bertuliskan nama butik dan alamatnya.
Doni juga memberikan sejumlah uang kepada Sisil "pakai ini untuk belanja disana, jangan sampai kamu malu kesana hanya nanya-nanya saja "
Sisil mengambil uang yang disodorkan Doni dengan berbinar "siap boss ! "
Sisil pun meninggalkan ruangan Doni dengan senyum lebarnya. mimpi apa gue semalam dikasih tugas dan dikasih uang buat belanja pula.
Pada saat jam istirahat, Sisil pergi ke alamat butik yang Doni maksud. Sebuah butik yang sangat nyaman dengan koleksi baju-baju yang cantik. Untung bosnya membekali uang yang cukup sehingga ia bisa menuntaskan hasrat belanja nya disana.
Sambil memilih baju, Sisil mengorek informasi sebanyak-banyaknya mengenai pemilik butik itu.
"itu owner butik ini " salah satu karyawan butik menunjuk pada seorang wanita muda yang baru saja datang "namanya bu Alena "
Alena menyapa semua pembelinya dengan ramah termasuk Sisil sebelum memasuki ruangannya.Masih muda dan cantik ucap Sisil dalam hati.
Sebelum waktu jam makan siang habis, Sisil pun kembali ke kantor. Doni yang baru datang setelah makan siang langsung memanggil Sisil
"nama owner butik itu bu Alena pa, orangnya masih muda dan cantik. Dia baru kembali dari Singapura, kemudian meneruskan butik milik orang tuanya.Bu Alena datang ke butik setiap hari senin, selasa, rabu. kalau hari kamis dan jumat ia berada di butik pakaian anak dan bayi yang baru dibuka. info yang lebih penting.. ia masih single pak! " Sisil menekankan kata Single pada bosnya diakhir laporannya yang panjang.
"Terima kasih infonya " ujar Doni. puas akan hasil kerja sekretarisnya. Hatinya lega ketika mendengar Alena tidak mempunyai pasangan. Kali ini Doni akan berjuang untuk mendapatkan hati Alena kembali,mengenai Angel ia harap putrinya cukup dewasa mau menerima keputusan Doni untuk mempersunting sahabatnya
"besok apa saya harus kesana lagi dan pura-pura belanja lagi pa? " tanya Sisil penuh harap.
"maunya kamu! " Doni menoyor kepala Sisil.
Waktu menunjukan jam empat sore ketika mobil Doni berhenti tepat di depan butik milik Alena. Ia tidak melihat kendaraan lain yang terparkir dihalaman butik, itu artinya Alena tidak membawa kendaraan sendiri.
Tidak berselang lama Alena terlihat keluar dari butik. Doni melajukan mobilnya pelan kemudian berhenti tepat didepan Alena.
"naik! " titah Doni. Alena tidak dapat menyembunyikan kekagetannya ketika melihat Doni tiba-tiba saja ada didepannya.
"Al..!! " panggil Doni dengan nada yang lebih tinggi.
Dengan ragu akhirnya Alena pun masuk ke mobil Doni. "takut diculik? " ledek Doni
Alena tidak menanggapi ledekan Doni, ia mengulurkan tangannya kemudian mencium punggung tangan Doni.
Doni pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan butik Alena. Sesekali ia melirik Alena yang duduk di sampingnya.
"kamu terlihat makin cantik Al " puji Doni "kali ini om tidak akan melepaskan kamu lagi "
"apaan sih om " ujar Alena tersipu.
"ngomong-ngomong kenapa kamu mengembalikan motor pemberian om? " tanya Doni.
"Angel yang minta " jawab Alena "karena om dan tante Wid tidak jadi menikah, jadi aku dianggap tidak berhasil "
"dasar anak itu " gumam Doni sambil terkekeh. Ada perasaan lega dalam hati Doni mendengar Angel dan Alena sudah mulai berkomunikasi kembali.
"besok om suruh pak Ali untuk mengantarkan kembali motor kamu "
"om "
"hmm "
"kenapa om tidak jadi menikah dengan tante Wid? " tanya Alena hati-hati
" kami belum berjodoh " jawab Doni enteng. Alena tidak puas dengan jawaban Doni.Setau Alena mereka terlihat baik-baik saja, bahkan Angel pun sudah mulai bisa menerima wanita itu. Ternyata usahanya selama ini sia-sia.
"hati om lebih memilih sahabat putri om " ucapnya. Alena mengalihkan pandangannya ke arah samping, menyembunyikan wajahnya yang merona.
"kamu mau kan jadi mamihnya Angel? " tanya Doni
"apa om sedang melamar Alena? " tanya Alena "kemarin Rangga sekarang om! "
Doni menepikan mobilnya "Rangga melamar kamu? " tanya Doni. Alena mengangguk
"kamu terima? " tanya Doni, Alena menggeleng.
"syukurlah! " ucap Doni lega. Alena tertawa. Doni tidak tau kalau Rangga melamar untuk calon papih mertuanya.
Doni kembali melajukan mobilnya menuju rumah Alena.setibanya dirumah Alena Doni hendak turun namun Alena mencegahnya.
"kenapa? " tanya Doni
"om ga akan bilang macem-macem kan sama bunda? " tanya Alena.Doni menangkap ada ketakutan diwajah cantik Alena.
"ga akan " jawab Doni sambil mengusap kepala Alena lembut. ketakutan di wajah Alena seketika lenyap berganti senyum kelegaan.
"ya sudah om pulang. salam buat bunda kamu "
"iya om " Alena mencium punggung tangan Doni sebelum turun dari mobil dan masuk ke rumahnya.
"diantar siapa Al? " tanya bundanya begitu Alena masuk
"papihnya Angel, tadi ketemu dijalan " jawab Alena,sambil mencium tangan bundanya. ia terpaksa berbohong tak ingin bundanya tau kalau Doni sengaja menjemputnya.
"kenapa tidak diajak mampir? "
"om Doni nya buru-buru, tadi titip salam buat bunda " jawab Alena.
"sudah lama bunda tidak bertemu Angel, kangen sama anak itu " ucap bunda Alena
"sama, Alena juga kangen " ucap Alena dalam hati, sayang hubungan mereka sudah tidak bisa seperti dulu lagi. Ucapan Angel yang mengatakan Alena murahan yang mau melayani om kesepian dan menyebutnya sugar daddy ayahnya begitu melukai hatinya.
Jika suka tolong tinggalkan jejak ya readers tersayang, biar author semangat nulisnya.
Happy reading 😘😘