Aku pernah kecewa pada garis takdir, aku juga pernah menyaksikan betapa kuat garis takdir itu hingga sangat sulit untuk diputus bahkan alam tak mampu merenggut takdir. Aku pergi berkelana dengan sejuta luka dan kecewa.
Aku terus mencintai Sorinku yang sudah terikat di takdir orang lain, entah sampai kapan aku harus berada di laut lepas mungin samapai takdir membawa ku berlabu di dermaga yang lain atau malah menenggelamkan ku di dasar samudra.
Tapi dia berhasil menarikku dan aku yakin dia lah cintaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RASA
Hujan mengguyur Roma pagi ini, sungguh berpasrah di mana akan jatuh entah jatuh mengguyur bunga indah atau jatuh ke kubangan hewan menjijikan, begitulah hujan, hujan tak pernah memilih untuk jatuh di mana, hujan selalu menerima garis takdirnya.
Entah aku yang bodoh atau rasaku yang terlalu kuat, seratus kali kucoba melupakan tentangmu dan tentang kita, namun seribu kali rasa itu kembali. Setiap kerinduanku seperti tak pernah habis tak peduli atas derita yang terus mendera dan aku benci pada semua itu, aku benci pada diriku yang tak pernah bisa lepas dari jeratmu, entah jeratmu yang terlalu kuat atau memang aku saja yang terlalu lemah.
Mendapati kenyataan aku yang tak bisa menjauhkan diriku dari cinta bodoh ini, membuat kumerasa putus asa. Aku mencintaimu dan akan terus mencintaimu bagai sinar rembulan yang terus menerangi gelapnya malam, karena cintaku tak bersyarat, tapi nampaknya cinta luar biasa itu tak menutupi fakta bahwa kau sudah pergi meninggalkanku bersama janji yang kau buat dengan mulut manismu.
***
"Neve kau baik-baik saja?" tanya Yulia saat melijat wajah pucat Neve "Ya, Nyonya aku baik-baik saja," jawab Neve sambil tersenyum "Tapi kau terlihat tak baik-baik saja, ayo kuantar ke Dokter," tawar Yulia dan merasa sangat khawatir pada Neve "Tidak, Nyonya terimakasih atas kebaikanmu tapi Megan pasti sedang menungguku di toko," kata Neve "Aku duluan Nyonya," sambungnya sambil tersenyum lalu dengan cepat pergi hendak meninggalkan Yulia.
"Tapi ini hujan Neve," kata Yulia memegang tangan Neve, setelah itu Neve tersungkur ke arah Yulia dan membuat Yulia begitu terkejut dan panik tapi segera mendapat bantuan dari orang yang juga berteduh di sana. Dengan rasa khawatir Yulia membawa Neve kerumah sakit.
Tak lama setelah Infusnya habis Neve siuman dan melihat Yulia yang tengah duduk di sampingnya "Nyonya, apa yang terjadi padaku?" tanya Neve "Kau pingsan Neve," kata Yulia "Maaf merepotkanmu Nyonya," kata Neve sambil duduk dan merasakan tubuhnya yang masih sangat lemas.
"Kau harus, menemui Dokter kandungan untuk bekonsultasi Neve," kata Yulia "Tidak, aku akan melakukannya nanti, aku tak membawa uang sama sekali," kata Nev "Tidak nak, kau tak butuh uang sedikit pun, rumah sakit ini sedang merayakan hari jadinya dan memberikan pelayanan geratis pada beberapa orang yang beruntung dan kau salah satunya," kata Yulia mengarang kebohongannya, dia tau alasan Neve tidak menemui Dokter hanya terkendala dengan biaya.
"Jadi, biaya perawatanku geratis?" tanya Neve "Tentu saja," jawah Yulia yakin dan membuat Neve merasa legah, bagaimana tidak Neve tak punya cukup uang bahkan hanya untuk memeriksakan kesehatannya pada Dokter. Neve sangat bersukur untuk semua hal baik yang mulai menghapiri hidupnya dan anak yang masih dikandungnya itu.
"Nyonya, bayi anda begitu kecil dari seharusnya, anda harus makan yang cukup dan mencukupi nutrisinya agar bobot bayinya sesuai dengan umurnya," jelas Dokter pada Neve yang ditemani oleh Yulia "Jika begini terus akan bahaya untuk bayimu, maaf jika ini akan membuat Nyonya tersinggung, tapi saya haru mengatakan ini, kau dan bayimu seperti kekurangan gizi," sambung Dokter pada Neve dan seketika membuat Neve menunduk lesu dan menyadari memang dia tak terlalu memperhatikan makanannya.
"Ini resep untuk vitamin," kata Dokter pada Neve "Maaf Dokter, apa ini juga geratis?" tanya Neve sambil menahan malunya "Ya tentu, semua geratis untukmu. Saat akan memeriksa kandungan berikan kartu ini pada administrasi," kata Dokter itu memberikan sebuah kartu pada Neve dan diterima Neve dengan rasa suka cita. Setelah selesai berkonsultasi Neve pergi, lalu duduk sambil menunggu obat-obatannya.
***
"Doker, aku sungguh berterimakasih padamu. Jangan sampai dia tau bahwa semuanya di tanggung olehku. Teruslah bersandiwara dan katakan semuanya di tanggung oleh pihak rumah sakit," kata Yulia pada Dokter itu. Yulia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Neve dan cucunya. Yulia begitu merasa berdosa dan bersalah saat Doketer mengatakan bahwa Neve dan bayinya kekurangan gizi, jantunnya serasa lepas, entah penderitaan apa lagi yang akan dihapai Neve yang malang itu.
***
Sean tengah berusaha untuk berdiri dari kursi roda, nampaknya semua terapi yang telah dijalani memberikan hasil yang cukup baik. Sean sudah bisa berdiri sendiri tanpa bantuan orang lagi walaupun belum bisa melangkahkan kakinya, tapi Dokter bilang semua akan segera membaik karena semua saraf gerak pada kaki Sean sudah mulai merespon.
Semua cinta dan pengharapannya terus memberinya semangat untuk terus berjuang dalam ketidak berdayaannya "Aku akan segera pulih dan akan segera menemuimu Neve."
"Sean," panggil Yulia pada putranya itu "Iya Ibu ada apa?" tanya Sean saat Ibunya memanggil "Ini, lihat ini, kau harus melihatnya," kata Yulia memberikan amplok coklat pada Sean. Seketika mata Sean langung berkaca saat melihat isi dari amplok itu.
"Dia masih begitu kecil," kata Sean sambil tersenyum menatap foto hasi USG itu "Dia bayikukan Ibu?" tanya Sean berbinar "Ya, bayi kecil ini cucu Ibu," kata Yulia sambil tersenyum pada putra tersayangnya itu "Tunggu Papa, Papa akan segera menjemputmu. Tunggu sedikit lagi," kata Sean sambil menatap foto USG itu.
Aku menemukan cahaya dalam hidupku yang gelap saat melihat mahluk yang belum berbentuk sempurnah itu, aku merasakan sensasi yang luar biasa di dalam jantungku dan semua itu terus menjalar ke seluruh tubuhku menlewati pembuluh darah hingga sampai ke sel paling kecil susunan tubuhku.
Aku begitu menghargai semua yang terjadi pada kau dan aku, pada kita tepatnya. Aku sangat menghargai semuanya, tak pernah ada penyesalan untuk semuanua, aku sangat bahagia saat mengingat hal-hal manis yang pernah kita lewatkan bersama. Aku mencintaimu layaknya arus di laut dalam, terus mengalir, rasaku padamu bagai bumi yang mengitari matahari sesuai porosnya, selalu akan begitu hingga dunia ini rubuh dan dihancurkan oleh penciptanya.
Dalam setiap sedik hidupku, dalam setiap hela nyawaku, dalam setuap detak jantungku, dalam setiap desir darahku, aku selalu mencintamu. Aku terlambat dan membuatmu begitu menderita, aku begitu bersalah karena terlambat. Maaf atas semua rasa sakit dan penderitaan yang sudah kuberi untukmu, maaf atas semua penantianmu yang tersa sia-sia, maaf atas semua air mata yang kau tumpahkan untukku.
Aku selalu berdoa pada pencipta alam semesta, pada pencipta semua garis takdir setiap orang, agar kau menjadi mulikku, agar kau dan aku menjadi kita selamanya. Aku terus berdoa agar kau terus berbahagia dengan semua yang ada di muka bumi ini. Aku tau kau marah, kecewa dan mungkin membenciku, tapi aku juga tau bahawa kau juga sangat mencintaiku.
ziva dihukum
geram aku
mulai dari kai dan crys😍😍😍
pangeran dan selirnya💕💕💕
smpai ini sean dan neve😍💕😍💕
semangat terus ya thor 💪💪💪
setuju bgt sama ayah 😍😍😍
jgn kau bikin nangis lah kt nih 😞