"Tante mau jadi istri, Papa aku?"
Permintaan dari seorang anak kecil berusia 5 tahun, datang tiba - tiba menghampiri Bella yang sedang duduk nongkrong sama teman - teman yang ada di Mall terbesar di kota medan
Bella tidak mengenal siapa anak kecil berkelamin perempuan terus berceloteh meminta dirinya menjadi istri untuk Papanya.
Bagaimana nasib Bella kelanjutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lsaywong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
Sushi Tea Jalan. A.H.Teuku Umar. Mereka sedang menikmati makanan ciri khas Jepang.
Sambil menunggu pesanan datang, mereka sibuk masing-masing. Bella duduk bersebelahan dengan Kirana. Sedangkan Fendy berhadapan dua perempuan.
"Papa, kapan Kirana dapat adik baru?" Kirana bersuara buat Fendy dan Bella mendongak saling menatap bergantian lalu menatap Kirana tengah memainkan sumpit di tangannya.
"Secepatnya, sayang." jawab Fendy pelan.
"Ya, kapan dong! Kan, Kirana pengin jadi kakak."
Bella lebih baik milih diam saja dulu, pembahasan tidak ada habisnya. Fendy melirih istrinya terlebih dahulu.
"Kalau bisa, Kirana mau adik laki-laki." permintaan dari Kirana.
Fendy dari tadi menatap Bella belum juga di respon.
"Kok, mama diam?" Kirana mulai menoleh arah Bella.
"Hah? Apanya?" Bella pura-pura tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh putrinya - Fendy.
"Ih... mama! Kirana bilang, kapan punya adik baru, terus Kirana maunya adik laki-laki." ulangnya
"Oh... nanti, belum waktunya, enggak mungkin langsung keluar dari perut. Butuh proses." jawab Bella menjelaskan.
"Lama enggak, Ma?"
"Eh... kurang tahu sih. Kalau Tuhan kasih cepat, syukur. Lihat saja, deh."
Kirana tidak bertanya lagi, Fendy sih sudah dari tadi mikir hal aneh. Bella nya terlalu agresif susah di taklukan untuk main.
****
Setelah selesai makan siang bersama di luar, Fendy mengantar Kirana kerumah dulu. Dalam perjalanan menuju toko Bella, mereka berdua diam tidak mengeluarkan sepatah katapun.
"Bel, BelBel! BelBel sayang!" panggil Fendy berulang kali.
"Iya, Fenfen, ada apa sih!"
"Minggu depan kita honeymoon ya!"
"Hah? Untuk apa! Kan, aku sudah bilang...."
"Aku sudah beli tiket, pokoknya kita honeymoon. Enggak ada penolakan!"
"Ih... pemaksa! Batalin saja terus uang di kembalikan?!"
Perdebatan berulah kembali, Bella tetap tidak ingin honeymoon, sedangkan Fendy tetap harus pergi.
"Demi Kirana, BelBel!"
"Huh... iya, deh, demi Kirana!" pasrah sudahan untuk Bella.
Fendy mengepalkan tangan lalu merasakan bahagia telah berhasil membujuk istrinya. Bella sih senyum tipis, kelakuan suaminya benar unik.
*****
Malam tiba, Fendy mulai tidur ganteng. Sedangkan Bella masih sibuk dengan keperluan untuk berangkat honeymoon.
"BelBel! Sini deh!"
Nah, Fendy mulai lagi. Bella enggak merespons. Fendy mendekati istrinya dalam pelukan manja.
"Bel, main gulat yuk!" ajak Fendy
"Hah? Gulat?"
"Iya, main SmackDown!"
"Sontoloyo, ini orang! kamu pikir aku ini barang! Emghak!" tolak Bella
"Ayolah!"
"Enggak ya enggak! pemaksa banget sih!"
Bella berdiri bukannya di lepas, keduluan deh sama Fendy. Permainan pun di mulai. Bella mencoba kabur dari dekapan Fendy.
Fendy menguncinya, tingkah pengantin baru ini benar bikin kesemsem saja. Fera yang masih di dapur sedang menyeduh minuman hangat. Terdengar suara kamar Fendy. Senyum - senyum Fera, bisa berdoa kepada Tuhan.
Semoga cepat di karuniai anak, berikan mereka kebahagiaan tanpa ada rasa beban, lindungi mereka.
****
Esokan paginya, Bella terlambat bangun.. Gara semalam berhubungan dengan Fendy. Tapi, Bella suka kok, di perlakukan oleh Fendy sangat lembut. Lihat saja muka Fendy kelelahan olahraga malam.
"Fen! bangun, Fen!" Bella mencoba bangun suaminya.
"Eeungg... bentar lagi!" Makin di peluk lengan Bella.
"Fen, sudah terlambat!"
"Libur saja!"
Bella bisanya mendengus, iya dong, kantor miliknya. Kapan saja boleh masuk, enggak ada yang larang juga.
Bella biarkan Fendy tidur seharian saja di kamar. Hari ini Bella tentu akan libur juga, dalam keadaan seperti tidak mungkin, kan.
Leni bisa curiga ada apa dengan lehernya penuh dengan tanda merah. Leni bakalan kepo bertanya.
"Pagi, Ma." sapa Bella
"Pagi, Bel. Loh, hari ini enggak kerja?" balas Fera dan bertanya
"Tidak, Ma. Lagi pegal badan Bella," jawabnya
"Oh... habis olahraga malam ya!" tebak Fera
Bella tersedak air putih, terbatuk-batuk.
"Mama! Ssstt..."
"Tidak apa - apa. Mama tahu kok, sudah hal biasa untuk pengantin baru." Canda Fera
Bella bisanya senyum malu - malu. Jadi semalam ketahuan deh sama mertua. Fendy sih, semalam terlalu cepat. Di pukul kedua pipinya merasa panas.
Pukul 11 pagi sudah mulai menjelang siang, Fendy masih belum bangun juga. Fera sudah menyiapkan makan siang di atas meja, Bella sebentar lagi jemput Kirana dari sekolah.
Dua puluh menit kemudian, Fendy keluar dari kamarnya keadaan segar habis mandi. Wajahnya berseri bahagia, Fera duduk di meja makan sedang menikmati makan siang.
"Bella kemana, Ma?" tanya Fendy ikut bergabung di meja makan
"Jemput Kirana," jawab Fera.
Fendy tidak bertanya lagi, mulai menyantap makan siang.
"Bagaimana setelah menikah dengan Bella?" Tanya Fera kepada Fendy
"Begitulah, sedikit malu kucing saja, Ma." jawab Fendy
"Malu kucing? Jadi kamu sudah ikhlas melupakan Sheren?"
"Ehm... mudahan, Ma. Sekarang aku akan menjalankan keluarga yang baru. Sheren sudah mengikhlaskan semua kepadaku dan Bella."
"Baguslah, jadi kapan tambahi cucu untuk Mama?"
Fendy diam sebentar masih memikirkan rencana tambah anak.
"Do'ain saja, secepatnya, Ma. Ini rencana minggu depan mau bulan madu ke Bali."
"Benarkah? Baguslah, semoga setelah bulan madu, pulang membawa berita bagus ya!"
"Amiinn!"
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka. Kirana sudah pulang, Bella menyusul masuk ke dalam rumah.
"Papa, Nenek!" teriak Kirana langsung naik kursi di samping Fera.
"Sudah pulang, bagaimana sekolahnya?" tanya Fera membantu melepaskan tas dan jaketnya.
"Biasa saja. Oh ya, nek! Kata guru, besok mau bawa kami ke kebun binatang. Papa sama Mama ikut ya!"
"Oh ya? Oke, deh. Beres itu." balas Fendy langsung menyetujui.
Bella juga ikut bergabung duduk bersebelahan suaminya. Siku mereka bersentuhan serasa ada aliran listrik pada Bella. Bella sih diam tidak beri respons apa-apa. Fendy sebaliknya juga merasakan aliran listrik di sikunya, jadi kebas.
bestttt