NovelToon NovelToon
Sunyi Yang Berisik Season 2

Sunyi Yang Berisik Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Misteri / Horor
Popularitas:697
Nilai: 5
Nama Author: kucing samge

Jay menikmati hari-harinya yang tenang dan santai—kerja sama rumahnya dengan yayasan berjalan lancar, bersama Malakos dan makhluk dimensi lain. Namun kedatangan Rara mengubah segalanya: batas antar dimensi retak parah, dunia paralel hilang tanpa bekas, dan rumah serta Desa Wening akan ikut lenyap jika tidak dihentikan.

Terpaksa keluar zona nyaman, Jay menjelajahi Titik Diam di seluruh Indonesia dan bertemu orang-orang dengan cara pandang berbeda. Di perjalanan ini, dia menemukan rahasia buku tua yang selalu mengikutinya, serta hubungan kakeknya dengan sang pencipta.

Dengan sikap santainya yang khas, Jay harus membuktikan bahwa berguna tidak selalu perlu kerja keras. Ketika menghadapi sumber Titik Diam yang menyebabkan kekacauan, dia harus memilih: akhiri semua cerita agar tidak ada kehancuran, atau temukan cara agar semua dunia hidup berdampingan—sambil tetap punya waktu buat main game dan makan snack!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kucing samge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 8: "SUNYI YANG KEMBALI" part 2

Sinar matahari sore mulai merona di langit Desa Wening, menyinari setiap rumah kayu dengan warna jingga yang hangat. Udara segar dari sawah yang luas membawa aroma daun padi yang sedang tumbuh dan bunga kamboja yang mekar di halaman rumah-rumah warga.

DESA WENING - SENJA

Jalan desa yang biasanya sunyi kini sedikit lebih ramai, dengan warga yang sedang pulang dari kerja atau anak-anak yang masih bermain bola di lapangan kosong. Beberapa makhluk gaib dengan bentuk yang ramah—seperti kucing putih yang memiliki sayap kecil atau burung dengan bulu berwarna pelangi—berjalan berdampingan dengan manusia, bahkan beberapa sedang membantu warga membawa barang belanjaan dari pasar. Suasana desa terasa lebih hidup dan penuh dengan kedamaian yang tidak pernah ada sebelumnya.

Jay kembali ke rumahnya di Desa Wening dengan langkah yang santai, tangan kanannya masih memegang tas yang penuh dengan snack yang dia beli dari pasar kota. Dia mengenakan jaket biru dan celana pendek jeans yang sudah sedikit lusuh. Setelah melewati pagar bambu dengan pola anyam khas kakeknya yang kini semakin indah dan bersinar dengan cahaya lembut, dia melihat rumah kayu tua yang sudah jadi tempatnya tinggal bersama neneknya sejak kecil.

Semua warga desa sudah tahu tentang makhluk gaib dan hubungan antar dimensi—berita tentang bagaimana Jay menyelamatkan seluruh multi-univers sudah menyebar dengan cepat melalui cerita yang diceritakan oleh Nenek Siti dan warga yang pernah melihat makhluk gaib datang ke desa. Tidak ada lagi rasa takut atau kekhawatiran, malah banyak warga yang mulai belajar tentang cara berkomunikasi dengan makhluk gaib dengan cara yang benar dan penuh rasa hormat. mereka bahkan sudah biasa bertemu dengan makhluk gaib di sekitar desa—di pasar pagi, ada makhluk gaib yang menjual sayuran segar dari dimensi mereka; di warung Pak Slamet, ada yang duduk santai menikmati kopi panas sambil cerita-cerita dengan warga desa; bahkan di mushola desa, ada yang datang untuk merenung dan belajar tentang nilai-nilai hidup dari agama yang mereka anut.

Saat Jay baru saja membuka pintu rumah, suara langkah kaki yang akrab terdengar dari belakangnya. Pak Joko datang membawa snack buatan sendiri—dia adalah tukang kayu desa yang sudah mengenal Jay sejak kecil, selalu membawa makanan yang dibuat oleh istrinya setiap kali ada kesempatan. Kali ini dia membawa bungkusan besar berisi onde-onde, klepon, dan kue cubit yang masih hangat. Di sisi kanannya, Malakos sudah menunggu di rumah Jay—kini dia bisa mengambil bentuk anak laki-laki muda dengan rambut berwarna biru muda dan mata yang bersinar lembut, mengenakan baju koko warna putih yang membuatnya terlihat sangat ramah.

"Mas Jay pulang ya," ucap Pak Joko dengan senyum lebar sambil memberikan bungkusan snack padanya. "Istriku bilang harus aku bawa ini buat kamu. Dia bilang kalau kamu sudah capek membantu semua makhluk dari berbagai dimensi, pasti perlu makanan yang enak buat nambah energi."

Jay dengan senang hati menerima bungkusan tersebut dan langsung membukanya untuk mengambil satu biji onde-onde. "Enak banget nih Bu Sri buatnya Pak Joko," ucapnya sambil mengunyah. "Terima kasih banyak ya. Kalau ada waktu, aku akan kunjungi rumah kalian ya—tentunya kalau aku tidak sedang rebahan atau main game aja."

Malakos mendekat dan menyapa Jay dengan senyum. "ꋬꀘ꒤ ꇙ꒤꒯ꋬꁝ ꃳꏂꋪꇙ꒐ꁝ-ꃳꏂꋪꇙ꒐ꁝ꒐ꋊ ꋪ꒤ꂵꋬꁝ ꒯ꋬꋊ ꋊꌦꋬ꒒ꋬꀘꋬꋊ ꀘ꒐ꉣꋬꇙ ꋬꋊꍌ꒐ꋊ ꃳ꒤ꋬ꓄ ꀘꋬꂵ꒤," ucapnya dengan suara yang lembut. "ꋬꀘ꒤ ꒻꒤ꍌꋬ ꇙ꒤꒯ꋬꁝ ꂵꏂꋊꌦ꒐ꂵꉣꋬꋊ ꇙꋊꋬꉔꀘ ꀘꏂꇙ꒤ꀘꋬꋬꋊꂵ꒤ ꒯꒐ ꒒ꏂꂵꋬꋪ꒐ ꋬꍌꋬꋪ ꓄꒐꒯ꋬꀘ ꃳꋬꇙꋬꁝ ꋬ꓄ꋬ꒤ ꓄ꏂꋪꀘꏂꋊꋬ ꇙꏂꋪꋬꋊꍌꍌꋬ."

PAK JOKO: "Mas Jay, sekarang desa ini jadi lebih ramai ya. Banyak orang yang datang untuk belajar tentang hubungan antar dimensi."

Dia menjelaskan bahwa sejak kabar tentang Jay menyebar, banyak orang dari kota atau desa lain yang datang ke Desa Wening untuk belajar tentang cara berinteraksi dengan makhluk gaib. Beberapa bahkan ingin belajar membuat pagar bambu dengan pola anyam yang bisa menghubungkan energi antar dimensi, seperti yang dibuat oleh kakek Jay.

"Kemarin ada kelompok mahasiswa dari kota yang datang," lanjut Pak Joko dengan mata yang bersinar. "Mereka mau melakukan penelitian tentang bagaimana hubungan antara manusia dan makhluk gaib bisa membuat kehidupan menjadi lebih baik. Aku bahkan menunjukkan kepada mereka cara membuat pola bambu dasar yang diajarkan oleh kakekmu dulu, Mas Jay."

Jay hanya mengangguk sambil masih menikmati onde-onde yang dibawa Pak Joko.

JAY: "Ya sudah lah pak, tapi jangan sampai terlalu ramai ya. Saya masih mau punya waktu untuk rebahan dan main game."

Dia bahkan menunjukkan sofa di ruang tamu yang sudah dia jadikan tempat rebahan khusus. "Lihat aja Pak, sofa itu sudah aku tambahin bantal dan selimut agar lebih nyaman. Kadang kala aku bisa tidur sana dari pagi sampai sore hanya untuk main game Kalau rumahku terlalu ramai, pasti akan ada banyak orang yang datang ke rumah dan menggangguku saat aku sedang fokus."

Pak Joko hanya tertawa dan mengangguk dengan pengertian. "Tentu saja Mas Jay, aku akan bilang sama warga desa agar tidak mengganggumu saat kamu sedang sibuk. Kita juga sudah menyusun jadwal khusus untuk orang yang ingin belajar—mereka bisa datang setiap hari Selasa dan Kamis sore, jadi tidak akan mengganggu waktu kamu untuk beristirahat."

Setelah Pak Joko pergi untuk kembali membantu istrinya di warung yang mereka kelola, Jay masuk ke rumah bersama Malakos. Ruang tamu yang selalu di rawat dengan baik kini terlihat lebih hidup, dengan beberapa tanaman hias yang diberikan oleh Zora yang tumbuh subur di sudut ruangan. Di atas meja kayu tua, ada buku tua yang diberikan oleh Nenek Siti yang kini sudah ditutup rapi, bersinar dengan cahaya lembut setiap kali ada angin yang bertiup melalui jendela.

Baru saja Jay duduk di sofa rebahannya dan mulai membuka laptop untuk main game, suara ketukan pintu yang lembut terdengar. Rara datang dan memberi tahu Jay bahwa semua Titik Diam sudah bekerja sama untuk menjaga keseimbangan antar dimensi. Dia mengenakan baju panjang warna biru muda dengan renda di bagian bawah, dengan rambut yang diikat rapi di belakang kepalanya. Di tangannya ada amplop kecil yang tampaknya berisi surat atau informasi penting.

"Semua sudah berjalan dengan baik, Mas Jay," ucap Rara dengan senyum hangat sambil duduk di kursi kayu yang ada di depan sofa. "Setiap Titik Diam dari berbagai dimensi sudah saling terhubung dengan baik, dan kita sudah membuat sistem pemantauan yang akan memberi tahu kita jika ada masalah di salah satu dunia."

Dia menjelaskan bahwa Titik Diam seperti Pemandian Air Panas Ciatero, Kampung Kemarin, dan beberapa tempat lain sudah bekerja sama untuk menjaga agar energi antar dimensi tetap stabil. Setiap penjaga Titik Diam juga sudah menerima pelatihan tentang cara menangani masalah yang mungkin muncul, sehingga tidak perlu lagi mengganggu Jay setiap kali ada hal kecil yang terjadi.

Mereka juga sudah membuat "Komunitas Titik Diam" yang bertemu setiap bulan di Pemandian Air Panas Ciatero untuk berbagi cerita dan pengalaman. Komunitas ini terdiri dari penjaga Titik Diam, makhluk gaib dari berbagai dimensi, dan manusia yang ingin membantu menjaga keseimbangan antar dunia. Mereka akan berbagi cerita tentang pengalaman mereka, berbagi resep makanan yang bisa dinikmati oleh manusia dan makhluk gaib, serta merencanakan acara-acara khusus yang bisa menghubungkan semua makhluk.

"Kita juga sudah membuat surat kabar bulanan yang berisi informasi tentang apa yang terjadi di berbagai dimensi," tambah Rara sambil memberikan amplop kecil padanya. "Ada juga informasi tentang acara-acara yang akan diadakan, seperti festival cerita atau turnamen game antar dimensi yang akan kita gelar bulan depan."

RARA: "Kita juga sudah membuat aturan baru yang lebih fleksibel—makhluk gaib bisa merasakan hidup manusia melalui karya seni, musik, dan cerita tanpa harus mengambil tubuh."

Dia menjelaskan bahwa aturan baru ini dibuat berdasarkan ide dari Cerita, makhluk yang dulu bernama Kosong. Makhluk gaib sekarang bisa membuat atau menikmati karya seni seperti lukisan, patung, atau musik yang bisa menyampaikan energi dan pengalaman mereka kepada manusia. Selain itu, mereka juga bisa menulis cerita atau membuat game yang bisa dimainkan oleh manusia, sehingga hubungan antar dunia menjadi lebih erat tanpa harus ada risiko yang tidak diinginkan.

"Beberapa makhluk gaib bahkan sudah mulai membuat lagu yang sangat indah," lanjut Rara dengan mata yang bersinar. "Lagu-lagu itu bisa membuat orang yang mendengarkannya merasa damai dan bahagia. Ada juga yang membuat komik dengan cerita tentang kehidupan di dimensi mereka—komik itu sudah banyak dibaca oleh anak-anak dan orang dewasa di berbagai desa."

Jay mendengarkan dengan sambil mengemil snack yang dibawa Pak Joko, kadang kala melihat layar laptopnya untuk memastikan game yang dia mainkan tidak terputus. Setelah Rara selesai menjelaskan, dia hanya mengangguk dengan senyum.

JAY: "Bagus deh. Kalau perlu, saya bisa jadi penasihat aja ya—tanpa harus keluar rumah jauh-jauh."

Dia bahkan menunjukkan kursi di samping sofa yang sudah dia siapkan sebagai "meja kerja penasihat. Kalau ada masalah yang memang perlu saya bantu, mereka bisa datang ke rumah aja. Atau kalau tidak bisa datang, bisa hubungi saya melalui kristal yang diberikan Cerita. Tapi janji ya, jangan panggil saya kalau hanya masalah kecil yang bisa diselesaikan sendiri. Lagian, aku masih punya banyak jadwal yang sudah diatur—jam 8 pagi tidur, jam 12 siang main game , jam 3 sore jalan-jalan dan jam 8 malam nonton film di TV dan setelahnya lanjut nonton anime."

Rara hanya tertawa dan mengangguk dengan pengertian. "Tentu saja Mas Jay, kita akan memastikan bahwa kamu hanya akan dilibatkan jika benar-benar diperlukan. Selain itu, kita juga sudah menyusun jadwal untukmu sebagai penasihat—hanya setiap hari Minggu sore saja, jadi tidak akan mengganggu waktu kamu untuk bermain game atau beristirahat."

Malakos yang sedang membuat teh hangat datang membawa tiga cangkir teh jahe dengan madu. "ꋬꀘ꒤ ꇙ꒤꒯ꋬꁝ ꂵꏂꂵꃳ꒤ꋬ꓄ ꓄ꏂꁝ ꒤ꋊ꓄꒤ꀘ ꀘꋬ꒒꒐ꋬꋊ," ucapnya dengan senyum. "꒐ꋊ꒐ ꅐꏂ꒯ꋬꋊꍌ ꒻ꋬꁝꏂ ꒯ꋬꋪ꒐ ꀘꏂꃳ꒤ꋊ ꉣꋬꀘ ꒻ꄲꀘꄲ ꌦꋬꋊꍌ ꇙ꒤꒯ꋬꁝ ꒯꒐ꃳ꒤ꋬ꓄ ꀘꁝ꒤ꇙ꒤ꇙ ꋬꍌꋬꋪ ꃳ꒐ꇙꋬ ꂵꏂꂵꃳꏂꋪ꒐ꀘꋬꋊ ꏂꋊꏂꋪꍌ꒐ ꓄ꋬꋊꉣꋬ ꂵꏂꂵꃳ꒤ꋬ꓄ ꀘꋬꋊ꓄꒤ꀘ."

Jay menerima cangkir teh dengan senang hati dan mulai menikmatinya sambil melanjutkan game yang dia mainkan. "Enak banget nih wedang jahenya kos," ucapnya tanpa melihat dari layar laptop. "Kalau kamu mau, bisa ajak Cerita datang ke rumah minggu depan ya. Aku mau ajaknya main game bareng dan nonton anime yang baru update banyak episode. Pastinya aku akan beli banyak snack buat mereka semua."

Rara menganguk dan mulai membicarakan beberapa hal kecil sebelum akhirnya harus kembali ke Titik Diam untuk melakukan tugasnya. Sebelum pergi, dia melihat ke arah pagar bambu yang ada di halaman rumah Jay dengan senyum hangat. "Pagar itu semakin cantik ya Mas Jay," ucapnya dengan suara yang lembut. "Seolah dia juga merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang ada di desa ini."

Setelah Rara pergi, Jay melanjutkan main game sambil menikmati snack dan wedang jahe hangat. Malakos duduk di sebelahnya, kadang kala menanyakan tentang cara bermain game yang dia mainkan. Di luar rumah, senja semakin larut dan bulan mulai muncul dengan cahaya yang lembut. Beberapa makhluk gaib dengan bentuk yang cantik terbang perlahan di atas desa, menyebarkan kilatan cahaya kecil yang membuat langit tampak semakin indah.

Warga desa mulai berkumpul di lapangan kosong untuk menikmati udara sore, dengan anak-anak yang masih bermain riang dan orang dewasa yang sedang cerita-cerita sambil menikmati kopi atau teh hangat. Beberapa makhluk gaib juga bergabung dengan mereka, bahkan ada yang menyanyi lagu rakyat dengan suara yang merdu. Suasana desa terasa sangat hangat dan penuh dengan cinta, seolah semua makhluk—baik manusia maupun gaib—sudah menjadi satu keluarga besar.

Di halaman rumah Jay, pagar bambu dengan pola anyam khas kakeknya mulai bersinar dengan cahaya emas yang lembut. Setiap pola pada pagar tampak seperti sedang menari perlahan, menyimpan semua cerita dan kenangan yang telah mereka lalui bersama. Jay yang masih fokus pada game tiba-tiba melihat pagar tersebut dan tersenyum.

"Terima kasih ya Kakek," bisiknya dengan suara yang pelan. "Sekarang aku sudah mengerti kenapa kamu membuat pagar ini. Semua cerita dan hubungan memang sangat penting. Tapi tetap saja, aku masih perlu waktu untuk rebahan dan main game ya..."

Dia kembali fokus pada layar laptop dengan senyum lebar, sementara Malakos tersenyum dan mulai membersihkan meja yang ada di ruang tamu. Di luar, bulan semakin terang dan menyinari Desa Wening dengan cahaya yang penuh dengan harapan untuk masa depan yang lebih baik—dimana manusia dan makhluk gaib bisa hidup berdampingan dengan damai, penuh dengan cerita, hiburan, dan tentunya, banyak snack yang lezat.

 

1
Writer_lynn
Lari Mbak🏃‍♀️
Writer_lynn
oh pantesan🤭
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
baik benar Jay
R24 CORP🇵🇸
👍👍
R24 CORP🇵🇸
santoso 🗿
T28J
gimana nyanyinya, hihihihihi....
Pengabdi Uji
tp klo g galak gpp jg
Pengabdi Uji
kumpulan paracenayang khh🫣
Pengabdi Uji
hmm pantess trnyta?emg ky spesial itu
Pengabdi Uji
hooh pantes ajaa ya trnyta g mngancam
Pengabdi Uji
ini knp dy?? apa di pngaruhi
Tati Hartati
keren banget kak
M. T🌻
keren thor👍
Jing_Jing22
Seperti reuni makhluk halus dan para tuannya.
Jing_Jing22
Cantik loh tulisannya.
Jing_Jing22
Kalau kamu kan udah terbiasa Jay berbeda dengan Dinda
Sishrye
takut nya kalau tetiba makhluk itu berubah jadi jahat
🌺⃟ SasMaya
Thor, baca adegan ini .. jadi inget film Shinbi house ... pemberantas makhluk-makhluk
Sishrye: oh iya bener juga ya kak. btw aku juga sering liat film itu di net tipi😂
total 1 replies
🌺⃟ SasMaya
aelah si Jay, cikinya pasti ga ketinggalan 😂
Mingyu gf😘
mereka ini orang jawa ya ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!