NovelToon NovelToon
Menikahi Kakak Pacarku

Menikahi Kakak Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: tayanlee

Salam dari author untuk pembaca 😊✨🙏

Putri Adelia yang biasa di panggil adel, usianya kini menginjak 24 tahun. Dia menjalani kisah cinta yang romantis dan begitu membuat iri orang-orang.

Kisah cintanya dengan devan alvano begitu indah dan tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.

Devan adalah sosok pria yang hampir tidak memiliki celah—tampan, mapan, dan selalu bersikap lembut pada Adel. Di hadapannya, Devan seperti pria yang hanya hidup untuk mencintai satu wanita.

Tapi tiba-tiba semuanya runtuh ayah adel memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kakak Devan, yaitu Lucas yang usianya sudah 36 tahun terpaut jauh dari usia adel.

HEHEH SEMOGA SUKA YA SAMA NOVEL AKU 🙏😁✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tayanlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 27.

Adel mengangguk pelan, seolah paham apa yang di katakan Karina.

" ah... masa lalu " ucapannya pelan.

Lalu, Adel mendongak menatap mata Lucas tanpa canggung dan gugup.

" Menurut kamu....aku banyak bicara? " tanya Adel dengan senyum manis.

Lucas terdiam beberapa detik.

" Iya " jawabnya singkat, datar dan tanpa ragu.

Karina tersenyum menang.

Namun Adel tampak tenang dan tidak menunjukkan marah sedikitpun, Ia hanya mengangguk pelan.

" bagus " ucap Adel.

" berarti aku berbeda dari yang lain " lanjut Adel.

Karina tampak kesal, Ia tidak menyangka dengan reaksi Adel yang seperti ini.

Kali ini Karina benar-benar terdiam, bukan karena kalah, tapi keren tidak ada reaksi yang diinginkannya.

Lucas menatap Adel dalam dan begitu lama, dia baru tahu bahwa wanita di depannya bukan hanya banyak bicara, keras, tapi juga tangguh.

Tanpa Lucas sadari, bibirnya terangkat tipis sangat samar hingga tidak terlihat.

" Sorry Karina, saya masih harus menyapa teman bisnis saya " ucap Lucas sopan, Ia langsung berbalik membawa Adel bersamanya.

Karina menatap Adel dengan tajam, Ia mengepalkan tangannya yang di sembunyikan di dada.

Kita lihat saja nanti, setelah aku mengatakan sesuatu yang akan membuatmu tidak bisa berkata-kata. ( gerutunya dalam hati ).

Karina menyeringai kecil seolah rahasianya akan membuat Adel terkejut.

* Di sisi lain Adel terus saja berdecak kesal, karena Lucas menyeretnya tiba-tiba di saat dia sedang menikmati permainan yang di buat oleh Karina.

" Kenapa kamu membawaku pergi " tanya adel tiba-tiba, Ia menghentikan langkahnya.

Lucas menghembuskan nafas pelan, lalu pandangannya turun menatap Adel.

" apa kamu ingin mempermalukan aku " tanya Lucas datar dan dingin.

" apa, dia sendiri yang memulai " ucap Adel, Ia memberi jeda dalam kalimatnya.

" kenapa aku yang salah " lanjut Adel.

" aku tidak menyalahkan mu... aku tidak ingin orang-orang melihat sisi itu dari kamu " ucap Lucas.

" Sisi? " ulang Adel, Ia mengerutkan keningnya.

" Kamu ingin minum kan, duduk di sini aku akan meminta pelayan untuk mengantarkan wine yang kamu inginkan " ucap Lucas, mengalihkan pembicaraan.

" Apa kau mencoba mengalihkan pembicaraan " tanya Adel tidak percaya.

" tidak, aku masih ada pertemuan dengan seseorang yang penting " jawab Lucas.

" jadi aku tidak ikut " tanya Adel.

" kamu bilang ingin minum kan, duduklah disini untuk istirahat dan menikmati minuman mu "

" jangan pergi kemana-mana, aku akan menjemput mu jika sudah selesai " lanjut Lucas.

Adel menatap Lucas beberapa detik, mencoba mencari celah dari ekpresi dingin Lucas.

" kamu menyuruhku diam di sini... seperti anak kecil yang di tinggal sebentar " ucap Adel palan namun menusuk.

Lucas tidak langsung menjawabnya, Ia haya menatap Adel sekilas kau merapikan manset kemejanya.

" anggap saja begitu " jawab Lucas singkat.

" serius " Adel terkekeh kecil, setelah tidak percaya.

Lucas menghela nafas pelan, kali i i sedikit lebih sabar.

" Adel ini bukan tempatmu ' bermakn' " ucap Lucas rendah.

" orang-orang di sini tidak semua seperti Karina, ada yang jauh lebih buruk lagi " lanjut Lucas.

Adel terdiam, kalimat itu terdengar berbeda, buka sekedar larangan tapi seperti peringatan dari Lucas.

" kamu pikir aku tidak bisa menghadapi mereka? " tanya adel, Ia mendongak menatap lurus mata Lucas.

Lucas menatap balik, tajam.

" aku tahu kamu bisa " jawab Lucas tanpa ragu.

" lalu kenapa? " tanya Adel.

Lucas terdiam sejenak, kini suaranya lebih rendah dari tadi.

" karena aku tidak selalu ada di sampingmu "

kalimat itu membuat Adel sedikit terpaku, untuk sesaat suasana di antara mereka berubah menjadi canggung dan berbahaya dari hanya sekedar berdebat.

Adel memalingkan wajahnya ke arah lain, menyembunyikan sesuatu di matanya.

" tunggu di sini " ucap Lucas, kali ini lebih tegas.

tanpa memberi kesempatan Adel membalas, Lucas langsung berbalik pergi.

Adel mendengkus pelan, lalu menjatuhkan tubuhnya di kursi dengan sedikit kesal.

Ia melihat punggung Lucas yang semakin jauh darinya.

" dasar nyebelin " gerutu Adel pelan.

" kenapa sih dia itu nyebelin banget, "

" apa lagi setiap kali dia ngomong " gerutu Adel kesal.

Tak lama seorang pelayan datang membawa segelas wine seperti yang di katakan Lucas, Adel mengambilnya, menatap cairan merah itu sejenak sebelum senyum tipis terukir di wajahnya.

Adel menikmati wine tersebut, meski rasa kesalnya tidak terobati, Ia masih saja berdecak sebal.

Namun_

di sudut ruangan, seseorang terus memperhatikannya, Karina, wanita perlahan mendekat dengan senyum kecil yang kembali terangkat.

" sendirian " ucapnya lembut namun penuh maksud.

Adel melirik sekilas, lalu membuang wajahnya ke arah lain dengan malas.

" burung unta lagi " gerutu Adel.

" Apa " tanya Adel pelan namun nadanya jelas malas untuk berdebat dengan Karina.

Karina berhenti tepat di samping meja Adel, senyumnya tipis namun penuh arti.

" aku hanya memastikan bahwa kamu benar-benar tidak sendiri " jawab Karina tenang, jelas Karina menyindirnya dengan halus.

Adel menghela nafas pelan, Ia memutar gelas wine di tangannya tanpa menoleh.

" Hm... aku hanya ingin menikmati wine ini sendiri tanpa suara bising " ucap Adel.

Karina tersenyum kaku.

Ia menarik kursi tanpa di undang, lalu duduk tepat di depan Adel.

Adel yang melihat Karina duduk di depannya, Ia hanya memutar bola matanya malas.

Adel berdiri, dan hendak meninggalkan meja itu, Ia ingat apa yang di katakan Lucas tadi.

"mau kemana buru-buru " tanya Karina lembut.

Adel melirik sekilas.

" Suasana menjadi buruk, wine ku bahkan tidak enak lagi " sindir Adel halus.

Karina hanya terkekeh kecil, Ia tampak tidak terpancing dengan ucapan Adel.

" Apa kau tidak ingin tahu rahasia Lucas " tanya Karina.

langkah Adel terhenti.

hanya satu detik namun cukup untuk membuat Karina tersenyum tipis, Ia tahu kalimatnya mengenai sasaran.

" rahasia " ulang Adel pelan, Ia berbalik pelan.

Karina tersenyum tipis, Ia menyandarkan punggungnya di kursi seolah sekarang dia memegang kendali.

" Iya rahasia, apa kamu ingin tahu " ucap Karina sekali lagi.

" menarik "

" lanjutkan, aku penasaran rahasia apa yang di sembunyikan suamiku " ucap Adel, Ia masih berdiri, kini Adel melipat tangannya di dada.

" apa kamu tahu aku adalah rekam bisnis " tanya Karina.

" Iya, dia...maksudku suamiku sudah memberi tahu ku " jawab Adel.

" Hm.... "

" kami bukan hanya sekedar rekam bisnis biasa " ucap Karina, Ia mulai memancing Adel dengan kata-kata lembutnya.

" apa maksudmu " tanya Adel.

Karina berdiri, Ia tersenyum penuh kemenangan, lalu selangkah lebih dekat dengan Adel.

" Apa Lucas tidak memberitahu mu" tanya Karina.

" katakan saja, jangan membuat ku menunggu atau... aku akan pergi " ucap Adel.

" sangat sombong " gumam Karina.

Gumaman Karina terdengar jelas di telinga Adel, namun Ia tidak menghiraukan nya.

" aku dan Lucas bukan hanya rekam bisnis tapi... " Karina menggantung ucapannya, ingin melihat ekpresi seperti apa yang Adel buat.

" tapi apa? " tanya Adel penasaran.

" kami bahkan pernah tidur besama "

Hening_

kalimat itu jatuh begitu saja ringan di bibir Karina, tapi berat di udara.

Adel tidak langsung bereaksi, wajahnya tetap tenang, dan matanya tetap lurus menatap Karina, seolah kalimat itu tidak cukup untuk mengguncangnya.

Karina menyeringai tipis, merasa akhirnya berhasil membuat Adel kesal.

" kenapa diam " tanya Karina, Ia menggoda pelan.

" Oh...apa mungkin kamu terlalu kaget " lanjut Karina.

Adel terdiam beberapa detik, lalu akhirnya terdengar suara tawa kecil, bukan tawa marah, bukan tawa terkejut.

Tapi justru tawa yang membuat Karina sedikit tidak nyaman.

" itu saja " tanya Adel santai.

1
KIM TAMIE
Sosor dia Lucas........sosor Adel .
Lu doyan ma perempuan kaga sih 🙄🙄🙄🙄
a elaaaaaaah lu lambat banget jadi cwo.
Readers kecewa nih 😒😒😒
Estella🍂: sabar" baru sebulan main sosor aje😭😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut lanjut makin seru thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Sals
lanjutt kak, bikin adel sadar dan suka ke lucas
KIM TAMIE
Lucas : gilaaaaaaaa...jadi begini bentukan bini gue, sexi parah woy 🤩🤩

Reader : elu nyesel khan Cas, yg begitu lu anggurin.
Udeh buruan lu tubruk deh...udah halal juga khan
lov_e: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor , sepertinya lucas itu suka adel tp demi sebuah sesuatu yg akan dicapai jadi dia ambai pd adel
KIM TAMIE
Lucaskah yg datang ???
Reni Anjarwani
suka bgt sama jln ceritanya
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Reni Anjarwani
bagus bgt jln ceritanya doubel up trs thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up trs thor
KIM TAMIE
Aelaaaah Lucas..... dedeg gue ma elu 🙄🙄🙄.
Lu gimana sih Lucaaaaaasss, masa iya lu diem aja dibilang laki ga normal.
Harusnya tuh lu tunjukin ke Adel...kasih paham ke Adel, kl lu laki tulen
Estella🍂: 🤣🤣🤣🤣😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up trs thor
Reni Anjarwani
semanggat doubel up
KIM TAMIE
daaaaan apakah yg akan terjadi selanjutnya ?????
Hanya Othorlah pemegang kendali atas segalanya
Estella🍂: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
bagus adel hempaskan pelakor
KIM TAMIE
good Adel 👍🏻👍🏻
Tunjukkan kl kamu ga terpengaruh ocehan Karina, biar Karina tidak memandangmu remeh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!