NovelToon NovelToon
Ketika Sinta Memilih Rahwana

Ketika Sinta Memilih Rahwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Perjodohan
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Hari penentuan tanggal pernikahan, Sinta memilih Wana untuk dijadikan suaminya. Semua itu bukan tanpa sebab. Melainkan, karena hati yang sudah lelah untuk berharap. Hati yang sudah sering terluka oleh sikap Rama yang mementingkan teman barunya.

Bagaimana jadinya saat Rama tahu, Sinta ternyata tidak memilih dia sebagai suami? Yuk! Ikuti kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part *25

Istriku. Kata yang sejujurnya, Wana sendiri tidak sadar saat mengucapkannya. Dia hanya terbawa suasana saja. Terbawa hati yang sebenarnya, memang langsung menganggap Sinta sebagai istri sesaat setelah ijab kabul selesai.

Sementara untuk Sinta, kata itu terdengar cukup asing. Namun, tidak membuat hatinya terasa tidak nyaman. Bahkan sebaliknya. Kata itu membuat sudut di relung hatinya tiba-tiba hangat tanpa ia tahu kenapa.

"Kak ... Wana."

"Hm?" Wana langsung mengalihkan pandangannya dari ponsel ke Sinta. "Ada apa?"

"Ah, tidak. Tidak ada apa-apa."

"Mm ... terima kasih," ucap susulan yang Sinta lepaskan dengan nada yang sangat pelan.

Wana menatapnya lebih lama. "Ee ... tidak perlu berterima kasih. Karena sekarang, mm ... kamu ... adalah tanggung jawabku. Iya ... seperti ... dalam aturan ajaran agama dan juga aturan negara. Setelah menikah, kamu adalah tanggung jawabku. Benar begitu, bukan?"

Sinta tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mengangguk pelan tanda setuju dengan apa yang baru saja Wana katakan.

Lalu, keduanya pun langsung menarik jarak di antara mereka. Sinta duduk di atas ranjang. Sedangkan Wana, kembali ke sofa yang ada di belakangnya. Mereka kembali disibukkan dengan pikiran mereka masing-masing.

Di sisi lain, tepatnya di rumah sakit. Rama masih sibuk merawat Risa tanpa tahu apa yang sudah terjadi di keluarganya. Semua gara-gara ulahnya sendiri. Dia telah kehilangan cinta dari orang yang pernah mencintai dirinya. Sayang, sampai detik inipun, dia masih belum menyadari akan hal itu.

"Risa. Kamu tidak boleh berpikiran yang tidak-tidak lagi ya."

"Kamu juga jangan pergi, kak. Aku gak mau sendirian. Aku gak suka kesendirian, kak Rama."

"Tidak. Aku akan tetap di sini. Seperti yang kamu tahu, bukan? Aku adalah suami kamu. Aku akan tetap menemani kamu. Sekarang, waktunya kamu istirahat ya."

Setelah sedikit di bujuk oleh Rama, Risa akhirnya mengangguk setuju. "Iya. Aku akan istirahat. Tapi janji, jangan ke mana-mana."

"Iya. Aku janji gak akan ke mana-mana. Aku akan tetap jaga kamu di sini."

"Baiklah. Aku percaya," ucap Risa dengan nada agak manja.

Gadis itupun berbaring. Rama membantunya dengan penuh perhatian. Lalu, terus menemani Risa hingga gadis itu tertidur. Seperti yang telah ia janjikan, dia tetap di samping Risa untuk menemani gadis itu malam ini. Niatnya untuk menghubungi Dorin agar bisa tahu situasi di keluarganya pun ia batalkan.

Sementara itu, di kediaman Dorin. Pria itu masih tidak percaya akan apa yang ia lihat hari ini. Kejadian yang sangat mustahil baginya, tapi itu sangat nyata.

"Dorin. Melamun apa lagi?" Tanya si mama sambil duduk di kursi yang ada di depan anaknya.

Hembusan napas berat dia perdengarkan.

"Heh ... apa lagi, Ma? Tentu saja tentang pernikahan keluarga hari ini."

Dorin lalu membenarkan posisi duduknya dengan cepat. "Tau gak sih, Ma? Aku sama sekali gak percaya saat mata ini melihat, yang menikah ternyata kak Wana. Ya Tuhan ... sumpah, ini kayak ... kayak apa ya? Kayak mimpi aja rasanya. Kak Wana? Menikah. Hampir aja aku nampar wajah ku biar sadar tadi di sana."

Ocehan Dorin panjang lebar di sambut serius oleh sang mama. "Kamu pikir kamu aja yang kaget saat liat yang nikah bukan Rama, melainkan Rahwana? Mama juga kaget. Malahan, mama pikir, tadinya, mata mama yang bermasalah. Eh ... taunya, nggak. Itu nyata."

"Bahas apa sih?" Tanya papa Dorin yang tiba-tiba mendekat. Lalu, duduk di samping istrinya.

"Papa."

"Bahas apa lagi, pah. Kalau bukan soal pernikahan tadi itu."

"Kenapa memangnya? Ada masalah apa sama pernikahan tadi?"

Si istri langsung membenarkan posisi duduk dengan cepat. Tak lupa, wajah papa Dorin di tatapan bingung plus kesal oleh anak dan istrinya secara bersamaan.

"Kenapa?" Tanya pria itu sedikit bingung saat mendapatkan tatapan lekat dari keluarganya. "Ada yang salah?"

Kesal istrinya semakin bertambah. "Pertanyaan apa itu barusan? Papa bilang ada yang salah? Tentu saja ada. Gak kaget apa, papanya? Yang nikah bukan Rama. Tapi Rahwana."

Namun sayangnya, ekspresi yang papa Dorin berikan masih datar seolah tidak terjadi kesalahan sedikitpun. Sangat jauh dari apa yang ibu dan anak itu harapkan.

"Apa yang salah? Rahwana menikah, ya bagus. Akhirnya, anak itu punya pasangan biar nggak jadi penyendirian lagi."

"Papa!" Rasa kesal istrinya kini sudah sampai ke ubun-ubun barang kali.

"Pah." Kali ini giliran Dorin yang bicara. "Papa kok gak kaget sih, Pah dengan apa yang terjadi hari ini? Apa sebelumnya, papa sudah tahu kalau pernikahan itu di tukar?"

Tanpa rasa bersalah, papa Dorin langsung menjawab dengan anggukan. "Iya."

"Apa! Kamu sudah tahu, Pah? Kalau yang nikah memang bukan Rama?"

"Lah, apa masalahnya. Baik Rama atau Rahwana, tetap saja dia anak dari keluarga Hermawan, bukan? Jadi, siapapun yang menikah. Jatuhnya akan sama saja. Tetap keluarga kita, kan?"

Istrinya benar-benar kehabisan kata-kata.

"Ya ... agh. Terserah kamu sajalah. Lelah aku membahas soal pernikahan ini. Suka-suka hatilah," kata mama Dorin sambil bangun dari duduknya.

"Mama mau ke mana?"

"Istirahat. Capek."

"Papa?"

"Sama. Mau istirahat juga. Capek juga soalnya."

Ruang keluarga rumah itu akhirnya hening. Saat kedua orang tuanya beranjak pergi, Dorin masih duduk sambil terus memikirkan kejadian hari ini.

"Ternyata, sejak awal yang akan menikah memang bukan Rama. Melainkan, kak Wana. Pantas saja persiapan tidak dihentikan saat Rama meminta pernikahan diundurkan."

"Rama-Rama. Bagaimana reaksi mu saat tahu Sinta sudah menikah dengan kak Wana? Apakah akan jadi gila? Atau ... ah, mungkin tidak. Karena kamu sekarang sudah punya yang baru."

"Jika kamu menyesal, ini juga kesalahan yang telah kamu ciptakan sendiri. Jadi, tidak ada pilihan selain menerima. Dan, semoga saja kamu bisa terima dengan lapang dada. Karena sudah jelas, kamu gak akan sanggup berebut Sinta dengan kak Wana, bukan?"

Dorin pun ikut beranjak setelah melepaskan napas berat. Sementara itu, di kamar hotel tempat Sinta dan Wana tinggal malam ini, hening sudah tercipta sejak tadi.

Mereka berdua masih sama-sama belum terlelap. Hanya saja, setelah menerima pakaian masing-masing, mereka memilih untuk dia membawa diri ke tempat mereka masing-masing. Sinta di atas ranjang, Rahwana di atas sofa.

Sudah hampir setengah jam waktu berlalu dengan posisi yang hanya diam. Namun mata, tetap saja belum mau tidur.

"Ee ... kak Wana."

"Hm?"

"Boleh aku matikan lampu kamar ini?"

"Ma-- matikan? Ee .... " Ucapan itu terpotong. Karena sejujurnya, seorang Rahwana takut akan kegelapan.

"It-- itu ... sebaiknya .... Gak papa. Silahkan saja." Pada akhirnya, tetap, dia yang mengalah tanpa diminta oleh siapapun.

Hati kalau sudah ikut bicara, jadinya akan sulit untuk di cegah. Dia akan berucap hal yang berbeda dari apa yang benak inginkan.

1
wita salira
makasih kak udah double up,, sehat² ya kak biar bisa up lagi..🫰🤭
wita salira
Rama Rama kemaren kemana aja sih kamu..? baru sadar sekarang kalo Risa itu wanita ular..
🍀🌸WINA🌸🌿
kamu dah menikah sama rahwana iya kerumahnya rahwana lah sinta...
Rani: yuhu... tenang aja. dia akan tinggal di sana entar
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
Rasakan kehilangan sinta selamanya, sibuk ngurusin ular keket kegatelan🤣🤭
Rani: wkwkwk.... 🤭
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
Cie kak wana masih grogi aja Sinta dah istrinya...
Rani: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
Sinta gak mau pake baju dinas malam🤭
Rani: yaha... ya kali dia make kan. baru nikah jugak
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
cie-cie wana jadi grogi sama istri sendiri..
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
akhirnya sah juga wana dan sinta jadi pasutri..
Rani: setelah sekian purnama kan yah?
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
wana sangat kagum sama Sinta...
Rani: 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
Rama akan menyesal kehilangan sinta
Rani: 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
Rama percaya aja sama rubah betina risa itu....
Rani: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
dasar sirubah betina kegatelan masih mendekati rama, siap2 kehilangan sinta...
Rani: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
Dikira sinta menikah sama rama...
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
sangat seru wana malu-malu gitu sama sinta🤭
Rani: 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
wana nanti suami takut istri🤣🤣🤭
Rani: wuahahaha... dia mah bucin akut entar
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
jantung wana berdebar deg-degan dekat wana....
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
wana kayaknya ingin membatalkan pernikahannya dengan sinta, wana merasa minder dan tidak pantas buat sinta yg sangat sempurna...
Rani: Iyah. kan dia ngerasa dia buruk rupa. sejak kecil lho dikucilkan
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
Wana sangat baik sinta pasti akan bahagia wana, wana lebih dewasa juga bisa membimbing sinta juga...
Rani: iya. lagian, wana kan enggak seburuk yang di kabarkan.
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
jangan mimpi risa jadi nyonya muda, yg pantas jadi nyonya muda hanya sinta aja....
Rani: 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
🍀🌸WINA🌸🌿
Tenang wana klo berjodoh dengan sinta gak lari kemana...
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!