NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Tidak pernah terpikirkan oleh Sarah bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup.
Seumur hidup, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengajar cinta Marvin yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Sarah mencelakai wanita yang dicintai Marvin, Kayla. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Sarah sering membawa kesialan dan membuat hidup Marvin dan Kayla menderita, mereka masih berbaik hati memberi Sarah bantuan ketika gadis itu sedang menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut.
Di kehidupan kali ini, Sarah hanya ingin mencoba membahagiakan dirinya sendiri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya.
Tapi siapa yang sangka kehidupan keduanya ternyata lebih rumit daripada yang Sarah bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Sinta menangkup wajahnya setelah ia duduk di kursi kemudi. Otaknya berputar pada kejadian 7 tahun yang lalu, saat Sinta menemukan perselingkuhan Devan, ketika Sarah masih berusia sepuluh tahun saat itu.

"Apa ini?!" Sinta melempar sebuah amplop tepat di wajah Devan.

"Apa-apaan ini, Sinta?" Tanya Devan terkejut melihat sikap kasar istrinya.

Napas Sinta memburu, wanita itu tengah menahan emosi. Matanya menatap tajam dan berkilat amarah pada Devan.

Laki-laki itu membuka amplop yang dilemparkan istrinya. Matanya kumpulan begitu melihat isi amplop yang penuh dengan bukti-bukti perselingkuhannya yang ia pikir sudah di musnahkan sepenuhnya.

"Apa ini Devan? Kamu selingkuh?" Tanya Sinta tidak percaya bahwa suaminya yang ia pikir setia malah berselingkuh.

Devan menunduk, berkilah pun sepertinya percuma. Otak pintar istrinya tidak bisa ia kelabui.

"Maafkan saya Sinta. Tolong maafkan saya," ucap Devan dengan penuh rasa bersalah.

Mendengar pengakuan suaminya secara tidak langsung membuat hati Sinta terasa sakit. Air matanya perlahan turun, namun sebisa mungkin ia tidak terisak. Ia tidak ingin terlihat lemah di depan laki-laki yang sudah menghianati nya.

"Apa salah saya Devan sampai-sampai kamu tega mengkhianati saya? Apa yang kurang dari saya sampai kamu mencari wanita lain?" tanya Sinta dengan perasaan yang hancur.

Devan terdiam, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat. Tentu Devan tidak bisa menjawab pertanyaan Sinta, kerena perempuan itu sangat sempurna. Tidak ada yang kurang darinya baik sebagai istri maupun sebagai seorang ibu.

"Jawab Devan!" Teriak Sinta sudah mulai emosi.

"Kamu sempurna Sarah. Kamu wanita yang sempurna. Kamu adalah wanita terbaik yang pernah saya miliki," jawab Devan dengan mata yang menyorot ketulusan.

Sarah tertawa pahit. Apa-apaan dengan jawaban suaminya itu, sungguh tidak masuk akal. Jika memang dirinya sempurna seperti yang dikatakan suaminya, lalu untuk apa dia selingkuh?

"Itu artinya memang kamu yang brengsek, Devan." Mata Sinta berubah menatap Devan dengan tatapan benci.

"Tolong berikan saya kesempatan kedua, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi."

Sinta menghapus air matanya berusaha untuk terlihat tegar.

"Tidak, tidak ada lagi kesempatan kedua dan kamu tau itu," ucap Sinta penuh oenekananu.

"Jangan sampai Sarah tau."

Devan menatap Sinta tidak percaya. Ia pikir Sinta akan langsung mengajukan perceraian.

"Sarah sangat menyayangi kamu. Saya tidak tega melihat anak saya menangis karena kehilangan sosok ayah dalam hidupnya."

Sinta kembali menghapus sisa-sisa air mata di pipinya, berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri.

"Saya akan berpura-pura tidak tau. Kita akan hidup seperti biasa. Tapi jika Sarah sampai tau hal ini, saya tidak akan tinggal diam. Saya akan menghancurkan kamu Devan."

Setelah mengucapkan itu, Sarah pergi meninggalkan Devan yang masih terdiam di tempat.

Sinta mengusap wajahnya dengan kasar. Padahal ia sudah tahu Devan selingkuh, tapi tetap saja hatinya merasa sakit.

Mungkin ini adalah hasil dari pernikahan karena perjodohan. Sinta tahu, sejak awal mereka tidak saling mencintai. Tapi Devan mungkin tidak tahu, sejak dulu Sinta mencintai laki-laki itu. Bahkan disakiti seperti ini pun, perasaannya terhadap suaminya itu masih sama.

Tapi perasaan Sinta tidaklah penting, yang terpenting sekarang adalah Sarah. Saya perselingkuhan Devan diketahui olehnya, mereka berdua selalu saja pergi ke luar kota dengan alasan pekerjaan, tujuannya untuk mengurangi pertemuan di rumah dan menghindari kecurigaan dari siapapun termasuk Sarah.

Demi kebahagiaan Sarah, mereka tidak peduli akan perilaku Sarah, anak semata wayangnya itu mereka bebaskan. Bahkan jika Sarah melakukan kesalahan sekalipun mereka tidak pernah marah, karena perasaan bersalahnya mereka pada Sarah.

Lalu bagaimana jika anak semata wayang mereka itu mengetahui fakta yang menyakitkan ini?

Sinta tidak bisa membayangkan, bagaimana sakitnya Sarah ketika mengetahui laki-laki yang paling dia banggakan itu ternyata mencintai wanita lain yang tidak dia kenal.

Tapi jika Sarah sampai tahu, Sinta tidak akan segan-segan menghancurkan, bahkan ia akan menghilangkan nama itu dari muka bumi ini. Ia akan menggunakan cara apapun, meskipun ia harus menggunakan cara kotor sekalipun.

...

Sinta menjemput Sarah dari rumah sakit, di tengah perjalanan mereka mampir ke pet shop untuk membeli segala keperluan putih.

Sinta sangat heran, sejak kapan Sarah menyukai kucing bahkan sekarang malah memeliharanya. Meski begitu ia tidak banyak bertanya, asalkan putrinya itu senang saja sudah cukup untuknya.

Tiba di depan gerbang rumah, Sarah bisa melihat ada Kayla dns juga Tamara di depan rumahnya. Begitu melihat mobil yang mau memasuki pekarangan rumah Sarah, mereka ikut masuk setelah diizinkan oleh satpam yang baru saja kembali bertugas.

"Sarah!" Seru Tamara ketika Sarah baru saja keluar dari mobil. Ia memeluk erat Sarah, gadis itu merindukan sosok temannya ini. Kemudian Kayla ikut memeluk mereka.

"Lo dari mana aja sih? Gak bisa dihubungi." Kayla melepas pelukannya lalu menggenggam tangan Sarah yang terdapat bekas infus. " Lo di rawat di rumah sakit?"

Belum sempat Sarah menjawab, suara Sinta menginterupsi percakapan mereka.

"Kalian bicara di dalam saja ya."

Mereka pun kemudian masuk ke dalam rumah dan di persilahkan untuk duduk di ruang tamu.

"Ya ampun neng, harusnya mbok jangan dikasih libur kalau neng lagi sakit," mbok datang mendekati Sarah dengan wajah khawatir, ia merasa bersalah meninggalkan saran sendiri yang di rumah dengan keadaan sakit, karena sebelumnya gadis itu terlihat baik-baik saja.

"Gak apa-apa, bukan salah mbok. Oh iya, tolong buatin minum buat teman-teman Sarah ya, mbok."

"Oh iya, mau minum apa neng?"

"Saya air putih aja, mbok,"jawab Kayla.

"Kalau saya mau jus bua,pH, ada kan mbok?" Tamara menyahut. Mendengar itu Kayla langsung mencubit lengan Tamara.

"Apa sih, Kay?" Tanya Tamara heran sambil menggosok lengannya yang di cubit oleh Kayla.

Mata Kayla melotot, memperingati Tamara untuk menjaga sikap orang lain.

Mbok terkekeh." Kalau jus tentu aja ada, sebentar ya mbok buatkan dulu."

"Kalau begitu kalian bicara saja, Sarah Mama ke atas dulu,"ucap Sinta setelah memastikan Sarah telah duduk dengan nyaman di sofa.

Sarah mengangguk sebagai jawaban.

"Sar, gue nggak mau tahu, ya harus cerita lo itu sebenarnya kenapa?"Tamara mengucapkan perhatiannya pada temannya yang satu itu. Kayla yang berada di samping Sarah masih setia menggenggam tangannya.

Sarah tersenyum kecil." Gue nggak apa-apa kok. Soal itu pas mau gue kambuh lagi, terus ponsel gue juga disita Mama supaya fokus sama pengobatan gue. Maaf ya gue gak ngabarin kalian dan buat kalian khawatir,"biar Sarah terpaksa berbohong karena dia belum siap mengungkapkan kebenarannya sekarang pada teman-temannya.

"Lu serius? Ya ampun kasihan banget temen gue."ucap Tamara dramatisir kemudian kembali memeluk Sarah.

"Tapi tunggu deh, Tamara, lo-" Sarah kembali menutup bibirnya, niatnya ingin menanyakan terkait masalah nilainya yang tersebar, tapi urung karena takut mereka curiga dari mana Sarah mengetahui informasi itu.

"Gak jadi."

"Apa sih, Sar. Gak enak loh di gantung." Ujar Tamara kesal.

"Kay, bawa deh teman lu ini. Kepala gue maafin pusing lihatnya." Ujar Sarah.

"Sialan Lo."

"Yaudah Tam, Lo kaluar dulu ya." Kayla meraih tangan Tamara.

"Ih jangan dulu lah, jus gue belum datang."

Tak lama mbok datang membawa minuman mereka.

"Udah ada tuh, sana Lo pulang," usir Sarah.

"Jahat banget ya lo. Sumpah gue aduin ke Tante Sinta ya." Ucap Tamara sambil mengaduk-aduk jusnya dan menatap jengkel ke arah Sarah.

"Udah udah anak kembar kok berantem terus." Lerai Kayla.

"Kayla!" Teriak Tamara dan Sarah.

Kayla terkejut dengan seruan Sarah dan Tamara. Gadis itu hanya menampilkan wajah seakan-akan bingung apa yang salah dari ucapannya.

Di samping itu, di lantai atas Shinta berusaha menghubungi nomor depan yang sedari tadi tidak aktif. Ke mana sebenarnya laki-laki itu pergi?

Cinta pun menghubungi sekretaris suaminya dan untungnya tersambung.

"Halo, suami saya ada di mana? Saya hubungi si dari tadi nomornya tidak aktif,"ucap Sinta.

"Selamat siang bu, Pak Devan sedang tidak ada di ruangan. Kebetulan pagi tadi setelah ibu pergi beliau ada dinas di luar negeri."

Sinta mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Oh begitu, terima kasih."

Sinta langsung mengakhiri sambungan telepon tersebut. Dia tertawa sini begitu mengetahui bahwa Devan sangat pengecut. Laki-laki itu bahkan tidak berani mengkonfirmasi kebenarannya pada Sarah.

Lihat saja dirinya tidak akan tinggal diam.

1
Queen AL
baru satu bab, bab berikut2nya jangan pake gue lo thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!