NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:26.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Demi cinta, Hanum menanggalkan kemewahan sebagai pewaris tunggal Sanjaya Group. Ia memilih hidup sederhana dan menyembunyikan identitas aslinya untuk mendampingi Johan, pria yang sangat membenci wanita kaya. Lima belas tahun lamanya Hanum berjuang dari nol, membangun bisnis otomotif hingga Johan mencapai puncak kesuksesan.

Namun, di tengah gelimang harta, Johan lupa daratan. Ia terjebak dalam perselingkuhan dengan sekretarisnya sendiri. Luka Hanum kian mendalam saat pengabdiannya merawat ibu mertua yang lumpuh justru dibalas pengkhianatan, sang ibu mertua malah mendukung perselingkuhan putranya.

Kini, demi masa depan si kembar Aliya dan Adiba, Hanum harus memilih,tetap bertahan dalam rumah tangga yang beracun, atau bangkit mengambil kembali tahta dan identitasnya sebagai "Sanjaya" yang sesungguhnya untuk menghancurkan mereka yang telah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi ke Lembang Bandung part 2

Perjalanan menuju Lembang diiringi dengan gelak tawa Aliya dan Adiba yang tak henti-hentinya membahas rencana mereka. Udara yang semakin sejuk saat mobil mulai menanjak membuat suasana di dalam kendaraan terasa lebih rileks.

"Pokoknya kita harus ke Farmhouse, Bun! Aku ingin sekali foto memakai baju tradisional Belanda dan memberi makan domba-domba lucu itu," seru Adiba sembari menunjukkan foto-foto di ponselnya.

Aliya mengangguk setuju. "Iya, Bunda. Dulu kita hanya bisa melihat dari media sosial teman-teman. Sekarang kan mumpung kita semua lengkap!"

Hanum melirik ke arah Alvaro yang sedang fokus menyetir. "Gimana, Kak? Apa tidak apa-apa kalau ke Farmhouse? Pasti di sana sangat ramai karena ini akhir pekan."

Alvaro menoleh sekilas dan memberikan senyum tipis yang menenangkan.

"Tidak masalah, Num. Selama Aliya dan Adiba senang, aku akan ikuti. Lagipula, aku sudah lama tidak melihat pemandangan hijau. Sesekali melihat domba lebih baik daripada melihat angka-angka di berkas kantor, kan?"

Hanum tertawa kecil mendengar candaan Alvaro. "Ya sudah, kita ke Farmhouse ya."

Setibanya di Farmhouse, aroma susu murni dan udara pegunungan menyambut mereka. Aliya dan Adiba langsung berlari kecil menuju gerbang masuk yang ikonik. Area yang tertata rapi seperti pedesaan di Eropa itu benar-benar memanjakan mata.

"Wah! Lihat, Kak! Rumah Hobbit nya persis seperti di film!" teriak Adiba penuh antusias.

"Bunda! Om Al! Ayo kita foto di sini!" panggil Aliya sembari melambaikan tangannya.

Alvaro dengan sigap mengeluarkan kamera profesional nya yang sengaja ia bawa. Ia mengarahkan lensa kameranya ke arah Hanum yang sedang berdiri di antara kedua putrinya dengan latar belakang taman bunga yang cantik.

Klik!

"Bagus sekali, Num. Kau terlihat sangat natural di sini," puji Alvaro saat menunjukkan hasil fotonya di layar kamera.

Wajah Hanum merona karena pujian itu. "Ah, itu karena kameranya saja yang bagus, Kak."

"Bukan kameranya, tapi objeknya yang memang indah," bisik Alvaro pelan, cukup dekat di telinganya Hanum sehingga membuat detak jantung wanita itu kembali berpacu tak beraturan.

Setelah puas memberi makan hewan, mereka berjalan menuju area jembatan gembok cinta. Aliya dan Adiba tampak sibuk memilih gembok warna-warni untuk mereka pasang sebagai simbol kekompakan keluarga mereka yang baru.

"Bunda sama Om Al tidak mau pasang gembok juga? Katanya kalau pasang di sini, hubungannya bisa abadi loh!" goda Adiba sembari mengunci gembok miliknya.

Hanum buru-buru menggeleng. "Ish, kalian ini ada-ada saja. Itu kan hanya mitos."

Namun, tanpa disadari Hanum, Alvaro diam-diam menatap jajaran gembok itu dengan pandangan yang dalam. Ia tidak butuh gembok besi untuk mengunci hatinya, karena sejak lama, hatinya sudah terkunci rapat hanya untuk satu nama, yakni Hanum.

"Ayo, sebelum matahari terlalu terik, kita cari susu murni dan camilan dulu," ajak Alvaro sembari merangkul pundak Aliya dan Adiba, sementara tangan satunya dengan sopan memberi isyarat agar Hanum berjalan di sampingnya.

Hanum merasakan kehangatan yang luar biasa. Berada di tempat ini, bersama orang-orang yang mencintainya, membuatnya merasa bahwa luka dari Johan benar-benar mulai memudar, digantikan oleh harapan baru yang ia rasakan setiap kali Alvaro berada di dekatnya.

*

*

Suasana di kedai susu murni terasa begitu santai. Hanum sedang menyesap susu strawberry hangat sementara Alvaro sibuk membagikan camilan sosis bakar untuk Aliya dan Adiba. Namun, ketenangan itu terusik saat seorang wanita cantik dengan gaya elegan tiba-tiba berdiri di depan meja mereka.

Wanita itu melepas kacamata hitamnya, matanya membelalak menatap Hanum. "Hanum? Kamu Hanum Sanjaya, kan?" tanya wanita itu dengan nada yang sangat yakin.

Hanum mendongak, ia terpaku sejenak mengamati wajah familiar di hadapannya. "Deva? Deva Prameswari? Kamu... ini beneran kamu?"

"Ya ampun, Hanum!" seru Deva girang. Keduanya langsung berdiri dan berpelukan erat, melepas rindu setelah bertahun-tahun kehilangan kontak sejak Deva memutuskan kuliah di luar negeri.

Alvaro yang duduk di samping Hanum mulai mengingat-ingat.

'Ah, Deva. Sahabat Hanum yang paling cerewet itu ya.' batinnya.

Dulu, Deva memang sering sekali datang ke rumah Sanjaya untuk mengerjakan tugas atau sekedar bermain.

Setelah pelukan terlepas, mata Deva beralih ke arah pria di sampingnya Hanum. Matanya berbinar. "Ini Kak Al, ya? Wah... dari dulu sampai sekarang tidak ada yang berubah ya! Masih tampan, gagah, dan awet muda banget. Kak Al rahasianya apa sih?" goda Deva yang blak-blakan.

Alvaro tersenyum ramah. "Halo, Deva. Senang melihatmu lagi. Kamu juga makin sukses kelihatannya."

Deva tertawa renyah, lalu menoleh ke arah Hanum dengan tatapan jahil.

"Kak Al tahu tidak? Dulu waktu Kakak sering antar jemput Hanum di sekolah, Kakak itu jadi idola, loh! Teman-teman seangkatan kami banyak banget yang ngefans sama Kakak. Tapi Hanum yang galak ini selalu bilang kalau Kak Al cuma punya Hanum seorang. Hadeuh... Hanum itu sangat protektif sama Kakaknya sendiri!"

Hanum seketika merasa wajahnya panas. Ia ingin sekali membekap mulut sahabatnya yang ember itu. "Ish, Deva! Jangan suka mengada-ada!" tegur Hanum malu, melirik Alvaro yang ternyata malah tersenyum lebar mendengar pengakuan itu.

"Yaelah, Num, itu kan masa lalu!" bela Deva santai.

Suasana menjadi sedikit canggung saat Deva melihat Aliya dan Adiba. Hanum pun memperkenalkan kedua putrinya dengan bangga. Deva sempat menanyakan soal Suaminya Hanum, karena ia benar-benar tidak tahu apa yang telah terjadi selama mereka hilang kontak. Namun, Hanum belum siap menceritakan kehancuran rumah tangganya dengan Johan di tempat umum seperti ini.

"Nantilah Dev, lain waktu pasti akan aku ceritakan semuanya padamu," ujar Hanum menghindar halus.

"Oke, Num, aku mengerti. Oh iya, kalian rencana menginap kan di daerah sini? Kebetulan aku sekarang tinggal di Lembang lagi untuk meneruskan usaha orang tuaku yang sudah sepuh. Aku punya beberapa vila di sekitar sini. Sebagai hadiah pertemuan kita, kalian wajib menginap di villa ku malam ini. Bagaimana?" tawar Deva antusias.

Aliya dan Adiba yang mendengar kata Viila langsung bersorak senang. "Wah, kebetulan sekali Tante Deva! Kami memang sedang mencari penginapan karena rencananya besok siang baru pulang. Iya kan, Diba?" tanya Aliya sambil menyenggol adiknya.

Hanum mengernyitkan dahi, bingung. "Loh, memangnya kalian ingin menginap? Bunda kira nanti sore kita langsung kembali ke Jakarta."

Alvaro hanya menyimak sambil melipat tangan di dada, senyumnya menyiratkan bahwa ia setuju-setuju saja dengan rencana menginap itu.

"Sudahlah, Num! Pokoknya kalian harus menginap. Tidak puas tahu kalau jalan-jalan di Lembang tapi tidak merasakan udara malamnya!" paksa Deva.

Melihat binar bahagia di wajah kedua putrinya dan dukungan diam-diam dari Alvaro, Hanum akhirnya menghela napas dan mengangguk pasrah. "Baiklah, kita menginap."

"Asyik!" seru si kembar kompak, sementara Alvaro dalam hati berterima kasih pada Deva karena memberinya waktu lebih lama untuk bersama Hanum di luar urusan kantor.

Bersambung...

1
Ma Em
Ayo Hanum gaskeun sebelum Alvaro diambil Deva 😄😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak akan Bun 🤭
total 1 replies
Teh Yen
kapan jujurnya ini c Hanum duh mau ngelak sampai kapan tentang perasaanmu ke Alvaro Num
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar kak, nunggu waktunya tiba
total 1 replies
Nar Sih
mantapp rencana mu deva ,moga berhasil membuat mereka bersatu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Aamiin 😁
total 1 replies
Nar Sih
deva dan alvaro pinter memancing hanum biar cemburuu wahh lsnjut kan rencana kalian moga berhasil👍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pinter dong kak, biar Hanum sadar 🤣🤣🤣
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
Hanum....... bagaikan kura
2 dalam perahu,diluar malu padahal didalam hatinya mau, saking nyaman sama Alvaro,Hanum nggak sadar nyender ke Alvaro 🤔🤔🤔
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sepertinya gak sadar kak, karena kebiasaannya dulu kalau takut suka seperti itu dengan kakaknya 🤣
total 1 replies
neny
saking seru nya baca,,ampe lp kasih penilaian,,semangat kak💪😘
neny: sama2 akak,,semangat terus pokok nya🤍
total 2 replies
neny
cie,,cie yg udh nyaman,,dpt wa dr Deva langsung berbinar deh muka nya🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak, bahagianya Hanum 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
makanya kamu juga harus turunkan ego kamu Hanum, kamu harus mengakui jatuh cinta sama Alvaro
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤭
total 1 replies
Teh Euis Tea
Deva sukses deh menyatukan mereka😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip 😁😊
total 1 replies
Teh Euis Tea
eehh salah kirain Deva sejenis blatung nangka ga taunya niat mau bantu Alvaro dekat sm Hanum 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, dia bukan spesies ulat yg menggatal kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nyonya Gunawan
Lucu bget sich hanum,,,suka tpi malu..😄😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu kak, salah satu pengalaman ku dulu saat masih duduk di bangku SMU, suka tapi malu 🤭🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
Hanum kamu bodoh, kamu jatuh cinta sama Alvaro, tapi ego kamu setinggi langit
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak 🤭
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
johan benar benar ga tahu diri yaa sok banget🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ember 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
lebih baik jujur sja al dari pada nanti jdi slh paham biar semua jls
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 😁
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Teh Yen
ih Hanum knp pake engg enakan sama ornag lain sih Deva kan bukan siapa siapa kamu huuh ,, ayo aliya Adiba gagalkan rencana teman ibu kalian yg ingin ngejar om Al yah
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Grievance/
total 1 replies
Ma Em
Hanum bodoh atau gimana sih , biar Alvaro jln sama wanita lain biar Hanum cemburu .
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Teh Euis Tea
Hanum cubit nih, malah nyomblangin di Deva, gemes aku sm othornya awas aj klu Alvaro jadian sm si Deva ta cubit othornya 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, kacau 🤣🤣🤣
total 5 replies
Uba Muhammad Al-varo
ayo jawab jujur Alvaro apa yang dikatakan Deva, supaya Hanum tahu bahwa cintanya ke Alvaro tidak bertepuk sebelah tangan 😏😏😏
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!