NovelToon NovelToon
Kecewa Yang Tidak Bertepi

Kecewa Yang Tidak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:463
Nilai: 5
Nama Author:

Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia

Bab 13

Setelah mengobrol sebentar, Alice meminta no telepon Alex dan menyimpannya lalu ia mengirimkan share lokasi Restorannya ke Alex agar ia bisa mengirimkan posisi tersebut ke istrinya.

Alice mengajak Kiarra untuk mengikutinya ke Restiran..

Ketika di perjalan menuju Restoran Alice dan Kiarra mengobrol tentang makanan dan minuman viral..

“Nanti kalau udah sampai di Restoran, kamu liat dulu menunya.. kalau aunty sih sukanya ma dessertnya yang choco lava, kalau makanan sih banyak yg aunty suka. Salah satunya chicken black papernya juara.” Ucap Alice sambil fokus mengendarai mobilnya.

“Wah.. nanti aku coba deh aunty.” Ucap Kiarra semangat.

Mereka sampai ke Restoran bertepatan sebuah mobil juga berhenti di samping mobil Alice. Mereka sama - sama keluar, Alice keluar paling terakhir. Tiba-tiba Kiarra heboh memanggil seseorang.

“Mama!!!” Heboh Kiarra melihat seorang wanita turun dari mobil.

Wanita yang di panggil dengan heboh langsung menoleh, perempuan tang yang di panggil dengan hebohnya.

Alice melihat Kenapa Kiarra heboh, ia juga jadi terbengong melihat perempuan yang baru saja turun dari mobil itu. Dengan cepat ia mengandeng Kiarra agar bisa menghampiri perempuan yang di hebohkan oleh Kiarra.

“Kak Tiara.” Ucap Alice lirih yang masih di dengar oleh Kiarra dan Tiara.

Tiara hanya mengangguk dan mereka melanjutkan langkah menuju Restoran. Alice langsung mengarahkan Tiara dan Kiarra untuk masuk ke ruangannya dan meminta tolong satu karyawan untuk membawa menu makanan dan minuman ke ruangannya.

“Silakan duduk dulu kak, ra. Sebentar ya kak, aku urus berkas dulu sebentar.” Ucap Alice mempersilakan tamunya untuk duduk.

“Iya.. tidak apa - apa lice, kami masih banyak waktu kok.” Ucap Tiara sambil tersenyum.

“Sebentar lagi karwayan ku akan datang membawa menu, kakak dan Kiarra langsung pesan saja.” Ucap Alice dengan semangat.

Tiara langsung menganggukan kepalanya dengan tersenyum. Lalu Alice langsung menuju ke meja kerjanya yang ada di belakang sofa tamu.

Tok tok

“Masuk.” Ucap Alice

“Selamat siang nona, ini menunya.” Ucap karyawan Alice ketika sambil tersenyum..

“Terima kasih.” Ucap Tiara ketika menerima buku menu itu.

“Terima kasih mbak.” Ucap Kiarra dengan semangat.

“Ada rekomendasi menu makanan dan minuman enggak mbak?” Tanya Kiarra.

“Tentu saja ada nona, saya merekomendasikan Chicken Blackpaper dan Milktea dengan toping boba.” Jawab karyawan itu dengan tersenyum..

Mendengar jawaban karyawan Alice, Kiarra langsung membujuk ibunya. “Ma boleh ya hari ini minum boba sama pesan dessert choco lava?” Tanyanya

Tiara memikir sebentar.. “okay boleh..” jawab Tiara sambil mengelus rambut anaknya.

Alice melihat pemandangan itu dengan perasaan yang sangat senang. Ia selalu senang dengan pemandangan di depan seperti ini.. Sang karyawan sudah keluar dari ruangannya dengan pesaanan di tangannya..

Alice sangat fokus dengan berkas yang ada di depannya, keningnya mengkerut ketika ia melihat ada jadwal yang bentrok, Tiara sejak tadi melihat ke arah Alice dengan perasaan kagum.. ia pun merekam Alice yang sedang mode berkerja itu lalu ia mengirimkan ke Cecill..

Tidak lama Alice menekan intercom untuk meminta Maria menghadapnya..

Tidak lama Maria langsung masuk ketika sudah ada persetujuan dari Alice. Maria terkejut melihat Tiara ada di ruangan Alice, Tiara sadar yang masuk ke ruangan Alice langsung melambaikan tangannya. Lalu Maria langsung memberikan instruksi untuk Tiara, ia ke Alice dulu lalu Tiara menganggukan kepalanya.

“Ada apa Nona?” Tanya Maria

“Ini kenapa belum ada kepastian dari bentrokan jadwal dari pihak pak Lucas dan pak Betrand?” Tanya Alice menjawab pertanyaan Maria dengan pertanyaan.

“Sepertinya belum ada kepastian dari kedua belah pihak.” Jawab Maria

“Sepertinya? Kenapa sepertinya? Apa kalian tidak mencoba follow up kedua belah pihak soal jadwal mereka untuk memakai ruang rapat kita itu sama hari dan waktunya? Kenapa saya mendapat kata sepertinya? Saya mau jawaban bukan pernyataan yang ragu - ragu seperti ini.” Kesal Alice

“Ini sudah tanggal berapa, mereka ingin di tanggal 13.. sedangkan ini sudah tanggal 10.. kenepa belum ada updatetan soal perubahan jadwal?” Kesal Alice lagi.

“Maaf nona akan saya follow up sekarang juga.” Ucap Maria sambil membungkuk..

“Mama..sst.. mama…” ucap Kiarra sambil berbisik memanggil mamanya. Tiara mengangkat alisnya sebelah mendengar bisikan anaknya, ia mendekatkan telinganya.

“Kiarra pikir Aunty Alice tidak bisa marah.. ternyata kalau lagi marah agak seram ya ma.” Ucap Kiarra

Tiara hanya tertawa sambil mengusap kepala anaknya.

“Baik nona.” Ucap Maria

“Tolong panggilkan yang bertanggung jawab soal adnya 2 jadwal di hari yang sama.” Ucap Alice sambil membuka kacamata bacanya lalu menghampiri Tiara dan Kiarra.

“Aku ingin dia sudah ada di sini sekarang.” Ucap Alice lagi ketika sudah duduk di sofa sebelah Tiara

“Baik nona.” Ucap Maria lalu ia langsung keluar dari ruangan itu.

“Maaf ya kak, jadinya kakak melihat drama di Restoran ku.. biasanya tidak pernah ada kesalahan seperti ini.” Ucap Alice sambil memijat pelipisnya.

“Tidak apa - apa.. sabar saja, pasti nanti ketemu kok solusinya. Jika memang dia menerima tanpa melihat jadwal yang sudah ditentukan ya mau tidak mau harus di hukum karena tidak teliti.” Ucap Tiara menenangkan Alice

Alice hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar..

Makanan Tiara dan Kiarra sudah terhidang di meja sofa, Kiarra sangat bersemangat melihat makanan yang terhidang. Mereka makan dengan riang, Alice sangat senang dengan mereka yang sangat antusias dengan hidangan yang disajikan.

Setelah mengobrol bersama, akhirnya Tiara dan Kiarra pamit pulang karena sudah sore dan Alice masih menunggu siapa yang bertanggung jawab atas adanya jadwal yang sama untuk room meeting 2 di hari yang sama.

Maria membawa 2 karyawannya masuk ke ruangan Alice setelah tamu Alice pulang..

“Ini kenapa bisa ada 2 nama di hari yang sama dan di jam yang sama untuk room meeting 2?” Tanya Alice dengan tegas.

Tidak ada yang berani membuka suaranya karena mereka takut melihat ekspresi Alice yang berubah menjadi lebih datar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!