NovelToon NovelToon
Kisah Nyata- Suamiku Berubah Setelah Kaya

Kisah Nyata- Suamiku Berubah Setelah Kaya

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / Pelakor jahat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dri Andri

Ia dulu berdoa agar suaminya kaya.
Ia tak pernah membayangkan doa itu justru menjadi awal kehancuran rumah tangganya.

Naura menikah dengan Zidan saat mereka hanya punya cinta, iman, dan sepiring nasi sederhana. Mereka menangis bersama di sajadah lusuh, bermimpi tentang hidup yang lebih layak. Ketika Allah mengabulkan, Zidan berubah. Kekayaan menjadikannya asing. Ibadah ditinggalkan, wanita lain berdatangan, tangan yang dulu melindungi kini menyakiti.

Naura dibuang. Dihina. Dilupakan.

Bertahun-tahun kemudian, Naura bangkit sebagai wanita kuat. Sementara Zidan kehilangan segalanya.

Saat Zidan kembali dengan penyesalan dan permohonan, satu pertanyaan menggantung:

Masih adakah pintu yang terbuka…
atau semua telah tertutup selamanya?

Dan ini adalah kisah nyata.

(±120 kata)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dri Andri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

# BAB 26: Keuntungan Berlipat

Dua bulan setelah kejadian bolong sholat pertama kali, Zidan dapat proyek besar lagi. Kali ini lebih gede dari sebelumnya. Developer properti besar butuh sepuluh kavling tanah di lokasi premium dekat bandara. Budget mereka dua miliar.

Zidan kerja keras selama sebulan penuh. Survey kemana mana. Nego dengan puluhan pemilik tanah. Urus surat surat yang rumit. Hampir setiap hari dia pulang jam sebelas malam. Bahkan kadang nginep di hotel deket lokasi survey.

Naura di rumah cuma bisa nunggu sambil jaga Faris sendirian. Setiap malam dia kirim pesan, "Mas udah sholat Isya belum? Jangan lupa ya."

Tapi Zidan jarang bales. Kalau bales cuma, "Iya."

Padahal dia nggak sholat. Udah jadi kebiasaan sekarang. Bolong sholat kayak hal yang biasa aja.

Bulan kedua, transaksi selesai. Sepuluh kavling berhasil dibeli dengan harga total satu miliar lima ratus juta. Dijual ke developer dua miliar. Untung bersih lima ratus juta.

Bagi dua dengan Pak Rahmat sesuai kesepakatan awal. Tapi lagi lagi Pak Rahmat kasih bonus karena Zidan yang kerja keras.

"Zidan, kali ini kamu ambil tiga ratus juta. Bapak ambil dua ratus juta aja. Kamu yang capek capek."

Tiga ratus juta.

Tiga ratus juta rupiah.

Zidan terima cek itu dengan tangan yang udah nggak gemetar lagi. Beda sama dulu. Sekarang dia udah biasa pegang uang puluhan juta bahkan ratusan juta.

"Terima kasih Pak. Saya akan kerja lebih keras lagi."

"Bapak tau. Makanya Bapak percaya sama kamu. Oh iya, malam ini ada gathering arisan pengusaha di hotel Grand Mahkota. Kamu ikut ya. Bapak mau kenalin kamu ke temen temen Bapak. Mereka semua pengusaha besar. Bagus buat networking kamu."

"Baik Pak. Jam berapa?"

"Jam tujuh malam. Kamu langsung kesana aja. Nggak usah jemput Bapak. Bapak kesana sama temen."

Sore itu Zidan pulang jam lima. Naura lagi nyusuin Faris di ruang tamu. Begitu liat suaminya masuk dengan senyum lebar, dia ikut senyum.

"Mas kelihatan seneng. Ada kabar baik?"

"Transaksi selesai. Aku dapat tiga ratus juta."

Naura berdiri sambil masih gendong Faris. "Alhamdulillah Mas! Tiga ratus juta! Ya Allah... itu uang banyak banget."

"Iya. Ini cek nya." Zidan tunjukin cek dari Pak Rahmat.

Naura ngeliatin angka di cek itu. 300.000.000. Tiga ratus juta.

"Mas, kita harus syukuran. Kita sedekah banyak banyak. Kita..."

"Iya nanti. Sekarang aku mau mandi dulu. Jam tujuh ada acara gathering pengusaha. Aku harus kesana."

"Gathering? Acara apa Mas?"

"Arisan pengusaha. Pak Rahmat yang ngajak. Katanya bagus buat networking."

"Oh... berarti Mas pulang malem dong?"

"Iya. Mungkin jam sebelas atau dua belas malam. Kamu tidur aja duluan. Jangan tunggu aku."

Naura agak kecewa. "Tapi Mas, kan baru dapet rezeki besar. Kita sholat syukur bareng dong. Kayak dulu dulu."

Zidan lagi buka baju di kamar. Teriak dari dalam, "Nanti aja! Sekarang aku buru buru!"

"Tapi Mas..."

"Naura please! Jangan ganggu! Aku lagi sibuk!"

Naura langsung diem. Hatinya sakit. Dulu Zidan nggak pernah kayak gini. Dulu kalau dapat rezeki, hal pertama yang dia lakuin adalah sujud syukur. Sholat tahajud. Bersedekah.

Sekarang? Hal pertama yang dia pikirin adalah pesta. Gathering. Networking.

Jam setengah tujuh, Zidan keluar dari kamar dengan penampilan yang keren banget. Kemeja batik branded. Celana bahan. Sepatu kulit mengkilap. Jam tangan Seiko yang lima juta itu. Parfum yang wanginya menyengat.

"Aku berangkat."

"Mas, nanti sholat Isya jangan lupa ya. Terus kalau bisa jangan pulang terlalu malem. Kasian Faris udah lama nggak ketemu Ayahnya."

"Iya iya. Aku usahain."

Zidan langsung keluar. Naik motor ke hotel Grand Mahkota.

Sampe di sana, dia kagum banget. Hotel bintang lima. Lobby nya luas dan mewah. Lampu kristal gede banget di langit langit. Lantai marmer putih mengkilap.

Dia masuk ke ballroom lantai tiga. Di sana udah ada sekitar lima puluh orang. Semua pake baju rapi. Jas. Batik. Parfum mahal. Jam tangan mewah.

Pak Rahmat langsung deketin. "Zidan! Sini! Bapak kenalin sama temen temen."

Zidan diajak keliling. Dikenalin satu per satu ke pengusaha pengusaha sukses. Ada yang punya pabrik. Ada yang punya restoran chain. Ada yang punya properti. Semuanya kaya raya.

"Ini Zidan. Partner bisnis Bapak. Dia jago banget urusan tanah. Masih muda tapi udah pinter."

"Wah bagus bagus. Muda tapi udah punya mental pengusaha. Jarang lho sekarang."

Zidan senyum bangga. Hatinya seneng banget dipuji kayak gitu.

Acara dimulai jam delapan. Makan malam prasmanan dengan menu mewah. Steak. Salmon. Lobster. Sushi. Makanan makanan yang Zidan cuma bisa liat di TV dulu.

Dia makan dengan lahap. Sambil ngobrol sama pengusaha pengusaha lain. Tuker kartu nama. Ngobrolin bisnis. Ngobrolin peluang.

"Pak Zidan, kalau ada info tanah bagus kabarin saya ya. Saya lagi nyari buat ekspansi usaha."

"Siap Pak. Nanti saya kabarin."

Jam sembilan, adzan Isya berkumandang dari masjid hotel. Zidan denger sebentar. Terus lanjut makan lagi.

"Nanti aja. Lagi enak enak ngobrol."

Jam sepuluh, acara arisan dimulai. Setiap orang nyetor sepuluh juta. Total ada lima puluh orang. Berarti pot nya lima ratus juta. Setiap bulan yang menang diundi.

"Siapa yang mau ikut? Sepuluh juta per bulan. Siapa tau bulan ini menang langsung dapat lima ratus juta."

Zidan mikir sebentar. Sepuluh juta sebulan. Dia mampu. Apalagi dia baru dapat tiga ratus juta.

"Saya ikut Pak."

"Bagus! Zidan ikut! Ada lagi?"

Zidan langsung transfer sepuluh juta ke rekening panitia. Namanya masuk daftar peserta arisan.

Undian bulan ini dimulai. Namanya nggak keluar. Yang menang pengusaha lain.

"Nggak apa apa. Bulan depan pasti dapat."

Jam sebelas malam, acara selesai. Tapi beberapa pengusaha ngajak lanjut ke kafe buat ngopi.

"Zidan ikut nggak? Kita ngopi sambil ngobrol bisnis."

Zidan ngeliat jam. Jam sebelas lewat. Harusnya dia pulang. Tapi...

"Ikut Pak. Sebentar aja."

Mereka pindah ke kafe di lantai satu hotel. Pesan kopi sama cemilan. Ngobrol sampai jam satu pagi.

Zidan baru sadar udah jam satu waktu dia liat jam lagi.

"Wah udah jam satu. Saya pamit dulu ya Pak Pak. Istri di rumah pasti khawatir."

"Iya iya. Hati hati di jalan. Lain kali kita gathering lagi."

Zidan pulang naik motor dengan kecepatan tinggi. Sampe rumah jam setengah dua pagi.

Begitu masuk, rumah gelap. Naura udah tidur. Faris juga tidur di kamarnya.

Zidan masuk kamar pelan pelan. Naura kebangun.

"Mas? Udah pulang? Jam berapa ini?"

"Jam setengah dua. Maaf telat. Acaranya lama."

"Mas... aku khawatir. Kenapa nggak SMS kalau mau pulang malem?"

"Handphone ku low bat. Lupa bawa charger."

Naura duduk di kasur. "Mas udah makan?"

"Udah. Di acara tadi."

"Mas udah sholat Isya?"

Hening sebentar.

"Belum."

"Mas... sekarang udah lewat tengah malam. Waktunya udah habis. Kenapa Mas nggak sholat tadi?"

Zidan buka baju sambil napas berat. "Naura, aku lagi capek. Nggak usah ngomel ya. Aku tau aku salah. Besok aku sholat."

"Tapi Mas, ini udah sering banget. Hampir setiap hari Mas bolong sholat. Aku takut Mas..."

"NAURA! AKU BILANG JANGAN CEREWET! INI URUSAN BISNIS! LO GAK BAKAL PAHAM!"

Naura langsung shock. Zidan baru aja bentak dia dengan keras. Pake kata "lo" pula. Nggak pernah. Dari awal nikah, Zidan selalu manggil dia "kamu" atau "Naura". Nggak pernah "lo".

"Mas... kenapa Mas bentak aku? Kenapa Mas bilang aku nggak paham?"

"Karena emang lo nggak paham! Lo cuma di rumah aja! Ngurus anak! Masak! Beres beres! Lo nggak tau gimana susahnya cari uang di luar sana! Lo nggak tau gimana pentingnya networking! Jadi jangan lo ceramahin gue soal sholat sholat segala! Capek gue!"

Air mata Naura langsung jatuh. "Mas... Mas ngomong kasar ke aku. Mas bilang gue lo. Mas... Mas bukan Zidan yang dulu. Mas udah berubah."

Zidan ngerasa sedikit bersalah. Tapi egonya terlalu besar. Dia nggak mau minta maaf.

"Terserah lo mau bilang apa. Yang penting gue cari uang buat keluarga ini. Lo mau hidup enak kan? Lo mau Faris sekolah bagus kan? Ya udah diem aja! Jangan banyak ngomel!"

Dia masuk kamar mandi terus mandi. Keluar pake handuk terus langsung tidur.

Naura duduk di pinggir kasur sambil nangis pelan. Tangannya gemetar. Hatinya hancur.

"Ya Allah... suamiku udah berubah total. Dia bentak aku. Dia ngomong kasar. Dia bilang aku nggak paham. Ya Allah... gimana ini? Gimana caranya balikin dia kayak dulu?"

Dia keluar dari kamar terus ke kamar Faris. Gendong anaknya yang lagi tidur pulas. Peluk erat sambil nangis.

"Faris sayang... Ayah kamu udah berubah. Ayah kamu udah nggak kayak dulu. Ibu nggak tau harus gimana. Ibu takut Nak. Takut banget."

Dia duduk di lantai kamar Faris sambil gendong anaknya yang tidur. Nangis sampai pagi.

Zidan tidur nyenyak di kamar. Nggak peduli istrinya nangis di kamar sebelah. Nggak peduli dia baru aja nyakitin hati orang yang paling sayang sama dia.

Yang dia pikirin cuma uang.

Bisnis.

Networking.

Kesuksesan.

Dan semua itu pelan pelan membunuh hatinya.

Membunuh imannya.

Membunuh cintanya.

Sampai suatu hari nanti...

Dia akan kehilangan semuanya.

Tapi saat itu terlambat.

Terlambat untuk minta maaf.

Terlambat untuk balik.

Terlambat untuk apapun.

1
checangel_
Hakmu Zidan?! Istrimu juga punya hak untuk menolak
aa ge _ Andri Author Geje: begitulah orang yang tidak mengetahui aturan tentang poligami yang ia ketahui hanya lah nafsu semata
total 1 replies
checangel_
Istighfar dulu yuk kalian berdua/Smile/
aa ge _ Andri Author Geje: astaghfirullah🙏
total 1 replies
Siti Yatmi
cerita yg bagus . terimakasih Thor.... semangat terus yah dlm berkarya...💪
Paradina
Terima kasih kak, semangat terus utk menulis
Siti Yatmi
ya Tuhan ...ko kasian amat yah sm mereka ber 2, Zidan , Naura....emang Zidan bersalah, tp dia udh berusaha menjadi lebih baik,ko ..JD sedih bacanya, sampe keluar air mata ..
Siti Yatmi
sedih deh baca kisah mereka... ya Allah.. sesungguhnya zidan tanpa Naura itu kaya langit tanpa bintang... mendung....
Paradina
Mantap kak, semangat terus utk menulis.
checangel_
Sabar ya Naura
checangel_
No! Gini loh Zidan, seorang wanita (istri) itu, tidak butuh hanya sekadar materi dari pasangannya, dia juga butuh perhatian dan rasa saling menghormati juga menghargai, walaupun banyak alasan di sana, karena kalian berdua disandingkan itu untuk saling melengkapi, bukan menghakimi
aa ge _ Andri Author Geje: mode ankuh nya itu
total 1 replies
checangel_
Berarti imanmu yang ... 🤧
aa ge _ Andri Author Geje: itulah keimanan, gampang hancur dengan
3 hal
harta, tahta dan wanita
total 1 replies
Susilawati Arum
Sampai bab 153 masih muter - muter di situ aja nih ceritanya...to the poin lebih baik thor daripada muter-muter nggak jelas dan nggak ada hasil...
aa ge _ Andri Author Geje: kalau to the point gak seru karena masih ada cerita yang lebih seru lagi
total 1 replies
Susilawati Arum
habis ini apa lagi cobaan hidup apa lagi thor yg harus di lalui Naura dan Faris untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan hidup
Susilawati Arum
nggak habis - habis apes hidupnya Naura dan Faris..
aa ge _ Andri Author Geje: seperti itulah gambar kehidupan
total 1 replies
Paradina
masih berharap zidan dan Naura. tapi semua kembali kepada author.

semangat 🙏
aa ge _ Andri Author Geje: dan semua akan terjawab di bab bab berikut nya akan banyak kejutannya
total 1 replies
Siti Yatmi
tapi paling tidak Zidan sudah bertobat...
Susilawati Arum
apakah Zidan meninggal thor
aa ge _ Andri Author Geje: belum
total 1 replies
Susilawati Arum
Tp dulu Zidan udah terlalu jahat banget sama Naura dan Faris..dan sekarang saat karma menghampiri Zidan .. rasanya nggak ada simpati sama Zidan
Siti Yatmi
Allah maha mengampuni hamba nya...JD jgn takut utk kembali Zidan..meski tanpa Naura...
Paradina
semoga ada kesempatan kedua utk zidan.
walau kelakuan zidan sdh keterlaluan

semangat kakak
Siti Yatmi
gpp Naura.....kamu berhak bahagia...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!