NovelToon NovelToon
Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: SuraniDeby

Ini tentang gadis belia,berumur 21 tahun.Delia namanya,dia tinggal bersama Ayahnya dirumah bibinya.Sedangkan ibunya meninggal akibat kecelakaaan beberapa tahun yang lalu.Dia harus menghadapi kenyataan kalau perusahaan ayahnya bangkrut,dengan banyak hutang.Ayahnya tuan Yosep adalah pesaing besar perusahaan Golden Big milik keluarga Atmajaya.Persaingan mereka meninggalkan dendam dan hutang.
Delia harus menanggung akibat dari persaingan ayahnya.Dia dituntut melunasi hutang-hutang ayahnya dengan banyak pengorbanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuraniDeby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Tidak,hanya ayahku yang ingin sedangkan aku tak ingin,karena aku.."

"Apa!!"

"Aku..aku..aku mulai menyukaimu"

PLAK

Delia menampar pipi Brian dengan sekuat tenaga.

"Permaianan apa lagi ini hah!!pergi!! Aku muak dengan permainanmu!! Pergi tinggalkan aku!!"

"Aku akan pergi kalau kamu mau memaafkanku.."

"Oke!aku memaafkanmu dan sekarang pergi dari sini!! Ceraikan aku sekarang juga!!!"

"Tidak akan,aku akan menebus semua kesalahanku dengan memberimu cinta dan kebahagiaan Del,beri aku kesempatan aku mohon"

Delia terus mendorong tubuh pria yang kekar dihadapannya itu. Bukanya mundur,Brian justru memeluk Delia dengan erat meski Delia meronta-ronta.

"Aku mohon beri aku kesempatan Del.."

"Pergi dari sini atau aku akan teriak dan tetangga disini akan menghajarmu!!"

"Aku tidak akan pergi"

"Bibiiiiiiii...tolongggg..."

Brian langsung melepaskan pelukannya dan Bersujud dihadapan Delia.

Mendengar keributan dari dalam kamar Delia,Bibi Mira berlari mendekat.

"Ada apa ini!!"

"Suruh dia pergi bi.."

"Tidak Del,aku akan terus memintamu memberiku kesempatan itu,aku mohon..aku mencintaimu Del..aku mencintaimu,"

Bibi Mira terperanga mendengar kata-kata Brian. Hampir sulit dipercaya,anak dari Atmajaya yang sudah menghancurkan hidup keponakannya tiba-tiba mengatakan cinta.

"Brian,kemarilah ikut bibi"

Brianpun menuruti bibi Mira yang mengajaknya keruang tengah.

"Apa kamu bilang??Cinta?ini bagian dari permainan kalian kan??bibi tidak akan ridho jika ini permaianan!!"

"Tidak bi,aku serius,,aku mencintainya,aku tidak bisa hidup tanpanya,2malam saja itu membuatku sadar dan merasa kehilangannya. Bi,aku mohon,,beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua. aku akan membahagiakan Delia bi,aku janji"

"Coba ceritakan bagaimana bisa kamu mencintai Delia?"

Brian akhirnya menceritakan awal pertama dia merasa mencintai Delia.

Bibi Mira mendengarkan dengan saksama dan semua benar-benar diluar dugaan. akhirnya bibi Mira mulai luluh.

"Nak,serahkan semua pada Allah,,jika kamu benar-benar ditakdirkan untuk Delia pasti Allah akan menunjukan jalannya dan hanya Allah yang bisa membolak balikannhati seseorang. Tapi untuk saat ini,Delia benar-benar belum bisa menerimanya,,bersabarlah nak. Wanita tidak butuh janji,wanita hanya butuh bukti. Buktikan kalau kamu benar-benar mencintainya. Buktikan kalau kamu tak sama dengan ayahmu. Mintalah petunjuk pada Allah. Insya Allah semua Indah pada waktunya."

"Terimakasih bi,,selama ini kedua orangtuaku tidak pernah mengajariku tentang apapun,,Aku tersentuh saat Delia terus mengerjakan sholat dan terus berserah diri padaNya seberat apapun cobaan yang Delia alami.

Sekarang aku tau,itu semua karna Delia dibesarkan dan dididik dengan baik oleh keluarganya. Terimakasih Bi...aku akan membuktikan pada kalian. Saya permisi bi,,sampaikan maafku pada paman juga"

Bi Mira menganggukan kepala dan mengantar Brian sampai teras rumahnya.

Brian pergi membawa sebuah harapan agar dirinya bisa diberi kesempatan oleh Delia.

"Maafkan aku Roby,aku tidak bisa meninggalkan Delia untukmu" batin Brian saat menginggat bahwa saudaranya juga mencintai Delia.

***

Sesampainya dirumah Brian menatap rumahnya yang besar namun hening.

Hanya suara sepatunya yang menggema,rumah yang begitu megah dan mewah terasa hampa tanpa Delia. Meskipun baru sebentar mereka tinggal bersama,tapi kebersamaan itu meninggalkan kesannyang mendalam pada Brian.

Brian menyusuri dapur,menginggat bagaimana Delia bersusah payah memasak untuknya. Dari dapur dia menatap kejendela,terlihat sebuah bangku taman yang menghadap ke kolam renang,dimana mereka pernah duduk bersama menikmati malam meskipun hanya dia yang menikmati moment itu karna perasaanya bertepuk sebelah tangan.

Brian meneruskan langkah kakinya ke kamar Delia. Baju-baju Delia masih tertata rapi di dalam almari,,rukuh dan sajadah yang selalu dia gunakan,tertata rapi di atas rak samping almari.

Brian memutuskan untuk tinggal dikamar Delia. Dia pergi kekamarnya untuk mandi dan kembali lagi ke kamar Delia untuk beristirahat.

Dia memejamkan matanya,membayangkan betapa bodohnya dia karna mengikuti permainan ayahnya. Kebodohannya membuatnya kehilangan orang yang seharusnya ada disisinya.

"Maaf kan aku Del..aku benar-benar bodoh..Seharusnya aku lebih berani untuk mengikuti kata hatiku."

Brian mengingat awal pertemuannya dengan Delia.

FLASH BACK

"Bro...kayanya semenjak kamu bertabrakan dengan cewe itu,pikiranmu jadi terganggu ya..." Celetuk Soni pada Brian yang memperhatikan selama proses sertijab diruang rapat Brian terus melamun.

"Ih...apaan,gak lah,,,aku penasaran aja ma cewe itu"

"Penasaran gimana?"

"Kaya gak asing,kaya sebelum ini pernah liat tapi dimana..."

"Penasaran apa penasaraaaannnn??"

"Penasaran aja,,oiya,cari tau tentang dia ya,,dimana dia tinggal trus siapa namanya.."

"Oke...sepertinya tadi dia dari ruangan Sofi"

"Oh yaa,,aku akan menanyai Sofi saja deh kalau gitu.."

"Niat amat"

"Diam!! Masih mau kerja disini apa ga!"

"Waduh...aku takut deh kalau gitu..aku tinggal keruanganku ya Yan..ati-ati awalnya penasaran lama-lama demenan loh.."

"Rese lo!!!"

Brian pergi keruangan Sofi untuk mencari tahu nama dan alamat Delia.

"Oh,tadi itu Delia tuan,keponakan bi Mira penjual kue langgananku,,setiap kali ada meeting kita selalu pesan snack ke bi Mira."

"Aku boleh minta alamatnya ga?"

"Boleh tuan,mereka tinggal bersama disana,ini alamatnya"

Sofi memberikan kartu alamat pada Brian.

"Terimakasih sof"

"Sama-sama tuan"

Setelah mendapatkan alamat itu,Brian selalu membuntuti Delia kemanapun dia pergi. Ada rasa ketertarikan yang besar pada hati Brian untuk Delia.

"Wanita pekerja keras dan penyayang" itu kesan dari Bria.

Sampai saat Delia pergi menemui ayahnya dicafe. Saat itu Delia marah besar kepada Atmajaya karna menyebabkan Yosep masuk rumahsakit.

Semua percakapan ayahnya dengan Delia terdengar ditelinganya. Disitu Brian mengetahui bahwa Delia adalah anak dari Yosep,laki-laki yang ayahnya ceritakan sebagai pembunuh ibunya.

Saat itu Brian bimbang,

"Aaaaghhh siaaalll!!! Aku harus bagaimana ini Hufh...apa iya aku harus membencinya seperti aku membenci ayahnya??"

Sesampainya dirumah Brian menanyakan perihal pertemuan ayahnya dengan Delia.

Brian memberikan ide untuk menikahi Delia hanya karna dia tidak ingin Delia jatuh ketangan orang lain.

Terpaksa dia mengikuti cara Ayahnya,dengan berpura-pura ikut membencinya. Padahal dia hanya membenci Yosep bukan anaknya.

Brian hanya menceritakan rencananya itu pada Soni.

"Kamu yakin Yan,akan berpura-pura ikut membencinya padahal kamu mencintainya?ini terlalu berbahaya Yan,memasukan Delia kedalam rumahmu itu sama saja mengantarkan maut untuknya."

"Aku akan mencari cara agar dia tidak menjadi sasaran ayah, karna aku tahu sasaran ayah sebenarnya adalah Yosep. Jika umpanya aku sembunyikan maka mau tidak mau ayahku harus menangkap mangsanya dengan tanganya sendiri."

"Tapi Yan, Delia belum tentu mencintaimu,terlebih setelah tau kamu anak dari musuh ayahnya."

"Mungkin aku terlalu egois,aku tidak peduli,dia harus menjadi miliku sebelum orang lain mendahului aku."

"Hah,emang susah kalau ngomongin cinta buta!! Oiya,apa kamu tidak mau menyelidiki kasus kematian ibumu dulu sebelum kamu menikahi gadis itu? Siapa tau semua itu salah ,jika Yosep terbukti tidak bersalah kan kamu bisa menikahi Delia dengan cara yang semestinya,bukan dengan cara seperti ini."

"Aku mempercayai ayahku,dan semua bukti juga sudah mengarah pada Yosep. Jadi untuk apa lagi. Aku akan memanfaatkan moment ini untuk mendapatkanya. Karna tidak mungkin bagiku mengakui pada ayahku bahwa Aku mencintai gadis itu dan ingin menikahinya karna cinta. Ayahku akan menentang mati-matian pernikahan ini. Jadi alasanku ya karna ingin ikut membalaskan dendam pada Yosep melalui Delia,dengan mudah ayah menyetujuinya "

1
durrotunnasihah_
Buruk
Anik
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Anik
Biasa
Anik
ah ternyata aq salah menilaimu Brian 😊😊😊
Anik
Brian sdh mulai akal liciknya yg akan membuat Delia jatuh cinta kemudian akan d campakkannya, Delia km jangan smpe terlena dgn Brian
Anik
good job Delia 👍👍👍👍👍👍👍
Anik
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Anik
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Dewi Fajar
mampir thor
Erviana Erastus
Hans .... emang siapa lagi yg jomblo
Erviana Erastus
EGOIS
Erviana Erastus
bisa lah why not? km tau kn siapa Brian?
Erviana Erastus
itu adikmu Brian .... udah bisa ditebak
Erviana Erastus
kacamata yesi
Erviana Erastus
beruntung sadarmu blm telat ya Oma?
Erviana Erastus
Yesi ckckck ...
Erviana Erastus
jelaslah Delia nggak percaya secara kamu plin.plan Brian
Erviana Erastus
delia2'....nggak usah sok hebat ..... Brian aza yg pny power mudah dikadali lah kamu emang pny power apa hadapi mereka ckckck beranimu telat sih
Erviana Erastus
ckckck pantesan takut sama Widodo ternyata selingkuhan atmajatadikx Widodo ckckck manusia lucnut semoga terbongkar siapa Hans sebenarnya
Erviana Erastus
ulah Wibowo .... alhasil bknx dapat proyek malah orang suruhan ketangkap apes banget lu Wibowo 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!