"Apakah kegelapan selalu melahirkan kejahatan?"
Di dunia tempat para dewa menulis takdir dan setiap kehidupan telah ditentukan sejak lahir, seorang raja bangkit dari jurang yang paling gelap.
Mereka menyebutnya Raja Iblis. Musuh menyebutnya bencana. Namun, di balik semua itu, ia hanya menginginkan satu hal—kebebasan.
Saat kebenaran yang selama ini disembunyikan mulai terungkap, perang bukan lagi sekadar pertarungan antara cahaya dan kegelapan, melainkan benturan antara mereka yang tunduk pada takdir... dan mereka yang berani mematahkannya.
Ketika seluruh dunia memusuhinya, apakah ia benar-benar iblis... atau justru satu-satunya yang berani menentang kebohongan?
Penyesuaian tanda baca :
Tanda "teks" itu dialog antar karakter
Tanda [teks] karakter sedang berbicara sendiri/dalam hati yaitu Monolog
Catatan : Pada Novel ini tidak ada statistik untuk darah, mana, exp, dll
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nvrisensei_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju Inti Rahasia
Wanita itu membawa Vinoel bersama nya, berjalan keluar dari istana
Sampai di depan pintu, dari kejauhan terlihat seorang pria yang berdiri
Saat didekati oleh mereka, itu Darian yang menunggu mereka dari tadi
"lama sekali!"
Sedikit mengeluh karna sedikit lama dia menunggu
"tidak ada masalah, hanya ada sedikit cacing tadi"
Vinoel tau apa maksud dari wanita itu, dia ingin menyela
Tapi segera dihentikan oleh tangan wanita itu yang menutupi nya
Tau dengan kode itu, Vinoel tidak ingin memperkeruh keadaan
"Baiklah, mari bergegas tuan Darian"
Berjalan melewati Darian, wanita itu memimpin di depan diikuti oleh Vinoel dan Darian
Terus berjalan keluar dari istana sepenuhnya
Berjalan melewati jalan taman di sekitar istana, suasana yang canggung
Tak ada kata - kata untuk menghangatkan suasana
"Nona Vaelindra..."
"kita telah mengumpulkan energi itu ribuan tahun"
"apa ini saat yang tepat menggunakan nya?"
"bukan kah ada kesempatan lain untuk menggunakan nya?"
Dengan suaranya yang berat, Darian bertanya kepastian keputusan mereka saat ini
Langkah Vaelindra terhenti, menoleh kearah Darian
Segera berjalan kembali....
"inilah saatnya, dengan kekuatan itu kita juga bisa membunuh Raja Iblis yang saat ini tidak dalam kondisi sempurna nya... "
Terkejut...sejenak langkah mereka terhenti
Sedikit berkeringat memikirkan hal itu
Perasaan yang campur aduk antara gemetar dan maju mencapai tujuan
"Raja Iblis katamu?"
"kandidat dari dewan Monarch?"
"apa hubungannya dengan dunia yang akan kita lawan?"
Vaelindra tertawa dengan lantang....
"hahaha..... "
"bukan..."
"kandidat yang dibuat oleh dewan Monarch itu hanyalah ilusi boneka untuk kekuasaan mereka"
"ini beda...."
"dia sosok yang asli"
"Pemimpin para iblis"
"Salah satu dari empat makhluk terkuat....!!!"
Merentangkan tangan, menghentakkan tongkat ditangannya, Vaelindra dengan lantang nya tertawa....
Berbalik kearah mereka lagi, mengangkat jarinya tersenyum seperti orang gila ke arah mereka
"dunia itu banyak menyimpan kenangan bagiannya"
"setidaknya kita hancurkan dunia itu, hancurkan mentalnya"
Menelan ludah mereka sendiri, kaki mereka bergetar hebat
mereka harus siap dengan segala yang akan terjadi selanjutnya
Terus berjalan, melewati pemukiman penduduk
Sampai di kaki bukit..
Mereka memasuki hutan yang sama dengan yang di masuki oleh Cieal dan Neird
Beru beberapa langkah, Vaelindra seperti merasa janggal
Melihat sekitar nya, menggunakan mata naga miliknya
Percepatan saat dia melihat sekeliling itu sama dengan 1 banding 5 menit
Jadi dia bisa melihat lima kali lebih cepat
Pengelihatan nya menjadi kuning layaknya reptil, mendeteksi hawa panas
Setelah tidak menemukan apapun, dia berjalan
Terus memasuki hutan itu bersama Darian dan Vinoel
Saat mereka melintas hampir sampai di depan goa
Neird yang dari tadi berjaga, segera siaga ketika melihat Vaelindra
"Vaelindra, kenapa dia disini...?"
"Tidak heran kenapa di pintu itu ornamen naga nya mencirikan wibawa dari naga"
"dirinya terlibat disini..."
"apa yang akan mereka lakukan??"
Tetap di dalam penghalang isolasi yang dibuatnya, Neird memantau semua nya dari jauh
Vaelindra, Vinoel, dan Darian masuk ke dalam goa
Sebelum mereka sepenuhnya masuk, Neird menempel serangga di sepatu Vinoel
Serangga itu merayap di tanah tanpa diketahui oleh siapapun dikarenakan ukurannya yang sangat kecil
Sebagai alat penyadap untuk mengetahui apa yang mereka lakukan
Mereka bertiga masuk, obor api menyala dengan sendirinya
Mendekati pintu yang sebelumnya tidak dibuka oleh Neird
Vaelindra hanya menyentuh dengan jarinya, pintu itu terbuka...
Cahaya yang terang bersinar dari balik pintu
Terlihat sebuah benda yang sangat besar didepan mereka