Assalamualaikum sahabat
Salam bahagia...
Kisah romantis dibumbui dengan kisah-kisah yang lucu, seru dan menyebalkan. Yuk nikmati kisahnya...
Cekidot...
Adalah Dio, seorang mahasiswa semester akhir. Cerdas, ganteng penuh tanggung jawab. Idola para mahasiswi. Sifatnya yang terlalu baik, membuat mahasiswi banyak yang GeEr. Gelar Sholeh melekat padanya karena kesehariannya.
Sofi adalah seorang gadis yang mandiri, cerdas dan lembut. Kehidupannya penuh dengan Lika-liku yang sungguh menakjubkan. Banyak peristiwa aneh yang dialami berkat kesholehahannya. Sofi berasal dari keluarga sederhana. Bersama ibu dan kakak satu-satunya. Hidup damai dan bahagia. Ayahnya sudah meninggal saat usia Sofi lima tahun.
Rubby gadis manja, berasal dari keluarga tajir. Papahnya seorang pengusaha yang sukses. Semua yang diinginkan pasti dikabulkan. Keras kepala, mau menang sendiri. Mungkin karena anak tunggal dan orang tuanya kaya raya.
Iqbal, seorang dokter spesialis anak, dia cerdas, ganteng, menarik, Sholeh. Dia mencintai Sofi.
Noval, kakak Sofi yang mencintai keluarga. Orangnya sabar, baik dan penyayang.
Siapa yang dipilih Dio?
Siapakah jodohnya?
Apakah keduanya...?
Yuk simak kisah selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah Palupi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Teror Alexa
Dendam membakar amal. Cinta berujung petaka. Rasa ingin memiliki terlalu berlebih-lebihan akan menyebabkan gelap mata. Alexa mencintai Dio. Dia ingin menguasai semua.
Sudah sebulan Sofi bekerja di kantor Rubby. Pelan tapi pasti Sofi bisa mengikuti ritme kerja di perusahaan besar. Sofi banyak belajar dari Rubby.
Siang itu di kantor.
"Sof, nanti makan siang keluar yuk. Suntuk Banget nih."
"Oke bos. Di mana?"
"Deket-deket aja. Sambil ngobrol sesuatu yang penting."
"Oke, habis salat lohor ya."
"He em..."
Drrrttt
Drrrttt
Drrrttt
Ponsel Rubby bergetar. Ada chat dari Dio.
[Assalamualaikum Dik, makan siang keluar yuk...]
[Wa Alaikum salam, kebetulan Mas, aku mau keluar makan siang sama Sofi. Gabung aja, di Chiken Resto dekat kantor.]
[Oke, aku nanti langsung ke sana ya.]
[Siap, aku tunggu di sana, Mas. Bye...]
[😘😘]
[🤭🤭🤭🤭 malu.... Ih...]
[🙏🙏🏻]
Diam-diam Rubby menghubungi Iqbal.
Drrrttt
drrt
drrrttt
Ponsel Iqbal bergetar. Segera dibuka ponselnya. Ada chat dari Rubby.
[Assalamualaikum Kak, makan siang yuuk. Deket kantor. Ditunggu ya...]
[Oke, aku langsung di TKP ya...]
[Oke...jam 12.30]
[Siap adikku cantik....]
[☺️☺️☺️☺️☺️. makasih kakakku yang ganteng]
[sama-sama ☺️]
Klik
ponsel ditutup.
Sayup-sayup terdengar adzan lohor berkumandang. Sofi dan Rubby mendirikan salat berjamaah di mushola kantor.
Mereka bersiap makan siang sesuai rencana. Alexa diam-diam memperhatikan Sofi dan Rubby.
Saat yang tepat untuk meneror Rubby dan Sofi. Juga sedikit trik untuk menyingkirkan Rubby.
Ruangan kantor agak sepi. Hanya satu orang yang tinggal. Biasanya sudah bawa bekal dari rumah. Tinggal makan saja, selesai. Rupanya Alexa sudah membawa bekal dari rumah juga.
Alexa mengendap-endap menuju ruang Rubby. Matanya jelalatan, tengok kanan dan kiri. Tas plastik kresek warna hitam di pegang erat-erat di sebelah kiri.
Cekleek
Alexa berhasil masuk ruang kantor Rubby. Diletakkan plastik kresek yang dibawa tadi. Rupanya berisi tikus busuk dan hidup. Mereka dilepaskan di dalam. Alexa juga meninggalkan sebuah surat yang berisi ancaman. Kemudian Alexa keluar, seakan tak ada peristiwa yang terjadi.
Cekleek. Rubby pergi ke toilet. Sementara itu, di Chiken Resto, suasana lumayan ramai. Banyak pengunjung yang ingin makan siang.
Setelah parkir mobil, Rubby dan Sofi langsung mencari tempat yang nyaman, di pojok kanan dekat jendela. Ruangan cukup luas, di balik jendela menghadap taman yang asri. Ada bunga-bunga dan kolam kecil yang tertata rapi dan indah. Ikan-ikan berkejaran kesana kemari menambah keindahan taman.
Sofi dan Rubby duduk berdampingan. Mereka seperti saudara kembar. Dua-duanya cantik.
Seorang pelayan menyodorkan menu makanan.
"Silakan tulis pesanan mbak."
"Oke, makasih mbak. Kamu pesan apa Sof."
Rubby melihat daftar menu makanan.
"Sama dengan kamu aja..."
"Oke, Chiken steak 2, Cha brokoli 1, tahu dan tempe 2 pac. Minumnya lemon tea panas 2.
Mbak...ini pesanannya."
Pelayan buru-buru mengambil daftar pesanan. Tiba-tiba ponsel Rubby berdering.
Ring
Ring
Ring
Rupanya Iqbal telpon.
"Assalamualaikum."
"Wa Alaikum salam, ya mas."
"Kamu dimana??"
"Langsung masuk aja. Di pojok kanan dekat jendela."
"oke... langsung meluncur ke sana."
"Ditunggu, jangan mampir mampir.,"
"☺️☺️☺️"
Sementara nunggu pesanan, mereka ngobrol ringan.
"Sofi, gimana kabar Ibuk?"
"Alhamdulillah baik, sehat."
"Syukurlah, aku seneng. Novi gimana?? Sudah sehat?"
"Yah, Alhamdulillah. Tapi harus kontrol rutin setiap bulan. Kemarin aku ke rumah. Nanyain kamu terus."
"Ohya, besok Minggu tak main ke rumah."
"Novi pasti seneng banget..."
"Sofi, kamu cocok banget sama mas Iqbal."
Sofi tertunduk malu. Sebenarnya hatinya berbunga-bunga, tapi entahlah."
"Eh, nggak tahulah. Apakah mas Iqbal juga menyukai saya???"
"Kamu bisa lihat dari sikap dan perhatian padamu."
Sofi mengingat semua perhatian dan kasih sayang yang diberikan Iqbal. Dia ingat betul, setiap hari selalu antar jemput bekerja. Seminggu sekali selalu ada acara makan di luar. Sering juga memberikan perhatian pada ibunya. Mengingat semua itu, Sofi senyam-senyum sendiri.
"Kok malah melamun...."
Rubby mencubit hidung Sofi.
"Auww...auw..."
Sofi mengelus hidungnya. Rubby terkekeh. Pesanan datang.
"Silakan menikmati hidangan... mbak."
"Terima kasih mbak."
Baru saja akan mengunyah makanan, Dio datang.
"Assalamualaikum..."
Rubby dan Sofi menoleh.
"Wa Alaikum salam, eh mas Dio. Yuk duduk.. langsung pesan aja...."
Dio mengambil daftar menu makanan.
"Dobel steak sirloin krispi, lemon tea panas.'
"Assalamualaikum... boleh gabung ndak ??"
Dio menoleh, dilihatnya Iqbal datang.
"Wa Alaikum salam, ayo.sini. sekalian mau pesan apa?"
"Makasih Dio. Sama pesanannya dengan Sofi."
"Cie...cie...sudah sama rasa nih."
Rubby menggoda kakaknya. Iqbal melirik Sofi. Sofi tertunduk malu-malu. Pesanan diberikan pada pelayan resto.
"Mas, gimana perkembangan perusahaan."
"Alhamdulillah tidak ada masalah. Omsetnya stabil."
Sementara Sofi dan Iqbal ngobrol sendiri.
"Sof, gimana perkembangan Novi??"
"Alhamdulillah makin membaik Mas."
"Nanti aku jemput ke kantor, kita ke sana ya."
Sofi mengangguk pelan, sambil menikmati hidangan siang itu.
"Aku juga ikutan yaa... Kangen sama Novi." sela Rubby.
"Pesanannya. sudah datang, silakan menikmati."
Pelayan meninggalkan mereka. Suasana resto makin ramai. Tiba-tiba datang seseorang menyapa mereka.
"Hai... Rubby, apa kabar???"
Rubby mengenali suara itu, dia menoleh.
"Irfan?? Alhamdulillah, kabarku baik."
"Boleh saya bergabung dengan kalian???"
Mereka saling pandang. Rubby melihat Dio. Sepertinya Dio kurang suka dengan kedatangan Irfan.
Irfan langsung duduk di sebelah Rubby, tanpa persetujuan mereka. Rubby menggeser tempat duduknya. Rasanya menjadi tidak nyaman.
"Rubby, boleh aku ke rumahmu???"
"Ada apa ya???"
"Mau nawarin kerja sama."
"Soal?"
"Nanti kita bicarakan di rumahmu."
"Tapi... "
"Okey, besok aku ke rumah ya..."
Irfan langsung meninggalkan mereka tanpa mempedulikan Dio, Iqbal dan Sofi.
"Sombong amat. Siapa sih dia??" Dio menanyakan pada Rubby. Dio tidak suka dengan sikap Irfan.
"Eh, maaf... mengganggu kenyamanan kita. Dia adalah teman SMAku. Punya usaha ayam crispy. "
"Aku tidak suka dengan sikapnya. Kalau ke rumah, jangan temui dia. Bilang aja sibuk di kantor apa apalah..."
"Maaf ya Mas, dulu pas pertama kali ketemu Ndak seperti itu sikapnya. Kok sekarang berubah ya..."
"Makanya, saya tidak suka."
"Iya Rubby, jauhi dia. " bujuk Sofi.
Rubby mengiyakan. Jam di tangannya menunjukkan angka 13.00. Mereka selesai makan. Rubby langsung ke kasir. Setelah selesai membayar, mereka kembali ke kantor lagi.
"Sofi, nanti aku jemput langsung ke rumah kak Noval ya..."
"Aku ikut ya," Rubby menyela.
"Maaf, aku ada kerjaan. Kapan-kapan saya ke sana ya," Dio mohon ijin.
Sofi memandang Dio dengan muka kecewa. Rubby langsung menggandeng Sofi menuju mobil.
"Aku duluan ya...Daaaaggg."
Rubby langsung melambaikan tangan pada Dio dan Iqbal.
"Sof, kamu kecewa?"
"Eh, enggak koq. gak papa."
Mereka langsung tancap gas menuju kantor. Sementara Dio dan Iqbal juga kembali ke kantor masing-masing.
Tak berapa lama Sofi dan Rubby sampai di kantor. Sementara kantor terjadi keributan. Rubby dan Sofi bergegas menuju kantor.
Bersambung
🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸
Apa yang terjadi di kantor Rubby?
Tunggu episode selanjutnya.
Makasih ya, sudah membaca ceritaku.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian
terima kasih
cinta segitiga
cinta dalam diam
feedback totok pembangkit kk
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
swmangat kakak ku
maaf...
makasih admin
semoga menghibur