NovelToon NovelToon
TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:92.5k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.

Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jauhi Bima!

Teett

Ibu Nurul segera melepas mukena yang ia pakai setelah ia melaksanakan sholat dhuha, ketika ia mendengar bel rumahnya berbunyi, yang menandakan ada orang yang datang bertamu ke rumahnya.

Teett

Dia langsung meninggalkan kamar menuju depan rumahnya, karena bel kembali terdengar. Sepertinya orang yang datang ke rumahnya tidak sabar untuk dibukakan pintu.

"Sebentar!" sahut Ibu Nurul, mengambil kunci gerbang rumah dan berlari ke luar tanpa mengintip lebih dulu siapa yang datang ke rumahnya.

Ketika pintu gerbang dibuka, Ibu Nurul terperanjat melihat sosok mantan besannya kini berdiri di hadapannya.

"Ibu?" Ibu Nurul tak menyangka akan kedatangan mama dari mantan menantunya dulu dan ia tak tahu apa yang membuat Arini datang mengunjunginya. "Ada apa, ya, Bu?" Walau sikap Arini selalu buruk pada Citra, tapi Ibu Nurul berusaha tetap ramah sebagai tuan rumah.

"Ada yang ingin saya bicarakan dengan Ibu!" Nada bicara Arini ketus, meskipun Ibu Nurul bersikap ramah padanya.

"Soal apa, ya, Bu?" tanya Ibu Nurul terheran. Apa lagi yang perlu dibicarakan antara mereka berdua? Setelah Citra berpisah dengan Bayu, tidak ada lagi urusan di antara mereka. Citra juga tidak menuntut apa-apa setelah perceraian mereka.

"Ini soal Bima," ucap Arini, sedikit memberi bocoran apa yang ingin ia bicarakan dengan Ibu Nurul.

Kembali Ibu Arini terkesiap. Entah, apa yang ingin dibicarakan Arini soal Bima? Dan apa hubungannya dengan Bima? Bagaimana Arini tahu soal Bima? Berbagai pertanyaan itu langsung bermunculan di pikiran Ibu Nurul.

"Oh, silakan masuk, Bu!" Menganggap apa yang ingin disampaikan Arini adalah hal penting karena berhubungan dengan Bima, Ibu Nurul akhirnya mempersilakan mantan besannya itu masuk ke rumahnya.

"Silakan duduk, Bu!" Ibu Nurul masih ramah mempersilakan Arini duduk. Setelah masuk ke dalam rumah, Arini masih berdiri tak langsung duduk, bukan karena ia menunggu dipersilakan, tapi karena dia tak ingin berlama-lama di rumah Ibu Nurul.

"Nggak usah! Saya juga nggak lama di sini!" tolak Arini, "Saya hanya minta Ibu nasehati anak Ibu, supaya jangan menggoda Bima!" Tak banyak berbasa-basi, Arini langsung menyampaikan tujuannya datang menemui Ibu Nurul, karena ia tahu, titik kelemahan Citra ada di keluarganya, terutama sang ibu.

"Maksud Ibu gimana? Maaf, Bu, tapi anak saya nggak pernah menggoda Bima. Lagi pula apa hubungannya Ibu dengan Bima?" Perasaan Ibu Nurul sudah tidak enak semenjak kedatangan Arini dan kini Arini menuding Citra telah menggoda Bima, padahal dia tahu sendiri anaknya itu tidak melakukan hal tersebut.

"Hubung saya dengan Bima? Ibu ini nggak tahu atau pura-pura nggak tahu? Bima itu anak sambung saya, anak dari suami saya, kakak tiri Bayu." Arini menerangkan sampai jelas hubungannya dengan Bima.

Mata Ibu Nurul membulat disertai mulut terbuka saat mengetahui hubungan antara Bima dan keluarga mantan besannya itu. Sungguh, ini tidak pernah terpikirkan dalam benaknya sedikit pun, jika antara Bima dan Bayu masih mempunyai hubungan yang dekat.

"Apa jangan-jangan anak Ibu itu nggak memberitahu Ibu soal ini?" Melihat gestur kaget Ibu Nurul, Arini menduga jika Ibu Nurul pun baru mengetahui siapa Bima yang sebenarnya dan menganggap Citra menyembunyikan tentang status Bima dari orang tua Citra.

"Maaf, saya memang baru tahu kalau Bima adalah kakak tiri Bayu." Ibu Nurul merasa kecewa karena Citra merahasiakan hal itu darinya. Seandainya tahu Bima masih ada hubungan keluarga dengan Bayu, tentu ia pun akan melarang putrinya dekat dengan Bima.

"Sekarang ibu sudah tahu, kan? Jadi tolong Ibu nasehati anak Ibu untuk tidak memanfaatkan Bima demi membalas dendam pada keluarga kami!" Tuduhan terus saja dilancarkan oleh Arini terhadap Citra. "Dan jangan terlalu berharap muluk-muluk, karena Bima itu lebih pantas mendapatkan istri yang jauh lebih baik dari anak ibu yang berstatus janda itu! Keluarga Bima dari pihak papanya juga saya yakin nggak akan merestui mereka!" Setiap kalimat yang terucap dari mulut Arini, terasa bagaikan s4yatan belati di hatinya.

Ibu Arini mendengus kasar. Dadanya bergemuruh, hatinya merasa kecewa karena ketidakjujuran Citra, sehingga penghinaan kembali ia dapati dari mulut mantan besannya itu.

"Maaf, Bu, anak saya nggak seperti yang ibu pikirkan! Citra nggak pernah memanfaatkan Bima! Dia juga nggak pernah menggoda Bima untuk membalas dendam seperti yang Ibu tuduhkan tadi!" Ibu Nurul mencoba melawan dengan membantah semua yang dikatakan Arini tentang anaknya.

"Nggak memanfaatkan? Lalu, apa maksud anak Ibu mendekati Bima? Bima itu direkrut pemasaran, posisinya jauh lebih tinggi dari Bayu. Saya yakin dia sengaja mendekati Bima, bukan hanya untuk membalas dendam, tapi juga ingin menikmati kekayaan Bima." Arini tak percaya dengan sanggahan Ibu Nurul dan tetap pada prasangka buruk yang ada di hati dan otaknya terhadap Citra.

"Cukup, Bu! Kalau kedatangan Ibu kemari hanya untuk menghina anak saya, sebaiknya Ibu tinggalkan rumah saya sekarang juga!"Ibu Nurul hilang kesabaran hingga ia pun akhirnya mengusir Arini yang dianggapnya tak tahu diri berani menuding Citra yang tidak-tidak. Walaupun Citra tak terbuka kepadanya, namun ia yakin kalau putrinya itu tidak melakukan yang dituduhkan oleh Arini.

"Cih, kalau bukan ingin menyelamatkan Bima dari jebakan anak Ibu, saya juga nggak sudi datang ke rumah ini!" Diusir Ibu Nurul, Arini tampak geram. "Tolong ingatkan anak ibu untuk jauhi Bima! Saya yakin, mendiang suami saya pun nggak sudi punya menantu seperti anak Ibu!" pungkasnya sebelum melangkah meninggalkan rumah Ibu Nurul.

Ibu Nurul menarik nafas yang terasa sesak. "Astagfirullahaladzim ..." Dia beristighfar. Sungguh, bukan hanya kata-kata Arini saja yang membuat hatinya kecewa, tapi sikap Citra yang tak terbuka lebih mengecewakan dirinya.

***

Ddrrtt ddrrtt

Citra menoleh ponselnya yang bergetar di meja kerjanya. Tangannya segera meraih benda itu ketika ia melihat nama Ambar yang menghubungi.

"Assalamualaikum, kenapa, Mbar?" tanya Citra mengangkat panggilan masuk dari sang adik tanpa rasa curiga sedikit pun.

"Waalaikumsalam, Mbak, pulangnya jangan malam-malam, Ibu sakit." Ambar menyampaikan kabar soal kondisi Ibu Nurul.

"Ibu sakit? Sakit apa, Mbar?" Citra mendadak khawatir mendengar kabar yang disampaikan Ambar. Seingatnya, pagi tadi ibunya baik-baik saja dan tak menunjukkan tanda-tanda sakit.

"Pusing bilangnya, Mbak. Dari aku pulang kuliah, ibu di kamar terus, nggak mau makan, nggak bicara apa-apa. Mata ibu juga sembab kayak habis nangis, Aku tanya ibu kenapa? Ibu diam aja nggak mau cerita. Aku jadi khawatir, Mbak." Ambar menjelaskan apa yang terjadi pada ibu mereka, tapi dia tak tahu apa penyebabnya.

"Kok, bisa gitu, Mbar?" tanya Citra terheran.

"Aku nggak ngerti, Mbak. Makanya aku suruh Mbak pulang cepat!" sahut Ambar.

"Ya sudah, Mbak tutup dulu teleponnya, nanti Mbak coba minta izin nggak lembur malam ini. Assalamualaikum ..." Citra akan mengakhiri sambungan telepon mereka dan menemui bosnya untuk izin tidak kerja lembur Senin ini. Karena sejujurnya ia pun khawatir dengan kondisi sang ibu.

"Waalaikumsalam ..." Suara Ambar masih sempat terdengar sebelum sambungan telepon mereka benar-benar berakhir.

❤️❤️❤️

1
Juwitae
Anaknya belum lahir Mak Zha.. kok udah tamat aja
🍎billaacha90🍎
tuh kan readers mam pada tanya, bahkan aku ikut bertanya-tanya🤭
🍎billaacha90🍎
Wah Mam ini beneran tamat kah, Citra belum lahiran lho mam🤭
🍎billaacha90🍎
Wah Bima hebat banget dia, demi kebahagiaan Citra dia sudah memikirkan sejauh ini
🍎billaacha90🍎
hahaha CEO kalau udah ketemu pawang nya gitu yo🤣🤣🤭
Dest Cookies
alhamdulillah.. mam zha udah up lg... tp kok kisah nya ending sampe sini?.. masih penasaran sama reaksi bayu sama ibunya ngelihat kehidupannya citra sama bima ...kisahnya rico..ambar sama laras..
terimakasih mam zha sudah menghadirkan kisah yg menghibur.. ditunggu kisah2 berikutnya.. sukses selalu...
Indriani Kartini
ko dah tamtvaja lgi Thor, kan blom melahirkan, ada boncapnya Thor, pingin tau anknya mereka
Esther
Yah...bary juga update sudah tamat saja.

Happy ending....
ρυтяσ kang'typo✨
happy ending 🥰🥰🥰g terasa ya teryata sudah di penghujung cerita... Alhamdulillah walau badai yang di lalui begitu nano" tapi Citra sudah bahagia dengan bertemu'y sama maz'Bima
Titik Subekti
Alhamdulillah akhir yg bahagia
ditunggu cerita yg baru 💪💪
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
bikin haru..setelah melewati badai dalam hidupnya,Citra mendapatkan kebahagiaan dengan dicintai sepenuh hati oleh Bima.bahkan keluarga Citra tak luput mendapat kebahagiaan dan dicintai menantunya.
tapi sedih,kenapa tau2 udah tamat aja.berpisah sama kisah mereka.
sryharty
tau2 tamat mam
popon susana
Lah kok langsung tamat sih mba😥
Ummu Shafira
kok blm up² ya... semoga sehat selalu ya thor
Titik Subekti
waduh lama banget thor gak up
selalu ku tunggu up nya
ρυтяσ kang'typo✨
jangan" nanti Rico justru berjodoh sama Laras🤣🤣🤣tapi jangan lah yaaa...
Ernalita Sitompul
makanya laras jgn lihat luarnya sj,yg ganteng belum jaminan itu org baik
🍎billaacha90🍎
Wah Bima langsung jujur ini. tidak kayak Citra selalu di tutupin😁
sryharty
kira2 siapa ya yang bakalan bisa meluluh lantah kan dunia Rico,,Ambar kah atau Laras
Dest Cookies
awas richo... kamu sombong pastikan bakalan jatuh cinta pada ambar atau laras..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!