Elleanor puteri Duke Penguasa Kegelapan telah dikutuk sejak dia lahir. Tapi anehnya, dia bisa melihat masa depannya sendiri sejak masih bayi. Dia melihat takdirnya yang terabaikan. Lahir tanpa kasih sayang membuatnya tumbuh menjadi antagonis yang kehidupannya berakhir tragis di tangan pria yang dicintainya.
Takdir seperti itu tidak bisa membuatnya tinggal diam. Dia akan mengubah cerita masa depannya. Apapun yang terjadi!
©A&Y original
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A&Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
AKADEMI KEKAISARAN, APOLLINE
Akhirnya, aku berada di sini sekarang. Bersama dengan kesatriaku yang setia Lou, dia terpaksa menyamar menjadi pelayan biasa agar bisa masuk ke asrama untuk mengurus kebutuhanku sehari-hari sekaligus melindungiku. Akademi Kekaisaran Apolline adalah akademi terbesar di wilayah Saturia, jadi kemanannya sangat ketat. Meski begitu Papa tetap saja khawatir padaku, jadi dia mengutus Lou.
“Nona, mari,”
“Ah Lou, Aceline bilang dia sudah memilihkan kamar untukku,”
“Bgauslah kalau begitu, apa Nona ingat nomor kamarnya?”
“Uhm, kamar nomor 25 di lantai 3.”
“Baik, akan saya mintakan kuncinya lebih dulu,”
Saat Lou pergi meminta kunci, aku melihat-lihat sekeliling lobi asrama. Benar-benar jauh dari kesan sederhana. Apa Aceline sengaja memesan asrama khusus bangsawan tingkat tinggi yang tingkat keketatannya tinggi. Lihat, bahkan tidak ada orang lalu lalang di sini. Ah, benar, meski terlihat tombou sekarang, sebenarnya dia sulit untuk bergaul. Dia hanya merasa nyaman denganku, jadi akan sulit baginya jika tinggal dengan di asrama yang cukup ramai.
“Nona, mari kita naik,”
“Uhm,”
Aku berjalan mengikuti Lou. Wah, bahkan ornamen di lorongnya tidak biasa, ada begitu banyak lukisan dari pelukis terkenal yang dipajang. Aceline benar-benar menyiapkan tempat yang paling mewah. Hmm, sekarang aku tau kenapa Papa langsung setuju begitu membaca pesan dari wilayah selatan hari itu. sepertinya, Aceline sedikit membujuk Papa agar mengijinkanku pergi ke akademi. Ya, lihat saja, seperti semuanya sudah disiapkan matang-matang. Bahkan, begitu aku membuka kamar, kamarnya seperti baru selesai di desain.
“Kejutan!!!”
Astaga. Darimana munculnya gadis itu, dia tiba-tiba saja sudah berjingkrak di depanku.
“Apa kau suka? Lihat kamar kita bersebelahan.”
“Aceline. Astaga, kemana hilangnya gadis anggun di depan mataku.”
“Hehehehe, hanya ada kita berdia jadi untuk apa aku bersikap begitu. Maaf, aku hampir lupa kalau ada Lou juga.”
“Salam Nona, bagaimana kabar Nona?”
“Aku baik Lou, oh iya, kau bisa istirahat sejenak. Lihat, aku sudah membantu membereskan kamar Elaine.”
“Terima kasih Nona, kalau begitu saya akan membereskan sisanya.”
“Uhm, terima kasih Aceline, terima kasih Lou.”
“Nah, lebih baik kita jangan menganggu Lou, mari mengobrol di kamarku.” Dia langsung menarik tanganku. Lihat, betapa girangnya gadis satu ini.
“Wah, apa-apaan ini?” Begitu aku masuk ke kamar Aceline, aku merasakan aura gelap.
“Bagaimana? Apa kelihatan berbeda?”
“Kau sepertinya tidak cocok dengan warna hitam,”
“Ayolah, aku bosan dengan ornamen putih. Lihat aku bahkan mendesain pedangku dengan sarung hitam. Baguskan,”
“Kau—bisa menggunakan pedang.”
“Uhm, aku bahkan bisa menunggang kuda. Aku diam-diam belajar dengan pengawalku di istana. Saat Kak Aillard di sini, aku sendiri tidak tahu dengan kehidupanku yang membosankan, rutinitas menjadi nona muda benar-benar memuakkan, aku pun diam-diam menjalani rutinitas yang biasanya kak AIllard lakukan. Tapi ingat, rahasiakan ini darinya, mengerti?”
“Uhm mengerti. Hmm, aku iri sekali denganmu. Aku juga ingin bisa menunggang kuda, dan berpedang.”
“Ayolah, selama ada aku kau tidak perlu merasa iri. Saat ada waktu luang, aku akan melatihmu.”
“Benarkah?”
“Tentu saja, eh mari kita minum teh yang kubawa dari selatan. Kau belum pernah mencobanya kan?”
“Uhm, aku penasaran sekali.”
“Eh, saat masuk tadi, aku lihat gadis yang kita temui di pesta dansa saat itu juga ada di sini.”
“Benarkah? siapa?”
“Yang memiliki rambut jingga, sepertinya dia termasuk bangsawan atas di ibukota ya??”
“Uhm, mungkin saja.”
“Aku tidak menyukainya.” Eh, kenapa tiba-tiba raut muka Aceline berubah.
“Dia seperti ingin merebutmu dariku.”
“Pffftt..buahahaa.” aku tau aku tidak boleh tertawa berlebihan, tapi dia lucu sekali.
“Aceline, apa aku ini boneka yang bisa direbut dengan mudah?”
“Tidak bukan itu maksudku, tapi aku hanya tidak suka saja, caranya mencari perhatian. Itu membuatku geram.”
“Tenang saja, Aceline selalu menjadi nomor satu, jangan terlalu memikirkanya.”
“Benar juga, kenapa aku bisa meragukanmu, maaf ya, aku hanya terlalu banyak berpikir.”
“Uhm, apa tehnya sudah boleh kucoba?”
“Ah iya, astaga aku sampai lupa. Hahaha.”
“Hahaha, kau lucu sekali ya,”
...***...
Akademi Apolline, terbagi atas 4 kelas. Kelas ke-4 diduki oleh kalangan bangsawan tingkat 4, terutama calon kesatria dari kalangan bangsawan, lama pendidikannya 1 tahun, karena hanya difokuskan pada pendidikan umum dan militer. Lalu ada kelas ke-3, kelas ini dimasuki bangsawan kelas menengah, lama pendidikannya sekitar 2 tahun, pendidikan berfokus pada pemerintahan umum, pendidikan umum, ekonomi dasar, dan pendidikan kebangsawanan, bagi yang akan menjadi penerus akan ditambah masa pendidikan selama 1 tahun lagi karena ilmunya lebih dalam.
Lalu, kelas yang kumasuki, kelas tingkat-2. Kelas bangsawan kelas atas, lama pendidikan 3 tahun untuk perempuan, sementara untuk laki-laki lama pendidikan 5 tahun. Karena laki-laki menjadi prioritas utama penerus bangsawan tingkat tinggi, terutama untuk urusan politik dan militer menjadi bekal tambahan mereka. Pendidikan kami mencakup, pemerintahan, ekonomi tinggi karena bangsawan tingkat atas memerlukan hal ini untuk mengatur keuangan wilayah, pengetahuan umum, filsuf, dan rohani. Makanya, Aillard masih menjadi seniorku sampai sekarang, karena masa pendidikannya masih 1 tahun lagi.
Dan yang terakhir. Kelas tingkat pertama diduduki oleh penerus keluarga kaisar, khusus untuk putera mahkota yang telah dilantik. Dan masa pendidikannya kurang lebih 10 tahun sejak masa debut. Jangka waktu itu sudah harus mencakup pendidikan umum, pendidikan kerohanian, pendidikan militer dan pendidikan pemerintahan. Itu semua adalah pendidkan yang membutuhkan waktu lama, karena harus dipelajari secara mendalam.
“Jadi artinya, putera mahkota masih ada di sini?”
“Benar, dia menjadi senior pertama, dan terkadang memberi pelatihan pada junior-juniornya.”
Hufft.
“Kenapa mendesah?”
“Tidak, aku hanya pusing saja ternyata ada begitu banyak aturan di akademi.”
“Benar, kita berdua kan tidak suka aturan. Benar kan?’
“Hahaha, benar sekali. Aceline memang paling memahamiku.”
“Tentu saja aku paling memahamimu. Aku juga paham, kalau sekarang perutmu berbunyi.”
“Hahaha, benar,”
“Kudengar dari Kak Aillard di kantin akademi ada menu pancake yang sangat enak.”
“Wah, tunggu apalagi. Ayo kesana.”
Dengan wajah bahagia, kami meninggalkan asrama kami dan menuju kantin. Selama di akademi, kami hanya boleh makan makanan yang ada di kantin, tidak ada yang boleh melangkah keluar dari wilayah akademi kecuali untuk hal mendesak.
***
“Wah cukup ramai ternyata.”
“Kau tidak alergi manusia kan? Kau selalu kesal di keramaian, apa kita kembali saja nanti?”
“Tidak aku hanya kesal jika ada orang bermulut besar saja. Seperti ini tidak masalah.” Bisik Aceline, benar, aku juga kesal jika ada orang bermulut besar.
“Aku ingin tertawa tapi kutahan.”
“Benar, jangan terbahak sekarang. Tapi apa kau menahan tawa karena gadis itu?”
“Benar, bukankah riasannya terlalu berlebihan?”
“Iya, jika ketahuan petugas akademi dia pasti akan malu.”
“Sudahlah biarkan saja. Kita pikirkan dulu perut kita,”
Aku hanya bisa mengikuti indra penciumanku, hmm, sepertinya dari arah timur aroma pancake lezat tercium. Suasana di kantin sangat tertib, jadi tidak sulit bagiku menemukan tempat duduk.
“Nona apa yang ingin anda pesan?”
“Uhm, pancake vanila dan keju,” Aceline selalu ingat apa yang kusuka.
“Wah, wah,” tiba-tiba datanglah segerombolan manusia bermulut besar. siapa? Coba tebak. Tentu saja wanita yang kuusik di istana, Nona Gail, dari puteri Duke Blane.
“Kau siapa?” Aceline berdiri dengan gusar,
“Kau yang siapa? Aku kemari untuk menyapa Nona Elleanor.”
“Elaine apa kau kenal dia?”
“Sepertinya ya,” jawabku singkat. Aku sedang malas berdebat.
“Puteri klan kegelapan bermuka tebal. Apa Eternelle tidak punya akademi sendiri? Kenapa jauh-jauh datang bergaul dengan kami,”
“Ah, hanya gadis bermulut besar rupanya.” Desis Aceline.
“Apa disini tertulis, puteri klan kegelapan tidak boleh masuk?” Jawabku tenang. sabar Elaine tdak ada untungnya kau marah-marah.
“Ya, tidak ada sih, hanya saja. Kau seharusnyaa tau diri saja.”
“Memalukan. Kupikir, Saturia adalah negara yang memiliki rakyat makmur dan bermartabat. Ternyata masih ada saja manusia yang mendiskriminasi orang lain. Merasa paling unggul, padahal tidak berdasar. Memalukan.”
“Kau?!”
“Benar kata Elaine. Memalukan. Apa begini kelakuan puteri bangsawan? Tidak bermoral.”
“Sudahlah Aceline, abaikan saja. Pikirkan saja diri kita.”
Aku menarik tangan Aceline agar kembali duduk. Karena jujur saja, pancake lebih menggiurkan daripda ocehannya itu.
“Lihat, semua orang bahkan merasa takut denganmu. Puteri iblis medan perang yang tidak mau tunduk pada kekaisaran!”
BRAKK. Aceline tiba-tiba saja menggebrak mejanya. Membuatku tersedak. Dia tampak marah, dan saat dia marah, tangaannya mengepal tapi ada salju menetes dari sana. Tidak jangan sampai Aceline menggunakan kekuatannya di sini.
“Aku paling benci manusia bermulut besar sepertimu?!”
“Aku hanya membicarakan fakta. Benar kan Nona Darcey?”
Aku menggenggam tangan Aceline. Mencoba meredakan emosinya. Dia bisa saja menyerang Gail sekarang.
“Yah, anggap saja kalian semua takut padaku.” Aku melihat orang-orang yang melihat ke arah kami. Dasar ular, dia bahkan membuatku menjadi pusat perhatian sekarang.
“Lihat, apa aku menyakiti kalian semua sekarang? Hanya orang berpendidikanlah yang bisa menilai karakter orang. Dan hanya orang bodoh lah yang banyak bicara omong kosong.”
“Dan hanya orang rendahan lah yang suka menginjak orang lain.” Tiba-tiba sesorang menyambung dari arah belakang.
“Kakak!” Hufft, Kak Aillard datang diwaktu yang tepat.
“Kenapa menutup mulutmu? Apa kau sedang menjaga harga diri didepan pria? Kau hanya berani bicara omong kosong saat tidak ada pria di sini?” Ucap Aceline tajam.
“Aku sudah dengar semuanya,” Kak Aillard. Astaga, kenapa dia malah ikut-ikutan bicara sarkas. Lihatlah wajah Nona Gail yang merah itu, level kebenciannya padaku pasti sudah pada tahap akhir. Dia bisa saja meledak hari ini. Tapi tahanlah sebentar lagi Nona Gail, aku sedang dalam mood baik hari ini, jadi aku tidak akan membalasmu lebih.
“Aceline apa kau kenyang?”
“Benar. mendengarkan omong kosong Nona bangsawan membuatku kenyang.”
“Kalian. Aku benar-benar akan membuat perhitungan dengan kalian,”
“Sudahlah Aceline, kita kembali saja ke asrama,” Aku menarik Aceline, Aillard otomatis mengikuti kami. Lalu meninggalkan pusaran perhatian orang-orang itu begitu saja. Baru hari pertama sudah menjadi pusat perhatian. Hebat sekali. Seharusnya dia tahu malu, tapi malah menyeretku dalam masalah ini.
“Apa kau sedih?” Tanya Aceline.
Aku mengangguk.
“Jangan terlalu dipikirkan” Balas Aillard.
“Aku hanya kepikiran pancake yang belum kuhabiskan, benar kata Aillard, rasanya enak sekali. Sayang sekali,”
“..”
“..”
.Hening.
.Hening.
“Pfft. Hahahaha.”
Yah, setidaknya mereka tertawa lebih baik daripada berada dalam mood buruk karenaku.
...***...
tbc...