NovelToon NovelToon
Wanita Pengganti

Wanita Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asni J Kasim

Rela meninggalkan orang yang dicintai demi keluarga. Dan yang lebih menyakitkannya lagi, mendapatkan suami yang penuh dengan kebencian. Itulah yang dirasakan Allesia. Allesia harus meninggalkan kekasihnya, ia dipaksa menikah dengan tunangan kakaknya, namanya Alfano. Alfano adalah pria yang sangat kejam. Kejamnya Alfano bukan tanpa alasan. Ia memiliki alasan kenapa ia bisa sejahat itu.

Apa yang membuat Alfano kejam dan kehidupan seperti apa yang akan Allesia jalani? Mari simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

"Kebodohan yang hakiki adalah menyesali apa yang terjadi di masa lalu. Namun, tanpa masa lalu kita tidak akan seperti sekarang"

---------

"Ibu, apa Nene Sonya dan Afro akan tinggal bersama kita?" tanya Lusia, ia berjalan menghampiri ibunya dan juga Afro yang tengah memeluk Allesia.

Ilusi Afro

"Iya sayang. Kamu tidak keberatan kan?" tanya Allesia pada putrinya.

"Tentu saja tidak. Aku menyayangi Nene Sonya dan juga Afro, mereka begitu baik pada kita" balas Lusia lalu memeluk ibunya.

"Sekarang, kalian duduk bersama ayah. Ibu mau ke dapur dulu" kata Allesia berjalan menghampiri suaminya. "Tuan, aku titip anak-anak" ujarnya.

"Hmm" hanya itu jawaban singkat dari Alfano.

Allesia melanjutkan langkahnya menuju dapur, ia memasak makanan yang baru ia pelajari lewat youtube. 30 menit telah berlalu, Allesia selesai memasak. Saat ia hendak menyajikan makanan, tiba-tiba Allfano datang, melingkarkan tangannya dipinggang sang istri. Perlakuan yang tiba-tiba itu membuat Allesia terkejut dan malu.

"T-tuan jangan seperti ini" ujar Allesia. Ia nampak terlihat gugup.

"Memangnya kenapa? Kamu istriku" kata Alfano, ia semakin mempererat pelukannya.

"Aku tahu aku istrimu, Tuan. Hanya saja, ada anak-anak. Aku tidak mau mereka melihat kita seperti ini" kata Allesia, hanya jawaban itu yang terbesit dipikirannya.

"Oke, nanti malam kita lanjutkan di kamar" kata Alfano dengan senyum kemenangan, ia mejauhkan tangannya dari pinggang sang istri.

Jleb... dengan susah paya, Allesia menelan salivanya. "Aku membawa diriku dalam perangkap sendiri" batin Allesia, ia meruntuki kebodohannya.

"Ibu"

"Tante"

Lusia dan Afro berjalan sedikit berlari menghampiri Allesia. "Tuan, tolong urus mereka. Aku takut makanan ini mengenai mereka" pintah Allesia.

"Iya" balas Alfano singkat. Alfano mengajak putrinya dan juga Afro untuk duduk di kursi yang berada di meja makan. Ketiganya duduk dengan manis menunggu Allesia menyajikan makanan.

"Ayo makan" kata Allesia. Allesia mengambilkan makanan untuk suaminya, putrinya dan juga untuk Afro. Ketinganya memulai makan siang. Setelah selesai makan siang, Alfano mengajak Lusia dan juga Afro untuk belajar di kamar Lusia. Sedangkan Allesia membereskan piring kotor.

-------

Malam hari

Lusia dan Afro sedang berbaring ditempat tidur yang cukup besar, keduanya dibatasi oleh bantal. Alfano berbaring disamping Lusia sedangkan Allesia berbaring disamping Afro.

"Ayah, bacakan dongeng untuk aku dan Afro" pintah Lusia.

Alfano tersenyum lalu membacakan sebuang dongeng tentang kisah kerajaan yang dimana sang putri selalu dinomorsatukan. Selang beberapa menit, terdengar hembusan nafas dari kedua anak yang kini sedang mendengarkan cerita dongeng. Alfano mencium putrinya lalu mencium Afro.

"Kamulah yang akan menjadi penjaga putriku" batin Alfano saat ia mendaratkan ciuman dipuncak kepala Afro.

"Kamu juga mau" ujar Alfano, ia tersenyum mesum pada istrinya.

"Tidak mau" balas Allesia dengan singkat lalu memejamkan matanya.

"Allesia, jangan tidur di sini. Ayo kita ke kamar" kata Alfano.

"Ke kamar? Aku tidak mau tidur bersamanya" batin Allesia, ia berpura-pura tidak dengar.

"Mau jalan sendiri atau mau aku gendong" ujar Alfano.

Mendengar kata gendong, Allesia langsung membuka mata. Ia beranjak dari tempat tidur lalu berjalan keluar tanpa memanggil suaminya.

Alfano menggeleng kepala saat melihat tingkah malu istrinya. Dengan langkah yang dipercepat, Alfano mengejar istrinya.

Deg... wajah Allesia memerah saat Alfano memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagunya di pundak istrinya. "Tunggu aku" kata Alfano.

"Aku malu.. tolong lepaskan tangan Tuan dari pinggangku" pintah Allesia.

Alfano melepaskan tangannya, tangan yang tadinya melingkar kini kembali menggenggam tangan istrinya. Keduanya jalan bersampingan, tanpa ada yang bersuara.

Cek-lek... Alfano membuka pintu kamar.

Allesia melepaskan tangan suaminya, ia melangkah menuju lemari, mencari selimut yang bisa ia gunakan untuk tidur di sofa. Saat membuka lemari, ia tidak menemukan satu selimutpun.

"Aku tidur begini saja, toh aku memakai celana jins" batin Allesia.

Alfano menatap heran istrinya. Membiarkan istrinya menelusuri kamar. "Kamu mau ke mana?" tanya Alfano saat Allesia berjalan menuju sofa.

"Mau tidur, Tuan" balas Allesia.

"Tidur? Bukannya ini tempat tidur" ujar Alfano sembari menatap tempat tidur yang kini ia duduki.

"Jangan bilang dia mau tidur di sofa" batin Alfano. Alfano beranjak dari tempat tidur menghampiri istrinya yang berdiri mematung di samping sofa.

"Mulai malam ini dan seterusnya, kita berdua akan tidur di ranjang yang sama" kata Alfano. Ia memegang kedua pundak istrinya, menatap lekat mata sang istri.

Allesia menunduk, ia menghindari tatapan maut suaminya. "Kenapa kamu menunduk? Apa kamu takut padaku" tanya Alfano saat Allesia terus menerus menghindar dan tak mau menatap matanya.

"A-aku" Allesia mengangkat wajanhnya menatap Alfano. Belum sempat Allesia melanjutkan kalimatnya, Alfano sudah mendaratkan ciuman di bibir seksi istrinya.

Allesia membulatkan mata, berusaha melepaskan ciuman suaminya. "Kamu masih sangat kaku" kata Alfano, tersenyum menatap istrinya.

"Jangan merayuku, aku mau tidur" kata Allesia, ia melangkah menuju ranjang. Ia yakin, jika ia tidur di sofa maka Alfano akan menggendongnya.

"Aku bisa mati jika terus berduaan dengannya. Kenapa pagi lama sekali datangnya" batin Allesia. Allesia merebahkan tubuhnya, ia menarik selimut untuk menutup sebagian badannya.

Alfano berjalan menghampiri istrinya lalu berbaring disampingnya. "Apa kamu akan tidur membelakangiku" kata Alfano. "Allesia, bisa kamu berbalik" pintah Alfano.

"Dia suamiku, kenapa aku aku harus takut padanya" batin Allesia, ia berbalik menatap suaminya.

Alfano tersenyum saat istrinya menurut. "Sini" kata Alfano, ia meminta istrinya mendekat. "Aku tidak akan melakukannya, aku tunggu sampai kamu siap"

Allesia mendekat dan tidur berbantalkan lengan suaminya. Alfano mengecup kepala sang istri sembari mengelusnya. "Apa kamu pernah pernah berciuman dengan Ansel?" tanya Alfano.

Allesia mendongak menatap suaminya. "Tidak pernah. Ansel pria baik-baik, dia tidak pernah melakukan itu padaku" balas Allesia.

"Tuan masih ingat foto 4 tahun lalu, yang Tuan temukan di dalam tas. Foto itu diambil saat aku sedang berkelahi dengan Kakak ku di New York. Ansel membawaku dilantai atas gedung dan dia membisikan sesuatu padaku.

Dia berkata, dia akan melindungiku dari keluargaku" jelas Allesia, tanpa diminta, air matanya menetes.

Alfano merasa senang dan juga sedih. Ia senang istrinya belum pernah berciuman dengan lelaki lain dan dia sedih saat mengingat masa kelam istrinya.

"Tuan, tunggu aku sampai aku siap. Aku masih dalam tahap belajar untuk mencintai Tuan" kata Allesia.

"Belajar mencintai suami bukanlah hal yang tidak boleh atau jangan, tetapi keharusan. Karena pernikahan bukanlah sebuah permainan. Belajarlah mencintai suami kalian, terimah kekurangnnya dan hiduplah dengan saling melengkapi"

Maaf jika author jarang bahkan hampir tidak pernah membalas komentar para readers maupun komentar para author lain. Banyak kesibukan di dunia nyata 🙏🙏 Tetap jaga kesehatan ya. Terimakasih sudah setia menunggu.

1
Supriyatijunaidi Wicaksono
Luar biasa
Anifa Anifa
kuliah dan tinggal di luar negri, dh tau kk nya di bunuh eh masih aja belagak cupu, novel kek gini kok di up nggak jelas
Kasmiwati P Yusuf
heran knp mau menikah kmrn ,sdh tau g cinta..
Nay Chan
klo kata aq mah kabur weh da
Aissyah
Luar biasa
Aissyah
Lumayan
maya ummu ihsan
eh geblek
sita
7 tahun merasakan hal itu,menjaga jodoh orang.
A Yes
sukaaaaa
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
Herliana Sulvianti
koq kesal yah baca karakter lusiaa😏
Asni J Kasim: Hooh. Aku juga kesal waktu ngetik dulu, jadi kekesalanku terbawa 😔😔
total 1 replies
Tobeli Hiatus 💞
jangan kasi titik. koma aja kak
Asni J Kasim: Ya Allah 🤣🤣🤣🤣🤣. Aku nggak buka dan lihat 🤣🤣🤣. Maaf 🙏🙏
total 3 replies
Grecilia
suami yg kejam...
Dewi Soraya
visualny ko gt thor.hrsny yg ckep2 bule kn byk yg ckep spt novel lain
Asni J Kasim: Nggak punya 🤣
total 1 replies
Dewi Soraya
ye akhirny da malaikat yg nolong n jgn biarin alfano ktmu allesia lg
Dewi Soraya
bunuh dri aj ngpain mw hdup dg laki2 bejat kek gt
Yuni Satriani Lumban Toruan
❤️❤️❤️❤️
Asni J Kasim: Terima kasih, Kak.
total 1 replies
Lilian Sawori
alisia,!!!! alisia
Lilian Sawori
aku syanh mama
Lilian Sawori
lanjut thor
Ari Sekar
paman hill aja...jd pasangan lusia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!