Sekilas hampir mirip dengan cerita yang sempat viral beberapa waktu lalu. Tetapi ini murni karya Author, hanya ada sedikit kemiripan alur saja.
Menceritakan tentang seorang gadis bernama Zahwa Qarira Nazhira yang mencintai pengawal pribadinya yang bernama Liam Martin Robinson. Akan tetapi, Liam justru berbuat jahat ke Zahwa hingga suatu ketika Zahwa bertemu dengan seorang pria yang ternyata mengagumi dirinya sejak dulu.
Akankah Zahwa memaaafkan Liam dan kembali mencintai Liam?
Simak ceritanya ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riya Wardu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Siapa Dia?
BRUGH
"Tuan Muda..! "Pekik suster Beti dan Rocky bersamaan
Mereka menghampiri Gabriel yang terjatuh karena berlari mengejar pria itu namun pria itu tidak mendengarnya.
"Tuan Muda nggak papa? "Mana yang sakit? "Tanya suster Beti yang cemas ke Tuan Muda nya.
Lalu dia menggendong Gabriel yang sedikit berkaca-kaca.
Gabriel menggelengkan kepalanya pertanda dia tidak apa-apa.
"Uncle Rocky, Riel bisa minta tolong? "Pinta Gabriel ke Rocky
Gabriel mengatakan jika dia tadi melihat kunci mobil seorang pria jatuh dari saku celana nya. Dia mengejar pria itu ingin memberikan kunci mobil yang terjatuh tadi. Tapi pria itu tidak mendengar teriakannya.
"Apa pria itu masih di sekitar sini Tuan Muda? "Tanya Rocky ke Gabriel
Gabriel menelisik ke seluruh arah di lantai itu. Dia melihat jika pria itu masih di lantai yang sama dengannya.
"Itu Uncle orang nya, yang pake baju hitam sama Aunty yang pake baju biru.. "
Tunjuk Gabriel pada Rocky ke arah dimana pria itu berada.
"Tolong antarkan Riel ke sana ya Uncle.. "
Pinta Gabriel yang dibalas anggukan kepala Rocky
Kemudian Rocky menggendong Gabriel menuju ke outlet tas branded dimana pria yang dimaksud itu berada di sana.
"Permisi Tuan.. "sapa Rocky ke pria itu dengan menepuk bahunya
Seketika pria itu menoleh ke arah Rocky. Betapa terkejutnya Rocky melihat siapa pria yang dimaksud Gabriel.
"Tuan Muda Robinson.. "Gumam Rocky yang hanya bisa didengar oleh dirinya.
Seketika itu tubuh Rocky menegang melihat siapa pria yang dimaksud Tuan Muda nya. Pria itu adalah Liam.
Liam sedang berjalan bersama Helena menuju ke outlet tas branded yang dimaksud Mama nya Helena. Pada saat berjalan Liam tidak menyadari jika pada saat dia mengambil ponsel dari saku celana nya, kunci mobil dia terjatuh. Dan itu diketahui oleh Gabriel.
"Ya.. "Jawab Liam yang membalikkan tubuhnya karena merasa ada yang menepuk pundaknya.
Meskipun Rocky tahu itu Liam, orang yang pernah mencelakai istri Tuan nya dia berusaha tenang.
"Maaf Tuan, ini kunci mobil Anda tadi terjatuh.. "
Ucap Rocky seraya menyerahkan kunci mobil yang ditemukan oleh Gabriel
"Oh, iya terima kasih... "Balas Liam sembari menerima kunci mobilnya
"Berterima kasihlah pada Tuan Muda saya, karena dia yang melihat dan menemukan kunci mobil Anda yang terjatuh.. "
Ucap Rocky yang masih menggendong Gabriel.
"Terima kas --- "
Ucapan Liam terjeda karena melihat anak kecil yang digendong oleh Rocky.
Kedua nya saling bertatap. Liam terdiam melihat anak kecil yang dimaksud Rocky. Dia merasa seperti ada ikatan dengan anak itu.
"Kenapa wajah anak itu sama persis dengan wajahku waktu kecil.. "
Batin Liam yang masih menatap wajah Gabriel
Tidak mau berlama-lama Rocky berpamitan dengan Liam yang masih termangu melihat wajah Gabriel. Dia ingat jika di Mall ini istri Tuan nya yang mungkin saja akan trauma jika bertemu Liam.
"Lain kali hati-hati ya Uncle.. Bye Uncle..
"Ucap sekaligus berpamitan Gabriel ke Liam yang masih mematung menatap dirinya.
Dalam gendongan Rocky, Gabriel melambaikan tangannya ke Liam. Dan tanpa Liam sadari dia tersenyum dan membalas lambaian tangan Gabriel.
"Siapa dia? Kenapa wajah dia mirip sekali denganku? Apa dia --- "
Gumam Liam kembali dalam hati yang masih menatap Gabriel yang sudah mulai menjauh dari pandangannya.
"Kenapa anak itu mirip sekali dengan Kak Liam? "
Batin Helena berucap ketika dia melihat Gabriel yang wajahnya mirip sekali dengan Liam.
Melihat Liam yang terdiam Helena menepuk pelan lengan Liam yang mana membuat Liam tersadar dari lamunannya. Kemudian mereka berlalu menuju outlet tas yang akan Helena kunjungi.
*
*
*
"Kenapa wajah anak itu tidak asing? Kenapa wajahnya mirip sekali denganku sewaktu kecil? "
Gumam Liam yang menyandarkan tubuhnya di headboard ranjang king size nya.
"Kamu benar-benar keterlaluan Zahwa.."
Ucap geram Liam setelah meneguk beberapa gelas minuman har4m
BRUGH
Dengan kasar Zahwa yang masih terikat tangannya dilempar oleh orang suruhan Liam di ranjang.
"Kalian semua keluar..! "Perintah Liam ke beberapa orang suruhannya
Dengan patuh orang suruhan Liam mengangguk dan meninggalkan dua manusia beda gender itu.
Liam menutup dan mengunci pintu kamar itu. Dia melepas sabuk yang dipakainya lalu mendekat ke arah Zahwa.
Dan..
CETAR
CETAR
CETAR
"Aaaa..." pekik dan ringis Zahwa yang dipukul ikat pinggang oleh Liam.
Berkali-kali Liam mencambuk tubuh Zahwa dengan ikat pinggang itu. Zahwa yang merintih kesakitan tidak dihiraukan Liam, dia hanya menitikkan air matanya.
Dan entah setan apa yang merasuki Liam, tiba-tiba dia melahap bibir Zahwa dengan rakus lalu dengan kasarnya dia merobek pakaian Zahwa.
"J-jangan Liam.. "mohon Zahwa terisak ke Liam kembali yang melepaskan mengoyak seluruh pakaian Zahwa.
Liam yang sedang dalam mabuk tidak peduli dengan permohonan Zahwa, dia membuat Zahwa polos tanpa sehelai benang. Zahwa terus memohon ke Liam akan tetapi Liam seolah tuli tidak mendengarkan Zahwa.
"Aaaggrhh... "teriak Zahwa yang merasakan sesuatu merobek dinding kesuciannya.
Hujaman demi hujaman benda tumpul Liam masuk di inti Zahwa. Rintihan Zahwa tidak dia perdulikan, dan entah sadar atau tidak dia menyemburkan benihnya beberapa kali ke dalam rahim Zahwa.
"Aaaahh... "erangan panjang dari Liam menutup hujaman benda tumpulnya.
Dia terkulai lemas tanpa merasa bersalah dan langsung merebahkan dirinya hingga terlelap di samping Zahwa yang menangis karena perbuatannya.
*
*
*
Ketika pagi menyapa mata dia perlahan terbuka dan merasakan sakit di kepalanya.
"Sial.. "umpat Liam sembari memegang kepalanya yang pusing.
Dia heran kenapa dirinya dalam keadaan polos. Kemudian dia mengingat kembali kejadian semalam dengan bringas dia berbuat jahat ke Zahwa. Tetapi, mengingat itu dia tidak merasa dia justru tersenyum menyeringai.
"Itu pantas kamu dapatkan karena kamu sudah berbuat jahat ke Michelle.. Dan sekarang kamu coba untuk melarikan diri? Kemana pun kamu pergi akan aku kejar dan aku habisi kamu Zahwa.. "
Ucapnya dengan nada geram karena melihat Zahwa sudah tidak ada di tempat tidur dimana dia sudah berbuat jahat ke Zahwa
Baru Liam akan beranjak dari tempat tidur itu mata dia menatap tajam ke sprei tempat tidur itu karena ada noda darah. Dan dia pikir itu adalah noda darah dari tubuh Zahwa yang dia cambuk dengan ikat pinggangnya.
Tapi tunggu...
Kenapa juniornya juga ada noda darah? Pikiran dia kalut. Kembali dia menatap noda darah di sprei itu. Dia menggelengkan kepalanya, itu bukan darah luka dari tubuh Zahwa. Jika pun itu darah dari luka Zahwa akibat cambukan dirinya, lalu kenapa junior dia juga berdarah.
"Ini tidak mungkin.. "
Gumam Liam sembari mengusap bekas noda darah di sprei itu.
"Michelle mengatakan jika Zahwa sering bermain-main dengan banyak pria, ini tidak mungkin darah dari --- "
Ucapan dia terpotong karena dia yakin itu darah inti Zahwa
"Aku harus menemukan Zahwa.. "
Lanjutnya yang kemudian memakai pakaian dan celananya.
Liam keluar dari kamar dengan tergesa-gesa. Dia menanyakan ke beberapa anak buah yang menjaga markas itu apakah melihat Zahwa? Mereka mengatakan tidak melihat Zahwa keluar dari kamar? Mereka justru mengira Liam dan Zahwa sedang menghabiskan malam panjang di dalam kamar mereka.
"Aaarrrgggghh...!!! "Teriak Liam yang merasa kecolongan karena Zahwa sudah kabur dari tempat itu
Melihat ada kilatan amarah dari Tuan nya, anak buah Liam merasa bersalah. Belum Liam mengatakan untuk mencari Zahwa mereka pun bergegas pergi mencari Zahwa di pagi itu.
Liam tertunduk, dia berdiri menopang dirinya dengan kedua lututnya. Dia menangis meraung merasa bersalah karena sudah merenggut kehormatan Zahwa. Senakal-nakalnya Liam dia tidak pernah sampai merenggut kehormatan seorang gadis, Liam tidak pernah bermain-main dengan wanita j4l4ng untuk kenikmatan sesaat.
Tapi entah kenapa semalam dia begitu brutal dirasuki bisikan setan hingga tega merusak kehormatan seorang gadis.
"Zahwa... !!! Teriak Liam
"Maafkan aku Zahwa.. "
Lirih Liam yang tanpa sadar menitikkan air matanya.
"Zahwa.. "
"Zahwa...!!!
zahwa diperlukan kurang baik, jgn kelihatan lemah zahwa tunjukan kpd kedua orgtua sangat kuat dan tanggung....