WARNING.....!!!!
CERITA INI MENGANDUNG VIRUS YANG AKAN MEMBUAT ANDA BAPER DAN DAPAT MENGADUK - NGADUK PERASAAN ANDA...!
.
.
Satu kesalahpahaman merusak satu kebahagiaan.
Satu senyuman memberikan seribu kebahagiaan.
Bahagia bisa mengenalmu.
.
.
Kekaguman 2 abang beradik terhadap 1 wanita membuat salah satunya harus mundur dan mengikhlaskan hati nya hancur demi kebahagiaan bersama.
Namun siapa sangka dari keikhlasannya itu dia malah dipersatukan bersama wanita tersebut dengan hal tak pernah diduga olehnya.
@fidhamiraza_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fidha Miraza Sya'im, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
Chapter 27
Tak terasa sudah subuh aja, Almira yang semaleman tak tidur - tidur bergegas keluar dari tenda ingin mengerjakan sholat subuh. Almira melihat sekeliling masih sunyi dan melihat Eggy yang tertidur di depan tenda nya.
"Eggy . . . Eggy . . . Banguun ". Almira mencoba membangun kan Eggy.
"Hmm . . Bentar lagi, masih ngantuk tadi enggak bisa tidur gara - gara mikirin Almira ". Eggy enggan membuja mata nya dan ngelindur seperti orang mengigau.
"Gara - gara mikirin Almira? ". Almira heran kenapa gara - gara dia.
"Iya . . . Hoooaaaaaamm ". Eggy sedikit membuka kan mata nya sambil menguap, mendadak mata nya terbelalak melihat Almira sudah ada di depan mata nya.
"Kamu ngigau ya Eggy ?".
"Haa . . . Eh . . Kamu udah bangun ". Eggy langsung bangkit berdiri.
"Sholat subuh yuk, kira - kira ada mesjid enggak dekat sini ?". Almira celingukan mencari mesjid sekitar.
"Hmm . . Kalau enggak salah mesjid enggaj ada tapi ada nya mushola, mau kesana? ".
"Boleh ".
"ya udah yuk kita kesana ".
Karna tak ingin Almira berjalan sendiri ke mushola di pagi buta yang masih gelap, Eggy rela mengabaikan rasa ngantok nya.
Berjalan berdua menuju mushola dengan udara yang dingin.
Setiba nya di mushola dan lagi lagi Eggy hanya menunggu di luar, tidak melaksanakan sholat subuh.
Usai sholat langit mulai terang Almira melihat Eggy yang berdiri pas di depan gerbang mesjid. Almira menaruh curiga bahwa Eggy tidak sholat.
Tanpa Eggy tau kalau Almira sudah keluar dari Mushola.
Eggy nge chat Wa Almira. " Al . . . Aku cari warung dulu ya , jangan kemana - mana, kamu di situ aja oke".
Almira/ "oke".
Almira melihat nya beranjak dari tempat dia berdiri mencari warung.
Selagi menunggu Eggy, Almira duduk di batu yang terletak di bawah pohon yang enggak jauh dari mushola.
Seorang cowok menghampiri nya, dia pikir Eggy ternyata cowok itu Ari.
"Kamu ngapain duduk disini Iea ?". Tegur nya sambil tersenyum pada Almira.
"Lagi nungguin Eggy". Almira mencoba untuk tenang.
"Ouh . . Hmm . . . Kamu sebenar nya ada hubungan nya sama Eggy atau Egga sih ?". Ari mulai kepo dan langsung duduk di sebelah Almira.
"kedua nya". Dengan enteng Almira menjawab sambik bergeser menjauh dari Ari.
"Kedua nya haaah ?". Ari terkejut mendengar nya.
"Kenapa?, ada masalah?". Almira melirik ke arah Ari
"ha ha ha ya gimana ya Lucu aja, kamu ada hubungan dengan 2 orang cowok trus mereka berdua kakak beradik". Ucapan Ari ngebuat Almira mengerutkan dahi nya.
Ari/ "Trus kedua nya tau? ".
"Iya tau". Almira udah ngerti apa maksud Ari.
"Apa?? Ha ha ha kamu bercanda kan ? ". Ari tertawa geli.
"Ada hubungan bukan berarti hanya hubungan antara cowok dan cewek yang berpacaran, hubungan itu bisa untuk persaudaraan, persahabatan, pertemanan dan lain nya, betul kan ? ". Almira mengklarifikasu hubungan yang di maksud.
"Iya sih, aku berharap kamu enggak ada hubungan special sama di antara mereka berdua" . Ari menundukan kepala nya.
Almira terkejut dan langsung melihat ke arah Ari.
"Iea . . Jujur aku masih cinta dan sayang sama kamu ". Ari menatap Almira.
Bagaikan di sambar petir hati Almira ketika mendengar ungkapan Ari, sedang kan Eggy yang tiba - tiba muncul dengan bungkusan berisi cemilan dan minuman yang dia beli dari warung, berdiri terpaku yang enggak jauh dari mereka shock mendengar nya.
"Aku tau ini enggak mungkin untuk kita, tapi ini lah perasaan aku ke kamu Iea, aku nyesal udah nyakiti kamu, aku nyesel ninggali kamu dengan alasan yang enggak masuk akal, aku nyesel pernah berkata kasar sama kamu , aku nyesel slalu berpikiran negative tentang kamu, aku nyesel aku minta maaf ". Wajah nya penug dengan penyesalan sambil manatap Almira yang hanya diam enggan melihat Ari dengan mata berkaca - kaca.
"Sebenar nya sudah lama aku mencari dan ingin menemui kamu tapi ada aja halangan nya, Aku tau kamu juga masih cinta sama aku, aku mau kita bisa kayak dulu lagi Iea, aku bakalan ninggalin Lana demi kamu demi menebus semua kesalahan aku di masa lalu ".
Mendengar Almira spontan tertawa kecil dan sulit di percaya.
"huuuh ?, ha ha ha".
"Kami kenapa ketawa?, aku serius bakal ngelakui itu untuk kamu" . Ari meyakinkan nya.
"Ari . . Sekali pun aku cinta mati sama kamu, aku enggak akan pernah meminta kamu meninggalkan Lana, karna aku tau gimana rasa nya sakit di tinggalin dan aku juga enggak mau ada wanita wanita lain nya ngerasai hal yang sama dengan aku dulu, kamu juga enggak perlu minta maaf lagi sama aku karna aku udah memaafkan kamu dari dulu, aku menghindari kamu bukan berarti aku membenci atau tidak memaafkan kamu, aku menghindari kamu karna aku takut, aku takut jadi wanita yang lemah dan bodoh. dan lagi sudah bukan waktu nya lagi bagi aku untuk memikirkan tentang hubungan pacaran atau sejenis nya. Aku minta tolong sama kamu cukup aku jangan wanita lain, Assalamualaikum ".
Dengan bijak Almira berkata dan beranjak pergi meninggalkan Ari.
"Waalaikumsalam". Jawab nya dengan lemas dan kecewa.
Almira berjalan sejauh mungkin dari Ari. Di pinggir bibir tebing yang di depan nya Danau Toba terbentang indah, Almira berhenti dan duduk terdiam.
Air mata tak terbendung lagi, mereka pecah semakin Almira memikirkan kejadian barusan.
Almira membuka gelang pemberian Ari yang di pakai nya di tangan kanan nya.
Memegang nya, menatap dan ingin membuang nya namun masih tak rela.
Eggy yang dari tadi mengikuti nya dari belakang memperhatikan nya dan merasa sakit melihat Almira menangis, dia merasa bingung apa yang harus dia lakui dan memutuskan untuk menghampiri Almira.
"Eheeem . . . ". Suara deghem Eggy mengejutkan Almira dan spontan menghapus air mata nya.
"Kan udah aku bilang kamu itu jangan kemana - mana, kenapa ninggali aku ?". Eggy bersikap galak karna mencoba mengubah suasana hati Almira dan pura - puda tidak tau apa - apa.
"he he he iya maaf, abis nya enggak tahan kalau ngeliat pemandangan kayak gini ". Senyuman Almira menutupi kesedihan nya di depan Eggy padahl si Eggy mah udah tau semua nya.
"hmm . . . Ya udah karna kamu udah enggak nepati janji kamu dan ninggalin aku, kamu harus nuruti apa kata aku ". Eggy sengaja.
"Issssh . . . Iya iya hufft ". Menyetujui nya.
Eggy mengajak Almira balik ke tenda mengemasi barang - barang nya dan pamit sama ketua comunitas dan Omen untuk pisah dari rombongan.
Omen/ "Lah jadi kau mau balik nih ? ".
Eggy/ "Iya . . Si Almira tiba - tiba harus pulang ".
Omen/ "hmm . . Oke lah kalau gitu, hati - hati kelen ya ".
Eggy dan Almira/ " Iya . . .".
Almira/ "Daaaa Widya, assalamualaikum".
Omen dan Widya/ "Waalaikumsalam".
Mereka pun cabut. Ari yang baru nongol tak mengetahui kalau Eggy dan Almira sudah balik duluan lebih awal.
Lana/ "Hai . . . Kamu dari mana ? ".
Ari/ "Tadi abis nyarik warung tapi enggak nemu".
Lana/ "Ouhmm . . . Oh ya Bang Egga sama Kak Rara udah balik luan lho, padahal baru mau kenal sama kak Rara hmm . . . ".
"Apa gara - gara kejadian tadi ya maka nya Iea balik lebih dulu ?". Batin Ari berkata dalam diam nya.
agak gimana gitu ya.
tapi ceritanya lumayan. buat tertarik walaupun baru baca
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa