NovelToon NovelToon
JANGAN AMBIL ANAK KU

JANGAN AMBIL ANAK KU

Status: tamat
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Poligami / Obsesi / Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh / Konflik etika / Tamat
Popularitas:65.1k
Nilai: 5
Nama Author: Afriyeni Official

Asyifa yang lugu dan polos, menjadi korban permainan kotor dari sepasang suami istri.

Pernikahan Asyifa dengan Randa, ternyata hanyalah bagian dari rencana busuk Randa dan Nikita untuk segera mendapatkan keturunan.

Setelah Asyifa melahirkan anaknya, Asyifa shock ketika Nikita datang tiba-tiba membuka jati dirinya sebagai istri pertama Randa dan berniat untuk merebut Safina anaknya.

Asyifa berjuang keras mempertahankan anaknya Safina. Segala cara yang dilakukan Nikita, selalu bisa ia gagalkan.

Namun suatu hari, Randa yang sudah dilanda cemburu buta karena melihat Asyifa bersama pria lain, berhasil kabur membawa Safina anaknya dari tangan Asyifa.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah Asyifa dan Safina bisa bertemu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afriyeni Official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Dirumah kontrakan milik Wahyu.

Randa tampak gelisah sedari tadi menunggu Wahyu yang pergi entah kemana. Berulangkali dia mencoba menghubungi Wahyu, namun sahabat baiknya itu tak mengangkat panggilan telponnya sedari tadi.

Suara mobil Wahyu yang memasuki pagar rumah, membuat Randa bergegas membukakan pintu. Dahinya berkerut heran saat melihat Wahyu datang bersama Safina dalam gendongannya.

"Darimana saja kau heh?!" tanya Randa seraya menatap Safina anaknya dengan perasaan bingung.

"Aku habis menjemput Safina kerumah temanku, Aku yakin, keberadaan Asyifa dikota ini untuk mencari Safina yang ku sembunyikan. Asyifa pasti sudah tahu, letak rumah kontrakanku ini. Kita tak perlu bersusah payah untuk menangkap Asyifa. Aku yakin, dia akan datang sendiri kerumah ini untuk mencari Safina." Jawab Wahyu berbohong mencoba menutupi perbuatannya dihadapan Randa.

Randa yang sudah kacau balau pikirannya, tak sempat berpikir jernih. Apalagi ketika Wahyu menyerahkan Safina ke tangannya. Randa terlihat kaku dan canggung ketika menggendong darah dagingnya sendiri.

"Dari tadi dia menangis terus, mungkin dia butuh air susu ibunya." Keluh Wahyu mengusap keringat yang membasahi keningnya sedari tadi dengan tisu yang ia ambil diatas meja diruang tamu.

"Kamu saja yang gendong dia. Aku tak biasa menggendongnya." Ujar Randa hendak menyerahkan Safina kembali ke tangan Wahyu.

Wahyu mendorong tangan Randa dengan gusar. Dia menolak untuk menggendong Safina.

"Tidak, aku lelah. Kau saja yang gendong." Kata Wahyu dengan nafas tersengal-sengal seolah habis dikejar seseorang.

Randa jadi kesal setengah mati dan gregetan. Sikap Randa yang seolah enggan, membuat bayi Safina kembali menangis. Seketika mereka berdua jadi kebingungan dan panik meredakan tangis bayi yang melengking di seluruh ruangan rumah kontrakan Wahyu itu.

"Mas Wahyu...! Mas Randa...!"

Sebuah teriakan keras dari depan pintu rumah terdengar, memanggil nama mereka berdua disela tangis Safina yang melengking.

Wahyu dan Randa saling berpandangan sejenak. Mereka tahu, suara itu adalah suara Asyifa yang datang mencari Safina anaknya ke rumah kontrakan itu.

Senyuman tipis tersungging di bibir Wahyu. Rencananya untuk menculik Safina agar Asyifa kembali sendiri ke rumah itu ternyata berjalan dengan baik.

Raut wajah Asyifa yang tampak pucat dan tak karuan, terlihat galau di depan pintu rumah kontrakan Wahyu. Perempuan itu terlihat datang sendirian tanpa ada seorangpun yang menemaninya.

"Akhirnya kamu datang juga Asyifa." Sambut Wahyu dengan wajah tersenyum sinis.

Asyifa yang tadinya sempat nyaris pingsan dirumah nenek Zaki, langsung bangkit dan berpamitan pada Zaki dan neneknya untuk menemui Randa suaminya yang ia ketahui membawa kabur Safina.

Asyifa segera meluncur ke rumah kontrakan Wahyu karena dia menduga, Randa dan Wahyu pasti berada di rumah kontrakan Wahyu. Dugaan Asyifa tidak salah, kedua pria itu ternyata memang ada disana. Tanpa ia sadari, ia telah masuk dalam perangkap Wahyu yang ingin mencuci bersih kejahatannya dengan menyatukan mereka bertiga kembali.

"Mana Safina anakku? Dimana dia?" teriak Asyifa nyaris kehilangan kesabaran.

Wahyu hanya tersenyum lebar, diiringi kemunculan Randa yang tampak sibuk menghentikan tangisan Safina.

"Safina!" jerit Asyifa setengah berlari mendekati Randa yang bergerak cepat menjauhkan Safina dari Asyifa.

"Jangan harap kau bisa menyentuh Safina lagi, Asyifa." tukas Randa tegas sembari berupaya menyingkirkan tangan Asyifa yang terjulur hendak menggapai tubuh Safina.

"Mas, kasihan Safina. Berikan dia padaku. Dia butuh aku ibunya." Tutur Asyifa dengan air mata yang mulai meluncur jatuh ke dua belah pipinya.

"Safina tidak layak punya ibu seperti kau! Tukang selingkuh!" umpat Randa menghina Asyifa dengan tuduhan yang belum jelas ada buktinya.

"Aku tidak selingkuh mas, aku tak pernah selingkuh!" bantah Asyifa tak terima atas tuduhan yang diberikan Randa padanya.

Wahyu yang berada disitu, berusaha untuk berdiri tenang di salah satu sudut ruang tamu. Pandangan matanya beradu sejenak dengan pandangan mata Asyifa yang seolah meminta penjelasan tentang tuduhan yang ditimpakan Randa padanya. Wahyu membuang mukanya seolah enggan membantu Asyifa untuk menjelaskan.

"Mas, malam itu Aku dan Safina dibawa kabur oleh Mas Wahyu. Dia lah yang membawaku kesini. Dia bilang, ini semua atas keinginanmu." Ujar Asyifa dengan nada kesal sembari menunjuk Wahyu yang langsung pucat pasi.

Wahyu tak menyangka, Asyifa berani menceritakan hal itu pada Randa. Sekujur tubuhnya sejenak gemetar, takut rencana jahatnya bersama Nikita terbongkar dihadapan Randa.

Randa membulatkan matanya. Dia justru tak percaya dengan apa yang dikatakan Asyifa barusan. Menurutnya, Asyifa sangat pintar bersilat lidah dan memutar balik fakta.

"Apa maksudmu heh?! Kau malah balik menuduh Wahyu yang menculik dirimu dan Safina atas perintah dariku, apa kau sudah gila Asyifa?" bentak Randa dengan nada emosi. Dengan sebelah tangannya, Randa mendorong Asyifa hingga terjerembab jatuh kelantai.

Asyifa menggigil menahan tubuhnya yang gemetar hebat. Raut wajahnya yang cantik, tampak sedih dan tertekan. Berulang kali tangannya menghapus air mata nya yang terus berjatuhan tetes demi tetes.

Ekspresi wajah Randa yang penuh amarah membuat dirinya ketakutan luar biasa. Tatapan mata Randa tak lagi sama seperti dulu. Mata itu begitu menakutkan, tak ada lagi rasa cinta yang pernah dia temukan.

Suami yang pernah dia cintai, ia sayangi, kini telah berubah total. Perlahan Asyifa berusaha bangkit dan berdiri dihadapan Randa dengan tubuh sempoyongan.

"Terserah kau percaya atau tidak, aku tak peduli. Kembalikan Safina padaku Mas Randa. Berikan Safina padaku! " pinta Asyifa mencoba melawan rasa takutnya pada Randa.

Asyifa melangkah pelan dengan wajah memelas memohon pada Randa.

"Oke, aku akan memberikan Safina padamu. Tapi ada syaratnya." Ucap Randa tersenyum licik.

Asyifa tertegun tiga langkah dihadapan Randa. Dia menatap Randa dengan hati bimbang. Persyaratan apapun akan coba dia penuhi demi Safina asalkan itu dibatas kemampuannya. Bagaimana kalau syarat yang diajukan Randa itu aneh dan sulit dia penuhi?

"Apa syaratnya? Aku akan penuhi jika aku mampu Mas...," sahut Asyifa dengan suara bergetar.

Randa menatap Asyifa dengan tatapan jijik. Jauh di lubuk hati Randa, dia masih menginginkan Asyifa. Namun, keegoisan dan kesombongannya sebagai pria yang kaya dan mapan, membuat ia tak mengakui perasaannya sendiri. Dimatanya, Asyifa hanyalah perempuan kampung yang miskin dan rendahan yang gampang ditindas dan diperlakukan sesuka hatinya.

"Kau harus temui mantan kekasihmu itu. Katakan padanya untuk mencabut tuntutan penganiayaan yang ia tujukan padaku. Dan pergilah ke kantor polisi, katakan bahwa kau tidak diculik. Akan tetapi, kabur sendiri dari rumah." Ucap Randa kemudian.

Asyifa tercengang. Bagaimana mungkin dia pergi menemui Kenzie yang tidak ia ketahui dimana keberadaannya. Apalagi mengakui dirinya dan Safina tidak diculik, itu adalah tindakan teramat bodoh. Sementara Wahyu, pelaku penculikan itu, terlihat nyata dimatanya sambil tersenyum licik penuh kemenangan.

Asyifa menatap Randa bengong. Segitu bodoh kah suaminya sehingga tak menyadari kejahatan sahabatnya sendiri.

"Tapi Mas, aku tak tahu dimana Ken berada." Jawab Asyifa merasa keberatan dengan persyaratan yang diberikan Randa padanya.

"Jangan membohongiku Asyifa. Apa kau mau Safina tidak bertemu denganmu seumur hidup heh?!" ancam Randa sembari mendekap Safina dalam gendongannya dengan kuat.

Tubuh Asyifa bergetar hebat. Dia tak sanggup melakukan semua itu.

"Jangan banyak alasan Asyifa! Apa kamu mau aku jadi narapidana heh?! Apa kau ingin aku dipenjara hah?! Saat ini aku dikejar polisi karena ulahmu Asyifa, jika kau tidak kabur, aku takkan menyewa preman untuk mengeroyok pemuda itu. Sekarang polisi mengejarku karena tuduhan penganiayaan. Semua gara-gara kau!" jelas Randa menyalahkan Asyifa atas semua yang terjadi.

Asyifa menggigit bibirnya keras. Batinnya tak terima karena dipersalahkan Randa atas semua kejadian yang menimpa mereka. Padahal, dia adalah korban, korban permainan sandiwara Wahyu dan Nikita serta korban kebodohan suaminya yang sok kaya dan sok pintar.

Harus kemana dia mencari Kenzie? benak Asyifa berputar keras memikirkan dimana keberadaan mantan kekasihnya yang sudah tak bertemu dengannya itu setelah sekian tahun Asyifa menjadi istri Randa.

"Saudara Wahyu! Keluarlah! Anda sudah kami kepung!"

Mendadak suara mobil sirine polisi beserta teriakan keras lewat toa, terdengar jelas didepan pintu rumah. Mereka bertiga seketika jadi kaget setengah mati.

.

.

.

BERSAMBUNG

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
👋
☠ ❤️⃟Wᵃfᴀsᴛɪᴀʀᴀᵃʸᵘᵈᶦᵃѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Gak mungkin bisa memilih, karena dia mau ke dua nya🤣🤣
☠ ❤️⃟Wᵃfᴀsᴛɪᴀʀᴀᵃʸᵘᵈᶦᵃѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Mana ada seorang ibu yang mau menyerahkan darah daging nya untuk di asuh orang lain. Emang gampang ya mengandung dan melahirkan, kalo mau anak mah bikin aja sendiri🤣🤣
Oma yeni*🦋: ya ampyuun kamu beneran baca ya say 🤭✌️ makasih sygku, cintaku, kamu udah mampir baca /Kiss//Rose/
total 1 replies
Mr.Arez-Jr
lanjut karya baru 😍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
semangat terus kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Asyifa astagfirullah deh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak👋
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
semangat terus kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
maaf bru mampir lagi kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
gara2 lukisan itu hampir aja ketahuan Asyifa
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
smoga ga ktemu
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
syifa harus hati-hati nih
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
bapak2 hdeh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
niki lgi banyak pikiran
🌺Bunga_Ros⁹⁷
Oma @Afriyeni Official maaf baru sempat mampir lagi..😊😊🙏🏻🙏🏻🙏🏻
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Jika ada alvino, dia pasti berseru bukan muhrim/Grin//Joyful/
Oma yeni*🦋: kalau ada Alvino, novelnya jadi seru 🙃
total 1 replies
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Kenapa tuan arif yang gerak cepat /Facepalm/
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Rasanya aaaa sekali mendengar dan melihat assyifa
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Astaga, kenapa harus di permalukan sih /Facepalm/
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Kenapa sih, demen banget ngosip. Nanya langsung aja sama Assyifa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!